
kanaya masih menatap nanar dirinya di cermin. Apakah semua nyata atau hanya mimpi. Rasanya tak pantas ia menangis di hari yang sakral ini.
cekleeek......
__ADS_1
"naya udah siap ??" bunda kanaya masuk menghampirinya yang sedang terpagut di depan meja rias. "sudah bun. doakan kanaya kuat yaaa" kanaya memeluk bunda nya berlinang air mata. tak peduli akan seperti apa wajahnya nanti. yang hanya dia butuhkan saat itu hanya support untuk bisa selalu kuat. bunda kanaya mengusap lembut kepala anak gadisnya itu.
"saya terima nikah dan kawinnya kanaya putri mochtar binti arifin mochtar dengan mas kawin tersebut tunai." suara riuh disambut dengan doa syukur bergema di ballroom salah satu hotel ternama di Jakarta. Kanaya menyambut tangan laki laki yang sekarang menjadi suaminya itu. Hardian wicaksana nama laki laki itu. laki laki yang baru ia temui 2x saat lamaran dan akad nikah. tanpa senyum kanaya menyambut ucapan selamat dari para tamu yang hadir pada pesta pernikahannya. hatinya tak menginginkan pernikahan itu. ia hanya ingin patuh kepada ayah dan bundanya sebagai baktinya menjadi anak.
__ADS_1
"aku mau mandi duluan yaaa." suara hardian memecah kesunyian dikamar saat kanaya sedang berusaha membuka hiasan di kepalanya. "iya" jawab kanaya singkat tanpa menoleh dan masih sibuk dengan riasannya.
"ada yang mau aku bicarain sama kamu." hardian menghampiri kanaya yang sudah bersiap untuk tidur. "ada masalah apa?" jawab kanaya sambil mengikat rambut panjangnya. "kita nikah karena dijodohkan. dan aku tau banget ini pasti berat untuk kamu dan aku. aku mau kita bersikap biasa aja tanpa perasaan apa apa. karena aku belum bisa mencintai kamu. jangan merasa terbebani dengan status istri. karena aku ga akan minta apa apa dari kamu. cukup kamu jaga nama baik aku dan keluargaku." hardian menatap lekat wajah wanita yang baru saja menjadi istrinya. "boleh aku ajuin permintaan??" tanya kanaya sambil menatap mata hardian. "apa??" hardian mengangguk sambil melipat kedua tangannya. "izinin aku untuk tinggal bersama orangtua ku." hardian mengerutkan keningnya. "aku mau kita tinggal di rumah orangtuaku. aku anak tunggal. aku ga terbiasa jauh dari ayah sm bunda. aku minta kali ini kamu setujui permintaanku." kanaya melanjutkan kata katanya seolah tahu hardian cukup penasaran dengan permintaannya itu. "okeeee. besok kita pulang kerumahmu." hardian menyetujui permintaan kanaya. dengan senang kanaya meninggalkan hardian yang bersiap tidur di sofa. malam itu terasa aneh bagi kanaya dan hardian. malam pertama mereka tidur dalam satu kamar. sedangkan mereka tak pernah mengenal satu sama lain sebelumnya. entah berapa banyak malam yang akan mereka lewati bersama tanpa perasaan cinta.
__ADS_1