
Syafina sudah janjian sama Reyhan dan Dendi di Cafe Bella, malam tadi Reyhan mengirim pesan bahwa ada hal penting yang harus disampaikannya. Sekarang dia bersama Jody sedang menuju Cafe Bella, banyak hal yang harus mereka bicarakan.
Dua minggu yang lalu setelah Khalid diperbolehkan pulang, Dendi menugaskan Ridho dan Heru tetap menyelidiki Sherina. Reyhan mengetahui pembicaraan Dendi dan Ridho, akhirnya dia menawari diri membantu menyelidikinya karena dia sudah berjanji akan membantu Syafina.
Tiga hari yang lalu beredar foto Khalid dan Sherin, suatu hal yang ditakutkan Syafina selama ini terjadi. Walaupun sudah ditahan Sherina tetap menjalankan akal liciknya.
Sekarang semua orang sudah tahu bahwa Khalid mantan pengusaha sukses melakukan perbuatan yang bejat dan menghamili adik angkatnya sendiri. Semua itu dilakukan Sherin agar Khalid bertekuk lutut meminta maaf padanya dan bersedia menuruti maunya. Tapi sayangnya Khalid tak melihat berita dan foto itu yang hanya beredar di sosial media. Karena Khalid tidak pernah lagi memegang gadget, Syafina memang melarangnya karena Khalid memang masih sering pusing.
Sherina pun tidak mengetahui kondisi Khalid yang lupa ingatan. Karena dia belum pernah bertemu dengan Khalid semenjak Khalid sadar dari komanya dan dioperasi di rumah sakit kota D kala itu.
Syafina sangat takut Khalid mengetahui berita tentang foto dirinya yang beredar, karena dia takut kondisi kesehatan suaminya akan memburuk. Dan akhirnya Dendi berhasil menghubungi pihak yang memuat berita itu untuk menghapusnya. Tapi orang orang sudah terlanjur mengetahui berita itu, dan terlanjur berpikir negatif tentang Khalid.
Mereka berempat sampai disana bersamaan. Syafina, Jody, Reyhan dan Dendi duduk di bangku paling pojokan.
"Ada perkembangan apa kak Rey? "
"Malam tadi pak Ridho melihat seorang laki laki menjenguk Sherin, dan pak Heru juga sudah menyelidiki ternyata Sherin selama ini sering mentransferkan uang pada seseorang"
"Seorang laki laki, apa dia Roby? "
"Hmm, Fina dengarkan dulu, sekarang Heru dan Ridho sedang mengikuti laki laki itu, malam tadi laki laki itu menginap disalah satu hotel dikota ini. Sebelum ini Sherin sudah sering mentransferkan uang ke rekening milik laki laki itu. Kamu tahu siapa laki laki itu? "
"Ayolah kak Rey, aku tak bisa menebaknya"
"Anton, manajer restoran bunda dikota C. Kemungkinan Anton menutup sesuatu tentang kejadian malam itu, dan Sherin memberinya uang tutup mulut" Akhirnya Dendi yang menjawab pertanyaan Syafina.
"Pak Anton? "
"Iya Fin, tak kusangka orang yang bekerja dengan Khalid bertahun tahun ternyata tega berkhianat." ujar Dendi.
Tert tert ponsel Reyhan berbunyi
"Maaf aku angkat telepon dari pak Ridho, mungkin ada kabar darinya." Lalu Reyhan berbincang dengan serius dengan Ridho ditelepon. Syafina, Dendi dan Jody diam saja agar Reyhan tidak terganggu. Sekitar sepuluh menit mengobrol Reyhan mengakhiri sambungan teleponnya.
"Ada kabar baik, Heru dan Ridho berhasil menculik Anton. Dan Sebelumnya Heru juga sudah menculik anak dan istrinya Anton."
"Ya Allah, apa pak Anton yang menjebak bang Khalid? "
"Bisa jadi, yang jelas dia dan Sherin bersekongkol. Aku permisi harus ke tempat yang diberitahukan Pak Ridho barusan. Kalian tunggu kabar dariku"
__ADS_1
"Iya kak, hati hati ya" kata Syafina cemas. Dalam hati Syafina bertanya tanya apa rahasia yang diketahui Anton sehingga Sherina memberinya uang tutup mulut.
Reyhan mengangguk lalu dia keluar dari Cafe Bella, menstarter motornya dan menuju tempat yang diberitahu Ridho.
"Fin, adalagi yang harus aku beritahu. Dan kau mungkin akan terkejut mendengarnya"
"Apa itu mas ? "
"Aku dan Yulia sudah berjuang keras menyelamatkan saham MK Group. Dan kau tahu akhir akhir ini banyak sekali kejadian, belum lagi investor yang tidak jadi menjalin kerja sama karena melihat foto Khalid dan Sherina beredar. MK Group telah hancur Fin, aku gagal. Padahal Khalid telah berpesan padaku untuk bekerja keras untuk MK Group karena banyak anak istri karyawan yang makan dari sana. Khalid tak akan memaafkan aku" Dendi kelihatan sangat menyesal matanya berkaca kaca.
"Yang penting kamu telah berjuang mas, bang Khalid pasti akan mengerti, dia orang baik"
"Iya Khalid orang yang berhati baik dan berjiwa besar. Tapi kau tahu tidak Fin, siapa dibalik kehancuran MK Group?, dia Arsya"
"Arsya, benarkah dia sejahat itu ?" Syafina sebenarnya tak percaya apa yang didengarnya.
"Aku tak tahu Fin, apa karena dia dendam sama Khalid atau dendam sama kamu"
"Dendam ? apa iya.. Aku harus menemuinya. Tapi temani aku menemui Sherin dulu ya Jo"
"Iya Fin, siap".
"Iya nanti ku sampaikan".
Jody lalu mengantar Syafina ke lembaga pemasyarakatan, dimana Sherina ditahan. Ketika melewati selasar Syafina melihat Sorang laki laki yang dikenalnya.
"Itu Roby, Jo. Ayo bersembunyi"
"Ada apa Fin? "
"Laki laki itu Roby, mantan suami Sherin dia pasti akan menjenguk Sherin. Aku harus mendengar pembicaraan mereka berdua. Tapi bagaimana caranya ya?"
"Serahkan padaku, Mereka berdua tak mengenali aku. Kau kembali saja ke dalam mobil. Tunggu disana".
Syafina lalu berjalan kembali kedalam mobil, dan Jody melancarkan aksinya.
***
Roby duduk menunggu Sherina, dia menyimpan rindu pada wanita mantan istrinya itu. Dia memang sangat mencintai Sherina, tapi kondisi dan harga diri sebagai seorang laki laki harus membuat dia menceraikan Sherina.
__ADS_1
Seorang sipir wanita menggiring Sherina, Roby terkejut melihat kondisi Sherina yang sangat kurus dan bentuk Fisiknya berubah.
"Sherin, apa kau baik baik saja? "
"Bagaimana mungkin aku bisa baik baik saja, jangan mengejekku"
"Aku tak mengejek, Sher apa kau benar benar hamil seperti di berita itu ? "
"Benar"
"Apa itu anak.. "
"Ini anak Khalid" Sherina cepat cepat memotong pembicaraan Roby.
"Sherin, bisa jadi itu anakku"
"Hhh, mana mungkin. Siapa yang duluan itulah yang punya bayi ini".
"Tapi kenapa Khalid tak mau menikahimu, malah menjebloskan kamu kepenjara"
"Bukan dia yang menjebloskanku, tapi Syafina. Dasar wanita laknat"
"Istigfar Sher, yang salah itu kamu. Bertobatlah jangan kau menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau buat sendiri"
Dalam hati Roby merasa sangat iba dengan wanita didepannya ini, apalagi wanita itu hamil dan siapa tahu anak dalam kandungannya adalah anaknya. "
Flash back on
Malam ketika Sherina dinyatakan korban perkosaan oleh dokter diklinik, Roby
memaksa Sherina ikut dengannya. Dia tahu pasti Sherina telah memanfaatkan Khalid yang malam itu sedang mabuk, dia tahu istrinya itu sangat licik.
Sesampainya dirumah, Roby mendorong istrinya dengan kasar keatas tempat tidur. Dia sangat marah dan kesal, selama ini dia bersabar menunggu istrinya mau melayaninya. Tapi malah istrinya memberi keperawanannya kepada orang lain. Dia tak yakin Sherin diperkosa, tentu saja hal itu terjadi karena Sherin memang mau.
Roby memaksa Sherin, dan dia sendiri juga memperkosa istrinya malam itu berkali kali. Memperkosa istri?, ya memang. Karena istrinya tidak mau melayaninya, terpaksa dia memperkosanya. Tapi Roby tetap melakukannya dengan cinta hanya sherin saja selalu memberontak membuat Roby semakin emosi.
Flash back off
****
__ADS_1