
Khalid dan Syafina telah kembali ke homestay, sekarang mereka berdua duduk berhadapan dikursi teras dibatasi oleh meja kecil, Syafina dan Khalid saling menatap. Tak ada yang mau membuka Suara.
Seseorang memecah keheningan diantara mereka, seorang ojek online mengantar makanan pesanan Khalid. Tadi memang Khalid telah memesan makanan melalui GoFood. Khalid berdiri menerima pesanannya, dan membayarnya.
"Ayolah makan, ini sudah jam 12 siang"
Syafina berdiri dan mengikuti suaminya yang sudah masuk terlebih dahulu, Khalid lalu menghidangkan makanan itu di meja makan. Karena lapar mereka lalu makan dengan lahap. Setelah makan Syafina ngeloyor masuk kedalam kamar. Khalid menyusulnya.
"Kamu kenapa sih Fin, marah ya abang mukul Arsya?"
"Nggak"
"Lah terus kenapa diam dari tadi? "
"Bang, abang itu kenapa sih nggak bisa percaya sama Fina. Abang selalu pikir aku senang mendapat perlakuan konyol Arsya".
"Ehmm, bukan gitu Fin,"
"Abang pikir aku senang dinyanyiin lagu, senang dikasih bunga. Sudah tahu Arsya mau bikin kita ribut, kenapa abang mudah sekali terpancing emosi"
"Maaf, tadi abang benar benar emosi. Abang harus bagaimana ini biar dapat maaf kamu? "
"Hh, capek aku bang. Aku tak mau lagi ribut"
"Benaran tak mau lagi ribut? "
"Iya, siapa juga yang mau rumah tangganya ribut mulu"
"Kalau gitu maafin suamimu, jangan sebut sebut masalah Sherina, dan jangan kabur kabur lagi. Abang juga tak akan sebut sebut Arsya lagi. Kalau Arsya bikin ulah, abang sebisa mungkin akan cuekin dia."
"Oke kalau gitu pijitin lagi, pinggangku juga pegal"
Dengan senang hati Khalid melaksanakan tugas dari istrinya, dalam pikirannya timbul ide licik ingin menjahili istrinya.
"Nau pijat plus tidak? "
"Nggak, yang biasa saja. Aku nggak kuat bila di pijat keras keras"
"Siapa yang mau pijat keras keras,,?"
"Katanya pake plus" kata Syafina dengan polosnya.
"Hhh ini benaran nggak ngerti aku kasih kode atau pura pura nggak ngerti sih?" gumam Khalid dalam hati.
Khalid lalu dengan sengaja menyentuh bagian bagian sensitif Syafina.
"Adaaww, anakmu kok nendang kuat banget ya bang? " Syafina menoleh pada suaminya.
"Masa sih, sakit ya? " Khalid memegang perut Syafina.
"Iya sakit banget"
"Hmm namanya juga anak cowok, main bola kali dia di dalam" komentar Khalid dengan wajah serius.
"Hhh" Syafina memutar bola matanya.
"Bukan main bola, itu reaksi dia nggak suka bundanya di jahilin"
"Maaf ya nak, ayah nggak jahilin bunda cuma mau main main bentar saja sama bunda". Khalid tersenyum mengedipkan matanya kepada Syafina. Membuat Syafina bergidik ngeri.
__ADS_1
****
Sherina benar benar kesusahan, beberapa hari ini dia hanya minum susu hamil rasa cafucino saja. Hanya aroma kopi yang dia sukai. Nasi sama sekali tak disentuhnya. Fatimah ikut cemas melihat kondisi Sherina.
Sebenarnya ada keinginan Sherina yang sangat besar, dia ingin bapak dari anaknya yang memasak atau menyuapi makanan untuknya.
"Sherin, cicipilah sedikit. katanya tadi kamu ingin kwetiau goreng. Sudah dibelikan nggak kamu sentuh sama sekali" Fatimah memandang iba kepada Sherin yang terlihat pucat.
"Aku ingin papa dari anakku yang memasak dan menyuapiku"
"Ehmm, baiklah. Ibu akan suruh Khalid pulang hari ini juga."
"Ibu, jangan"
"Kenapa jangan, dia harus tanggung jawab"
"Biarlah dia berlibur bu, kasihan dia" Sherina merasa tadi dia keceplosan ingin disuapi papa dari anaknya.
"Tapi kamu juga butuh perhatian dari Khalid" Fatimah lalu menelpon Khalid.
"Assalamualaikum bu"
"Wa alaikumsalam, Khalid bisa kamu pulang hari ini? "
"Tapi aku liburnya seminggu bu, Ini baru saja 4 hari. "
"Sherina sakit, dia tak makan apapun, dia ngidam ingin kamu yang masakin dia, nyuapin dia"
"Apaa? hhh Syafina saja tak seperti itu"
"Wanita hamil itu beda beda keinginannya Khal, Syafina mungkin jadi lebih mudah ngambek dan cemburuan kalau Sherina lain lagi"
"Nggak bisa hari ini? "
"Tidak bisa, maaf bu Syafina menungguku" Khalid menutup Ponselnya.
"Cck ada ada saja, istriku saja tak semanja itu" Khalid berdecak kesal. Lalu dia mengetuk pintu kamar mandi.
"Fin bukain pintu"
"Belum selesai"
"Bukalah, ada yang mau abang omong sebentar" Khalid mengetuk pintu bertubi tubi.
Syafina lalu membuka pintu dan menjulurkan kepalanya keluar, melihat kesempatan itu Khalid segera nyelonong masuk.
"Hei, ngapain masuk?"
"Mau mandi"
"Tunggu aku selesai"
"Mau mandi sama sama"
"Apaaaa" Mata Syafina terbelalak, ekspresinya lucu sekali karena rambutnya dipenuhi busa sampo.
"Hahaha" Khalid tertawa terkekeh melihat ekspresi wajah Syafina yang terkejut.
Sementara Syafina malu malu dengan kondisinya apalagi karena perutnya yang membuncit. Diambilnya handuk untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"Kamu belum selesai mandi, bersihin busa sampo di rambutmu. Kalau tidak aku saja yang mandikan"
"NO, aku bisa sendiri. Awas saja kalau berani mandiin" Syafina mengancam dan menjelitkan matanya.
"Pemarah sekali, apa ini yang di bilang istilah hamil Harimau? " Khalid bertanya dalam hati. Tapi tentu saja dia tak peduli dengan ancaman Syafina. Kalau dia ingin mandi bareng ya harus mandi bareng.
****
Seminar tentang penanganan bayi baru lahir dengan berat badan lahir sangat rendah sudah berakhir. Peserta seminar sudah kembali ke kamar masing masing, tak ada yang langsung pulang karena mereka akan melanjutkan wisata di Syanaya resort.
Beberapa orang yang duduk dilobi melihat kearah Arsya dan berbisik bisik. Arsya menyadari hal itu Karena sedari tadi ada beberapa orang yang memandang aneh padanya. Arsya mendekati resepsionis.
"Mbak, apa Ada yang aneh pada saya? "
"Tidak tuan"
"Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu"
Resepsionis itu mengangguk. Arsya berjalan menuju kamarnya. Sampai di kamar Arsya membuka sepatu dan jas nya. Dia lalu berbaring melepas lelah, lalu Arsya membuka ponsel pintarnya.
"Apa ini, kenapa ada banyak fotoku dan Khalid?"
"Dasar wartawan bikin berita nggak jelas"
Berita yang berjudul "Pemilik Syanaya Resort adu jotos dengan seorang pengusaha" didalam berita itu dijelaskan bahwa, pemilik Syanaya resort diserang dengan tiba tiba oleh seorang pengusaha berinisial M K, penyerangan di duga karena M K cemburu karena A W pemilik Syanaya resort mengirim buket bunga pada istri M K yang berinisial S A. Cemburu itu berawal sejak malam sebelumnya A W juga menyanyikan sebuah lagu romantis untuk S A di restoran milik A W. A W telah mencintai wanita yang telah bersuami.
"Sok tahu, dikit dikit jadi berita" Arsya lalu menelpon pihak yang menerbitkan berita itu, dia bicara panjang lebar Meminta berita itu segera di hapus.
****
Khalid dan Syafina berjalan beriringan mereka berjalan di sekitar komplek homestay saja.
"Kita duduk disana bang" Syafina menunjuk sebuah bangku taman yang kosong. Dia mendahului suaminya duduk disana, Khalid menyusulnya. Syafina seperti biasa duduk dengan menyenderkan kepalanya di bahu suaminya. Mereka berbincang bincang ringan.
"Eh itu Khalid kan, itu berarti istrinya Syafina Almaira. kenapa malam tadi kita nggak menyadarinya ya? "
Syafina dan Khalid saling berpandangan heran mendengar dua orang perempuan menyebut nama mereka.
"Mereka sudah tahu aku Syafina Almaira bang"
"Darimana mereka tahu? "
Syafina mengangkat bahunya menandakan tak tahu. Sepasang kekasih lewat dihadapan mereka.
"Eh pak Khalid ya, ini istri bapak Syafina Almaira ya, cantik. Pantasan" ujar perempuan yang bersama pacarnya itu. Lalu dia berlalu meninggalkan Khalid dan Syafina yang kebingungan.
Khalid dan Syafina menyadari orang orang disekeliling mereka memandang mereka sambil berbisik bisik.
"Hmmm, ini gara gara abang nyerang Arsya tadi pagi. Jadi ketahuan kan aku Syafina Almaira."
"Jadi abang yang salah nih? "
"Abang sama Arsya sama sama salah, kalian itu ngeselin banget"
Khalid menarik nafas panjang "hh katanya tak mau ribut lagi"
"Aku nggak mau ribut abang, ayolah kita pulang saja. Aku ngeri lihat pandangan mata mereka" Syafina berdiri khalid mengikutinya, lalu mereka berjalan kembali ke homestay mereka.
****
__ADS_1