
Di ruang aula satu per satu guru dan para staff meninggalkan ruang aula, Ryuga banyak melakukan perombakan besar pada struktur jabatan di SMA Garuda Bangsa, setelah kasus yang melibatkan Papah mertuanya tersebut.
Rapat berlangsung cukup tegang, karena ada dari sebagian guru yang menuntut kasus Pak Ferdy di lanjutkan sampai ke meja hijau. Karena mereka menuntut hak mereka yang di rampas Pak Ferdy selama dua tahun untuk di bayar.
"Saya benar-benar banyak mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Bapak menunjuk saya sebagai kepala sekolah di sini, semoga saya bisa menjalani amanah yang Bapak percayakan kepada saya," ujar Bu Farida.
"Sama-sama Bu, saya juga banyak berterima kasih karena ibu sudah banyak membantu saya selama ini," ujar Pak Ryuga tersenyum hangat.
"Pak Ryuga, saya cukup terkejut mendengar Alexa itu ternyata istri Bapak, pantes saya suka liat dia di ruangan Bapak," ujar Bu Farida tersenyum sedikit menggoda Pak Ryuga.
"Maaf Bu jika saya harus mengungkapkan itu semua sehingga menimbulkan sedikit ketegangan tadi di ruang rapat, karena saya tidak ingin istri saya terus menjadi bahan pelampiasan atas kesalahan Pak Ferdy, karena istri saya sering mendapatkan perlakuan tidak adil yang sering di lakukan oleh guru dan siswa-siswa di sekolah ini," ujar Ryuga.
"Saya sangat paham kekhawatiran Pak Ryuga, lalu bagaimana dengan Pak Arif Pak? seperti hanya beliau yang terus ngotot ingin memperkarakan kasus Pak Ferdy ini ke pengadilan," ujar Bu Farida sedikit cemas.
"Biar itu menjadi urusan saya nanti Bu, maaf bu saya tinggal karena saya masih ada urusan, kalau begitu saya permisi Bu," pamit Ryuga.
"Baik Pak, oh iya titip salam saya untuk Pak Bimo, saya do'akan semoga beliau lekas sembuh," ujar Bu Farida memberikan perhatian terhadap atasannya. Ryuga mengangguk dengan senyum ramah menyauti ucapan Bu Farida.
*******
Alexa melangkahkan kaki di anak tangga karena Ryuga sudah mengchatnya bahwa ia akan menjemputnya untuk pergi bersama, ke rumah sakit menjenguk Papah Bimo.
"Non ini makan sama obatnya ayo di minum," ujar Bi Siti menaruh nampan di meja makan.
"Makasih Bi!, kok Bibi nggak bangunin Alexa tadi pagi sih Bi?" tanya Alexa mencebikkan bibirnya.
"Maaf Non, tadi Mas Ryuga pesan non jangan dibangunin biar istirahat dulu katanya, lagian mukanya Non juga masih pucet tuh," saut Bi Siti.
"Semalam Kak Ryuga pulang jam berapa emang Bi?" tanya Alexa menempelkan ponselnya di telinga.
"Jam satu lewat kayanya Non," jawab Bi Siti mengira-ngira.
Tut tut tut !
"Ihhhh... nyebelin banget sih kamu Yank," ujar Alexa misuh-misuh karena sejak tadi Ryuga tidak menjawab panggilannya.
Bi Siti terlihat tersenyum saat melihat tingkah lucu Alexa yang terlihat misuh-misuh sambil menghentakan kakinya seperti anak kecil.
"Gimana Non udah mendingan belum ? tanya Bi Siti."
"Udah kok Bi," jawab Alexa tersenyum menatap Bi Siti."
"Kalo gitu Bibi pamit pulang ya Non, soalnya tadi Ibu marah, terus nyuruh Bibi pulang," ujar Bi Siti ragu-ragu menatap Alexa.
"Gpp kok, kalo Bibi mau pulang Alexa udah bisa sendiri Bi, daripada nanti Bibi marahin Ibu Alexa ngerti kok, nanti biar Alexa yang ngomong sama Kak Ryuga," ujar Alexa memaklumi.
"Makasih ya Non kalo gitu Bibi pamit ya," ujar Bi Siti berjalan keluar dari apartemen Ryuga.
.
.
Alexa kini tinggal sendiri di apartemennya duduk di sofa sambil terus mengganti-ganti channel televisi menunggu kedatangan suami tercintanya dengan bosan.
"Pasti nanti ketemu Mamah, deh," batin Alexa menghembuskan nafas kasar meraup wajahnya frustasi.
"Yank!"panggil Ryuga baru saja masuk ke dalam apartemennya dengan senyum sumbringah.
__ADS_1
Namun bukannya sambutan yang ia dapat melainkan tatapan Alexa yang menuntut meminta penjelasan darinya sambil berkaca pinggang.
"Kok kamu nyambut aku kaya orang mau ngerampok gitu sih Yank," ujar Ryuga menatap bingung istrinya.
"Abisnya kamu nyebelin, dari tadi aku telpon nggak di angkat-angkat," saut Alexa menghentakkan kakinya.
"Maaf Yank, aku tadi lagi rapat, tapi kan aku sekarang udah disini. Sini peluk," ujar Ryuga merentangkan kedua tangannya.
"Nggak mau, tolak Alexa mencebikkan bibirnya."
"Yakin nih nggak mau? ya udah aku balik lagi deh nggak jadi pulang," ujar Ryuga membalikkan tubuhnya berjalan melewati Alexa.
"Ihh kok kamu malah pergi sih," rengek Alexa menghentakkan kedua tangannya.
"Kan kamu nggak mau peluk aku," ujar Ryuga berjalan melewati Alexa pura-pura acuh.
"Yank aku tuh udah denger semuanya dari Rena tadi," ujar Alexa mengikuti langkah Ryuga dari belakang.
"Wuih cepet banget udah sampe ke kuping kamu aja, kalah infotainment gossip," ujar Ryuga melangkahkan kakinya ke menuju kulkas.
"Ihhh aku serius Yank," rengek Alexa menarik-narik kemeja Ryuga.
Cup
Alexa terkejut saat Ryuga membalikkan tubuhnya mengecup bibir Alexa. Ryuga menyunggingkan senyumnya saat Alexa terus saja mengoceh meminta penjelasan darinya.
"Kamu tenang aja sih Yank, lagian semua guru juga udah pada tau kalo, Alexa Zheandra Hasan itu istri dari seorang Ryuga Pratama Wijaya," ujar Ryuga tanpa beban mensejajarkan tubuhnya menata wajah Alexa.
"Apa.., kamu juga ngasih tau sama guru-guru di sekolah? Yank gimana nanti kalo Mamah marah, kamu nggak sabaran banget sih Yank," ujar Alexa menghampiri Ryuga sambil memukul lengannya perlahan.
"Nggak mungkinlah Mamah marah, lagian kamu kenapa sih Yank, kayaknya khawatir banget? aku juga ngelakuin itu karena aku sedih Yank liat istri aku di hina di bully di sekolah kayak kemaren aku denger," ujar Ryuga dengan nada sedikit tinggi.
Greb!
Ryuga memegang kedua tangan Alexa yang memukulnya, memeluk Alexa dengan erat.
"Please Yank, tolong ngertiin perasaan aku," ujar Ryuga dengan nada melemah.
Alexa langsung mempererat pelukannya menelusupkan wajahnya di dada bidang Ryuga mencoba menghilangkan kecemasannya memikirkan reaksi Mamah Retno nanti.
Ryuga tersenyum simpul, "Rambut kamu wangi banget sih? bikin aku semangat aku terus nih," tanya Ryuga mengendus rambut panjang Alexa.
"Yuk yang, ajak Ryuga dengan tatapan singa kelaparan."
"Ihhh.., entar dulu belom puas peluknya, rengek Alexa menatap wajah Ryuga manja."
"Yank, aku tuh belom selesai ngom.., Hmmmpttt," ucapan Alexa terhenti saat Ryuga meluma* bibir sensualnya yang terlihat begitu penuh dan sudah membangkitkan hormon libidonya.
Ryuga mulai membuka gesper dan melepas kancing kemejanya satu persatu membuang kemejanya ke sembarang arah tidak sabaran. Ryuga meraup pipi Alexa menjelajahi setiap sudut bibirnya dengan lembut. Ia boyong saja tubuh mungil Alexa menuju sofa di ruang tengah.
"Sshhh hmmptt," Alexa mendesa* saat Ryuga mulai menancapkan kebanggaannya yang begitu penuh dirasakan oleh Alexa. Dan penyatuan mereka dilakukan kembali di sofa ruang tengah dengan durasi hampir sejam lebih. Ryuga terus menggempur pertahanan Alexa dengan berbagai macam posisi, hingga membuat Alexa kewalahan kali ini.
"Yank udah dong badan aku masih lemes nih," rengek Alexa mendorong dada bidang Ryuga yang terus menghimpitnya.
Ryuga memandang istrinya tersenyum nakal, lalu mengangkat tubuh Alexa berjalan menuju kamar mandi.
"Yank kamu mau bawa aku kemana? turunin ih," ujar Alexa menutup wajahnya yang bersemu.
__ADS_1
"Mandi," saut Ryuga berbisik dengan nada menggoda.
"Nggak usah malu kali Yank, aku udah hapal setiap inci tubuh kamu, apalagi tahi lalat kamu yang ada di_,," ucapan Ryuga langsung saja terpotong saat mulutnya di bekap oleh Alexa.
"Ihh apaan sih, nggak usah disebut juga kali Yank," rengek Alexa wajahnya semakin merona karna ucapan Ryuga.
"Byurr!
"Sshhhh.. dingin, desis Alexa saat merasakan air menyentuh kulit arinya.
Ryuga melangkahkan kakinya ikut masuk ke dalam bathtub memeluk Alexa dari belakang.
"Aku tau Yank gimana caranya biar nggak dingin," bisik Ryuga di kuping Alexa membuat Alexa meremang.
"Gimana caranya? tanya Alexa polos."
Eughh !
"Yank udah," rengek Alexa mencekal tangan Ryuga, saat ia menyentuh kembali bagian sensitifnya.
"Awwww, ringis Ryuga saat Alexa mencubit lengannya.
"Yank sakit," rengek Ryuga memasang wajah melas mengusap-ngusap lengannya.
"Sukurin !, lagian kalo kamu minta terus kapan kita selesai mandinya," ujar Alexa memukul air hingga wajah Ryuga terkena cipratan air.
"Abisnya kamu bikin aku nangih terus," ujar Alexa tersenyum kuda.
"Kamu lama-lama mirip rentenir ya, tukang maksa," ujar Alexa mencebbikan bibirnya.
"Tapi kamu sukakan," saut Ryuga memegang dagu Alexa.
"Ihh apaan sih," saut Alexa misuh-misuh malu.
*******
Mobil Ryuga kini sudah melaju di jalan bebas hambatan, menuju rumah sakit.
"Yank, kalo aku nanti mulai sibuk, dan waktu kita berkurang kamu gpp kan?" tanya Ryuga sambil fokus menyetir sambil menggenggam tangan Alexa.
"Aku gpp kok Yank," saut Alexa tersenyum.
"Kamu nanti bisa ke rumah mamah kalo kamu ngerasa sepi," ujar Ryuga tersenyum melirik Alexa di sampingnya.
"Gpp kok Yank, aku di apartemen aja aku udah terbiasa kok sekarang," saut Alexa.
"Tumben, biasanya kamu semangat banget kalo di ajak ke rumah Mamah?" tanya Ryuga melirik ke arah Alexa.
"Hah, Ehmm ya aku kan nurut apa kata kamu Yank, bukannya kamu pengennya tinggal terpisah biar lebih mandiri, kamu pernah ngomong gitu kan?" tanya Alexa panik berusaha mencari alasan.
"Iya selain lebih mandiri, kita bebas ngelakuin itu di mana pun," saut Ryuga dengan tampang nakal menggoda Alexa.
Aww sakit Yank," ringis Ryuga saat Alexa memukul lengannya.
"Rasain, siapa suruh mesum terus," ujar Alexa melirik sinis.
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...