
Alexa berlari di sampai konidor kelasnya, ia berhenti sejenak mengambil nafas sebelum masuk ke kelas.
Hadeuhh... gue lupa pamit lagi tadi, pasti dia bakalan ngambek deh," batin Alexa memegang kepala.
"Cie cie yang abis honeymoon, mana nih oleh-olehnya," goda Rena mengagetkan Alexa dari belakang.
"Rena... ngangetin aja sih lo," ujar Alexa memegang dadanya.
"Wuih... diamond gaes maenannya nggak nahan," ujar Rena meraih tangan Alexa saat melihat cincin mewah melingkar di jari manis Alexa.
"Sssttt...Rena mulut luh bisa di kecilin nggak sih," ujar Alexa membekal mulut Rena.
Kipli yang baru saja datang, ia berdiri di samping Alexa sambil mengendus-endus Alexa.
"Wangi banget luh Lex kaya kuburan baru," celetuk Kipli cengengesan.
"Iyalah jadi cewek wajib wangi emang kayak lu bau sangit," ujar Rena sinis.
"Yeh nyamber aja luh dasar ayam sepuh," celetuk Kipli.
"Eh..eh..eh! Lex ada si Grace tuh dan para dayangnya," ujar Rena sambil menepuk tangan Alexa.
Grace yang baru saja datang, ia pun hanya melewati Alexa begitu saja, namun saat lewat di samping Alexa, ia tersenyum sinis melirik Alexa sekilas.
"Wah si Lampir kayanya udah beneran tobat tuh dia, syukur dah," ujar Kipli.
"Iya Lex biasanya kan dia selalu cari gara-gara sama luh," saut Rena menimpali.
"Mungkin dia emang udah berubah kali," ajak Alexa menarik tangan Rena.
.
.
Grace kok luh tadi diem aja sih, gara-gara Alexa kan luh di skorsing," ujar Dina sahabat Grace.
"Lo tenang aja Din, gue punya cara yang elegan buat bikin ngancurin Alexa," ujar Grace tersenyum sinis.
"Cerita dong Grace, ujar Dina penasaran."
"Ntar gue ceritain, yuk genks," ujar Grace mengajak ketiga temannya masuk ke dalam kelasnya.
.
.
Eh Lex besok si Dimas ada turnamen basket, dia bawa nama sekolah kita. "Besok kita nonton yuk!" ajak Rena antusias.
"Iya Lex kita dukung dia, biar gimana pun juga dia pasti semangat kalo ada luh, kan dia bawa nama sekolah kita," ajak Kipli menimpali.
"Nanti gue ijin dulu deh, udah yuk masuk tuh pak Samsul udah dateng," ujar Alexa nunjuk ke arah guru yang berjalan menuju kelasnya.
"Ckckc...kocak ya liat bentuknya pak Samsul, apalagi rambutnya nggak nahan gilee... licin banget kaya perosotan TK," ujar Kipli terkekeh melihat pak Samsul.
Jan gitu lo Pli, biar gimana pun juga kita harus menghargai pak Samsul, karena dia tuh fans berat Alexa ,"Ckckck, celetuk Rena terkekeh.
"Sialan luh Ren, saut Alexa mencebikkan bibirnya."
Pak Samsul ini merupakan guru sejarah yang tampilannya sedikit agak kuno. Rambutnya selalu tampil klimis dengan gaya belah tengah. Pak Samsul juga selalu mengenakan dasi kupu-kupu di setiap penampilannya.
"Selamat pagi anak-anakku tercinta," ujar pak Samsul menyapa seluruh siswa-siswi di kelas IPS 3.
"Pagi pak, saut seluruh siswa."
"Ren nyontek PR matematika dong," ujar Alexa.
"Belum ngerjain luh yak, santuy aja kali Lex, yang ngajar juga ayang beb lo ini, paling juga ntar lo di hukumnya suruh cium," Ckckck, ujar Rena terkekeh.
"Ngaco luh..! cepetan sini nyontek," saut Alexa.
"Ayo di buka buku paketnya... saya akan membahas Bab 6 yaitu tentang Organisasi Global yang berpengaruh terhadap Indonesia. Apa kalian tau apa saja contohnya organisasi global yang berpengaruh terhadap Indonesia ?" tanya pak Samsul dengan nada medok.
"Saya tau pak," ujar Kipli mengangkat tangan.
"Zulkifli coba kamu sebutin?" tanya pak Samsul.
"Arisan, sama Lambe Turah pak," saut Kipli tanpa dosa. Seluruh siswa di kelas pun tertawa mendengar jawaban Kipli yang tidak berbobot sama sekali.
__ADS_1
"Sontoloyo, endas mu maju kamu sini," ujar Pak Samsul menunjuk kesal ke arah Kipli.
"Mampus luh rasain," Ckckck, celetuk Rena terkekeh.
"Emang pea tuh anak," saut Alexa menimpali.
Kipli pun berjalan maju ke depan kelas, menghadap Pak Samsul yang sedang menatap buku dengan kacamata silindernya. Pak Samsul pun berdiri menghampiri Zulkifli memegang bahunya menatap ke depan kelas.
"Marilah anak-anakku kita mengheningkan cipta untuk teman kalian yang sontoloyo ini, semoga Zulkifli bisa menjadi anak yang pintar dan kembali ke jalan yang benar,... mengheningkan cipta di mulai," ujar Pak Samsul.
Seluruh siswa di kelas menunduk terdiam, sebenarnya mereka berusaha menahan tawa.Apalagi hukuman dari pak Samsul yang terbilang sangat unik dan lucu. Berbeda dengan guru lain yang biasanya menghukum para siswa-siswi dengan cara berdiri di tengah lapangan atau berlari memutari lapangan.
"Mengheningkan cipta selesai... sudah silahkan kamu duduk, mari kita lanjutkan anak-anakku" ujar Pak Samsul.
Organisasi global yang berpengaruh terhadap Indonesia itu contohnya OPEC , GATT , dan WTO, Alexa apa kamu mengetahui itu OPEC ?" tanya pak Samsul tersenyum menatap murid yang sangat ia sukai.
"Lex... luh di tanya noh, ama ayang beb Encep" Ckckckc, goda Kipli.
"Please Lex luh jangan berpaling ke lain hati yak," Ckckck, goda Rena terkekeh.
"Berisik luh pada, bisik Alexa."
"OPEC itu organisasi tentang minyak pak," jawab Alexa random.
"Ckckck minyak apa Lex minyak urut apa minyak rem," saut teman Alexa. Sontak ucapan teman Alexa tersebut membuat suasana kelas menjadi ramai dengan suara gelak tawa para siswa.
"Sudah..sudah.., ujar Pak Samsul."
"Iya bagus Alexa, tolong kamu sempurnakan lagi ya, di baca bukunya," ujar Pak Samsul menghampiri Alexa tersenyum manis. Alexa hanya mengangguk dan tersenyum kaku menatap pak Samsul.
"Jiah...awas pak kena penyakit menular pak, deket-deket Alexa," ujar Kipli.
"Sakit apa toh?" tanya pak Samsul polos.
"Penyakit senyuman maut langsung auto sayang bikin panas dingin pak," ujar Kipli kembali memancing keributan di kelas.
"Sontoloyo, Zulkifli kamu tahu kapan organisasi OPEC itu berdiri?" tanya pak Samsul.
"Organisasi OPEC berdiri sejak dia keabisan bangku pak," ujar Kipli tanpa dosa.
Pak Samsul pun menghadiahi Kipli dengan menghukumnya berdiri di kelas hingga pelajaran usai.
.
.
Setelah pak Samsul keluar dari kelas. Jam kedua kini di isi dengan mapel pak Ryuga, seluruh para siswa-siswi bersiap-siap duduk dengan rapih mempersiapkan buku pelajaran mereka. Para siswi cewek terlihat sibuk menoles wajah mereka dengan makeup karena guru favorit mereka akan datang.
Hedeuhhh moodbooster banget mapelnya pak Ryuga," ujar Tania.
"Hooh, sampe bubar sekolah juga gue rela belajar mapelnya dia," saut Adelia menimpali Tania.
Alexa yang mendengar ocehan teman sekelas hanya bisa mendengus kesal mangambil buku di dalam tasnya.
"Selamat pagi," sapa Ryuga matanya langsung ia tujukan pada Alexa yang terlihat menatap sedikit cemberut.
"Cie... langsung di tatap pake cinta dan senyuman sekarang," ujar Rena menggoda.
"Diem, ketus Alexa."
"PR nya yang kemarin tolong di kumpulkan, siapa disini yang tidak mengerjakan PR?" ujar Ryuga menatap Alexa.
Sayangnya Alexa sudah mencontek Rena tadi saat jam pelajaran pak Samsul, sehingga ia pun bisa merasa tenang saat ini. Alexa berjalan maju membawa bukunya lalu meletakkannya di meja pak Ryuga. Alexa menatap Ryuga, lalu menjulurkan lidahnya ke arah Ryuga dengan wajah puas.
"Awas ya kamu," bisik Ryuga mengambil buku Alexa.
Ryuga pun mulai menerangkan materi di dengan kelas, tangannya memegang spidol sambil menunjuk whiteboard menjelaskan tentang Statistik Deskriptif Data Interval.
Nilai letak data adalah nilai yang membagi data yang berurutan menjadi beberapa bagian, diantaranya kuartil, desil, dan persentil. Kuartil merupakan nilai yang membagi data yang sudah diurutkan menjadi empat bagian yang sama banyak. Kelompok data mempunyai 3 buah kuartil, yaitu Kuartil bawah, Kuartil tengah atau median, dan Kuartil atas. "Alexa apa artinya Kuartil?" ujar Ryuga penuh kharisma menatap Alexa yang tidak fokus.
"Alexa Zheandra Hasan," ujar Ryuga menatap Alexa yang sejak tadi menguap dan tidak fokus.
"Eh Iya yank, Eh pak maaf.." ujar Alexa keceplosan ia langsung membungkam mulut. Ryuga berusaha bersikap senetral mungkin mendengar sautan dari Alexa.
" Ya ampun kamu gemesin banget sih yank," batin Ryuga menahan senyum.
"Huuuuuu, "Ckckck , seisi kelas Alexa menyoraki Alexa dan tertawa menatap Alexa. Apalagi fans-fans Ryuga di kelasnya langsung menatap sinis Alexa tidak suka.
__ADS_1
"Cie-cie kode keras itu Pak," celetuk Kipli menggoda. Alexa aku langsung memberi tatapan horor kepada Kipli.
"Sumpah malu-maluin banget, ngapain sih dia mesti manggil gue segala," batin Alexa tertundu malu.
"Gila luh... sejak kapan luh udah bucin akut kaya gini," goda Rena berbisik.
"Bentar lagi go public nih Lex," bisik Kipli.
"Lo pada bisa diem nggak," bisik Alexa kesal.
"Alexa...kamu kalau punya pacar nggak usah dibawa bawa saat belajar... fokus," ujar Ryuga sedikit ketus.
"Maaf pak ," saut Alexa menggaruk kepalanya frustasi.
"Sudah kita lanjut lagi," ujar Ryuga.
.
.
Kringgggg!!
Bel istirahat pun berbunyi Alexa kini bisa bernafas dengan lega, karena sejak tadi Ryuga selalu saja menatapnya. Alexa sebenarnya merasa risih karena ia takut teman-temannya akan curiga terhadap interaksi Ryuga yang terus menatapnya tadi di kelas.
"Ke kantin yuk Lex, ajak Rena merangkul."
"Yuk, saut Alexa, tiba-tiba ponsel Alexa berdering terlihat nama Ryuga tertera di layar ponsel Alexa.
"Bentar ya Ren, ujar Alexa."
"Apa yank? saut Alexa."
"Ke ruangan aku cepat..Tut," ujar Ryuga langsung memutuskan panggilannya begitu saja.
"Sorry Ren gue nggak jadi ke kantin ya, pak Ryuga nyuruh gue ke ruangannya." ujar Alexa dengan nada memohon.
"Ah luh sekarang kalo istirahat sibuk pacaran mulu," ujar Rena mencebikkan bibirnya.
"Ya elah Ren jangan ngambek dong, kan gue sekalian mau minta izin nonton pertandingannya Dimas..Ren," ujar Alexa merayu sahabatnya.
"Bener ya lo pasti ikut, ya udah yuk bareng kita ke bawahnya," ujar Rena mengapit tangan Alexa.
Naas saat ingin berbelok ke tangga, tiba-tiba Alexa bertabrakan dengan seorang guru yang baru keluar dari kelas Grace. Ia adalah Bu Diana usianya sepertinya seumur dengan Ryuga.
"Aduh hati-hati dong kalo jalan," ujar Diana menatap Alexa sinis, melihat tampilan Alexa dari ujung kaki sampai ujung rambut. Matanya terhenti saat melihat cincin di jari manis Alexa yang terlihat begitu mewah.
"Maaf bu saya nggak sengaja," ujar Alexa.
"Lain kali hati-hati, sinis Bu Diana."
Alexa dan Rena pun langsung pergi setelah mendapat tatapan sinis dari bu Diana.
"Eh denger-dengar kan Bu Diana itu naksir sama pak Ryuga, awas luh hati-hati," bisik Rena memberi Alexa peringatan.
"Tunggu Alexa," ujar bu Diana menahan."
Alexa dan Rena pun berbalik "Ia bu ada apa ya?" tanya Alexa sedikit gugup."
"Kamu tahu peraturan di sekolah ini Alexa, siswa di sini dilarang tampil berlebihan. Kamu dilarang memakai itu, karena itu sangat berlebihan menurut saya," ujar bu Diana menunjukkan cincin di jari manis Alexa.
"Baik bu," ujar Alexa menundukkan kepalanya.
"Pantes aja papahnya korupsi uang di yayasan, ternyata anaknya juga menikmatinya juga, foya-foya beli barang-barang mewah, dasar nggak tau diri!" guman Bu Diana melengos.
Deg !!
Alexa merasakan kembali sesak di dadanya karena ucapan bu Diana terdengar jelas di kupingnya.
"Tunggu dulu Bu... Ibu nggak berhak ya bicara seperti itu sama Alexa, karena apa yang Alexa miliki ini nggak ada sangkut pautnya sama masalah papahnya," ketus Rena membela Alexa.
Udah Ren ayo kita turun," ujar Alexa dengan matanya berkaca-kaca.
"Kamu itu jangan naif," ujar Bu Diana menatap Rena kalu ia pergi meninggalkan Alexa dan Rena begitu saja tanpa meminta maaf.
"What om Ferdy korupsi, " ujar Grace di yang berada balik pintu, ia juga bisa mendengar jelas obrolan antara bu Diana Rena dan juga Alexa tadi.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...