
Di dalam ruangannya Nicco menatap fokus ke arah berkas yang ia pegang, namun pikirannya melayang entah kemana. Setelah mengantar Alexa ke bandara Hanum menceritakan semua yang di ceritakan Shaka kepadanya. Cerita Shaka sanggup membuat perasaan Nicco sejak tadi di buat semakin di buat merasa bersalah terhadap Shaka dan juga Sheena.
"Pantes aja Shaka marah sama gua kemaren pas di rumah sakit, "ujar Nicco merasa bersalah.
Tok tok tok!
Lamunan Nicco teralihkan setelah mendengar suara ketukan pintu, "Masuk, saut Nicco." Nicco melirik sekilas ke arah seseorang yang datang ke dalam ruangannya.
"Ryuga, "ujar Nicco yang langsung berdiri menatap Ryuga dan Reyhan dengan wajah terkejut.
Ryuga melangkahkan kakinya masuk sambil melihat sekeliling ruangan Nicco, "Whats up bro, lama kita nggak ketemu, "ujar Ryuga dengan senyum sinis menatap Nicco.
Nicco berdecih melihat tampang Ryuga yang terlihat angkuh di matanya, "Ngapain luh kesini," ketus Nicco.
Ryuga langsung memberikan tatapan tajam kepada Nicco, "Ck.., Dimana luh sembunyiin Alexa? "tanya Ryuga to the point.
Nicco melirik Ryuga sinis, "Cih, Alexa... dia nggak ada di sini, saut Nicco berdecih menatap Ryuga dengan wajah malas."
Setelah mendapat jawaban yang begitu tidak memuaskan rasa penasarannya, Ryuga langsung saja mencengkram kerah kemeja Nicco dengan kasar. Kini keempat bola mata saling bersitatap tajam memancarkan aura permusuhan antara keduanya,
Ryuga semakin mengeratkan cengkramannya, "gua tanya sekali lagi! Dimana luh sembunyiin Alexa sekarang? Atau.., gua akan bikin perusahaan luh tutup detik ini juga, " ancam Ryuga.
Nicco menghempaskan tangan Ryuga yang mencengkram kerah kemejanya dengan kasar, " Ckckc.., Luh boleh berbangga diri sekarang, karena luh udah menguasai bisnis dunia. Tapi satu hal yang harus luh camkan Ga, sebagai seorang suami luh telah gagal memprioritaskan istri luh, itulah penyebabnya luh kehilangan Alexa. Silahkan luh lakuin itu dan saat itu juga gua akan memuat Alexa membenci luh sampe mati, " ujar Nicco tertawa puas.
"Brengsek"
Bugh !
Perkelahian tidak bisa di hindari Ryuga mulai emosi dan memukul wajah Nicco. Sedangkan Reyhan yang sejak tadi terlihat sibuk memperhatikan tabletnya memeriksa kembali jadwal-jadwal Ryuga, langsung saja bertindak saat melihat Ryuga memukul wajah Nicco.
"Ga.. Ga tahan Ga cukup," ujar Reyhan melerai perkelahian antara Ryuga dan Nicco.
Ryuga berontak, "Lepasin gua Han! Emang dia yang sembunyiin Alexa dari gua, luh denger sendirikan tadi omongannya," ujar Ryuga menunjukkan ke arah Nicco.
"Gua minta luh tenang Ga, nggak gini caranya, sebagai pihak yang bersalah sebaiknya kita melemah, " bentak Reyhan menatap Ryuga tajam.
"Arrrgh, Ryuga menggeram kesal meremas rambutnya merasa frustasi."
Reyhan menatap ke arah Nicco, "Nic sorry!..,gua disini mewakili Ryuga, meminta maaf atas segala tindakan dan kesalahan Ryuga selama ini. Luh juga tau kan, hubungan mereka berakhir juga bukan sepenuhnya salah Ryuga, ada ikut campur orang lain yang bikin mereka berpisah dan terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Jadi gua harap luh jangan egois Nic. Ryuga selama ini juga udah berusaha mencari keberadaan Alexa selama bertahun-tahun, tapi selalu aja gagal. Jadi gua mohon, tolong luh kasih Ryuga satu kesempatan terakhir untuk memperbaiki semua kesalahannya," ujar Reyhan dengan nada melemah.
Nicco mengusap darah yang ada di sudut bibirnya dan tersenyum kecut menatap Reyhan, "Ck, percuma, Alexa udah nggak inget luh lagi Ga. Dia cuman mengingat orang-orang yang layak untuk dia ingat, terutama orang yang nggak pernah nyakitin dia. "Gua tau Ga.., setelah kehilangan Alexa, selama setahun itu luh ngirim mata-mata, buat ngintai di rumah gua "Ck..,asal luh tau Ga, saat gua bawa pergi Alexa dari Indonesia, dan hari setelah itu, gua langsung bawa bawa Alexa ke Jerman untuk mengobati cidera pada otaknya, "ujar Reyhan.
Ryuga mulai menatap Nicco lemah, "Cidera otak! Apa Alexa terkena amnesia setelah kejadian 5 tahun yang lalu ?" tanya Ryuga.
Nicco tersenyum sinis "Cih.., orang kaya luh emang pantes untuk Alexa lupain," ujar Nicco berdecih.
__ADS_1
"Gua akuin Nic, emang bodoh! Gua emang nggak pernah peka sama kondisinya saat itu, gua nggak bisa jaga dia dengan baik. Tapi gua mohon Nic, tolong beri gua satu kesempatan lagi buat bahagiain Alexa dan menebus semua kesalahan gua. Gua nggak peduli Alexa udah ngelupain atau dia nggak inget gua lagi, karena gua akan berusaha bikin dia mengingat gua lagi, "ujar Ryuga penuh ketegasan.
Nicco membuang nafasnya dengan kasar, "Luh jangan egois Ga! Kalo luh mau maksa otaknya Alexa buat mengingat luh, itu sama aja luh ngebahayain dia," ujar Nicco emosi.
Selama lima tahun ini, Alexa memang belum pernah bertemu secara langsung dengan orang-orang yang telah memberikan rasa trauma mendalam kepadanya yang mungkin saja menimbulkan reaksi pada ingatannya yang hilang, itulah yang membuat Nicco emosi mendengar ucapan Ryuga.
"Apa, ujar Ryuga melemah."
Ryuga menjatuhkan tubuhnya dan berlutut di hadapan Nicco dengan wajah begitu putus asa, "Jadi apa yang harus gue lakuin Nic, apa sama sekali gue nggak punya kesempatan lagi buat bahagiain Alexa. Jika gua harus berlutut, gua akan lakuin Nic, "ujar Ryuga dengan nada suara terdengar begitu frustasi.
Nicco tidak percaya menatap kaget ke arah Ryuga, yang kini berlutut di hadapannya dengan wajah begitu putus asa, sejujurnya hatinya sedikit terenyuh dengan tindakan Ryuga kali ini.
"Kalo luh mau ngebahagiain Alexa, gua mohon dengan sangat sama luh Ga, jangan pernah luh memaksa dia untuk mengingat luh Ga, dan jangan pernah luh ceritain kejadian tentang 5 tahun yang lalu Alexa nggak ingat kejadian itu lagi. Asal luh tau Ga, trauma pada masalalunya yang pahit itulah yang menyebabkan otaknya memaksa untuk melupakan orang-orang yang memiliki kenangan paling menyakitkan di hatinya. Gua terpaksa berbohong kalo dia mengalami kecelakaan mobil, karena itu adalah alibi yang Dokter saranin waktu itu, kalo Alexa sadar dari komanya, "ujar Nicco.
Ryuga menatap Nicco dengan mata yang berkaca-kaca, "Alexa koma," ujar Ryuga menatap Nicco nanar.
"Iya.., hampir dua bulan Alexa koma, dan asal luh tau dia juga_" ujar Nicco ragu-ragu membuang wajahnya sekilas sambil menggigit bibirnya.
Dan juga apa Nic?" tanya Ryuga penasaran
Nicco menghembuskan nafasnya perlahan, "Dia juga mengandung anak luh Ga saat itu," ujar Nicco menatap Ryuga yang masih setia berlutut di hadapannya.
Air matanya Ryuga jatuh tanpa aba-aba setelah mendengar ucapan Nicco. Ryuga meraup wajah dan langsung terisak pilu di hadapan Nicco, segala rasa kini bercampur aduk bersatu di dalam hatinya. Ada rasa bahagia, sesal dan rindu yang begitu membuatnya dadanya terasa sesak.
Reyhan yang turut bahagia mendengar kabar baik tersebut, ia memegang satu pundak Ryuga mencoba menguatkan sepupunya yang terlihat seperti Ryuga saat 5 tahun yang lalu,
"Nic dimana Alexa sekarang Nic? gua mohon tolong pertemukan gua sama Alexa! Gua mau tebus 5 tahun yang udah terbuang sia sia. gua akan bahagiakan Alexa Nic, gua mohon dimana Alexa sekarang ?" tanya Ryuga tidak sabaran memohon kepada Nicco.
Nicco memegang bahu Ryuga ia bisa melihat tatapan Ryuga yang tersirat jelas ada ketulusannya dan juga rasa penyesalan yang teramat mendalam, "Alexa tadi pagi udah kembali ke Indonesia Ga, tapi luh harus inget omongan gua tadi. Kalo suatu saat, luh sakiti Alexa sekali lagi, gua bersumpah luh nggak akan bisa ketemu sama Alexa lagi selamanya," ancam Nicco.
"Gua janji Nic, gua akan selalu bahagiain Alexa dan menjaga dia. Makasih luh udah ngasih gua kesempatan buat bahagiain Alexa," ujar Ryuga memeluk Nicco.
Nicco merasa risih dan mendorong tubuh Ryuga, " Nggak usah luh peluk-peluk gua segala! Jijik gua," ujar Nicco tiba-tiba bergidik ngeri menjauhi Ryuga.
"Sekali lagi makasih Nic, gua cabut dulu, gue mau cari Alexa," ujar Ryuga meninggalkan ruangan Nicco di penuh semangat.
Nicco menatap kepergian Ryuga dengan sedikit tenang. Yang membuat perasaan melemah bukan sepenuhnya karena permohonan dari Ryuga, tapi melainkan rasa bersalahnya kepada Shaka dan juga Sheena setelah mendengarkan cerita Shaka yang Hanum ceritakan kembali kepadanya. Setidaknya setelah bertemu dengan Ryuga secara langsung dan menceritakan tentang rekam medis Alexa, kekhawatiran Nicco setidaknya sedikit berkurang.
.
.
**********
Alexa menatap rumah klasik eropa bergaya kontemporer terlihat sangat mewah dengan berhiaskan taman cantik yang cukup luas.
__ADS_1
"Mommy rumah Opa Ardy besar ya," ujar Shaka menatap kagum.
Alexa tersenyum, "Iya sayang, yuk kita masuk," ujar Alexa tersenyum.
Alexa menggandeng tangan Sheena sedangakan Shaka terlihat antusias melihat ikan-ikan yang berada di dalam kolam, "Sheena kesini ikannya besar-besar semua," ujar Shaka antusias melambaikan tangannya menatap adik kembarnya.
Alexa hanya tersenyum menatap kedua anaknya , "Kalian senang main ke rumah Opa sama Oma?" tanya Alexa menghampiri kedua anaknya yang terlihat antusias melihat kumpulan ikan koi di dalam kolam.
Sheena dan Shaka mengangguk bersama, "Iya Mommy," ujar Sheena dan Shaka secara bersamaan.
Sesampainya di depan pintu, "Opa.. Oma..," teriak Sheena dan Shaka yang langsung berlari ke arah Sisil dan juga Ardy.
Ardy dan Sisil yang sedang berada di ruangan utama dekat pintu masuk menatap Alexa dengan keterkejutan mereka," Alexa, ujar Sisil tidak menyangka melihat ke arah Alexa dan kedua anaknya.
Alexa berjalan ke arahnya dengan tersenyum simpul. Sedangkan Shaka dan Sheena langsung saja berlari berhamburan memeluk Ardy dan Sisil.
"Alexa.., kok kamu nggak ngabarin Om sama Tante kalo kamu mau datang kesini?" tanya Sisil langsung memeluk keponakannya.
"Maaf Tante, ini juga medadak karena permintaan Shaka," ujar Alexa.
Sisil menatap bocah lucu yang terlihat duduk di sampingnya, "Eh cucu Oma udah besar ya," ujar Sisil terlihat begitu gembira mengusap kepala Shaka.
Shaka terlihat duduk di sebelah Sisil, "Oma Shaka boleh nggak tinggal sama Oma di sini?" tanya Shaka membeo.
Sisil mencubit pelan pipi gembul Shaka, "Boleh dong sayang, Oma malahan seneng kalo kalian tinggal di sini, jadi rumah Oma sama Opa tambah ramai, "ujar Sisil mengusap kepala Shaka.
"Opa Aunty Grace kemana Opa, kok Sheena nggak liat Aunty Grace sih?" tanya Sheena dalam pangkuan Ardy.
Ardy mengusap Sheena penuh kasih sayang, "Aunty Grace kan udah nggak tinggal sama Opa lagi, sekarang Aunty Grace tinggal sama suaminya yaitu Om Dimas, "ujar Ardy.
"Besok Opa, telpon Aunty Grace ya, suruh Aunty kesini, soalnya Sheena kangen sama Aunty Grace," ujar Sheena membeo.
"Siap princes Sheena," ujar Ardy sambil memberikan hormat ke arah Sheena.
Mbak Ning.., tolong bawain koper Alexa ke kamarnya, terus abis itu sekalian tolong bikin mereka minum," ujar Sisil menyuruh seorang asisten rumah tangga di kediamannya.
Mbak Ningrum pun mengangguk, "Ngih Bu," saut Ningrum .
Setelah cukup lama berbincang-bincang di ruang tengah, Sheena terlihat menguap. Shaka berjalan mendekati Alexa, "Mommy Sheena ngantuk Mommy," ujar Sheena sambil mengucek-ngucek matanya.
"Ya udah kalian mending istirahat dulu gih, pasti Sheena dan Shaka lelah karena menempuh perjalanan jauh, "ujar Sisil.
Alexa pun langsung mengendong Sheena dan Sheena pun langsung menempelkan wajahnya di pundaknya, " Ayo Shaka bobo dulu yuk," ajak Alexa.
"Iya Mommy," ujar Shaka langsung meraih tangan Alexa.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...