
Ryuga yang saat itu sedang berbincang sambil berjalan dengan Bu Farida di dekat area kantin perhatiannya teralihkan saat mendengar suara gaduh di kantin. Matanya membulat sempurna saya melihat Alexa menampar Grace.
Plakkkkk....
Satu tamparan bersarang di wajah Grace, siapa lagi pelakunya kalau bukan Alexa.
Rasain luh makanya tuh lambe luh kudu di pakein filter dulu sebelum ngebacot..."ujar Rena tersenyum sinis menatap Grace
Luh bener nggak ada kapoknya ya Grace....,"ujar Alexa sambil menunjuk wajah Grace.
Luh nggak usah nunjuk-nunjuk deh...,"bentak Grace yang langsung mendorong dada Alexa dengan menggunakan kedua tangannya hingga Alexa terpelating ke belakang, untung saja Dimas dengan sigap menahan tubuh Alexa dengan kedua tangannya.
Eh ada apa itu yak Pak anak-anak ribut-ribut di sana ..,"ujar Bu Farida melihat ke arah kantin
Sebentar bu sana kesana dulu..,"ibu nanti taro berkasnya ajah di ruangan saya...,"ujar Ryuga yang langsung meninggalkan Bu Farida.
Ryuga pun berjalan dengan raut wajahnya yang tidak ramah menuju area kantin.
Berhenti kalian..Bubar.."bentak Pak Ryuga di belakang kerumunan para siswa, dengan suara yang terdengar begitu lantang.
Eh ada pak Ryuga...minggir..minggir..ayo bubar bubar.."ujar satu persatu dari para siswa yang saat itu melihat ke arah Pak Ryuga.
Ryuga melihat posisi Alexa dan Dimas yang kini terlihat hampir menempel, seketika sorot matanya berubah menjadi begitu tajam hatinya mendadak panas. Ryuga langsung menghampiri ketiga muridnya yang terlihat sedang bertengkar saling adu mulut.
Pak tolongin saya Pak...Alexa yang mulai duluan saya nggak salah apa-apa, Alexa maen tampar pipi saya aja Pak..sakit banget nih Pak..." ujar Grace yang terlihat merengek manja di hadapan Pak Ryuga.
Dih playing victim banget luh dasar dramaqueen..."ujar Rena setelah mendengar Grace yang pintar sekali memutar balikkan fakta.
Namun Ryuga mengacuhkan Grace karena matanya hanya tertuju menatap tajam ke arah Alexa. Dadanya terasa begitu bergemuruh ketika melihat posisi Dimas cukup menempel dengan tubuh wanita yang sudah menjadi miliknya tersebut, di tambah lagi melihat tangan Dimas memegang tangan Alexa. Alexa yang menyadari tatapan Ryuga sedang memperhatikan ke arah dimana tangannya yang saling terkait dengan Dimas, ia pun segera menghempaskan tangan Dimas dan sedikit menjauhkan diri dari Dimas. Kini Ryuga mengalihkan pandangannya menatap wajah Dimas dengan tatap mengintimidasi seolah tatapannya itu bisa melubangi kepala Dimas.
Kenapa Pak Ryuga ?.."kenapa dia ngeliatin si Dimas gitu amat sih..Atau jangan-jangan....Enggak gue enggak akan biarin ini terjadi...Gue harus cari cara biar Pak Ryuga benci sama Alexa...,"batin Grace yang terlihat kesal melihat Alexa. Grace langsung menatap Alexa dengan tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.
Saya sudah sangat bosan melihat dan mendengar kalian selalu saja bertengkar apa sebaiknya kalian berdua saya keluarkan dari sekolah ini...Terutama kamu Alexa, sikap dan kebiasaan kamu lebih mirip sekali anak berandalan !!..."ujar Pak Ryuga mengancam. Ryuga sudah habis kesabaran dengan kedua muridnya tersebut selalu saja terlibat pertengkaran. Tapi kali ini yang mendominasi kemarahannya adalah ketika melihat kedekatan Dimas dan Alexa yang terlihat cukup intim. Karena bukan rahasia lagi hampir semua murid di sekolah ini mengetahui jika Dimas memiliki perasaan khusus terhadap Alexa, yang membuat hatinya cukup ketar ketir.
__ADS_1
Dimas, Alexa, Rena dan Grace langsung menatap Pak Ryuga dengan begitu terkejutnya, terutama Alexa ia sedikit gemetar mendengar ucapan Ryuga yang begitu tegas seolah tidak main-main dengan ancamannya.
Pakk..Jangan keluarin saya.."rengek Grace sambil menggoyangkan tangan Pak Ryuga.
Pak tolong dengarkan dulu kronologi gimana... Alexa tidak bersalah disini...ini nggak adil Pak buat Alexa... Grace lah yang mulai mencari masalah terlebih dahulu...."ujar Dimas merasa keberatan terhadap ucapan Pak Ryuga yang di nilainya tidak adil.
Bener pak Grace yang mulai duluan dia itu kompor Pak..."ujar Rena membela sahabatnya
Melihat bagaimana sikap Dimas yang terus membela Alexa, justru semakin membuat Ryuga bertambah emosi, ia terus saja melampiaskan kekesalannya dengan menekan Alexa.
Saya yang punya wewenang disini,.. saya berhak memberikan hukuman atas segala tindakan murid-murid saya yang terlibat masalah seperti kalian..terutama sikap dan kelakuan kamu Alexa,.. Lebih baik kamu ikut saya ke ruang Pak Ferdy, karena saya akan diskusikan segala sikap dan kelakuan kamu dengannya..."ujar Ryuga menatap Alexa dengan tatapan yang penuh penekanannya. Alexa pun terkejut mendengar ucapan Ryuga, wajahnya memucat tubuhnya bergetar, Alexa panik.
Pak tunggu dulu !!!..."Kenapa Bapak tidak mencoba mencari tahu dulu masalahnya...tindakan Bapak itu sangat sewenang-wenang dengan terus menyudutkan Alexa.."ujar Dimas dengan sorot mata yang tajam ia mulai terpancing emosinya dengan sikap Pak Ryuga yang di nilainya terus menekan Alexa. Begitu pun Ryuga sangat kesal dengan Dimas yang terus saja membela Alexa seolah Alexa begitu berarti baginya.
Apa kamu bilang...,"Saya sewenang-wenang...Berani sekali kamu kurang ajar terhadap saya....,"ujar Ryuga yang emosi, ia langsung mencengkram kerah baju Dimas dan menatap Dimas tajam, nafasnya memburu.
Waduh gue kayaknya mencium aroma-aroma kecemburuan nih...,"batin Rena saat melihat interaksi berlebihan Ryuga yang begitu emosi terhadap Dimas.
Tapi Lex..aku nggak bisa biarin kamu di perlakuan nggak adil kaya gini...."ujar Dimas memelas sambil memegang lengan Alexa menatap Alexa dengan penuh perasaan.
Alexa kamu ikut saya ke ruangan Pak Ferdy...,"ujar Ryuga ia langsung saja menarik tangan Alexa meninggalkan kantin.
Hahaha....Mampus luh...,"cibir Grace yang begitu puas, selain ia cukup mengetahui hubungan buruk antara Alexa dengan Papahnya, ia juga hafal betul sifat Om Ferdy yang tempramental sudah pasti Papahnya akan murka kepada Alexa.
Dimas tertunduk lesu saat melihat punggung Alexa berjalan menjauh darinya. Dia sangat mengkhawatirkan Alexa yang di bawa paksa oleh Pak Ryuga. Pasti Alexa akan terkena masalah apalagi dengan ucapan Alexa yang di nilai sangat memprovokasi kemarahan Pak Ryuga.
Grace dan Rena masih terlihat saut-sahutan saling menyalahkan dengan nada yang begitu emosi terlihat di wajah Rena. Iya tidak terima karena sahabat yang diperlakukan tidak adil.
Pak lepasin saya..,"ujar Alexa ketakutan sambil berusaha menarik sambil memukul-mukul tangan Ryuga. Ryuga mengacuhkan Alexa, ia juga tidak memperdulikan para siswa-siswa yang sejak tadi menatapnya dengan penasaran.
Ryuga terbakar cemburu, hingga emosinya mengalahkan logikanya.Entah apa yang membuat Ryuga begitu kalap terutama saat melihat perlakuan Dimas terhadap Alexa, begitupun juga dengan Alexa walau hanya sekilas dia dapat membedakan sorot mata Alexa yang begitu lain terhadap Dimas. Yaitu sorot mata yang terlihat penuh dengan perasaan, yang membuatnya begitu tidak terima merasa harga dirinya di permainankan oleh Alexa.
Sesampainya di ruangan Pak Ferdy, Ryuga pun mengetuk pintu dan membawa Alexa masuk ke dalam ruangannya. Pak Ferdy cukup terkejut melihat Ryuga membawa Alexa kehadapanya.
__ADS_1
Ada apa ini Ga,.."ayo duduk dulu...,"tanya Papah Ferdy.
Maaf Pah...,"Begini pah, saya sudah beberapa kali melihat Alexa dan Grace selalu saja bertengkar seperti sekarang. Saya cukup kewalahan menghadapi Alexa dan Grace, karena saya sering kali menegur keduanya, tapi mereka seolah tidak peduli dengan peringatan saya.....Sebenarnya saya berencana ingin memanggil orang tua Grace untuk membicara masalah ini, tapi saya perlu mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan Papah karena saya tidak ingin melangkahi Papah...,"ujar Ryuga.
Mendengar itu Pak Ferdy hatinya tidak tenang, memikirkan bertemu dengan adiknya yang selama ini paling ia benci sungguh membuat perasaan memburuk. Ucapan Ryuga sebenarnya sudah membuat Pak Ferdy naik pitam. Namun karena keberadaan Ryuga ia berusaha untuk tidak memperlihatkan emosinya.
Dan Alexa sendiri jangan di tanya lagi bagaimana kondisinya kini. Alexa terdiam membeku dengan wajahnya yang begitu pucat, tubuh sedikit bergetar Alexa tidak berani menatap Papahnya. Alexa menundukkan wajahnya keringat mengalir cukup deras, padahal ruang terasa sangat sejuk karena AC.
Seperti itu tidak perlu !!...Biar Papah bicarakan masalah ini dulu dengan Alexa,...Dan kamu boleh meneruskan pekerjaan kamu..,"ujar Pak Ferdy dengan senyum hangat dan seramah mungkin kepada menantunya tersebut.
Ya udah Pah kalo begitu Ryuga permisi dulu..."ujar Ryuga, namun saat ingin beranjak dari sofa, Alexa mencengkram tangan Ryuga dengan sangat kencang.
Arrrggghhh...,"ringis Ryuga merasakan nyeri akibat cengkraman Alexa. Ryuga melihat wajah Alexa yang terlihat ketakutan dengan tatapan memohon seolah tidak ingin di tinggalkan sendirian. Namun justru berbeda dengan respon Ryuga, ia malah memincingkan senyum sinisnya menatap Alexa sepertinya ancamannya kali ini berhasil membuat Alexa mati kutu. Namun melihat itu semua, Papah Ferdy langsung segera beranjak dan mengantar juga menuju pintu.
***********
Di konidor kelas Rena berlari berusaha mencari keberadaan Kifli dengan nafas yang tersengal-sengal. Setelah mencari Kifli ia pun akhirnya menemukan Kifli dan genknya terlihat sedang mabar bareng di kelas lain.
Kifliiiii gawattt..."teriak Rena dengan suara melengking dengan nafas yang tersengal-sengal.
Buset dah Ren !!! suara luh bisa pelan dikit nggak sih, cempreng banget kayak knalpot RX king..Pedes nih kuping gua..,"ujar Jonas teman Kifli
Ia luh kuat banget sih punya temen yang modelan gitu..kuping luh nggak budek apa..."saut Erik teman Kifli.
Apa sih !! Yah elah jadi, noob kan gua gara-gara luh Ren...,"ujar Kifli sewot
Alexa..Kif..,"ujar Rena yang masih berusaha mengatur nafasnya.
Rena menjelaskan kepada Kifli mengenai kejadian tadi di kantin, dan Kifli cukup terkejut. Sebenarnya Rena dan Kifly cukup tau hubungan Alexa dengan Papahnya yang kurang baik namun Rena dan Kifly, memilih untuk berpura-pura tidak tau apalagi bertanya tentang kehidupan pribadi Alexa mengingat bagaimana sikap Alexa yang begitu tertutup. Niatnya Rena dan Kifly ingin memastikan kondisi Alexa, namun keinginan mereka harus mereka diurungkan karena bunyi bel tanda jam istirahat sudah berakhir.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1