
Setelah lima hari dirawat tim dokter spesialis yang menangani Syafina sudah melakukan visite, mereka mengatakan bahwa Syafina sudah jauh membaik. Sebentar lagi Syafina akan diantar perawat konsul ke bagian poli kandungan untuk di kontrol keadaan janinmya. Jika semuanya baik. Syafina diizinkan pulang hari ini juga.
"Fina, nanti bisa kita tanyakan langsung jenis kelaminnya nggak ya?"
"Nanti kita coba tanya saja ya bang"
"Oke, sudah 17 minggu ini kan? "
"Iya, nggak terasa ya bang",
"Beberapakali kita di uji, Alhamdulillah dia baik baik saja abang nggak sabar melihatnya", Khalid mengusap perut istrinya yang sudah kelihatan membuncit.
Tok tok,
"Itu pasti perawatnya, silahkan masuk" kata Khalid.
Seorang perawat masuk mendorong kursi roda, dia tersenyum kepada Syafina.
"Syafina mari saya antar, naiklah dulu ke kursi rodanya"
"Kak Lulu, aku bisa jalan sendiri"
"Tidak dibenarkan pasien berjalan sendiri Syafina, dari sini ke poli Kebidanan lumayan jauh loh"
"Sudah nurut saja", kata Khalid. Lalu dia membantu istrinya naik ke kursi roda. Perawat yang bernama Lulu itu mendorongnya dan Khalid mengikutinya.
****
Di sebuah Cafe, Sherina sedang berbincang dengan Angel, sambil menikmati secangkir kopi.
"Sherin, bagaimana janjimu kemaren, apa kamu sudah lupa? "
"Hmm, kamu mau ketemu sama Khalid ya? "
"Iya, apa lagi ? tolong bantu aku deketin dia".
"Gini, besok aku mau ke kantornya, kamu ikut saja kesana".
"Terus ngapain aku kesana? "
"Nanti kan, kita bisa ajak dia keluar minum minum merayakan kerjasama kita"
"Oke deh, aku setuju". Angel tersenyum penuh harap akan bertemu dengan Khalid, ada rasa penasaran yang sangat besar dalam dirinya kepada laki laki itu.
Sementara Sherina, sedang merencanakan sesuatu yang diluar dugaan Angel.
****
Khalid dan Sherina sedang antri di ruang tunggu poli kebidanan.
Tert tert, Khalid mengambil ponselnya dari saku celananya.
"Hallo, ada apa Den? "
"Khal, aku mau bicara sama kamu. apa kita bisa ke cafe Bella jam makan siang nanti? "
"Berarti sekitar satu jam lagi ya, insha Allah bisa Den"
"oke, aku tunggu disana ya". Dendi menutup teleponnya.
Seorang perawat di poli kebidanan memanggil nama Syafina.
"Nyonya Syafina Almaira"
"Kita sudah di panggil, ayo masuk" Lulu bergegas berdiri dan mendorong kursi roda Syafina kedalam ruangan poli.
__ADS_1
Bidan di poli kebidanan, menyambut Syafina dan membantu Syafina berbaring di bed pasien. Kemudian dokter mulai melaksnakan rangkaian pemeriksaan kepada Syafina. Dia melakukan USG.
"Janinnya sehat, berkembang sesuai usia kehamilan. itu coba lihat dia bergerak"
"Masha Allah, itu anakku dok? " Tanya Khalid.
"Benar pak, usia kehamilan memasuki 17 minggu "
"Apa bisa dilihat jenis kelaminnya dok? "
"Tunggu ya" kemudia dokter itu nampak mengarahkan alat Usg nya.
"Ada tonjolan, kemungkinan janinnya laki laki" kata dokter itu
"Benarkah dok, alhamdulillah"
"Satu bulan dari sekarang kontrol lagi, akan kelihatan lebih jelas"
"Terus, gimana keseluruhannya pak. apa istri saya bisa pulang hari ini?", Khalid sangat berharap Syafina bisa pulang hari ini.
"Syafina bisa di pulangkan, saya akan meresepkan obat"
****
Syafina dan Khalid sudah sampai di ruangannya, tiga orang dokter yang menanganinya mengatakan ia bisa pulang hari ini.
"Semua barang sudah abang bereskan, sekarang abang mengurus administrasinya. Fina tinggal disini ya, cuma sebentar kok"
"Iya bang".
Khalid pergi keluar mengurus administrasi kepulangan Syafina. Syafina menunggu sendiri di ruangannya, sekarang kakinya tak sakit lagi. kepala sudah tak pusing lagi, sementara tangan kanannya masih memakai gif.
Sekitar setengah jam kemudian Suaminya datang, akhirnya hari itu Syafina bisa pulang kerumahnya.
***
Sementara Fatimah sendiri memasak untuk Syafina.
"Dendeng balado permintaan Syafina sudah siap, Fina pasti bosan makan makanan rumah sakit", gumam Fatimah. Sebenarnya sewaktu Syafina dirumah sakit Fatimah sering juga mengantarnya makanan.
Terdengar suara salam dari luar.
"Pasti Khalid dan Fina", Fatimah bergegas keluar.
"Alhamdulillah kalian sudah sampai, ibu sudah masak untuk kalian. Mau istirahat dulu atau langsung makan? "
"Istirahat saja bu, Fina mau kekamar" sahut syafina.
"Abang antar ya". Khalid mengantar istrinya kekamar, sementara barang barang Syafina dari rumah sakit dibawa oleh bi Lastri.
"Alhamdulillah, aku bisa istirahat di kamarku" Syafina langsung berbaring ditempat tidur empuknya.
"Istirahat ya sayang, Dendi ngajak abang makan siang di cafe Bella, ada yang mau di bicarakannya"
"Oo iya lah bang, pergi sekarang? "
"Iya abang pergi sekarang, maaf ya nggak bisa nemani makan siang"
"Nggak apa pa, pergilah. Mungkin Dendi sudah nunggu"
Khalid mendekati istrinya, lalu mencium keningnya.
"Abang pergi ya" kata Khalid.
Syafina mengangguk.
__ADS_1
****
"Khal, aku sudah menyelidiki Marsha"
"Nah, trus gimana Den. Ada kabar apa? "
"Marsha memang berada di Bali waktu itu, malah sejak tiga hari sebelummya, seminggu lamanya dia di Bali. Sekarang dia sudah kembali ke Jakarta, dia ambil program pasca sarjana disana".
"Oo gitu, jadi menurut kamu bukan dia dalangnya? "
"Belum tentu juga Khal, bisa jadi dia bisa jadi bukan. Aku sih feelingnya bukan dia"
"Kan dia ada orang suruhan. Walaupun dia di luar kota bisa saja orang suruhannya bekerja. iya kan?" kata Khalid.
"Orang ini selalu tahu kemana Syafina pergi. orang suruhannya mengikuti dan mengawasi Syafina selama ini, aku bingung antara Marsha dan Jessica"
"Jessica?"
"Iya, Jessica sekarang bekerja di perusahaan Pak Andri wijaya, sebagai manajer keuangan. rupanya dia sepupu Arsya"
"Oo begitu ya, apa saja yang kau ketahui tentang dia"
"Dia belum menikah, dia pernah mendekati Arsya tapi kau tahu sendiri kan Arsya? "
Khalid mengangguk angguk.
"Jessica bisa di curigai, karena sudah dua kali dia gagal mendapatkan pria gara gara orang yang sama, yaitu Syafina"
Khalid menarik nafas panjang, dia mengetuk meja dengan jarinya.
"Jessica, orangnya memang keras. Apa yang di inginkannya harus didapatinya. Sifatnya hampir sama dengan Marsha, bedanya Marsha sangat manja sedangkan dia gadis yang mandiri" Khalid menuturkan tentang jessica yang diketahuinya.
"Sekarang Syafina harus dikawal oleh body guard dan seorang sopir kemana mana dia pergi, bahkan saat dia bekerja body guardnya harus menungguinya".
"Kamu benar Den, sebenarnya aku ingin menjaganya sendiri. Tapi itu tak mungkin. Soal pekerjaannya, aku berencana meminta Syafina berhenti bekerja"
"Apa dia mau berhenti kerja? "
"Belum aku bicarakan sama dia, nanti malam akan kubicarakan"
"Body guard sama sopirnya jadi nggak nih? aku sudah dapatkan bodyguard yang bagus"
"Tetap jadi, untuk menjaganya.. walaupun nggak kerja pasti dia sesekali ingin keluar juga"
"Oke, nanti akan aku cari lagi informasi tentang Jessica dan Marsha. aku suruh orang suruhanku mengikuti mereka."
"Aku yakin sama kamu Den, oya gimana kabar mama. aku belum sempat menjenguknya semenjak dia pulang"
"Kondisi mama sangat baik Khal, dia sangat berterimakasih padamu. Dia ingin bertemu kamu. "
"Nanti kalau ada waktu aku akan kerumah mama"
"Makasih semuanya ya Khal atas semua bantuannya untuk mama"
Khalid mengangguk, lalu menghabiskan jus jeruk hangatnya.
"Aku pulang ya Den, Syafina sudah pulang tadi. Dia pasti nungguin aku dirumah.
"Oke, aku juga mau pulang. Semenjak hamil Cintya nggak bisa lama lama jauh dariku,"
"Hahaha, rupanya begini penderitaan para suami ya, nggak bisa lama lama keluar? ". Khalid tertawa.
"Menderita tapi bahagia, hahaha"
****
__ADS_1