
Cukup lama Alexa tenggelam dalam tangisannya yang begitu pilu tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat mendengar panggilan kedua buah hatinya.
"Daddy..Mommy, "ujar Shaka dan Sheena secara bersamaan menatap ke arah Alexa dan Ryuga.
Ryuga dan Alexa terkejut saat melihat siapa yang datang bersama kedua buah hatinya, "Mamah..Papah, "guman Ryuga terkejut menatap ke arah Bimo dan juga Retno yang saat ini berada di kediaman keluarga Ardy.
Begitu pula dengan Alexa yang sama terkejutnya, apalagi melihat kondisi seseorang yang dulu begitu sangat membencinya, seseorang yang pernah menorehkan luka mendalam dalam hati Alexa, terlihat tidak berdaya duduk di kursi rodanya menatap ke arahnya dengan isak tangis. Alexa menundukkan wajahnya menahan emosinya, sejujurnya ia ingin sekali marah dan mencurahkan apa yang selama ini ia pendam, namun untuk meluapkan itu semua Alexa juga masih memiliki perasaan. Alexa tidak tega melihat kondisi Retno yang begitu tidak berdaya hingga membuat hatinya pun seketika melemah.
Ryuga melepaskan pelukannya menatap ke arah Retno, sejujurnya dirinya cukup terkejut melihat kondisi mamahnya kini, karena terakhir kalinya ia melihat Retno di Singapore dulu, kondisinya saat itu masih dalam keadaan sehat tidak seperti sekarang.
"Untuk apa papah bawa mamah ke sini? "tanya Ryuga memalingkan wajahnya tidak tega.
Bimo menghembuskan nafasnya perlahan menatap Ryuga, "Cukup Ga,.. mau sampai kapan kamu menghukum mamah kamu terus? Apa 5 tahun pun masih kurang buat kamu? Ryuga.. kondisi mamahmu sering sekali drop, dia sangat merindukan kamu Ga. Papah sengaja bawa mamahmu kesini karna mamahmu pasti ingin meminta maaf kepada Alexa. Walaupun ia tidak dapat mengucapkannya tapi tapi sejak dulu mamahmu sudah sangat menyesali perbuatannya, "ujar Bimo menatap Ryuga dan Alexa secara bergantian.
Alexa menatap ke arah Ryuga, ia merasa bingung dengan apa yang dimaksud ucapan Bimo tadi, " Menghukum, "gumam Alexa menatap Bimo.
Bimo mengangguk menatap Alexa, "Iya Alexa, selama 5 tahun ini Ryuga tidak pernah pulang untuk mengunjungi mamahnya, bahkan untuk sekedar menanyakan kabarnya pun tidak pernah, itu semua karena rasa kebenciannya yang telah memisahkan kalian berdua, "ujar Bimo menatap Alexa.
Bimo kembali menatap Alexa dengan lirih, "Alexa.., Papah tau ini nggak mudah untuk kamu, tapi papah harap kamu bisa memaafkan kesalahan mamah kamu Alexa, ia sudah cukup menderita hidup dalam rasa kesepian dan pengacuhan dari Ryuga selama 5 tahun ini, dan juga rasa bersalahnya terhadap kamu, "ujar Bimo sambil mengusap bahu Retno yang terisak.
Alexa sekilas menatap Ryuga yang hanya menundukkan wajahnya, mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Alexa juga menatap ke arah Ardy dan Sisil, mereka pun terlihat menganggukkan kepalanya tersenyum menyuruh Alexa untuk memaafkan segala perbuatan Retno.
Shaka dan Sheena meraih tangan Ryuga, "Daddy.., opah bilang katanya mereka juga omah sama opah kita, "ujar Sheena menunjuk ke arah Bimo dan Retno. Ryuga menatap kedua buah hatinya dan menganggukkan kepalanya meneteskan air mata, sesungguhnya Ryuga juga tidak tega melihat kondisi Retno, namun dia juga tidak memungkiri rasa kecewanya yang teramat mendalam terhadap perbuatan Retno.
Alexa mensejajarkan diri menatap kedua buah hatinya, "Iya sayang, mereka omah sama opah kalian. Ayo sapa mereka kenalin diri kalian, "ujar Alexa tersenyum menatap Shaka dan Sheena.
Shaka dan Sheena pun menatap ke arah Bimo dan juga Retno secara bergantian. Shaka dan Sheena perlahan berjalan menghampiri Retno menatap iba Retno yang terlihat menangis, "Omah.. kakinya omah sakit ya? "tanya Sheena dengan polosnya menggenggam tangan Retno.
Retno pun terlihat berusaha menganggukkan kepalanya dengan susah payah dan juga berusaha mengeluarkan ucapannya sambil menangis. Tangannya terlihat bergetar menahan sesak di dadanya. Namun semakin lama nafas Retno terlihat semakin memburu, Retno secara tiba-tiba kehilangan kesadarannya.
"Mamah, "teriak Ryuga yang langsung menahan tubuh Retno yang hampir saja terjatuh dari kursi rodanya, "Mamah sadar mah, "ujar Ryuga panik.
__ADS_1
Kini seluruh yang ada di sana pun juga ikut terlihat panik menghampiri Retno. Ardy menepuk bahu Bimo yang terlihat panik, "Bim.. lebih baik secepatnya bawa Retno ke rumah sakit Bim, "ujar Ardy menatap Bimo.
Shaka dan Sheena menghampiri Alexa menggenggam erat tangan Alexa merasa takut, "Mommy omah kenapa mommy? "tanya Shaka dengan raut wajah sedih.
Alexa menatap ke arah Retno yang masih terlihat tidak sadarkan diri, "Mommy juga nggak tau sayang, "ujar Alexa memeluk kedua buah hatinya.
************
Ryuga berlari mengikuti laju brankar yang membawa mamah di lorong rumah sakit, di susul dengan Bimo
"Mah bangun mah! maafin Ryuga mah, "ujar Ryuga panik menatap Retno.
Retno di bawa masuk ke ruang UGD untuk segera di tangani, sedangkan Ryuga, Bimo, dan juga Alexa terlihat menunggu di depan ruang UGD dengan perasaan cemas. Cukup lama dokter memberikan pertolongan, hingga beberapa saat kemudian dokter pun memanggil seluruh keluarga pasien. Ryuga, Alexa dan juga Bimo terlihat memasuki ruang UGD.
Dokter menatap tegas ke arah Bimo, "Begini Pak,..pasien mengalami pecah pembuluh darah pada otaknya dan saat ini kondisi pasien kritis dan harus menjalani operasi malam ini juga. Jadi kami meminta agar keluarga pasien segera memberi keputusan secepatnya agar pasien bisa kami tangani secepatnya, "ujar seorang dokter UGD menatap Bimo.
Alexa dan Ryuga menatap lirih Retno di ranjang kesakitannya. Setelah mendapatkan pertolongan Retno seketika sadar namun ia terlihat kesulitan mengucapkan sesuatu, hanya air matanya saja yang terus menetes, nafasnya pun terlihat tidak beraturan.
Ryuga menatap iba Retno, "Mah..maafin Ryuga mah? mamah jangan banyak bergerak dulu mah, "ujar Ryuga menciumi tangan Retno. Entah mengapa perasaan Ryuga kali ini terasa tidak biasa, hatinya tidak tenang dan liputi perasaan takut saat menatap Retno begitu tidak berdaya.
Setelah mendengar ucapan Alexa barusan Retno membuka mulutnya mengambil nafas yang dalam-dalam lalu menghembuskannya untuk terakhir kalinya.
Alexa menatap terkejut saat Retno menutup matanya, apalagi ia tidak bisa merasakan suara hembusan nafas Retno lagi, "Mamah..sadar mah.. mamah, "ujar Alexa menggoyangkan tubuh Retno. Alexa terlihat panik, hingga dokter pun berdatangan dan bergegas memberikan pertolongan kepada Retno. Sedangkan Ryuga hanya terlihat mematung menatap Retno sambil meneteskan air mata.
***********
.
.
"Maaf Pak,.. kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi takdir harus berkata lain.., Pak Bimo kami turut berduka cita, "ujar Dokter dengan raut wajah penyesalan menatap Bimo, Ryuga dan Alexa secara bergantian.
__ADS_1
Ryuga menundukkan wajahnya mengepalkan kedua tangannya tidak percaya dengan kenyataan bahwa mamahnya sudah tiada lagi, ada rasa penyesalan semakin menjadi seketika. Sejak melihat Retno tadi sejujurnya Ryuga sudah memaafkan segala perbuatannya, tapi mengapa, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa ia harus kehilangan mamahnya untuk selama-lamanya ketika ia sudah memaafkan segala perbuatan Retno.
Ryuga berjalan lemah menghampiri jasad Retno yang sudah menutup matanya dengan damai, "Mah..bangun mah...maafin Ryuga mah, "teriak Ryuga menenggelamkan wajahnya di tubuh Retno terisak pilu.
Bimo berjalan menghampiri Ryuga, memegang bahu Ryuga, " Kamu harus ikhlas Ga, biarkan mamahmu beristirahat dengan tenang, mungkin ini yang terbaik untuk mamah, "ujar Bimo yang terlihat cukup tegar setelah kehilangan istri tercintanya.
***********
Keesokan hari.
Di bawah payung hitam Alexa, Shaka dan Sheena, berdiri menatap iba ke arah Ryuga masih setia menatap gundukkan tanah tempat dimana Retno bersemayam dengan tenang.
"Mommy Sheena sedih liat Daddy, "ujar Sheena menatap sedih ke arah Alexa.
"Iya mommy, padahal Shaka baru aja ketemu sama omah sekali, tapi sekarang omah udah pergi ninggalin kita, "ujar Shaka menatap sedih ke arah Daddynya.
"Sayang ini semua udah takdir, mungkin ini yang terbaik untuk omah, " ujar Alexa mengusap rambut Shaka dan Sheena, mencoba memberi pengertian kepada kedua buah hatinya.
Alexa menatap Ryuga iba, yang memegangi papan yang bertuliskan nama mamahnya. Alexa bisa melihat dengan jelas raut wajah penyesalan Ryuga dari tatapannya tersebut. Alexa bisa merasakan apa yang Ryuga rasakan saat ini, karena ia pernah ada di posisi seperti itu, ketika dulu mamahnya pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
Reyhan menghampiri Ryuga memegang bahu Ryuga, "Loe yang sabar Ga! ikhlasin kepergian nyokap loe! Biarin tante Retno beristirahat dengan damai, "ujar Reyhan mencoba memberi kekuatan untuk Ryuga.
Kini seluruh area pemakaman terlihat sudah terlihat meyepi dari para pelayat yang mengantarkan kepergian Retno di tempat peristirahatan terakhirnya. Reyhan pun juga sudah meninggalkan area pemakaman bersama dengan Bimo, Kini hanya tinggal Alexa dan kedua buah hatinya yang masih setia menunggu Ryuga.
Alexa berjalan menghampiri Ryuga, bersama kedua buah hatinya memegang pundak Ryuga menatapnya dengan lirih. Ryuga menatap Alexa dengan senyum lirih dan pada akhirnya Ryuga pun beranjak, menatap Alexa dengan wajah sendu.
Ryuga menarik tubuh Alexa ke dalam pelukannya, memeluknya dengan erat, "Alexa..aku udah kehilangan mamahku, dan sekarang aku nggak mau kehilangan apa-apa lagi. Aku mohon jangan pergi lagi Alexa, "ujar Ryuga terisak mencurahkan perasaan sedihnya, penyesalannya dalam pelukannya.
Alexa pun meneteskan air matanya dan pada akhir ia pun membalas pelukan Ryuga tanpa ragu. Di usapkan saja tangannya pada punggung Ryuga mencoba menguatkan Ryuga. Alexa menganggukkan kepalanya dengan senyum menjawab permintaan Ryuga tadi, "Iya, aku nggak akan pergi kemana-mana kok, "ujar Alexa mengeratkan pelukannya.
Ryuga melepaskan pelukan yang menatap Alexa dengan penuh perasaan haru dan mengecup kening Alexa dengan penuh perasaan, "Makasih Yank, kamu udah mau ngasih aku kesempatan, makasih juga untuk tetap bertahan, dan makasih atas hadiah terindah yang kamu berikan buat aku, "ujar Ryuga menatap kedua buah hati dan langsung memeluk kedua buah hatinya dengan erat.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...