Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Status Baru


__ADS_3

Kini di ruang aula hanya bersisakan Rena, Dimas dan juga Alexa. Kipli sudah pulang terlebih dahulu karena ia terlalu muak melihat wajah Dimas sejak tadi.


Hari sudah mulai petang, Alexa dan Dimas merapikan peralatan terlebih dahulu sebelum pergi.


"Udah Sa, biar aku ajah yang beresin kamu duduk aja di situ," ujar Dimas perhatian.


"Gpp Dim, sini biar aku bantu," ujar Alexa menatap Dimas yang sedang sibuk merapihkan alat musiknya.


"Makasih ya Sa," ujar Dimas menatap Alexa sekilas lalu menundukkan wajahnya.


Alexa menatap Dimas, sejujurnya ia merasa tidak tega melihat Dimas. Sejak ia menampar dan menjaga jarak darinya, Dimas selalu terlihat murung dan seolah tidak ada semangat dalam hidupnya.


Alexa memaklumi sikap Dimas terhadapnya saat itu, mungkin memang karena Dimas tidak bisa menguasai perasaannya yang teramat besar kepadanya. Lagi pula saat ini tidak ada alasan lagi bagi Alexa untuk menjaga jarak dari Dimas lagi.


"Dim, aku minta maaf ya aku pernah nampar kamu waktu itu," ujar Alexa menatap Dimas merasa bersalah.


Dimas mengepalkan kedua tangannya dengan kencang hingga memperlihatkan buku-buku jarinya yang memutih, dadanya terasa semakin sesak saat mendengar permintaan maaf dari Alexa. Sejujurnya Dimas sudah merasa tidak sanggup lagi menahan perasaannya yang teramat besar terhadap Alexa, namun ia juga merasa tidak pantas mendapatkan maaf dari Alexa mengingat perbuatannya dengan Grace terhadapnya.


Dimas terpaksa menahan keinginannya untuk berterus terang kepada Alexa sampai ia merampungkan acara besok, karena sebagai ketua osis ia memiliki tanggungjawab besar terhadap acara esok. Dimas tidak ingin membuat teman-teman dan para guru kecewa yang sudah mempersiapkan acara tersebut.


"Dim kamu berantem ya sama Kipli?" tanya Alexa menatap Dimas.


"Iya luh ngapah si berdua, jangan bikin gue penasaran napa sih dari tadi," saut Rena menimpali


"Sorry Sa Ren, aku duluan ya," ujar Dimas melengos begitu saja meninggalkan Rena dan juga Alexa tanpa menjawab pertanyaan Alexa tadi.


Rena dan Alexa saling menatap satu sama lain, Rena mengangkat kedua bahunya terheran-heran melihat sikap Dimas.


Udah yuk kita cabut," ajak Rena.


Drrrtt Drrrtt!


Ponsel Alexa bergetar Alexa dibuat terkejut menatap layar ponselnya ia pun memperlihatkan layar ponselnya tersebut kepada Rena.


"Ngapain tuh nyokapnya Pak Ryuga nelpon luh lagi, bukannya dia udah nggak nganggep luh lagi," ujar Rena emosi.


"Angkat nggak Ren?" tanya Alexa.


"Loudspeaker Lex gue mau denger," ujar Rena.


Alexa pun menjawab panggilan Mamah Reno, "Hallo, saut Alexa."


"Tolong kamu ke rumah sekarang juga," ujar Mamah Retno yang langsung memutuskan panggilannya secara sepihak.


"Gila ngapain dia nyuruh luh rumahnya? belom puas dia nyiksa bathin luh," ujar Rena emosi.


"Ya udah Ren gue duluan Ren," ujar Alexa pasrah.


"Luh yakin mau ke sana Lex?" tanya Rena.


"Iya Ren, gue juga sekalian mau ambil barang-barang gue di sana," ujar Alexa.


"Yuk biar gue anter luh," ujar Rena menarik tangan Alexa keluar dari ruang aula.


.


.


Di sebuah pusat perbelanjaan Reyhan di buat emosi dengan kelakuan sepupunya yang terus membuang-buang waktu istirahat berharganya.

__ADS_1


"Kemana lagi sih Ga?, tangan gue udah nggak muat bawa belanjaan luh yang nggak manusiawi," ujar Reyhan frustasi.


"Tunggu Han, ada satu outlet lagi yang belum kita datengin," ujar Ryuga menarik Reyhan.


Mata Reyhan membulat sempurna saat Ryuga mengajaknya masuk ke dalam outlet yang berisi pakaian dalam wanita.


"Nggak gue nggak mau masuk, luh jangan gila deh Ga," tolak Reyhan bertahan di tempatnya berdiri.


"Luh berani melawan perintah atasan. Oke gue sih, sekarang luh tinggal pilih mau gua potong gaji, apa mau gue turunin jabatan luh?" tanya Ryuga mengancam.


"Arrgghhhh emang luh sepupuh paling biadab! Seumur hidup inilah hari yang paling memalukan yang pernah gue alami dalam hidup gue," ujar Reyhan mendengus kesal.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan kepada Ryuga ketika memasuki outlet yang berisi hamparan pakaian dalam wanita.


"Saya mau cari one set dalaman untuk istri saya, mbanya bisa pilihan nggak?" tanya Ryuga dengan raut wajah datar.


"Boleh, mau warna apa ya Pak?" tanya sang pelayan.


"Han, warnanya apa ya yang cocok buat Alexa?" tanya Ryuga tanpa beban.


"Terserah luh," ujar Reyhan menutup wajahnya malu dengan paper bag. Ryuga hanya terkekeh melihat tingkah laku sepupunya yang terlihat malu karena ulah jailnya.


"Yang lucu aja deh mbaknya ukuran 36 ya kalo bisa tolong cari yang agak sexy mba tapi jangan terlalu vulgar mbak," bisik Ryuga.


Pelayan toko hanya bisa menahan senyum dengan melihat tingkah konyol Ryuga, "Mohon di tunggu sebentar ya Pak," ujar sang pelayan toko.


"Ya ampun istrinya beruntung banget sih punya suami seganteng dan seperhatian itu," batin sang pelayanan toko yang melayani Ryuga tadi.


Setelah beberapa menit menunggu, "Ini Pak pesanannya," ujar sang pelayan toko.


Ryuga pun tersenyum puas melihat pilihan sang pelayan toko yang dinilai sesuai seleranya, "Saya pilih ini mbak, kalo bisa saya pilih 5 warna berbeda kalo bisa warna hitam, merah, pink, navy sama warna kuning mbak," ujar Ryuga.


"Nggak usah mba saya lebih suka liat istri saya nggak pake apa- apa," ujar Ryuga tanpa beban, ucapannya membuat sang pelayan toko menahan senyum karena tingkahnya tersebut.


Reyhan yang mendengar ucapan Ryuga di buat geleng-geleng kepala di pojok outlet sambil menutupi sebagian wajahnya dengan paperbag, "Orang kalo udah cinta kelakuannya kenapa bisa jadi sinting gitu sih, kalo bukan karena loyalitas gue, najis-najis gue masuk kesini," ujar Reyhan mendengus kesal.


Ryuga melakukan pembayaran sambil menatap Reyhan dengan senyum puas, "Ini Pak belanjaannya, sekalian temannya nggak beliin buat istrinya," tawar sang pelayanan toko kepada Reyhan.


"Makasih, saut Reyhan dengan ketus."


"Maaf Mbak tapi sepupu saya masih polos dan suci, makanya dia masih rada kaku masuk kesini Mbak," saut Ryuga terkekeh menatap wajah Reyhan yang sudah terlihat menahan emosinya.


"Ayo cepetan risih gue lama-lama di sini," ujar Reyhan meninggalkan Ryuga. Ryuga hanya bisa terkekeh melihat tingkah kesal sepupunya yang berhasil ia kerjai.


"Ckckc.., Han tungguin gue," panggil Ryuga saat melihat Reyhan meninggalkannya.


"Sorry Han.., Luh jangan cemberut gitu dong," ujar Ryuga terkekeh.


"Sialan luh.., awas aja luh bawa-bawa gue kesini lagi," ketus Reyhan.


.


.


Rena memberhentikan laju motornya tepat di depan gerbang rumah besar bernuansa minimalis modern milik keluarga Pak Ryuga.


"Gue temenin ya Lex, sekalian gue jelasin ke Tante Retno, kali aja dia mau ngerti?" tanya Rena menatap Alexa penuh harap.


"Nggak usah Ren, ini masalah gue. Lagian gue udah nyusahin luh dari tadi," ujar Alexa memberikan helm kepada Rena.

__ADS_1


"Tapi Lex, ujar Rena."


"Udah Ren gue gpp kok," ujar Alexa berusaha tenang di depan Rena.


"Ya udah luh hati-hati ya, kalo ada apa apa luh langsung kabarin gue ys," ujar Rena perhatian.


"Iya Ren, makasih ya..bye Rena," ujar Alexa tersenyum menatap kepergian Rena dengan mata berkaca-kaca.


Alexa berjalan memasuki halaman menatap sekeliling halaman rumah.


"Kenapa rasanya asing banget masuk ke rumah ini, Hmm..apa mungkin karena semuanya udah berubah," batin Alexa menatap lirih rumah yang dulu pernah membuatnya merasakan kebahagiaan walau hanya sesaat.


Alexa menarik handle pintu menatap sekeliling isi rumah matanya langsung berhenti saat melihat wanita paruh baya yang langsung menyambutnya dengan tatapan sinis. Alexa menarik nafas yang dalam dalam mencoba menguatkan hatinya.


"Mah, sapa Alexa dengan nada lirih."


"Akhirnya kamu datang juga, sini Mamah ada perlu sama kamu," ujar Retno.


Alexa pun berjalan menghampiri Mamah Retno dan menjatuhkan dirinya duduk di sofa.


"Tolong kamu tandatangani surat perceraian ini," ujar Retno to the point menunjukkan map berisikan surat perceraian. Alexa menatap Mamah Retno terkejut lalu tersenyum sinis.


Tanpa pikir panjang Alexa mengambil pulpen di dalam tasnya, dengan tangan bergetar Alexa berusaha membubuhi tanda tangannya, air matanya menetes begitu saja pada secarik kertas yang langsung mengubah statusnnya menjadi seorang janda di usianya yang masih sangat belia. Alexa buru-buru menghapus bulir air matanya berusaha tidak lemah dengan penekanan Mamah Retno.


"Ini Mah, Mamah udah puaskan," ujar Alexa menatap sinis sang mantan mertua.


"Cepat sekali kamu memutuskan ini tanpa berpikir terlebih dahulu, sepertinya Ryuga memang tidak memiliki arti khusus di hati kamu," ujar Retno sok tau.


"Alexa tidak perlu berpikir lama untuk pergi dari orang-orang memiliki hati munafik," ujar Alexa mulai berani melawan sikap Retno.


"Munafik.., kamu lebih baik berkaca terlebih dahulu Alexa , silahkan kamu ambil ini anggap saja ini adalah kompensasi dan juga bentuk tanggung jawab terakhir Ryuga untuk kamu, setelah ini kamu jangan pernah kembali ke sini lagi, karena Mamah akan menjodohkan Ryuga dengan Sita," ujar Retno berterus terang memberikan cek berisi uang satu milyar dan juga sertifikat rumah Alexa yang sudah Retno ambil dari ruang suaminya tanpa sepengetahuan Ryuga dan juga suaminya.


"Dan satu lagi itu barang-barang kamu sudah Bi Siti beresin jadi kamu bisa secepatnya pergi dari sini," ujar Retno mengusir.


"Ckckckc.., aku benar-benar ngerasa kaya sampah disini. Alexa bersumpah sampai matipun Alexa nggak akan melupakan tindakan Tante yang telah memberikan kesan mendalam dalam hidup Alexa. Dan Alexa doakan semoga Ryuga berbahagia dengan pilihan Tante, permisi," ujar Alexa dengan nada suaranya yang bergetar menahan emosinya menatap Retno dengan penuh kebencian.


"Jelas Sita yang terbaik, karena selain berpendidikan, dia juga dari keluarga yang yang baik-baik berbeda sekali dengan Papah kamu yang tidak tau malu," ujar Retno menatap sinis Alexa.


"Baik.. Tante bilang! "Ckckck..! ingat Tante, perempuan baik itu tidak akan mengambil kesempatan untuk menyelinap masuk ke dalam hubungan seseorang," ujar Alexa pedas menertawai mantan mertuanya, Ia pun mengambil bekas perceraiannya dan langsung pergi meninggalkan kediaman Retno begitu saja.


"Alexa kembalikan berkas itu," ujar Retno mengejar Alexa.


"Tante tidak perlu takut, biar Alexa yang memberikan berkas perceraian ini, agar Ryuga semakin membenci Alexa. Bukankah itu yang Tante mau," ujar Alexa dengan nada penuh penekanan.


"Ternyata kamu tau diri juga Alexa, baguslah jadi tante tidak perlu repot-repot memberikan alasan kepada Ryuga tentang surat itu," ujar Retno bersedekap dada.


Alexa keluar dari rumah yang sudah memberikan banyak kenangan dalam hidupnya. Alexa kembali menengok ke belakang ia akan mengingat semua kejadian hari ini dan tidak akan pernah melupakan peristiwa yang menambah lagi satu kenangan pahit dalam hidupnya.


"Non Alexa," panggil Bi Siti yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Bi Siti," ujar Alexa air matanya mengalir begitu saja saat melihat Bi Siti.


Bi Siti pun langsung menghampiri Alexa dan memeluk Alexa dengan erat, "Non yang sabar ya, baik-baik ya Non, jangan lupain Bi Siti, ini Bibi udah bikinin sandwich nanti di makan ya Non? pasti Non Alexa belum makan kan?," ujar Bi Sit perhatian.


Alexa tersenyum getir, "Iya Bi makasih, Bibi juga jangan lupain Alexa ya, dah Bibi sehat-sehat ya di sini," ujar Alexa dan langsung pergi meninggalkan kediaman Retno dengan perasaannya yang hancur.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2