
Pagi itu di meja makan suasana terasa agak berbeda, terasa ramai. Karena hari ini ada ibu Fatimah, papa Salman dan mama Zaenab, Sherina juga ikut sarapan bersama. Syafina duduk di sebelah suaminya berhadapan dengan ibu Fatimah dan Sherina duduk berhadapan dengan Khalid.
Khalid berdiri hendak memasukkan sendiri nasi goreng ke dalam piringnya, Syafina membiarkannya saja. Karena posisi wadah nasi goreng itu lumayan jauh dari jangkauan tangannya, sementara tangan kanannya belum bisa digerakkan. Melihat itu Sherina cepat cepat ambil alih, dia menghidangkan nasi goreng untuk Khalid.
"Biar aku siapin bang, " kata Sherina. Khalid membiarkannya. Karena ketika masih dirumah ibunya Sherina yang selalu melayani Khalid.
Mereka berenam sarapan tanpa bersuara, begitulah biasanya di rumah Khalid, seperti dulu dirumah ibunya juga. Air putih di dalam gelas Khalid telah habis, Ketika Khalid hendak menuangkan air putih ke dalam gelasnya kembali Sherina dengan cekatan melayaninya. Zaenab melihat itu, dia merasa ada yang aneh dengan tingkah Sherina. Sebenarnya Syafina juga merasakannya tapi dia diam saja tak mau ambil pusing dengan tingkah Sherina. Akhirnya selesailah ritual sarapan pagi dirumah itu.
"Maaf bang Khalid, pak Yos mengundang abang ke acara launching clinik kita di kota C yang kerja sama dengan Angel"
"Siapa pak Yos? "
"Pak Yos, itu papanya Angel Khal" Fatimah yang menjawab.
"Ibu kenal sama dia? " tanya Khalid.
"Ibu kenal. Soalnya malam tadi Sherina sudah minta izin sama ibu mengajak kamu kesana. dia sebut sebut nama pak Yos, setelah ibu tanya tanya rupanya pak Yos itu teman Almarhum ayah kamu"
"Oo begitu, tapi aku akhir akhir ini sibuk sekali bu"
"Luangkanlah sedikit waktumu Khalid, apa salahnya silaturrahim. Ajak istrimu juga. Sebenarnya ibu ingin juga bersilaturrahim kesana. Tapi kamu kan sudah beristri. Biar Syafina saja yang menemanimu."
"Apaan sih ibu, malah nyuruh bang Khalid ngajak gadis kampungan itu. Awas saja kalau jadi ikut akan aku permalukan" kata Sherina dalam hati.
"Kapan acaranya?" tanya Khalid
"Nanti sore bang, mulai jam empat" jawab Sherina.
"Bagaimana Fina, kamu bisa ikut ? "
"Insya Allah" Syafina menjawab malas, sebenarnya dia enggan pergi ke acara seperti itu, tapi jika membiarkan suaminya bertemu Angel. Dia sungguh tak sudi.
"Ya sudah nanti kita berangkatnya habis zuhur jam dua saja ya".
"Ehmm" Syafina mengangguk saja.
"Abang berangkat kerja ya Fin," lalu Khalid mengulurkan tangannya kepada Syafina, dan Syafina membungkuk mencium tangan suaminya.
Khalid mengelus lembut kepala istrinya dari luar jilbabnya. Fatimah, Zaenab dan Salman tersenyum melihat anak dan menantu mereka itu. Sementara Sherina membuang mukanya tak mau melihat kearah Syafina dan Khalid. Sungguh adegan didepan matanya ini membuat hatinya sakit seperti teriris.
"Masa iya sih cepat sekali baikannya, baru sore kemaren bertengkar. Pasti mereka menyembunyikan kalau lagi bertengkar" batin Sherina.
Syafina mengantar Khalid sampai ke teras, dia melihat suaminya berangkat kerja.
__ADS_1
****
Syafina sedang membaca Alquran, saat ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Syafina mengabaikannya saja, di ingin menyelesaikan membaca surat Yusuf. Setelah menyelesaikan bacaannya, Syafina mengambil ponselnya, tadi dia sudah mendengar dua kali pesan masuk. Fina lalu membuka dan membaca pesan itu.
"Fina maaf ganggu, ini Viana. Boleh mbak ketemuan sama kamu Fin?"
"Fina, mbak bisa ketemu kamu sore nanti kan?, mbak pengen ngobrol saja sama kamu Fin"
"Ada apa ya, mbak Viana ingin mengobrol denganku?, aku juga kesepian ingin ada teman mengobrol", Syafina merasa tak enak hati menolak permintaan Viana. Lalu Syafina membalas pesan dari Viana.
"Maaf mbak, lambat balas pesannya. Bisa mbak, aku senang sekali" lalu Syafina mengirim pesan itu. Tak lama Viana kembali membalas pesan itu.
"Makasih ya Fin, kita ketemuan di kafe JJ saja ya jam empat sore.
"Oke mbak, siap" Syafina nembalas lagi. Lalu Syafina turun kebawah, dia ingin menemui ibu mertuanya.
"Aku akan meminta ibu yang menemani bang Khalid ke undangan papanya Angel" gumam Syafina. Syafina mengetuk pintu kamar ibu Fatimah, tak lama Fatimah membukakan pintu kamarnya.
"Ada apa Fina? "Tanya Fatimah.
"Maaf bu, bisa ibu saja yang menemani bang Khalid menghadiri undangan pak Yos ?"
"Memangnya kamu nggak bisa Fin? "
"Aku ada janji dengan teman sore ini bu, lagi pula aku nggak kuat dalam perjalanan jauh bu, pinggangku terasa sakit"
"Makasih ya bu"
"Iya Fina" Bu Fatimah tersenyum.
"Kalau gitu Fina permisi ya bu"
"Iya" bu Fatimah mengangguk. Dia memang kangen juga dengan keluarga pak Yos, sama bu Wilona istri pak Yos pastinya.
****
Syafina menyiapkan pakaian untuk suaminya, Khalid yang telah selesai solat zuhur segera berpakaian dengan stelan Jas berwarna abu abu yang di pilih istrinya.
"Kamu kok nggak jadi ikut Fin? "
"Aku ada janjian sama mbak Viana, lagian aku nggak kuat dalam perjalan lama bang. Capek"
"Kamu nggak cemburu sama Angel? "
__ADS_1
"Kan ada ibu yang nemanin kamu bang"
"Masih marah sama abang? "
Syafina diam saja, tapi dia menatap suaminya lembut.
"Aku percaya sama kamu bang"
Mendengar itu Khalid mendekati istrinya lalu memeluk istrinya.
"Kamu memang istri terbaik, ngambeknya sering tapi nggak pernah lama" Khalid mencium kening istrinya.
"Ayolah turun ibu pasti sudah menunggu" ajak Syafina. Mereka berdua berjalan beriringan, Khalid merangkul pinggang istrinya menuruni tangga.
Fatimah dan Sherina sudah menunggu di ruang keluarga. Sungguh Sherin tak suka melihat Syafina yang tersenyum manja disamping Khalid.
"Ayo Khal, ini sudah jam satu lewat loh" kata Fatimah.
Syafina mengantar mereka sampai keteras depan. Fatimah masuk lebih dahulu kedalam mobil. Khalid masih berdiri di teras masih merangkul istrinya.
Melihat itu Sherina menarik tangan Khalid agar cepat masuk kedalam mobil.
"Ayolah nanti kita telat bang" Sherina menarik tangan Khalid hingga rangkulan Khalid terlepas dari pinggang Syafina. Khalid akhirnya berjalan mengikuti Sherina menuju mobil. Sherina masuk dahulu dia duduk disamping ibu Fatimah. Sementara Khalid masih diluar.
"Tunggu ya" kata Khalid, dia kembali ke belakang menghampiri istrinya, lalu dia mengecup sekilas bibir istrinya.
"Apa sih abang, nggak malu dilihat orang?"
"Cium istri sendiri kok malu, abang berangkat ya" Khalid mengusap kepala istrinya. Syafina mengangguk.
Fatimah tersenyum senyum melihat kemesraan anak dan menantunya.
"Rupanya belum puas mesra mesraannya dikamar" kata Fatimah sambil geleng geleng kepala dan tertawa.
Sherina membuang muka melihat itu, terlalu sakit hatinya melihat kemesraan itu. Semakin membuat dendam dihatinya membesar kepada Syafina.
"Sengaja pamer kemesraan didepanku, sekarang kamu memang tertawa bahagia Syafina, sebentar lagi kau akan meninggalkan rumah mewahmu sambil menangis Syafina" katanya dalam hati.
Khalid masuk kedalam mobil, lalu dia menjalankan mobilnya. Syafina melambaikan tangan kepada suaminya, dia tersenyum menatap mobil suaminya yang mulai melaju melewati gerbang rumahnya saat itu Pukul 14.00.
"Ya Allah jagalah dia untukku" doa Syafina dalam hati. Kemudian Syafina masuk kembali kedalam rumah.
****
__ADS_1
Syafina yang ngambekan, cerewet tapi ngambeknya tak pernah lama.
Khalid yang sangat menyayangi Syafina dan selalu mencari cara agar Syafina tersenyum.