Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Merasakan Dejavu


__ADS_3

Alexa merasakan sensasi sakit yang luar biasa kali ini, ia sampai meremas rambutnya dengan kencang. Sekilas ada kilasan memori masa lalunya bersama dengan Ryuga tiba-tiba saja muncul dalam ingatannya bersamaan dengan nyeri yang begitu luar biasa di kepalanya. Alexa merasakan dejavu, sepertinya ia pernah mengalami kejadian yang sama persis seperti kejadian saat ini.


Ryuga meraup wajah Alexa, dan menepuk wajahnya secara perlahan, "Alexa ini aku Alexa," ujar Ryuga.


Namun Alexa menatap tajam ke arah Ryuga dan mendorong dada bidang Ryuga ketakutan saat merasakan bayangan masalalu yang begitu menyakitkan masuk dalam ingatanya.


"Mas, a-a-ku mohon jangan! Mas ja-jangan lakukan itu, "ujar Alexa terbata-bata bergetar ketakutan menghindari Ryuga.


"Alexa, tenang  Alexa, ini aku "ujar Ryuga.


Alexa justru semakin ketakutan saat Ryuga terus saja mendekat, "Jangan Mas, aku mohon jangan sakitin aku," ujar Alexa menghindar.


Ryuga langsung memegang kedua lengan Alexa, "Alexa ini aku Alexa,.. Sadarlah! Aku nggak akan nyakitin kamu! Aku mohon sadarlah Alexa! "ujar Ryuga sedikit menggoyangkan tubuh Alexa berusaha menyadarkan Alexa.


Alexa pun terdiam dan memberanikan dirinya menatap Ryuga secara perlahan. Ryuga mengusap wajah Alexa saat Alexa menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Siapa kamu sebenarnya, Mas? Kenapa dalam ingatan ku tadi aku merasakan kamu menyakiti aku, Mas? "tanya Alexa.


Ryuga menundukkan kepalanya sekilas dan menantap Alexa kembali, "Apa yang kamu ingat barusan Alexa? "tanya Ryuga khawatir mengusap pipi Alexa dengan lembut.


Alexa menggigit bibir bawahnya, "Kamu maksa aku buat ngelayani kamu, Mas, " ujar Alexa dengan air matanya yang lolos begitu saja.


"Alexa dari setiap banyak kenangan manis kita, kenapa kamu harus mengingat hal yang membuat aku merasa seperti seorang bajingan di mata kamu, " batin Ryuga.


Alexa mengusap air matanya dan menatap Ryuga dengan tegas, "Kenapa Mas bisa berbuat serendah itu sama aku, Mas? Aku yakin, Mas pasti yang udah ngerusak pernikahan aku sama suami aku kan Mas? Tolong jelasin semuanya, kalo kamu tetap diam lebih baik anterin aku sama anak-anak pulang sekarang juga, " ketus Alexa menghempaskan tangan Ryuga.


"Tenang Alexa dengerin penjelasan aku dulu," ujar Ryuga mencoba menahan Alexa.


"Aku mau pulang Mas, kepala aku sakit, aku cape, "ujar Alexa terus menghindar dan bangkit dari sofa. Ryuga pun langsung saja berdiri, meraih tangan Alexa menariknya ke dalam pelukannya.


Greb..!


"Aku yakin Alexa kamu nggak bakalan sanggup jika kamu mengetahui segalanya tentang Papah kamu Alexa, apalagi perbuatan Mamahku dan juga aku Alexa," batin Ryuga merasa dilema.


Alexa memukul tubuh Ryuga, "Lepasin aku, Mas, aku mohon, " ujar Alexa merasa bingung setelah ingatan buruk tentang Ryuga muncul dalam otaknya begitu saja, ia sungguh dilema karena sosok Ryuga tidak sesuai dengan kenyataan saat ini.


"Yank, aku mohon kamu jangan hindarin aku! Aku bakal lepasin pelukan aku, kalo kamu udah tenang! Yank, sekarang Shaka sama Sheena lagi tidur nanti mereka bangun kalo kamu terus teriak-teriak kaya gini. Aku janji nanti aku bakalan anterin kamu pulang, kalo mereka udah bangun ya, jadi aku mohon kamu tenang ya! "ujar Ryuga mengusap punggung dan rambut Alexa dalam pelukannya.


Ucapan lembut Ryuga mampu membuat Alexa sedikit lebih tenang, "Kamu jelasin, Mas jangan bikin aku kaya orang bodoh yang nggak ngerti apa-apa," ujar Alexa melemah. Alexa memang melupakan siapa Ryuga sebenarnya, namun ia tidak bisa menyakal bahwa sosok Ryuga mampu menggetarkan hatinya begitu hebat dan entah mengapa dalam hatinya yang terdalam ada keyakinan yang ia rasakan saat melihat tatapan Ryuga yang terlihat begitu teduh menyiratkan ketulusannya.


Dan lain halnya dengan apa yang saat ini Ryuga rasakan. Sejujurnya ia sendiri begitu kalut bingung menjelaskan tentang siapa dirinya kepada Alexa. Ada rasa takut jika ingatan Alexa kembali dan membayangkan ia harus kembali kehilangan Alexa dan kedua anaknya. Namun untuk saat ini Ryuga terus mencoba melakukan hal yang terbaik dengan terus meyakinkan Alexa dengan sikap dan ketulusan yang ia berikan kepada Alexa dan kedua anaknya.


"Alexa sebelum pertemuan kita ditaman waktu itu, aku dan Reyhan terlebih dulu terbang ke Aussie bertemu dengan Nicco mencari keberadaan kamu Yank, "ujar Ryuga menggenggam tangan Alexa duduk di sofa.


"Apa,.. kamu cari aku ke Aussie, "ujar Alexa terkejut menatap wajah Ryuga.

__ADS_1


Ryuga mengangguk menatap Alexa, "Ia Yank, saat itu Nicco menceritakan tentang tentang cidera pada otak yang kamu alami. Karena masalah medis Nicco melarang aku menceritakan tentang kejadian lima tahun yang menimpa kamu Yank, karena kamu sempat koma waktu itu_"


"Apa aku koma," ujar Alexa terkejut.


Ryuga menganggukkan kepalanya menatap Alexa yang terlihat kebingungan memegangi kepalanya, "Maaf Alexa, aku nggak bisa ngejelasin, karena aku yakin sebentar lagi kamu akan mengingat aku dan membenci aku. Dan jika itu terjadi_"ujar Ryuga tidak sanggup meneruskan perkataannya, meneteskan airnya.


Ryuga mencoba menetralkan diri mengatur nafasnya secara perlahan, "Dan jika itu terjadi, aku nggak akan pernah memaksa kamu lagi. Jika memang kamu nggak bisa maafin aku dan ingin meninggalkan aku karena rasa kebencian kamu, maka saat itu aku akan merelakan kamu dan pergi dari kehidupan kamu, "ujar Ryuga terisak di hadapan Alexa.


Cekrek..!


"Uncle.., nggak boleh pergi Uncle, " ujar Shaka menangis yang langsung berlari memeluk Ryuga setelah mendengar percakapan antara Alexa dan Ryuga di dalam kamar.


Shaka menangis tersenguk-sengguk, "Uncle jangan tinggalin Shaka lagi, pokoknya Uncle nggak boleh pergi, "ujar Shaka memeluk Ryuga posesif seolah tidak ingin berpisah dari sosok yang baru ia kenal kemarin.


Mendengar ucapan Shaka, Ryuga kembali meneteskan air mata harunya mengusap kepala Shaka, "Enggak Shaka, Uncle nggak akan ke mana- mana, "ujar Ryuga menatap ke arah Alexa yang terlihat menangis.


"Bohong tadi Shaka dengar sendiri Uncle mau pergi, tuh Uncle juga menangis pasti Uncle bohongkan ? Mommy kenapa Mommy benci Uncle? Uncle kan baik sama Shaka," ujar Shaka semakin terisak. Sontak mendengar tangisan Shaka yang begitu memilukan Alexa pun dibuat sedih sampai meneteskan air matanya ternyata sosok Ryuga sudah memiliki arti penting dalam hati Shaka.


"Mommy," ujar Sheena tiba-tiba muncul dari kamar sambil mengusap matanya karena merasa terganggu tidurnya.


Alexa pun langsung menghampiri Sheena yang terlihat baru saja terbangun dari tidurnya.


"Mommy sama Uncle dan Kak Shaka kenapa menangis mommy?" tanya Sheena yang terlihat bingung menatap ketiganya.


"Gpp, sayang Mommy sama Uncle dan Kak Shaka cuman kelilipan," ujar Alexa menghapus sisa air matanya.


Ryuga menatap Shaka, "Ia janji Uncle nggak akan pergi ninggalin Shaka, tapi besok Uncle mau kerja dulu boleh kan?" tanya Ryuga.


Shaka mulai sedikit tenang, " Tapi Shaka ikut lagi ya ke kantor Uncle boleh kan?" tanya Shaka.


Alexa membuang nafasnya perlahan berjalan menghampiri Shaka dan Ryuga, "Shaka kan sekarang kita udah main ke kantor Uncle, nanti lagi mainnya "ujar Alexa menatap ke arah Shaka.


Ryuga memegang pundak Shaka "Shaka dengerin Uncle, besok Uncle enggak ada di kantor dulu ya, sementara Uncle nggak bisa temuin kalian dulu selama 3 hari, karena Uncle ada tugas penting dan harus pergi sebentar ke England," ujar Ryuga menatap Shaka.


"Bohong, pasti Uncle mau ninggalin Shaka kan?" tanya Shaka kembali menangis memeluk kaki Ryuga.


Ryuga tersenyum menatap putranya yang terus saja merengek Ryuga pun mensejajarkan dirinya mencoba memenangkan Shaka, "Uncle nggak bohong.., Uncle kan udah janji nggak akan ninggalin Shaka. Nih kartu nama Uncle, Shaka bisa telpon Uncle kapan pun Shaka mau, dan setelah pulang dari England Uncle janji, Uncle bakalan datang langsung ke rumah Opa dan Oma dan bawain hadiah buat kalian," ujar Ryuga mencoba meyakinkan putranya yang terus saja merajuk.


Sheena berlari menghampiri Ryuga, "Benar ya Uncle, janji.., "ujar Sheena dengan wajah berbinar.


Ryuga pun tersenyum menatap wajah Sheena lalu menganggukkan kepalanya, " Iya, Uncle janji demi princes dan jagoan Uncle," ujar Ryuga tersenyum.


"Tapi Uncle janji jangan lama-lama di sana ya, kan Sheena kangen sama Uncle," ujar Sheena menatap Ryuga dengan puppy eyesnya.


Melihat kedekatan Sheena dan Shaka, Alexa semakin dibuat dilema karena kedua anaknya sudah begitu dekat dengan Ryuga.

__ADS_1


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu tiba-tiba membuyarkan ketiganya. Ryuga belum mempersilahkan masuk namun pintu ruangannya sudah terlihat sedikit terbuka. Suara perdebatan pun bisa terdengar jelas di telinga Ryuga dan juga Alexa


"Yank nanti dulu Yank, sabar " ujar Reyhan mencoba menahan Rena yang sejak tadi kalap ingin menemui sahabatnya Alexa.


"Kamu ribet banget Yank kaya ema-ema sosialita, emang ada undang-undangnya apa yang ngelarang aku ketemu sama Alexa," ujar Rena menatap tajam ke arah Reyhan.


Alexa mengerutkan alis ia cukup mengenali suara cempreng tersebut, "Rena, iya itu suaranya Rena," ujar Alexa yang langsung berjalan menuju pintu.


"Rena"


"Alexa"


Ujar keduanya saling terperangah bersitatap. Rena langsung saja menarik tubuh Alexa ke dalam pelukannya, "Kyaaaa Alexaaa..! gue kangen sama luh, luh bae-bae aja kan ? Gimana keadaan luh? ya ampun Alexa, gue seneng banget bisa ketemu luh lagi," ujar Rena terisak sambil memeluk Alexa posesif.


"Ya ampun Rena luh masih sama aja bawelnya kaya dulu ya, "Gue juga kangen banget sama luh Ren," ujar Alexa mengeratkan pelukannya.


Sheena berjalan menghampiri Alexa, "Mommy Aunty bawel ini siapa Mommy?" tanya Sheena menarik celana Alexa. Alexa menahan senyumnya saat Sheena bilang Rena itu bawel.


Alexa menatap ke arah Shaka yang masih dalam pangkuan Ryuga, "Shaka sini kenalin ini temen Mommy," ujar Alexa, mendengar Mommynya Shaka pun langsung berlari menghampiri Alexa.


Rena cukup terkejut mendengar ucapan Alexa, "Mereka twins Alexa," ujar Rena terperangah. Alexa tersenyum dan menganggukan kepalanya menganggukan kepalanya menatap Rena yang terlihat melongo.


Rena melihat kedua bocah yang begitu terlihat menggemaskan baginya, "Hay cantik! Hay ganteng! siapa nama kalian?" tanya Rena menjulurkan tangannya mensejajarkan dirinya menatap Shaka dan Sheena secara bergantian.


Sheena kemudian memasang senyum menggemaskan menatap Rena, "Sheena Aunty," ujar Sheena.


Sedangkan Shaka hanya terlihat dengan wajah datar, "Shaka Aunty," ujar Shaka yang langsung berlari ke arah Ryuga kembali.


"Eh dia kabur ," ujar Rena.


Rena mencubit pipi gemas Sheena perlahan, "Hmm gemes banget sih,.. kamu mirip banget sama_"," ujar Rena tidak meneruskan kata-katanya saat melirik sekilas ke arah Ryuga yang memang memiliki wajah mirip dengan Sheena.


"Sheena Mirip siapa Aunty? "tanya Sheena menatap Rena penasaran.


Rena tersenyum kaku, " Heh, mirip Mommy Sheena dong," ujar Rena bergidik ngeri saat melihat Ryuga menatapnya dengan tajam.


"Yuk masuk sini," ajak Alexa menarik tangan Rena.


Reyhan yang menatap ke arah Ryuga pun dibuat bergidik dengan tatapan Ryuga yang terus saja menghumus, karena merasa terganggu oleh kehadiran dirinya dan juga Rena. "Sorry Ga, dia maksa merebos masuk," bisik Reyhan.


Ryuga membuang nafasnya dengan kasar, melirik Reyhan dengan sinis "Bulan ini gue potong gaji luh," saut Ryuga yang langsung berjalan kembali ke kursi kebesarannya.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2