Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 45


__ADS_3

Syafina sudah di pindahkan ke ruang rawat inap, Khalid menunggui istrinya. Sementara Ibu Fatimah sudah diantarnya pulang.


Khalid telah selesai menyuapi Syafina makan, kemudian dia memberikan obat yang tadi diberi suster.


"Diminum obatnya" Khalid menyodorkan obat dan segelas air.


"Bang tanganku yang patah ini apa harus di operasi ya?"


"Abang belum tahu. Besok dokter bedah tulang masuk, kita tanyakan saja, ini kan kamu juga sudah diberikan obat untuk tulang"


"Bang, apa tadi dokter ada menjelaskan tentang kondisi anak kita? "


"Anak kita kuat Fin, tapi bundanya nggak boleh stress, harus banyak makan, jangan banyak gerak dulu"


"Bunda? " Syafina tersenyum mendengar kata kata suaminya.


"Iya, bunda. Atau mau dipanggil apa? "


"Bunda saja, bunda sama ayah" Syafina kembali tersenyum, dia menggenggam tangan suaminya.


"Bunda jangan banyak pikiran ya, biar anak kita sehat"


"Iya, asalkan ayahnya dekat bunda terus bunda nggak akan stress." Syafina lalu menyenderkan kepalanya ke dada suaminya yang duduk disebelahnya di atas tempat tidur.


"Kamu mau solat ?, bisa tayamum kan? Bagaimanapun kondisi kita solat jangan ditinggal ya sayang"


"Iya abangku", Syafina tersenyum manja.


Khalid mengambil mukena Syafina dari dalam tas, Syafina selesai bertayamum lalu Khalid membantu Syafina memakai mukenanya. Khalid mengarahkan tempat tidur kearah kiblat.


"Aku ingin kau jadi bidadari surgaku Fina" gumam Khalid dalam hati. Dia duduk di atas sofa mengawasi istrinya solat isya.


Setelah selesai Syafina solat, Khalid membetulkan kembali arah tempat tidur dan membereskan mukena Syafina. Lalu Khalid mengoles kaki Syafina yang sakit dengan salep pereda nyeri.


Tok tok suara pintu di ketuk dari luar. Khalid membukakan pintu


"Temannya Fina ya? " tanya Khalid.


"Benar bang, saya Renna boleh saya masuk? "


"Silahkan". Khalid mempersilahkan.


"Hei Ren, siapa teman kesini? " tanya Syafina.


"Sama Saiful, katanya dia nunggu di luar saja"


"Kamu piket sore tadi ya? "


"Iya, ini saya bawa barang belanjaan kamu tadi ketinggalan dimobil pak Arsya, dia menyuruhku ngantar kesini"


"Makasih ya, taruh saja di atas sofa." dalam hati Syafina tidak mengerti kenapa tas belanjaannya ketinggalan di mobil Arsya. "apa Arsya lagi yang ngantar aku tadi ya, bukannya pak Lukman?" Syafina bertanya dalam hati.


"Kondisi kamu gimana Fin", Renna menaruh tas belanjaan Syafina diatas sofa lalu dia duduk di kursi dekat tempat tidur Syafina.


"Aku baik baik saja kok, cuma tangan kananku sepertinya patah"


"Bayimu sehat Fin? "

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat Ren"


"Hemm udah ya Fin, aku nggak bisa lama. Aku pulang ya"


"Iya Ren, makasih ya".


"Aku pamit ya bang", Renna pamit dengan Khalid.


"Iya, makasih ya", Khalid lalu mengantar Renna keluar. Lalu dia kembali kedalam kamar dan mengunci pintu.


"Bang, tolong ambilin paper bag belanjaanku"


Khalid mengambil paper bag itu dan menyerahkannya kepada Syafina.


"Belanja apa tadi?"


"Beberapa baju, dan jilbab aku mau pake jilbab bang"


"Syukurlah, kamu pasti tambah cantik pakai jilbab"


"Biasa saja bang, semua wanita juga cantik kalau pakai jilbab"


Syafina mengeluarkan belanjaannya dari dalam paperbag, dan melihat satu satu.


"Lengkap, nggak ada yang jatuh. Oh ya bang, memangnya tadi Arsya yang ngantar aku kerumah sakit? "


"Hehmm" Khalid mengangguk.


"Kok bisa ya, tadinya aku kira pak Lukman yang mengantarku"


"Abang juga nggak tahu ceritanya, abang sampai disini tadi Arsya yang menungguimu"


"Sudahlah, kamu nggak salah. Abang yang harusnya minta maaf, seharusnya abang jagain kamu"


"Nggak apa apa bang, yang penting aku selamat"


"Sekarang sayangku istirahat ya". Khalid mendekati istrinya dan mengelus elus rambut istrinya. "tidurlah", Khalid mencium pucuk kepala istrinya.


"Bang jangan bilang dulu sama mama dan papa kalau aku sakit, aku takut mereka cemas, nanti mereka kesini malam malam."


"Iya sayang, tapi mereka juga harus tahu. Besok abang kasih tahu mereka ya"


Syafina mengangguk, lalu dia berusaha untuk tidur.


****


Roby terus mengikuti kemana Sherina pergi, ternyata Sherina memarkirkan mobilnya di depan sebuah club malam.


"Ada apa Sherin kesini, apa dia sudah sering kesini"


Roby memutuskan untuk memantau Sherina dari jauh.


Dilihatnya Sherina menghampiri dua orang pria, sepertinya mereka sudah janjian bertemu disana. Terlihat mereka mengobrol. Salah satu laki laki itu menawari Sherina minuman keras. Sherina menolaknya.


"Syukurlah sherin menolaknya", Roby terus memantaunya dari kejauhan.


Sherin terlihat memesan minuman bersoda.

__ADS_1


"Apa yang mereka bicarakan ya?" Roby mendekat. Tapi kebisingan suara musik ditempat itu membuat Roby tak dapat mendengar pembicaraan mereka. Lama Roby berdiri di tempat itu, sudah tiga puluh menit.


"Berapa lama Sherin disini, apa aku pulang saja dahulu"


Roby memutuskan pulang lebih dahulu, sebelumnya dia mengirim pesan kepada Sherin.


"Sher, aku sudah pulang kamu dimana. Ini sudah malam pulanglah"


Tak lama Sherin membalas


"Aku dirumah temanku, sebentar lagi aku pulang"


"Kenapa dia bohong ya, nanti akan kutanyakan dirumah"


Roby lalu segera pulang lebih dahulu, sesampainya dirumah dia segera membersihkan dirinya dan menunggu Sherina di kamar.


Sekitar tiga puluh menit Roby sampai dirumah Sherina pun sampai. Roby membiarkan Sherina berganti pakaian dahulu. kemudian Sherina ke kamar mandi. Roby menunggunya duduk diatas sofa. Setelah dari kamar mandi Sherin berbaring di tempat tidurnya.


"Kamu tidur diluar saja malam ini" Kata Sherin.


"Kenapa begitu, sampai kapan kita begini Sher?"


Sherina diam saja, Roby kesal dengan sikap istrinya ini. tapi dia berusaha bersabar.


"Tadi kamu kemana, apa benar dari rumah temanmu? "


"Kan sudah ku bilang dari rumah teman"


"Ketika lewat sepertinya tadi aku lihat mobilmu di parkir di sebuah klab, kenapa kamu kesana?"


"Kamu salah lihat mungkin, banyak mobil yang sama dengan mobilku"


"Aku nggak salah lihat aku hapal nomor polisinya"


"Jadi kamu nguntit aku ya"


"Tidak, aku kebetulan lewat sana"


"Aku ketemu kawan kawanku disana"


"Sher, aku itu takut kau kenapa kenapa. Disana banyak laki laki, aku takut mereka berniat jahat padamu"


"Kamu lihat aku baik baik saja kan, ? lagian aku sudah kenal semua mereka disana"


"Kamu sudah kenal sama mereka?"


"Ehmm, maksudku aku kenal sama temanku yang kutemui tadi, ngapain juga aku ketemu sama orang yang nggak aku kenal"


"Baiklah tapi kamu jangan kesana lagi. Nggak baik wanita main disana".


"Ah sudah lah aku mau tidur, kamu tidur di luar saja"


"Oke," Roby lalu keluar dan tidur di sofa ruang tamu.


"Pasti ada yang disembunyikan Sherin, Semua temannya aku tahu tapi mereka bertiga tadi itu baru sekali aku melihatnya, akan kuselidiki apa urusan Sherin dengan mereka".


****

__ADS_1


Jangan lupa jempol manisnya 😍


__ADS_2