Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Fakta-Fakta Baru


__ADS_3

Reyhan menapaki kakinya di koridor rumah sakit dengan langkah yang terburu-buru setelah menerima panggilan Ryuga. Hari ini Ryuga sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter Andry.


Di buka saja pintu ruangan Ryuga, "Sorry Ga gue telat," ujar Reyhan nafasnya terlihat tersengal-sengal.


"Ck, lama luh," decak Ryuga mengerutkan dahi menatap sinis Reyhan.


"Ga ada berita baik dan ada berita buruk Ga," ujar Reyhan mengatur nafasnya.


Reyhan mulai sibuk menunjukkan tabletnya kepada Ryuga, "Nih luh harus liat bukti-ini Ga, gue dapet ini dari Bagas," ujar Reyhan antusias.


Setelah melihat potongan rekaman cctv di tablet, Ryuga langsung mengubah raut wajahnya menjadi serius dan terlihat emosi.


Reyhan menggelengkan kepala, "Ternyata Alexa sudah biasa mendapat tindakan kekerasan dari Papahnya. Dan luh juga ngapain luh bawa Alexa ke ruangan Papahnya. Parah juga luh, tuh liat abis luh tinggal dia langsung kena gampar Papahnya, ”ujar Reyhan menunjukkan ke arah tablet.


"Ck, gue dulu belum tahu kalo Papahnya ternyata sebejat itu. Ngeliat ini gue semakin nyesel Han kalo inget kejadian itu," saut Ryuga tidak semangat.


"Ini yang namanya Dimas Ga, yang luh ceritain? "tanya Reyhan menatap Ryuga yang fokus melihat rekaman cctv di tabletnya.


Ryuga hanya mengangguk lalu mengusap wajahnya, "Ternyata cecunguk itu lebih tahu segala tentang Alexa daripada gue, pantes aja dia berusaha mati-matian pengen ngerebut Alexa dari gue, Han," ujar Ryuga mengepalkan tangannya kesal saat melihat rekaman Dimas memeluk Alexa.


"Jelaslah luh nggak peka jadi suami, " saut Reyhan.


Mendengar ucapan Reyhan, Ryuga langsung melirik sinis Reyhan hingga membuat Reyhan nyengir kuda setelah mendapat lirikan tajam Ryuga.


Reyhan menggeser kembali bukti foto di tabletnya, "Nih luh harus liat ini," ujar Reyhan memberikan kembali tabletnya.


Ryuga mengerutkan kedua alisnya "Arsita Elfiona...,ini Sita? Apa maksudnya ini? kenapa Alexa bisa mentransfer uang dengan jumlah sebanyak ini kepada Sita?" tanya Ryuga bingung melihat layar pada tablet Reyhan.


"Ini adalah bukti transfer yang di lakukan Ferdy pada kasus korupsi yang terjadi di yayasan, selama ini Ferdy mentransfer uang-uang yayasan ke rekening Sita," ujar Reyhan.


"Bagaimana bisa Ferdy bisa mentransfer uang tersebut kepada Sita? Apa mereka saling mengenal?" tanya Ryuga dengan kesal.


"Itu dia Ga ternyata Sita dan Ferdy pernah menjalin hubungan khusus kurang lebih 3 tahun yang lalu_"


"Apa hubungan khusus," ujar Ryuga terkejut menatap Reyhan. Reyhan hanya mengangguk setelah mendapat tatapan dari Ryuga.


Reyhan tersenyum merasa jijik, "Ternyata dia nggak lebih dari seorang jalan* yang berotak licik," ujar Reyhan bergidik sendiri.


"Dua hari yang lalu gue denger statusnya dia masih menjadi saksi, tapi tadi pagi statusnya Sita udah berubah menjadi tersangka Ga, dengan tuduhan tindak pencucian uang dan semua buktinya udah valid Ga dan satu lagi tersangka atas nama Bambang dia sudah di juga sudah di tetapkan sebagai tersangka," ujar Reyhan.


"Trus apa berita buruknya?" tanya Ryuga penasaran.


"Dan kabar buruknya, Alexa juga bisa terseret sebagai tersangka Ga_”


"Apa tersangka," ujar Ryuga nampak jelas raut wajah kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya.


Reyhan mengangguk, "Ferdy sengaja membuat rekening atas nama Alexa, dia sudah merencanakan ini agar Alexa ikut terlibat dalam kasus pencucian uang," ujar Reyhan.


Ryuga langsung berdiri, sudah tidak bisa di gambarkan lagi rasa kemarahan terhadap Ferdy, "Dia benar-benar manusia biadab, yang pernah gue temui di dunia ini," ujar Ryuga nafasnya terdengar tidak beraturan menahan emosinya.


"Enggak Han gue nggak bakalan biarin Alexa menderita lagi, kita harus cari cara agar Alexa lolos dari jeratan hukum, dia nggak tau apa-apa Han," ujar Ryuga.

__ADS_1


"Dan ini Ga, gue udah terima surat panggilan dari kejaksaan, luh besok harus datang ke kantor kejaksaan. Mereka butuh kesaksian dari luh, tentang kasus korupsinya Ferdy di Yayasan. Paling mereka nanya-nanya beberapa pertanyaan doang Ga," ujar Reyhan.


"Gue pasti bakalan dateng, Tolong luh urus semuanya sama Bagas. Cari bukti lengkap tindakan exploitasi yang di lakukan Ferdy terhadap Alexa, mungkin cara itu bisa menyelamatkan Alexa dari jeratan hukum Han," ujar Ryuga.


"Pasti Ga luh tenang aja gue sama Bagas akan berusaha semaksimal mungkin.Ya udah.., yuk balik gue anter luh ke apartemen ," ujar Reyhan menepuk bahu Ryuga.


"Nggak Han gue ada janji.., ikut gue ke cafe monalisa Han," ujar Ryuga.


"Janji, sama siapa?" tanya Reyhan penasaran.


"Udah ayo, ntar juga luh tau," ujar Ryuga.


Di dalam perjalanan Reyhan menatap fokus ke arah jalan raya yang terlihat cukup ramai.


"Inget Ga, luh jangan makan yang pedes-pedes dulu," ujar Reyhan perhatian.


Ryuga melirik Reyhan dengan malas, "Iya, sautnya dengan singkat."


"Han luh udah dapet kabar tentang Nicco?" tanya Ryuga.


"Dia udah balik Ga ke Aussie, setelah melangsungkan acara pertunangannya dan aniversary perusahaannya, dan dalam daftar nama penumpang pesawat yang Nicco tumpangi gue nggak bisa menemukan nama Alexa tercantum di sana " ujar Reyhan.


"Serius luh? tanya Ryuga terkejut."


"Ngapain gue bohong, trus kalo Nicco nggak bawa Alexa, siapa yang bawa Alexa pergi, Ga?" tanya Reyhan bingung.


"Ck, decak Ryuga membuang nafas kasarnya, "Gue harus cari Alexa kemana lagi Han? Gue harus nyambangi rumah Om Ardy, Han mungkin aja dia tau keberadaan Alexa, "ujar Ryuga mengusap wajahnya frustasi.


"Nggak ada salahnya Ga, tapi luh tetep harus jaga kondisi badan luh, jangan sampe ngedrop lagi," ujar Reyhan perhatian.


"Tergantung Ga, sifat orang itu beda-beda Ga," ujar Reyhan ambigu.


Ryuga menghembuskan nafas kasarnya sedikit frustasi, "Gimana keadaan perusahaan selama gue sakit?" tanya Ryuga.


"Lancar Ga.., Oh iya besok kita ke pabrik ya? kita tinjau langsung proses pengerjaan pesanannya Mr. Jhon dan sekalian luh memperkenalkan diri di hadapan para karyawan pabrik sebagai calon CEO penerus Wijaya Grup, "ujar Reyhan berlagak.


"Lebay luh, ujar Ryuga malas."


Reyhan menyalahkan sen mobilnya dan membelokkan stir mobilnya masuk ke parkiran cafe.


Reyhan berjalan celinguk-celinguk penasaran saat memasuki area cafe. "Luh janjian apa siapa sih penasaran gue?" tanya Reyhan kepo.


Ryuga hanya diam tidak menyaut, ia sudah melihat kedua anak muridnya sudah duduk menungunya di pojokan cafe.


"Kalian udah nunggu lama?" tanya Ryuga duduk saja di kursinya menatap intens Rena dan Kipli.


"Lumayan," ujar Rena dengan nada malas.


"Han ini kenalin mereka ini teman-temannya Alexa," ujar Ryuga memperkenalkan Reyhan kepada sahabat Alexa.


Reyhan terlihat bergantian menjabat tangan Kipli dan Rena namun saat menjabat tangan menjabat tangan Rena.

__ADS_1


Rena terlihat bengong memandang wajah Reyhan, "Gila cakep juga ini cowok," batin Rena masih setia menjabat tangan Reyhan.


"Ren lepasin, udah Sah kali," bisik Kipli.


Rena tetap tidak bergeming " Ren.., Jangan malu-maluin napa, luh kira kita lagi ini di KUA, lepasin tangan orang, "bisik Kipli ke kuping Rena


Rena tersentak, "Eh lupa maaf ya Kak, saya kira lagi di KUA, "celetuk Rena yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Reyhan tertawa mendengar ucapan Rena, "Lucu juga nih cewek, nggak ada jaim-jaimnya sama sekali," batin Reyhan.


"Langsung saja, tujuan saya memanggilnya kalian adalah saya ingin menanyakan Alexa kepada kalian," ujar Ryuga menatap Rena dan Kipli secara bergantian.


Rena memutar bola mata malas, "Ngapain Bapak nyariin Alexa lagi, Bapak belum puas nyakitin Alexa, " ujar Rena dengan nada sedikit ketus.


"Ren, ck," decak Kipli menyikut lengan Rena.


"Apa sih luh, "ketus Rena melirik Kipli sinis.


Ryuga membuang nafasnya dengan kasar setelah mendengar ucapan Rena, "Kamu berhak justice saya karena saya gagal menjaga Alexa, tapi sama mohon dengan sangat kepada kalian. Saya sudah mencari Alexa di rumah sakit, tapi saya tidak bisa menemukan Alexa, dan mungkin saja kalian tau informasi mengenai Alexa karena kalian adalah teman dekatnya," ujar Ryuga menatap Rena dan Kipli secara bergantian.


"Bukannya gagal lagi tapi gatot," gumam Rena menggaduk minumnya dengan kasar.


Reyhan yang sejak tadi menatap Rena, ia terus saja menahan senyumnya dengan sikap judes Rena terhadap Ryuga.


Kipli menghembuskan nafas dengan kasar menatap intens Pak Ryuga, "Sebenarnya pas insiden yang terjadi kepada Alexa, malam itu saya sama Rena lagi ada di rumah sakit. Kami abis besuk Dimas Pak, dan kami nggak sengaja liat Alexa saat itu masuk ke rumah sakit, " ujar Kipli


Ryuga mengerutkan kedua alisnya "Apa kamu tau siapa yang membawa Alexa saat itu?" tanya Ryuga tidak sabaran.


"Waktu itu yang bawa Alexa, kakaknya Grace Pak. Dan saya liat keluarganya Grace juga dateng nungguin Alexa di UGD waktu itu, trus besokannya saya sama Rena datang lagi ke rumah sakit lagi. Alexa udah nggak ada lagi Pak, saya juga bingung nanya sama suster, satpam, resepsionis mereka juga pada nggak tau," ujar Kipli menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ryuga menatap ke arah Reyhan "Sudah pasti ini perbuatan Nicco Han, gue yakin pasti dia sembunyiin Alexa dari gue," ujar Ryuga menatap Reyhan mengepalkan tangannya


"Ya udah sih Pak kalo seandainya Alexa di bawa pergi sama Kakaknya Grace biarin aja, lagian Bapak sama Alexa juga udah berpisah, Alexa bilang sendiri sama saya kalo dia ingin berpisah dari Bapak, " ketus menatap malas Alexa.


Reyhan tersenyum, ia menatap Rena, "Itu semua bisa terjadi karena ada kesalahpahaman antara Alexa dan Ryuga, "ujar Reyhan menimpali ucapan Rena.


Rena tersenyum malas, "Salah paham! Terus kejadian yang di rumah sakit apa termasuk salahpaham juga Pak? Jelas-jelas saya sama Alexa liat sendiri Bapak lagi pelukan mesra sama Sita si ulet keket itu pas di depan rumah sakit, abis itu saya liat Bapak pergi sama dia," ketus Rena terlihat sedikit emosi.


Reyhan terkejut mendengar penuturan Rena lalu menatap tajam ke arah Ryuga, "Wah.., parah luh Ga," ujar Reyhan.


"Diem luh, ketus Ryuga."


"Jadi kamu dan Alexa melihat kejadian? Padahal itu semua nggak seperti yang kamu pikirkan Rena, saat itu Sita telpon saya dia di serang seorang rampok makanya saya datang menolong dia, "ujar Ryuga membela diri karena memang seperti itu kenyataannya.


"Apa bisa-bisa Bapak lebih memilih menolong Sita daripada istri Bapak sendiri, asal Bapak tau Pak, Alexa saat itu hampir aja di cekik Papahnya di rumah sakit. Untung aja saya dateng disaat waktu yang tepat, Alexa pingsan Pak karena dia ketakutan. Dan setelah dia sadar, dia berkali-kali mencoba hubungin Bapak tapi Bapak sama sekali nggak jawab panggilannya dia. Saya ajak dia pergi, eh pas keluar dari rumah sakit tau-taunya Bapak malah lagi mesra-mesraan sama si ulet keket itu. Alexa nangis loh Pak pas liat Bapak peluk Sita depan mata kepalanya sendiri. Lagian aneh banget Pak, kok Bapak bisa jawab telponnya Sita padahal jelas-jelas Alexa udah telpon Bapak berkali-kali, terus Bapak bilang itu salah paham nggak masuk akal Pak," ujar Rena menyentuh berkali-kali pelipisnya dengan jari telunjuknya dengan nada penuh intimidasi.


"Pinter juga dia, bikin skamat Ryuga," batin Reyhan menatap Rena menahan senyum.


Sedangkan Ryuga sendiri dibuat frustasi saat bicara Rena, "Rena saya benar-benar nggak tau, itu semua_"


Rena memotong ucapan Pak Ryuga, "Bapak masih meyakini bahwa itu semua salah paham, Bapak sadar nggak sih? Bapak itu selalu ngasih celah buat Sita deketin Bapak, kalo Bapak cinta Alexa harusnya Bapak jaga perasaannya dong, ayo Pli kita cabut gue udah males ngomong sama orang yang nggak punya hati kaya dia," ujar Rena menarik baju Kipli berdiri. Ia sudah tidak sanggup berkata-kata lagi.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2