Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Keinginan Shaka.


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit Nicco melangkahkan kakinya masuk ke dalam kediamannya dengan wajah lesu. Nicco mengendurkan dasinya berjalan di ruang tengah, "Emily dimana Hanum?" tanya Nicco kepada pengasuh Shaka dan Sheena.


"Nyonya Hanum ada di atas Tuan, sepertinya sedang menidurkan Nona Sheena di kamar," ujar Emily ramah.


"Christine tolong buatkan saja susu almond," ujar Nicco kepada salah satu maid.


"Ya, Tuan, saut Christine."


Cekrek!


Dibuka saja pintu kamar Sheena oleh Nicco, Hanum menengok ke arah pintu "Eh kamu udah pulang Mas?" tanya Hanum dengan senyum.


Nicco menghampiri Hanum dan mengusap perut istrinya dengan penuh kasih sayang, " Hallo jagoan Daddy.., Muaaacchhh," ujar Nicco menyapa calon buah hatinya sambil mencium perut Hanum.


"Hmm.., aku nggak di cium juga nih, "ujar Hanum memanyunkan bibir menyentuh pipinya dengan jari telunjuk.


Bukannya mencium pipi Hanum Nicco malah ******* bibir Hanum sekilas penuh perasaan. "Ih kamu," ujar Hanum memukul lengan Nicco.


"Ayo kita keluar Sheena baru aja tidur, tadi dia ngerengek nanyain Mommy nya terus," ajak Hanum.


Nicco mengusap kepala Sheena lalu mencium kening Sheena dengan kasih sayang. Nicco menggandeng tangan Hanum turun menapaki anak tangga.


Christine memberikan susu almond yang tadi sudah Tuannya minta untuk dibuatkan, "Thanks Christine ," ujar Hanum mengambil susu almond yang dibawakan Christine.


Sesampainya di kamar, Hanum melepaskan jas Nicco, "Gimana keadaan Shaka?" tanya Hanum menatap suaminya.


Cup !


Nicco mengecup kening Hanum sekilas yang sibuk membuka dasinya. Nicco menundukkan wajahnya lesu dan membuang nafasnya dengan kasar.


"Loh kok mukanya lemes gitu sih Yank. Kenapa emangnya?" tanya Hanum penasaran


Nicco menatap wajah Hanum dengan wajah memelas," Shaka tadi nggak mau bicara sama aku Yank, dia cemberut terus kayak marah gitu sama aku. Kenapa ya Shaka kira-kira?" tanya Nicco memelas.


Hanum menghembuskan nafasnya dengan kasar menatap wajah suaminya, "Yank.., tadi pas Shaka demam, dia terus aja manggil-mangil Daddy berkali-kali, itu sampai berkali-kali loh Yank. Aku dengernya aja sampe nggak tega. Mungkin itu karena ikatan batin antara ayah dan anak di antara keduanya sangat kuat.Yank apa nggak terlalu kejam kalo kamu bilang Ryuga itu sudah meninggal, "ujar Hanum dengan wajah sendu.


"Kamu nggak usah bahas bahas masalah itu lagi ya, Sayang, Alexa kini sudah hidup bahagia sekarang, "ujar Nicco menatap Hanum.


Hanum menatap Nicco, "Tapi ini sudah 5 tahun berlalu Yank, mungkin aja Alexa sudah benar-benar pulih dari cedera otaknya, "ujar Hanum.


"Tapi yang Alexa dan anak-anaknya mengetahui bahwa Ryuga itu sudah meninggal Yank, dan juga Alexa sudah tidak mengingat lagi tentang Ryuga dan peristiwa lima tahun yang lalu, "ujar Nicco meraih tangan Hanum.


Hanum menundukkan wajahnya, tersirat jelas raut wajah kekhawatiran memikirkan Shaka dan Sheena hidup tanpa kasih sayang seorang ayah, "Ya udah kamu minum dulu ini susu almondnya nanti dingin," ujar memberikan segelas susu almond kepada suaminya.


"Yank.., apa Shaka ada masalah di sekolah?" tanya Nicco membuka pembicaraan baru.


Hanum merapikan baju kotor Nicco, "Mungkin aja sih Yank, soalnya tadi Sheena bilang, Shaka bertengkar dengan Bryan dan juga Austin di sekolah. Kedua temannya itu mengejek Sheena dan Shaka karena mereka bilang setiap acara di sekolah Daddy tidak pernah datang, dan bilang bahwa Shaka dan Sheena tidak mempunyai Daddy," ujar Hanum menatap Nicco sedih.

__ADS_1


"Trus kenapa Shaka seperti marah terhadap ku pas tadi apa membesuknya di rumah sakit?" tanya Nicco.


Hanum menatap wajab suami yang terlihat bingung, " Sebenarnya sudah seminggu ini Shaka menunjukkan sikap yang aneh. Dia sering terlihat murung dan lebih pendiam. Emily bilang saat ia menemani Sheena dan Shaka menggambar, Shaka terlihat masuk keruang kerja kamu dan mengambil pensil, dan setelah kembali Shaka langsung melempar semua krayonnya dan menyobek-nyobek kertas gambarnya, "ujar Hanum.


"Mungkin saat sedang menggambarkan dia kesal mengingat tindakan kedua teman yang mengejeknya, "ujar Nicco berasumsi dengan wajah penasaran.


Hanum mengangguk, "Bisa jadi Yank! Apa perlu kita memindahkan Shaka dan Sheena sekolah di tempat lain?" tanya Hanum.


"Nanti lebih baik kamu tanya Alexa aja. Ya udah kita bobo yuk! aku udah ngantuk nih," ujar Nicco memeluk Hanum prosesif.


.


.


**********


Pagi hari di dalam ruangan tempat di mana Shaka dirawat Alexa terlihat kewalahan saat Shaka tidak makan.


"Sayang.., ayo makan nanti kalo nggak mau makan nanti tambah sakit gimana?" tanya Alexa begitu sabar merayu Shaka.


Shaka menggelengkan kepalanya, lalu menutup mulutnya rapat-rapat membelakangi Alexa.


Alexa membuang nafasnya menatap Putra bungsunya, "Ya udah.., Shaka mau beli mainan apa atau Shaka mau apa? Mommy janji, nanti Mommy bakal kabulin permintaan Shaka, asal Shaka mau makan," ujar Alexa mencoba membujuk Shaka


Shaka menengok ke arah Mommy nya, "Janji? "tanya Shaka. Alexa punn mengangguk menimpali pertanyaan putranya.


Sontak mendengar ucapan Shaka, Alexa menengok dengan expresi keterkejutannya.


Alexa mengusap pipi Shaka, "Kenapa tiba-tiba Shaka mau tinggal di sana? Apa Shaka nggak suka tinggal di sini sama Aunty sama Uncle, "tanya Alexa dengan heran.


Shaka menggeleng menundukkan wajahnya, "Shaka suka Mom, tapi Shaka pengen ketemu Opa sama Oma, "ujar Shaka berbohong.


Alexa memeluk Shaka, "Shaka kangen sama Oma Sisil, Opa Ardy dan Aunty Grace ya , " tanya Alexa tersenyum mengusap kepala Shaka.


Shaka mengangguk, "Pokoknya Shaka mau tinggal kesana Mommy, Shaka mau ke sana sekarang, "tangis Shaka tiba-tiba pecah memeluk Alexa.


Tok tok tok !


Nicco langsung saja membuka pintu, Hanum masuk ke dalam ruangan Shaka menunjukkan sesuatu di tangannya, "Shaka coba liat Aunty sama Uncle bawa_"Hanum tidak meneruskan ucapannya saat melihat Shaka memeluk Alexa sambil terisak. Hanum bingung, ia langsung saja menghampiri Alexa dan Shaka, "Shaka kenapa menangis, sayang?" tanya Hanum mengusap kepala Shaka iba.


Shaka tetap memeluk Mommy tidak memperdulikan pertanyaan Hanum, "Shaka mau ke sana Mommy, pokoknya Shaka mau tinggal di sana," ujar Shaka menangis.


Nicco menghampiri Shaka yang terlihat semakin tidak terkendali, "Shaka mau kemana bilang sama Uncle?" tanya Nicco mencoba meraih tubuh Shaka.


Namun Shaka menolak sentuhan tangan Nicco, "Nggak mau Uncle pembohong, Shaka nggak suka Uncle," ujar Shaka menghempaskan tangan Nicco hingga infusan Shaka terlepas. Ucapan Shaka sanggup membuat Nicco, Hanum dan Alexa terkejut menatap ke arah Shaka, karena Shaka biasanya tidak pernah menujukan emosinya seperti saat ini.


"Shaka tenang Shaka, kenapa Shaka ngomong begitu? Mommy nggak pernah ngajarin Shaka nggak sopan kayak gitu sama Uncle, "ujar Alexa sedikit keras.

__ADS_1


Shaka semakin menangis dengan kencang memukul-mukul ranjang, "Mommy jahat, Mommy nggak sayang Shaka," teriak Shaka mulai mengamuk.


Hanum mengambil alih mendekati Shaka, "Shaka sini sama Aunty, Shaka bilang Shaka mau kemana? biar Aunty anter ya, tapi Shaka nggak boleh marah-marah ya sayang, kan Shaka anak baik. Ayo sini cerita sama Aunty, " ujar Hanum membujuk Shaka.


Shaka mulai melemah, " Aunty janji Aunty mau anterin Shaka?" tanya Shaka menatap sendu Hanum.


Hanum mengangguk, "Iya Aunty janji," ujar Hanum tersenyum simpul.


Shaka ragu-ragu menatap Hanum, "Shaka mau pulang ke rumah Opa sama Oma, Shaka mau tinggal di sana," ujar Shaka sesenggukan memeluk Hanum.


Nicco menengok ke arah Shaka dengan keterkejutannya, "Shaka tinggal di sini aja ya," ujar Nicco memperlihatkan raut wajah kecemasannya.


Shaka menatap tajam Nicco, "Nggak mau Shaka mau tinggal sma Opa sama Oma," ujar Shaka kembali memberontak.


"Sayang.. Alexa lebih baik kalian berangkat ke kantor biar Shaka aku yang urus," ujar Hanum memeluk Shaka mencoba menenangkan Shaka.


Alexa terlihat sedikit berat meninggalkan putranya, " Mending aku cuti dulu Kak buat jagain Shaka, Ka Hanum kan lagi hamil besar, "ujar Alexa merasa cemas.


Hanum tersenyum, " Gpp.., Alexa mending kamu berangkat aja," ujar Hanum tersenyum ramah.


"Kamu yakin Yank?" tanya Nicco sedikit cemas, Hanum mengangguk menyauti ucapan suaminya.


"Ya udah aku suruh Emily kesini ya, biar dia temanin kamu," ujar Nicco perhatian.


Dengan berat hati Alexa meninggalkan ruangan tempat di mana Shaka dirawat. Apalagi mengingat Shaka terlihat cukup emosional seperti tadi.


Di dalam perjalanan Alexa menatap Kak Nicco yang terlihat fokus menyetir, "Kak sepertinya Shaka sangat merindukan Opa dan omahnya, apa sebaiknya aku mengajak mereka liburan ke sana?" tanya Alexa sedikit ragu.


"Sebenarnya banyak tempat yang ingin Alexa kunjungi Kak. Alexa ingin mengunjungi makam Mamah Sarah dan Daddynya anak-anak Kak. Alexa juga pengen ketemu Eyang Tari dan juga Tante Karin, Kak, "ujar Alexa.


Sontak mendengar ucapan Alexa Nicco semakin dibuat resah, "Nggak Alexa,... Kakak nggak mengizinkan kamu pulang sendiri tanpa pengawasan," ujar Nicco dengan nada tegas.


"Tapi Kakak, Shaka sangat merindukan Oma dan Opanya. Kak Nicco, Alexa nggak pernah lihat Shaka seemotional itu Kak," ujar Alexa.


Nicco menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Tapi kamu janji selama kamu berada di sana kamu nggak boleh kemana-mana. Seandainya kamu ingin pergi ke kamu harus di temani bodyguard atau Grace," ujar Nicco sedikit overprotektif.


"Kakak terlalu berlebihan, Alexa itu udah baik-baik aja Kak, Kakak nggak perlu khawatir, "ujar Alexa mencebikan bibirnya.


"Kamu nggak tahu Alexa, Kakak melakukan ini semua, karena Kakak khawatir kamu akan bertemu dengan Ryuga, dan Kakak juga khawatir kamu akan mengetahui tentang insiden 5 tahun yang lalu, yang bisa saja membahayakan kondisi kesehatan kamu, "batin Nicco.


"Pokoknya selama di sana kamu harus dalam pengawasan Bodyguard, Kakak nggak mau tahu," ujar Nicco memaksa.


Alexa menghembuskan nafasnya dengan kasar ia tidak mempunyai pilihan selain menuruti keinginan Nicco yang begitu overprotektif terhadapnya.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2