Guruku Jodohku

Guruku Jodohku
Papah Sakit


__ADS_3

Saat sedang asyik bercengkrama manja di sofa menceritakan tentang rencana masa depannya.Drrrtt..!, Drrrttt!, ponsel Ryuga bergetar di nakas.


"Ngapain nih Mamah nelpon?" tanya Ryuga menatap Alexa.


"Ya udah sih angkat aja Yank," ujar Alexa.


"Hallo mah, ada apa?" tanya Ryuga."


"Ga kamu dimana Ga? cepetan kamu pulang, jantung papah kumat Ga," ujar Retno yang terdengar panik.


"Apa Mah, ujar Ryuga langsung terkejut beranjak dari sofa."


"Kamu cepet susul mamah ke RS Medika Vimala , Mamah lagi di perjalanan menuju ke sana," ujar Retno yang terdengar panik.


"Iya iya Mah, Ryuga langsung nyusul," ujar Ryuga terlihat panik langsung menutup panggilannya.


"Kenapa Yank kok kamu panik gitu?" tanya Alexa bingung.


"Jantung papah kumat Yank yuk kita susul Mamah ke rumah sakit," ujar Ryuga.


"Apa, saut Alexa yang sama terkejutnya."


Ryuga langsung saja mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan apartemen menyusul Mamah Retno ke rumah sakit.


Sesampainya Ryuga dan Alexa di rumah sakit, mereka terlihat berlari memasuki konidor rumah sakit menuju ruang UGD. Dari kejauhan Ryuga dan Alexa bisa melihat Mamah Retno yang terlihat sedang bolak-balik cemas menunggu di depan ruangan UGD.


"Mamah" panggil Ryuga terlihat panik."


"Ga.., papah kamu Ga," ujar Retno langsung berhambur memeluk Ryuga menangis.


"Mamah jangan panik, ini pasti Papah terlalu memaksakan pekerjaannya sampai melupakan kondisinya," ujar Ryuga mencoba menenangkan Mamahnya.


"Mamah yang sabar Mah, kita berdoa saja untuk kesembuhan Papah, Mah," ujar Alexa yang ikut merasa khawatir namun sikapnya terlihat sedikit canggung di depan mertuanya tersebut. Retno juga tidak menanggapi ucapan menantunya tersebut, ia hanya sibuk menangis duduk di kursi tunggu.


"Kamu tungguin Mamah ya Yank, aku mau ngurus pendaftaran rawat inap Papah dulu di depan," ujar Ryuga memegang bahu Alexa. Alexa hanya mengangguk mengiyakan menatap Ryuga sendu.


Setelah kepergian Ryuga, Alexa terlihat kikuk bersikap di depan Retno, biasa ia selalu bergelendot manja sambil mengapit tangan Retno. Namun kini jangankan bergelendot menatap wajahnya pun Alexa tidak berani.


"Mah..,ujar Alexa lirih menatap Retno."


"Kamu lebih baik pulang Alexa, Mamah benar-benar muak ngeliat kamu," ujar Retno menatap tajam Alexa.


"Mah...maafin Alexa Mah, Alexa harus gimana biar Mamah maafin Alexa?" tanya Alex menitikan air matanya menatap Mamah Retno.


"Maaf kamu bilang Alexa, nggak segampang itu Alexa. Kamu tadi pergikan liat selingkuhan kamu main basket ? Mamah udah liat video kamu pelukkan sama selingkuhan kamu Alexa. Terus gimana caranya biar mamah percaya lagi sama kamu.., gimana Alexa ?" tanya Retno dengan nada sedikit tinggi.


Saat Alexa ingin menjawab pertanyaan Alexa, tiba-tiba saja Dr. Robby terlihat keluar dari ruang UGD setelah melakukan pertolongan terhadap Bimo.


"Keluarga Tuan Bimo Setyo Wijaya," ujar Dr. Robby.


"Iya saya dok, gimana keadaan suami saya?" tanya Mamah Retno khawatir ikut dengan Alexa.


.


.


Reyhan dari kejauhan yang baru saja datang menghampiri tante Retno dan juga Alexa dan juga Dr Robby. Ryuga tadi menelponnya dan memberi kabar bahwa Papahnya masuk UGD dan ia pun langsung segera datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar tersebut.


"Begini Bu, Tuan Bimo secepatnya harus menjalani operasi pemasangan ring, karena jika tidak_,," ujar dokter Robby menjeda ucapannya menatap satu persatu keluarga pasien.


Ryuga pun datang setelah selesai melakukan pendaftaran dan ia berlari setelah melihat dokter keluar dari ruangan UGD.

__ADS_1


"Gimana Dok keadaan Papah saya?" tanya Ryuga panik, memegang lengan Dr Robby.


"Om Bimo harus secepatnya di operasi Ga, ujar Reyhan mencoba menenangkan Ryuga."


"Benar sekali, pembuluh darah yang tersumbat akibat penumpukan plak bisa saja pecah Bu, dan akibatnya akan lebih fatal untuk pasien, kemungkinan terburuknya adalah jantung Tuan Bimo bisa mengalami gagal fungsi. Ibu pasti sudah paham dengan kemungkinan yang saya maksud," ujar Dr. Robby memaparkan penjelasan.


"Tolong Dok selamatkan suami saya," ujar Retno menangis panik menggoyangkan tangan Dr Robby.


"Lakukan yang terbaik untuk Papah saya," ujar Ryuga merasa frustasi. Alexa hanya terdiam terisak pilu menatap Ryuga yang terlihat begitu rapuh.


"Kami akan berusaha semaximal mungkin," ujar Dr. Robby pun tersenyum mengangguk menjawab pertanyaan Ryuga dan Retno.


"Ini tolong di isi dan di tandatangani," ujar Dr Robby sambil menyerahkan surat persetujuan kepada Ryuga.


"Ga sebaiknya kamu anterin Alexa pulang biar Mamah yang jagain Papah," ujar Mamah Retno .


"Jangan Mah, biar Mamah aja yang pulang sama Alexa, nanti biar Ryuga sama Reyhan yang menemin Papah di rumah sakit," ujar Ryuga menatap Mamahnya.


"Bener Tante mending Tante pulang aja sama Alexa, biar Reyhan sama Ryuga menemin Om Bimo di sini," ujar Reyhan menimpali.


Retno pun tidak bisa menolak, sebenarnya ia merasa muak jika harus pulang bersama dengan Alexa, namun saat depan suaminya dan Ryuga ia harus bersikap seolah hubungan mereka baik-baik saja.


"Udah jangan sedih lagi ya Yank, Papah pasti baik-baik aja kok. Kamu pulang sama Mamah ya jagain Mamah," ujar Ryuga mengusap pucuk rambut Alexa dengan penuh kasih sayang. Namun ucapan juga membuat air mata Alexa semakin deras, dan ia pun langsung memeluk Ryuga dengan erat terisak pilu di dalam pelukan Ryuga. Bukan hanya sedih karena Papah Bimo sakit tapi ia juga sedih mendengar ucapan Mamah Retno tadi.


"Alexa kamu pasti sayang banget ya sangat Om Bimo," ujar Reyhan menatap Alexa iba.


"Dasar munafik,," batin Retno menatap jengah menantunya.


"Alexa ayo kita pulang," ajak Retno dengan wajah datar, ia sungguh muak melihat pemandangan di depannya.


.


.


"Lebih baik kamu pesan ojol, Mamah muak ngeliat muka kamu,.. dasar parasit ," ujar Retno sinis menatap Alexa yang berjalan di belakangnya.


Deg..!!


Satu bulir air mata menetes kembali di pipi Alexa. Alexa seperti merasakan dejavu dulu ia pernah di perlakuan seperti ini oleh Papahnya.


Pak Eko yang merupakan supir pribadi Retno terlihat sudah menunggunya di dalam mobil di depan rumah sakit.


"Ayo Pak, jalan," ujar Retno.


"Tapi Bu, itu Non Alexa belum naik Bu?" tanya Pak Eko bingung saat melihat Alexa tidak ikut masuk ke dalam mobil.


"Saya bilang jalan Pak," ketus Retno.


Dan Pak Eko pun langsung menuruti perintah majikannya melajukan mobilnya meninggalkan Alexa yang terlihat murung.


.


.


Jam menunjukkan pukul 08:00 malam Alexa berjalan di trotoar jalan sambil terisak pilu meratapi permasalahan hidupnya yang begitu pelik, kebencian Mamah Retno sungguh membuatnya sulit bernafas. Alexa bingung akan di bawa kemana nasib pernikahannya yang baru seumur jagung. Rasa takut kehilangan semakin menjadi-menjadi dalam pikiran Alexa. Di saat Alexa ingin menjelaskan namun keadaan selalu saja tidak berpihak kepadanya. Justru malah datang lagi masalah baru menghampirinya sehingga membuat Mamah Retno semakin tidak mempercayainya.


"Mah...Alexa harus gimana Mamah Retno benci sama Alexa,..Alexa cinta sama kak Ryuga Mah....Alexa nggak mau kehilangannya Kak Ryuga...," ujar Alexa menangis sesenggukan langkahnya pun terhenti karena tidak kuasa menahan kesedihannya. Alexa berjongkok menenggelamkan wajahnya di lututnya.


.


.

__ADS_1


Tiba-tiba sepasang kaki berdiri tepat di depan Alexa yang sedang berjongkok. Alexa terkejut saat melihat ada sepasang kaki berdiri tepat di hadapannya, Alexa mendongakkan kepalanya menatap ke si empunya kaki tersebut.


"Dimas, ujar Alexa terkejut."


"Kenapa kamu bisa aja di sini?" tanya Alexa dengan wajah tidak ramah.


"Aku abis nganter berkasnya Kak Siska, terus nggak sengaja melihat kamu tadi di rumah sakit," ujar Dimas menatap Alexa tidak tega.


Kenapa kamu nangis Sa? apa itu karena sikap Mamahnya Pak Ryuga tadi?" tanya Dimas penasaran.


"Kamu udah liat semua, gimana puaskan kamu, ini semua gara-gara kamu Dim. Please Dim mulai sekarang kamu jangan deket-deket aku. Mamahnya kak Ryuga salah paham, dia ngira aku selingkuh sama kamu," ujar Alexa dengan nada tinggi.


"Maaf Sa, aku benar-benar nggak tau kalo kejadian bisa kaya gini. Aku bener-bener minta maaf Sa," ujar Dimas lirih.


"Ia mending sekarang kamu pergi Dim, please aku mau sendiri," ujar Alexa menghapus air matanya lagi berjalan meninggalkan Dimas.


"Tunggu Alexa, aku anterin kamu pulang ya, aku khawatir kamu kenapa-napa di jalan, ini udah malem Sa, ," ujar Dimas mencekal tangan Alexa.


"Lepas aku Dim, aku minta tolong banget sama kamu Dim. Jika kamu emang peduli sama aku tolong kamu jaga jarak sama aku Dim, jangan terus bikin posisi aku semakin sulit," ujar Alexa menarik tangan sedikit meringis, yang baru saja diobati oleh Ryuga tadi.


"Tangan kamu kenapa Sa? kok lebam begini apa ini perbuatan Pak Ryuga?" tanya Dimas menatap tajam Alexa.


"Kamu nggak perlu tau," ujar Alexa sekali lagi menghempaskan tangan Dimas dan pergi.


"Asal kamu tahu Sa, aku yang benar-benar cinta sama kamu, tapi aku nggak akan pernah nyakitin kamu, nggak seperti Pak Ryuga, yang ngelakuin itu ke tangan tangan kamu," teriak Dimas menatap punggung Alexa.


Tidak mendapatkan respon dari Alexa, Dimas pun berjalan, dan kembali mencekal tangan Alexa yang tidak menghiraukannya.


"Apalagi sih Dim," ujar Alexa, namun tiba-tiba saja Dimas menarik paksa memeluk Alexa dengan erat.


"Aku cinta sama kamu Sa, sampe rasanya mau gila, aku nggak rela liat kamu kaya gini, aku akan nerima kamu apa adanya Sa, walaupun kamu nggak mencintai aku," ujar Dimas menangis di pelukan Alexa.


"Lepasin aku Dim, kamu udah bener-bener bikin kesabaran aku abis," ujar Alexa memberontak. Alexa berhasil melepaskan dirinya dari pelukan Dimas.


Plakkkk!!


"Kamu ke terlaluan Dim, aku nggak akan nampar kamu kalo kamu bisa menjaga sikap kamu," ujar Alexa menangis tersulut emosi.


Alexa pun meninggalkan Dimas begitu saja, yang terlihat meraba pipinya. Dimas menatap Alexa yang berjalan meninggalkannya tangannya ia kepalkan erat-erat hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Dimas yakin Ryugalah pelaku yang membuat tangan Alexa menjadi lebam seperti tadi. Ini pertama kalinya Alexa membentaknya bahkan menamparnya, karena selama ini Alexa tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya.


Nampak seseorang berjalan mendekati Dimas menatap iba Dimas


"Sakit ya di tampar, kasian..," ujar Grace dengan nada mengejek."


"Diem loh.., gimana udah dapet fotonya?" tanya Dimas."


"Dapet dong.., Gue kirim langsung ya ke Pak Ryuga atau enggak ke Mamahnya," ujar Grace mengotak-atik ponselnya.


"Jangan sekarang Grace, itu hasilnya nggak seperti harapan gue," ujar Dimas.


Dimas mengira bahwa tadi Alexa bersedia untuk diantar pulang olehnya. Namun semua itu di luar ekspektasinya Alexa justru menolak untuk di antar dan pergi meninggalkan Dimas begitu saja.


"Tenang aja gue nggak moto pas lo tadi di tampar kok," ujar Grace melirik Dimas tersenyum sinis.


"Kemana lo?" tanya Grace saat melihat Dimas melengos meninggalkannya.


"Balik," ujar Dimas kembali berjalan."


"Anterin gue lah, ujar Grace lalu mengekori Dimas di belakang."


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2