
Ryuga baru saja tiba di kantor, sejenak ia memikirkan pembicaraan kedua orang tuanya dengan Alexa tadi, Ryuga meraup wajah merasa frustasi.
Bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting itu. "Aku benar-benar ceboroh! pasti Alexa sudah menganggapku sebagai suami yang pelit yang tidak bertanggung jawab. "batin Ryuga sambil memukul meja di ruangannya mengutuk kebodohannya sendiri.
Ryuga masih terus menyalahkan dirinya, hingga akhirnya ia mencoba menyibukkan diri dengan membuka laptopnya memulai aktivitas pekerjaannya. Ryuga membuka aplikasi wa web, untuk memeriksa beberapa file yang dikirimkan oleh Bu Farida tadi.
Ryuga memeriksa file PDF mengenai surat tembusan pengadaan barang dan jasa. Ryuga mengerutkan dahinya mengingat pertemuan dengan Pak Bambang saat itu, namun setelah memeriksanya ia sedikit frustasi karena tidak menemukan hal yang mencurigakan setelah membaca file yang di kirim oleh Farida. Ryuga mengambil ponselnya mencoba menghubungi bu Farida, namun tidak ada jawaban dari Bu Farida, sehingga Ryuga pun mencoba mengirim chat kepadanya.
"Selamat pagi Bu, bisa ke ruang saya sebentar...Ryuga."
"Pagi Pak, maaf Pak Ryuga, tapi saya sedang tugas diluar, ada apa ya Pak tadi telepon ?" Bu Farida.
"Bu Farida maaf sebelumnya, saya mau tanya apa laporan tim mengenai anggaran dana hibah yang ibu kerjakan bersama tim yang lain sudah rampung,.. Ryuga."
"Sudah Pak..! bulan November ini harus sudah dirampungkan. Karena pada tahun ajaran baru, per Januari sampai Desember pemerintah akan kembali memberikan dana hibahnya kembali, jika sudah menerima laporan tersebut..,Bu Farida."
"Siapa yang bertugas mengirimkan laporan tersebut ? Ryuga."
"Biasanya Pak Bambang, beliau yang merekap semua laporan, lalu menyerahkannya kepada Pak Ferdi untuk ditandatangani,.. Bu Farida."
"Apakah laporan yang sudah ditandatangani Pak Ferdy nantinya akan di periksa kembali,..Ryuga."
"Tidak Pak biasanya Pak Bambang langsung mengirimkannya laporan tersebut langsung ke Diknas terkait,..Bu Farida."
"Terimakasih bu infonya!..Ryuga."
Terbukti sudah kecurigaan Ryuga kini cukup berasalan, sepertinya laporan tersebut itu sudah di salahgunakan. Sekilas perhatiannya pun teralihkan pada seorang yang terlihat sedang menyapu di depan ruangannya. Ryuga memanggilnya seorang office boy yang sering membersihkan ruang guru dan juga ruangan Pak Ferdy.
"Mang Didit, Sini. "ujar Ryuga saat Mang Didit terlihat sedang menyapu di depan ruangannya.
"Iya Pak, aya naon ya pak manggil saya ? "ujar Mang Didit seorang pria 40 tahun asal Subang yang sudah mengabdi puluhan tahun di yayasan ini.
"Permisi Pak ada apa yak Pak ? Ini teh Pak Ryuga ya? anaknya Tuan Bimo nya," ujar Mang Didit sungkan
"Mang Didit kenal sama Papah saya memangnya ? "tanya Ryuga penasaran.
__ADS_1
Atuh kenal atuh pak, tuan Bimo teh dulunya pernah nolongin saya. "Terus saya di ajak kerja di sini sama Pak Bimo," jawab Mang Didit
"Oh gitu Mang !Mang Didit mau nolongin saya nggak, "ujar Ryuga. Ryuga pun menjelaskan maksud dan tujuannya meminta tolong kepada Mang Didit.
"Sip Pak beres itu mah kecil, pokoknya mah sebisa mungkin saya bantu Pak. Ya udah pak kalo gitu, punten atuh Pak," ujar Mang Didit dan langsung keluar dari ruangan Pak Ryuga.
Ryuga kini kembali duduk di kursinya, tersenyum sinis sambil memutar-mutar bolpoinnya memikirkan rencananya yang ingin ia ungkap, yaitu tindakan curang yang terjadi dalam intansi sekolah. Sedikit-sedikit ia mencoba mengumpulkan bukti-bukti kecurigaannya lalu mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab di balik semua ini.
.
.
Jam pelajaran pertama kosong karena Bu Farida berhalangan hadir, terlihat murid-murid begitu senang karena mereka hanya di berikan tugas membaca materi saja.Terlihat para sisiwa sibuk melakukan aktivitas mereka masing-masing seperti bermain ponsel, ntah itu membaca sosmed, bergosip ria, atau bermain game. Dan tak jarang dari mereka mencari posisi yang enak untuk tidur, terutama para siswa laki-laki.
"Gimana muka luh mendingan Lex? "tanya Rena sambil melihat wajah Alexa.
"Mendingan Ren, masih ngilu-ngilu dikit sih, "jawab Alexa
Lumayan sih nggak bengep kaya kemaren, tinggal biru-birunya dikit. "Tapi semalem bokap luh nggak ngapa- ngapain luh lagi kan ? "tanya Rena memeriksa wajah Alexa.
"Enggak ! jawab Alexa."
"Kodok luh ! ujar kaget Rena."
"Kipli nggak akhlak luh ya ! Luh kalo nggak iseng hidup luh ada kurang apah, "ujar Rena kesal.
"Rasain tuh! "ujar Alexa terlihat mencubit tangan Kipli karena kesal akibat ulahnya.
"Aduh sakit Lex! Lagian serius banget ngerumpinya, bentar lagi olahraga noh, Da ah duluan yak gue kebelet nih pengen boker, "ucap Kifli kepada kedua sahabatnya sambil memberikan boom gas beracun kepada kedua sahabatnya.
"Uwek,..Kipli jorok banget sih luh! Kurang asem emang luh. "ujar Alexa sambil membekap hidungnya
"Mohon maaf hadirin ! Saya hanya menyalurkan bakat saya yang terpendam, "ujar Kifli tanpa dosa pergi begitu saja.
"Asli tuh anak makan karbit kali ya? Bau banget kentutnya, jamba* aja insekyur sama bau kentutnya dia, udah yuk Lex ganti baju gue udah nggak nyaman sama udara di sini. "saut Rena mendengus saat melihat Kifli yang sudah menghilang.
__ADS_1
Alexa dan Rena pun terlihat bergegas berjalan menuju toilet bersama Rena. Langkah Rena dan Alexa pun terhenti saat melewati ruang aula.
"Eh itu anak-anak osis lagi pada rapat apaan sih?" tanya Alexa penasaran sambil melihat Dimas terlihat sedang memberikan pengarahan.
"Oh itu rapat buat menyambut hari guru nanti, katanya sih mau ada pertunjukan bakat pensi gitu Oh ya Lex, suara luh kan bagus ya sebelas dua belas dah sama suaranya Prinsa Mandagie mending luh ikut gabung aja, buat meriahin hari guru entar,"ujar Rena penuh semangat.
"Dih gue malu ah Ren, ntar kalo gue nyanyi takut di lemparin botol, ia kalo botol kalo galon gimana, "ujar Alexa terkekeh.
"Anjirrr galon nggak sekalian torent aer ! Di jamin luh langsung kejang-kejang..ckckc! Tapi gpp kali Lex, ntar gue bilang Dimas dah, pasti dia seneng banget tuh kalo ayang bebnya nyanyi..ea..ea..ea! "goda Rena sambil menoel bahu Alexa menggodanya.
"Apaan sih luh Ren. "ujar Alexa kesal." Alexa pun menarik tangan Rena dan mengajaknya kembali berjalan menuju toilet.
Nggak usah jaim gitu kale Lex, gue tau kok, luh dari dulu suka kan sama dia. "Dimas apalagi kayanya dia udah bucin akut tuh sama luh..pas kamaren di Dufan aja, sih Dimas perhatian banget sama luh, kalian tuh udah kaya pasangan tau nggak. "ujar Rena terkekeh.
"Ia dia kan emang baik sama semua orang...Lagian gue anggep Dimas cuman temen doang kok nggak lebih," saut Alexa.
Masa sih..yakin. Tapi Dimas sekarang kaya harus lebih extra lagi deh, soalnya dia punya saingan berat sekarang. "Luh tau nggak siapa ? "ujar Rena hingga membuat Alexa penasaran. Alexa hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Dia adalah Pak Ryuga ! "celetuk Rena hingga membuat Alexa cukup terkejut.
"Apa ? Pak Ryuga, ngaco luh, "saut Alexa bergidik dengan apa yang Rena katakan."
Serius gue Lex,selama ini gue sama Kifli juga yakin kalo Pak Ryuga itu punya feel sama luh, apalagi kemaren pas Dimas sama Pak Ryuga debat gara-gara Dimas belain luh, Pak Ryuga tuh kayanya natap luh beda banget dah. Apalagi pas Dimas megang tangan luh, beuhhh Pak Ryuga tuh kayanya kalap gitu dah liat luh berdua. Menurut gue sih marahnya Pak Ryuga tuh kaya nggak wajar gitu. Gue bisa bedain Lex tatapan orang suka sama enggak tuh kaya apa! Pak Ryuga tuh kaya cemburu gitu kali, dia tuh seolah nggak terima luh deket sama Dimas, ujar Rena dengan asumsinya.
"Masa sih ? mana ada orang cemburu bikin gue kaya gini, ngapain coba dia pake segala ngaduin gue ke bokap gue, "ujar Alexa yang tidak percaya, hingga membuat Rena menggaruki kepalanya.
Tapi bokap luh sadis juga ya, gue aja nggak nyangka bokap luh sampe bikin luh begitu, dia sering mukul luh Lex ? "Ayo Lex jujur aja cerita sama gue jangan luh pendem sendiri masalah luh, luh emang nggak nganggep gue sahabat luh apa. "tanya Rena penasaran.
Alexa pun menarik nafasnya dalam dalam sepertinya ada baiknya ia kalau menceritakan sedikit masalahnya agar perasaannya menjadi lebih tenang. Akhirnya Alexa pun menceritakan semua kisah hidupnya dari mulai perubahan sikap Papahnya, tentang Grace yang ternyata adalah sepupunya, hingga depresi yang di deritanya, namun Alexa masih belum siap memberitahukan pernikahannya dengan Pak Ryuga kepada Rena.
Setelah Alexa cerita tentang kehidupannya yang ia pendam selama ini, kini reaksi Rena selain terkejut ia juga sampai terperangah menatap Alexa tidak percaya. Seketika Rena langsung menarik Alexa ke dalam pelukannya dan menangis tersedu-sedu memeluk Alexa.
"Ya ampun Lex, gue nggak nyangka luh kuat banget Lex nyimpen penderitaan luh selama ini, Gue ajah dengernya nyesek tau nggak," tangis Rena pecah sambil mengusap punggung Alexa, dan Alexa pun ikut menangis setelah menceritakan segala masalah kehidupannya kepada Rena.
"Luh jangan ceritain sama siapapun ya Ren,..janji! "ujar Alexa sambil memberikan jari kelingkingnya pada Rena. Rena pun hanya menunduk sambil mengusap air matanya lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan Alexa lalu memeluk Alexa kembali.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...