
Shaka dan Sheena sudah berlari menuju kamar mommy dan daddy mereka, sedangkan Ryuga sendiri masih tidak percaya mendengar kabar baik bahwa Alexa kini sedang mengandung anak ketiga mereka.
"Wah selamat mas Ryuga bibi ikut seneng dengar non Alexa hamil, pantes aja non Alexa nggak selera makan dari kemaren, rupanya non Alexa sedang ngidam toh, "ujar bi Siti menatap bahagia majikankan.
"Iya bi makasih, ''saut Ryuga
"Ga..sekarang kamu harus lebih exrta sabar dan perhatian lagi, jangan seperti kemarin. Perubahan hormon pada wanita hamil itu bisa menyebabkan mood sang ibu naik turun dan sangat sensitif perasaannya, mungkin itu yang sekarang sedang Alexa alami saat ini, "ujar Bimo menepuk bahu Ryuga memberikan wejangan kepada putranya.
"Iya pah Ryuga paham! Ya udah Ryuga ke atas dulu pah, "ujar Ryuga yang terus saja menyimpulkan senyum sumringah.
Cekrek !
Ryuga menatap Alexa dengan senyum kebahagiaanya, bukan cuman dirinya saja yang bahagia tapi seluruh yang berada di kediamanya pun ikut merasakan kebahagian atas kehamilan Alexa. Ryuga bisa melihat kedua buah hati yang sama bahagia dengannya terlihat sedang mengajak bicara dengan calon adiknya sambil menatap perut Alexa, berceloteh ria.
Alexa menatap Ryuga mengulum senyumnya bahagia, tapi melihat wajah sang suami entah mengapa masih ada rasa sedikit kesal mengingat kejadian semalam. Alexa membuang wajahnya acuh, bukan karena ia super duper marah kepada sang suami, tapi ia ingin Ryuga lebih memperhatikannya dengan terus memasang wajahnya yang masam.
"Cih, childish banget sih gue, "batin Alexa mengatai dirinya sendiri, ia pun sebenarnya sadar dengan tingkah konyolnya.
"Makasih ya sayang, aku beneran bahagia banget denger kamu hamil, "ujar Ryuga mengusap rambut Alexa. Ryuga ikut merayakan kebahagian berkumpul di ranjang bersama kedua buah hatinya, Ryuga menciumi perut Alexa bertubi-tubi saking bahagianya.
"Ihhhh.., ngapain sih cium-cium! semalem aku kamu bentak-bentak, "ketus Alexa mencebikkan bibir, acuh.
"Gpp mommy daddy cium-cium perut mommy, daddy pasti seneng juga kan? "bela Shaka menatap mommy dan daddynya secara bergantian.
Ryuga tersenyum mengusap rambut Shaka, "Bilangin dong sama mommy, mommy jangan marah-marah terus gitu sama Daddy "sautnya memelas menatap Shaka. Mendengar ucapan Ryuga barusan, Alexa mengikuti gaya ucapan Ryuga sambil misuh-misuh menatap malas Ryuga.
"Udah dong mommy jangan marah-marah terus! Mommy kapan dede bayinya keluar, Sheena nggak sabar deh pengen liat dedenya, "ujar Sheena membeo.
"Nanti sayang perut mommy aja belum endut_"
"Kamu ngatain aku gendut, "cebik Alexa kesal mencubit tangan Ryuga.
"Ssshhh.., "ringis Ryuga mengusap tangannya, "Iya iya kamu tetep cantik kok dan makin gemesin kalo nanti perut kamu tambah besar nanti, malah aku nggak sabar pengen liat perut kamu tambah besar, "ujar Ryuga mengusap perut istrinya
"Ck, Bo'ong! "decak Alexa memasang wajah juteknya.
"Serius dong masa aku bohong sih! Yank aku pernah ngelewatin masa-masa sulit kamu saat kamu hamil Shaka dan Sheena, aku nggak bisa bayangin badan kamu yang mungil kaya gini, setiap hari harus bawa-bawa dua bayi di dalamnya, pasti itu bukan hal yang mudah kan? Makanya sekarang aku excited banget pengen liat setiap perubahan kamu, "ujar Ryuga.
"Ehhmmm.. makanya kamu kerjanya jangan pulang malem-malem terus! "rengek Alexa dengan air mata sudah mengembang tiba-tiba saja suasana hatinya berubah menjadi melow.
"Iya maaf, semalem tuh aku pulang malam karena aku mau selesaiin semua kerjaan aku, biar aku pulangnya nggak telat terus, "ujar Ryuga tersenyum simpul menatap Alexa.
"Kita ke dokter yuk! Muka kamu pucet banget Yank! Kata bi Siti kemaren kamu nggak makan sama sekali? "tanya Ryuga.
__ADS_1
"Entar ajah Yank kalo badan aku udah enakkan dikit! Apalagi harus cium bau rumah sakit bau obat, yang ada bikin aku tambah eneg tambah pusing, "ujar Alexa.
"Mending kamu cium aku deh biar nggak pusing, ckckc.." kekeh Ryuga.
"Ck, cium kamu banyak embel-embalnya males, "saut Alexa mencebikkan bibirnya.
"Yank.., tapi serius deh, kemarin aku di kantor tiba-tiba aja mual-mual gitu. Terus siangnya tiba-tiba aja aku pengen banget makan asinan, berarti itu udah pertanda kalo istri aku ternyata lagi hamil, aku kena sindrom couvade ngerasain apa yang kamu rasain juga, "seru Ryuga.
"Bagus deh, biar adil kalo perlu kamu ikutan teler kayak aku, nggak enak makan apa-apa, nggak enak ngerasain badan, "ujar Alexa.
"Aku mah rela aja, apa sih yang nggak buat kamu, jangankan teler, kamu suruh aku nyemplung ke got aja aku rela, "ujar Ryuga terkekeh.
Alexa menjembel kedua pipi Ryuga saat mendengar ucapan suaminya barusan, "Ck, udah ah nggak usah ngegombal mulu bikin aku baper, "ujar Alexa mencebikkan bibirnya.
Ryuga pun terkekeh melihat istrinya misuh-misuh membuatnya semakin gemas, "Udah aku suapin bubur ya, " ujar Ryuga mengambil nampan berisi bubur.
"Ck, nggak mau ah eneg, aku pengen manga muda, tapi mangganya kamu petik sendiri ya yang di kebun belakang_"
"Apa aku yang manjat gitu? suruh pakde Pardi aja ya yang manjat, aku nggak bisa manjat soalnya, Yank! "ujar Ryuga menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ck, nggak mau, harus kamu yang manjat! Kamu jangan pinternya manjatin aku doang Yank! "saut Alexa kekeh.
Ryuga menghembuskan nafas kasarnya, "Tapi kan Yank, aku 3 taun kuliah di England bukan berguru sama Sun Go Kong, Yank! ''ujar Ryuga.
"Ya udah iya, tapi sekarang kamu makan dulu ya! "rayu Ryuga.
Alexa terkekeh sampai memperlihatkan deretan gigi putihnya dan menganggukkan kepalanya, patuh menerima suapan dari Ryuga.
.
.
Siang hari di taman belakang Ryuga terlihat kesulitan saat meraih mangga muda yang berada di ujung pohon. Image CEO dalam dari Ryuga yang memiliki karakter berwibawa, tegas, dan sedikit arogan seketika sirna jika sedang bersama sang istri. Gelar Bachelor of Business Administration yang Ryuga sandang saat ini tidaklah cocok, saat bersama Alexa lebih juga lebih cocok menyandang status dengan gelar suami-suami nurut istri.
"Jangan di tolongin pakde biar Mas Ryuga yang manjat sendiri, "ujar Alexa terkekeh mendangakkan kepalanya menatap Ryuga yang terlihat gemetar memegangi batang pohon mangga.
"Tega kamu Yank ketawain aku, mana banyak banget semut merah lagi, "keluh Ryuga menatap ke bawah dengan wajah cemas.
"Gpp, baru semut, aku tiap malem di gigit semut gede aja nggak pernah ngeluh..! "ujar Alexa. Ucapan Alexa tadi membuat pakde Pardi dan bi Siti menyimpulkan tawanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Ck, baru kali ini aku panjat pohon Yank, cuman kamu doang yang berani nyuruh aku panjat pohon. Untung aku cinta! "ujar Ryuga masih bisa mengeluarkan gombalannya.
Bimo yang terlihat sedang membaca majalah pun terlihat menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah putranya dan juga menantunya yang membuatnya merasa terhibur sejak tadi.
__ADS_1
"Ayo itu daddy sedikit lagi, itu mangganya, "ujar Shaka menunjukkan ke atas.
"Daddy awas hati-hati! "ujar Sheena menatap ngeri daddynya.
Kini dua buah mangga muda terlihat sudah Alexa genggam. Melihat mangga muda tersebut saliva Alexa terasa meleleh, Alexa mengendus-endus wangi mangga muda di tangannya.
"Wanginya seger banget kaya duit baru, apalagi kalo di pakein sambel, "ujar Alexa menyeruput salivanya yang meleleh di rongga mulutnya .
"Sini non biar bibi tak bikinin sambelnya sekalian tak potongi mangganya, "ujar bi Siti.
Pakde Pardi terlihat mengarahkan tangga sebagai tumpuan kaki Ryuga yang terlihat kesulitan turun dari pohon mangga.
"Awww..,kurang ajar! "ringis Ryuga mengibas-ngibasi baju dan celananya.
"Kenapa Den? "tanya pakde Pardi.
"Gpp pakde, "ujar Ryuga yang langsung berlari ke arah Alexa.
Alexa menatap Ryuga terkejut melihat Ryuga meringis, " Kenapa si Yank? "tanya Alexa. Namun Ryuga tidak menjawab, Ryuga merangkul pundak Alexa masuk ke dalam kediamannya dengan langkah buru-buru.
"Eh kamu ngapain, entar ada yang liat? "tanya Alexa saat melihat Ryuga merogoh ke dalam celana boxernya.
Kini Ryuga menatap semut merah di tangannya, "Dia udah gigit belalai aku dari tadi, Kurang ajar..! "ujar Ryuga menatap semut di tangannya dengan tatapan iblis lalu ia sentil saja semut melayang entah kemana.
"Ckckckckc, kamu lucu banget ckckck..," Alexa tertawa terbahak-bahak menatap Ryuga.
"Ck, terus aja ketawain aku, kamu nggak cemburu apa lihat properti beharga aku digigit yang lain, "Ryuga merajuk.
"Ckckc, ngapain aku mesti cemburu, kalo yang gigit jurig bernyawa baru aku cemburu, "saut Alexa membungkam mulutnya tertawa.
"Ya udah si Yank gpp, anggap aja itu pijat refleksi, "ujar Alexa menahan tawanya.
"Kalo yang mijitin kamu mah aku sih pasrah-pasrah aja, ini mah semut, enak enggak sakit iya, "ujar Ryuga.
"Aduh bentol nih kayanya, coba kamu liat Yank, "ujar Ryuga menutup pintu kamarnya.
"Ya kalo bentol sih biasanya di olesin pake minyak angin biar cepet kempes, mau cobain! "tawar Alexa semakin tertawa.
"Nggak makasih, kempes enggak yang ada aku kepanasan. Ck, kamu beneran aja tega Yank, "ujar Ryuga merengut. Alexa hanya terkekeh mendengar sahutan Ryuga barusan.
Perbedaan usia Alexa dan Ryuga yang terpaut cukup jauh, sikap manja dan apa ada Alexa menarik sisi lain dalam diri Ryuga. Alexa terus saja membawa Ryuga keluar jalur dari kata kedewasaan, sehingga sikap Ryuga saat ini tidak jauh dari layaknya anak ABG yang sedang bucin-bucinnya. Dan Ryuga pun meyakini peribahasa yang menyebutkan cinta bisa membuat seseorang menjadi kehilangan jati dirinya.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...