
Syafina memaksakan dirinya memakan makanan yang telah disediakan dari rumah sakit. Padahal Dia sama sekali tidak berselera untuk makan.
"Habiskan ya" kata mama Zaenab. Zaenab barusan datang diantar Jody, dan papanya pulang setelah mama zaenab sampai.
Syafina mengangguk, dia harus makan banyak demi bayi Syakha. Harus kuat demi bayi Syakha.
Sebuah pesan Whatsapp masuk, ternyata dari Arsya. Syafina membukanya. Beberapa foto bayi Syakha dikirim oleh Arsya.
"Makasih ya mas sudah kirim foto anakku"
"Iya Fina, kamu istirahat yang cukup ya, makan yang banyak supaya ASI sikecil juga banyak"
"Iya mas, nama anakku Syakha mas"
"Oo, malam ini biar mas yang jagain Syakha. Besok mungkin kau sudah bisa menjenguknya kesini"
"Iya, jangan nakal ya Syakha" Syafina memberi emoticon love pada pesannya.
Syafina menatap foto bayi kecilnya, buah cintanya bersama suaminya. Tak terasa airmatanya menetes, Syafina tak mampu menahan air mata itu. Teringat saat terakhir bersama suaminya. Khalid mengatakan akan pergi lama, menyuruh Syafina menjaga anaknya dan memberi nama anaknya Syakha Anugerah Putra.
"Bang Khalid sudah memberi tanda dia akan pergi lama, tapi kenapa aku nggak ngerti. Tahu begini aku tak kan mengizin kamu pergi bang".
Syafina menyeka air matanya, namun airmata itu kembali jatuh dengan sendirinya. Syafina tak bisa menahan sedih dihatinya kehilangan suami yang dicintainya. Terbayang olehnya Khalid mengalami kecelakaan, mungkin dia terluka parah, dan pada akhirnya terbakar bersama mobilnya yang meledak.
"Tidaak, bang Khalid masih hidup maa. Suamiku masih hiduup !" Syafina tiba tiba berteriak histeris dan menangis terisak Isak.
"Syafina" Zaenab mendekati anaknya.
"Tuhan lebih sayang pada Khalid. Kamu doakan saja suami kamu ya nak"
"Tapi dia bilang dia akan menjemputku ma"
"Kamu harus ikhlas nak, ini adalah rencana Tuhan. Kamu masih punya Syakha yang harus kamu besarkan" Zaenab mengusap ngusap punggung anaknya untuk menenangkan.
"Kau harus kuat demi Syakha"
Syafina mengangguk pelan. Tapi dalam hatinya dia merasakan suaminya masih ada dan akan pulang suatu saat nanti.
***
Sherina tersenyum penuh kemenangan, hari ini semua rencananya berhasil bahkan lebih indah dari yang ia harapkan. Sepertinya dia mendapat bonus dari usahanya selama ini.
Tadi siang Sherina menonton televisi yang menayangkan berita kecelakaan. Seorang pengusaha muda berinisial MK yang beralih profesi menjadi petani mengalami kecelakaan tragis, MK ikut terbakar bersama mobilnya yang meledak. Istri MK jatuh pingsan dan dilarikan kerumah sakit, dikabarkan dia melahirkan bayi prematur.
Flash back on
Sherina mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia menangis tidak bisa menerima perlakuan Khalid padanya. Terlebih ternyata Khalid telah mengetahui ternyata dia yang menyuruh Tio dan Sonni menyerang Khalid 13 tahun lalu. Dia sudah ketahuan, dan Khalid pasti tidak akan memaafkannya.
__ADS_1
"Jika aku tak bisa memilikimu maka tak satupun yang bisa memilikimu, Khalid dan Syafina harus mati hari ini juga !"
Sherina menelpon Tio, dia tidak bisa lagi mempercayai Sonni. Sherina yakin Sonni lah yang telah membocorkan rahasianya pada Khalid.
Sherina menjelaskan pada Tio, apa saja yang harus dilakukannya, dan Tio siap melaksanakan aksinya.
Setengah jam kemudian Sherina menyaksikan sendiri mobil Khalid terpental ke jurang dan tak lama kemudian mobil itu meledak.
Ponsel Sherina berbunyi
"Khalid berhasil keluar dari mobilnya, dia pingsan. Ternyata dia sendirian di mobilnya, istrinya tidak ada"
"Tunggu apa lagi, kau lempar saja dia kedalam mobilnya yang terbakar"
Lalu Sherina meninggalkan tempat itu.
"Sial, kenapa Syafina mesti selamat lagi"
Flash back off
Seringai Sherina terkembang penuh kemenangan, kemudian ponselnya berbunyi ternyata dari Tio.
Tio mengatakan sesuatu diseberang sana, meminta Sherina segera ke suatu tempat.
"Aku segera kesana sekarang juga".
***
Reyhan yang tadi pergi belanja telah sampai dia menaruh belanjaannya diatas nakas, Reyhan membelikan susu ibu menyusui untuk Syafina.
"Kakak bikinkan susunya sekarang ya? "
Syafina mengangguk, tak lama kemudian Reyhan datang dengan segelas susu hangat. Syafina lalu meminum habis susu itu.
"Fina kakak mau bicara sebentar"
"Iya kak, bicara saja"
"Ehm, mama keluar ya cari angin" Zaenab permisi keluar, karena ia ingin Reyhan dan Syafina leluasa berbicara.
"Tiga hari yang lalu bang Khalid menyuruhku mencari tahu tentang minuman yang diberikan Sherin padanya malam itu, bang Khalid menemukan botolnya yang masih tertinggal di mobilnya. Ternyata air mineral itu telah dicampur sejenis zat perangsang. Dan bang Khalid juga menyuruhku menemui Angel, Angel bilang dia hanya memberikan obat tidur saja. Karena dia akan menjebak dengan cara mengambil foto saja"
"Berarti yang memasukkan obat perangsang itu Sherin bukan Angel? "
"Iya,"
"Nasi sudah jadi bubur, bang Khalid juga sudah tiada"
__ADS_1
"Fin, kita bisa membersihkan nama bang Khalid, aku yakin Sherin tidak hamil anaknya bang Khalid. Tak mungkin seorang yang tertidur pulas akan memperkosa"
"Maksudmu ?"
"Bukankah suamimu tak ingat kejadian itu sama sekali, dan ibu Fatimah menemukannya dalam kondisi masih tertidur. Kemungkinan dia tertidur sepanjang malam dan tak melakukan apa apa ? "
"Bagaimana cara membuktikannya? "
"Aku akan mencari Tio, dia malam itu berada di restoran jg kan? Siapa tahu saja Sherin ada main sama Tio."
"Hmm, Mungkin saja Tio yang telah merusak Sherin"
"Bisa jadi. Kesalahan kita selama ini tidak menyatukan penyelidikan kita. Walaupun bang Khalid sudah tiada, tapi kita harus mengembalikan nama baiknya"
"Terserah kakak. Aku percayakan sama kakak. Aku juga yakin suamiku tak bersalah".
***
Sherina memandang laki laki yang diinginkannya dari balik kaca ruang ICU, laki laki itu terbaring lemah dan pada tubuhnya terpasang beberapa alat medis. Rencana Sherin jadi berubah, tadinya dia mau melenyapkan saja laki laki itu. Dia sangat Syok ketika tadi Tio menelponnya mengatakan Khalid berada di salah satu rumah sakit swasta di kota D. Melihat Khalid yang terbaring lemah Sherina merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya.
"Maafkan aku bang, aku berjanji akan merawatmu. Aku memang tak tahu terima kasih, abang telah merawatku ketika aku sakit, tapi apa yang telah aku lakukan padamu" Sherina menangis terisak isak.
"Haha, menyesal kan? untung saja aku tak sejahat kamu. Aku kasih bonus buatmu, padahal semua orang telah mengira Khalid terbakar dalam mobilnya" Tio berbicara setengah berbisik karena takut terdengar orang.
Sherina menarik tangan Tio menjauh, karena tak ingin pembicaraan mereka di dengar perawat.
"Kita bicara disini saja" ujar Sherina setelah menemukan tempat yang sepi dan gelap.
"Kau mau bicara apa ?"
"Siapa yang terbakar dalam mobil ?"
"Saksi mata, seorang gembel"
"Terimakasih ya, aku tadi sangat stress makanya aku ingin Khalid mati saja"
"Tak perlu berterimakasih aku ingin bonusnya saja. Dua kali dari yang kau janjikan.
"Okey" Sherina lalu mentransferkan sejumlah uang ke rekening milik Tio.
"Makasih ya sayang, sudah masuk. Setelah ini bagaimana rencanamu? "
"Khalid akan ku pindahkan ke tempat yang jauh, tadi dokter bilang kemungkinan dia akan kehilangan memorinya alias lupa ingatan. Hal itu akan menguntungkanku"
"Kau sangat licik Sherina, hubungi aku jika butuh bantuan. Aku pamit ya, mau bersenang senang dulu"
Malam ini Sherina sangat bahagia apa yang diinginkannya sudah terwujud, setelah kondisi Khalid membaik dia akan memindahkan Khalid ke suatu tempat dimana tidak akan ada orang yang mengenali mereka.
__ADS_1
****