
Di tengah kesibukan pesta Khalid merasa tidak betah karena sudah lama sekali dia tak menghadiri pesta seperti ini. Suasana pesta membuat dia merasa risau. Setelah acara pembukaan Fatimah Glow Clinic selesai ternyata Angel mengadakan pesta. Khalid mengira hanya acara makan bersama tapi ternyata pesta gemerlap yang di iringi music seperti di club. Sementara ibu Fatimah di ajak oleh pak Yos dan Bu wilona bersilaturrahmi kerumahnya. Acara pesta itu diadakan di sebuah hotel milik pak Yos sendiri.
Angel dengan gaunnya yang berwarna hitam yang ketat dengan belahan yang memperlihatkan pahanya. Wanita itu mendekati Khalid untuk mengajak berdansa saat Khalid sedang duduk di bangku sendirian.
Angela menarik tangan Khalid, mengajak Khalid berdiri.
"Ayolah Khal, nikmati malam ini"
"Maaf Angel, aku disini saja" Khalid menolak.
"Ayolah" Angel mempererat pegangan tangannya pada lengan Khalid.
"Aku tidak terbiasa dengan pesta seperti ini Angel" Khalid menarik tangannya dari genggaman Angela. Tapi dia berbicara cukup pelan karena tak ingin kasar.
Seorang pelayan berjalan melewati mereka membawa nampan berisi minuman, Angela mengambil dua gelas minuman itu. Maksudnya untuk dirinya sendiri dan Khalid.
"Khalid jika kamu tak mau berdansa, setidaknya temani aku minum" Angel menyodorkan segelas minuman kepada Khalid.
"Ayolah, ini bukan minuman keras. Tak ada minuman keras di pesta ini". Angel menyodorkan minuman itu lebih dekat kepada Khalid. Akhirnya Khalid menerimanya. Lalu Angel duduk diatas sofa yang berada di dekatnya.
"Duduklah disini temani aku, kau juga tidak ada teman kan. Sherin disana berdansa dengan temannya"
Akhirnya Khalid duduk disamping Angela, dan dia duduk menjaga jarak dengan Angel.
"Ibumu mungkin sedang bernostalgia dengan mama dan papaku, kau disini saja dulu" kata Angel.
"Mungkin satu jam lagi aku akan mengajak ibuku pulang" ucap Khalid.
"Hei, biarkan saja ibumu mengobrol dengan mama dan papaku, lagi pula kau lihat Sherina nampak bahagia sekali, jarang sekali aku lihat dia begitu." Sherina terlihat berdansa dengan teman perempuannya, sesekali dia melihat kearah dimana Khalid dan Angel duduk.
"Okelah, tapi aku benar benar tak bisa lama lama disini, aku merasa agak pusing dan panas disini".
"Kau bisa beristirahat, bisa ku antar" Angela menawarkan diri.
Khalid menggeleng, dia menghabiskan minuman dalam gelas yang dipegangnya. Khalid menyenderkan kepalanya yang agak pusing ke sandaran sofa. Dia memejamkan matanya. Sherina yang dari jauh melihat Khalid yang sepertinya tidak enak badan.
"Aku kesana ya" Kata Sherina kepada kawannya. Sherina lalu mendekati Khalid dan Angel yang sedang mengobrol.
"Ada apa bang, kau sepertinya nggak enak badan"
"Iya Sher, aku ingin istirahat saja"
"Biar aku antar, disini banyak kamar. Nanti kau bisa tempati salah satunya" Angela menawarkan diri.
Angela dan Sherina saling berpandangan sejenak.
"Aku ingin istirahat di Restoran milikku saja," Kata Khalid, dia merasa sangat mengantuk.
"Tapi bang Khalid, disini lebih dekat. Kamu bisa lebih cepat istirahat" Angela masih berkeras. Tapi Khalid bergegas berjalan meninggalkan tempat itu.
Ketika sampai di lantai dasar Khalid terjatuh di depan meja resepsionis. Sherina yang mengikutinya dari belakang segera menangkapnya.
"Bang, berbahaya jika kau mengemudi sendiri. Biar ku antar" Sherin menawarkan diri.
Seorang resepsionis melihat mereka.
"Pak biar diantar sama mbak itu saja, sepertinya bapak tidak sehat" kata resepsionis itu.
__ADS_1
"Ayolah, mana kunci mobilmu? " Sherina menarik tangan Khalid.
Khalid menyerahkan kunci mobilnya kepada Sherina, Sherina membimbing Khalid berjalan.
Angela yang baru sampai di lantai bawah melihat dari kejauhan Khalid dan Sherina sudah masuk kedalam mobil, dia merasa sangat kesal karena tidak bisa berduaan dengan Khalid.
Sherina yang menyetir mobil, dia melirik Khalid yang kelihatan berkeringat.
"Kamu kepanasan,? "
Khalid mengangguk, dia memang kepanasan. Sherina tak menyalakan AC.
Sherina lalu mengambil air mineral dari dalam tas nya, dan memberikannya kepada Khalid.
"Minumlah ini, apa mungkin ada yang mencampur obat ke dalam minumanmu? " tanya Sherina.
"Entahlah, mungkin saja. Cepatlah Sher aku ingin segera istirahat"
Sherina mempercepat laju mobilnya, nafas Khalid terlihat terengah engah dia bertambah gerah. Akhirnya mereka sampai direstoran Bunda milik Khalid yang berada di Kota C.
Sherina bergegas keluar dari mobil dan menghampiri dua orang pelayan di dalam restoran. untuk minta bantuan pelayan itu mengangkat Khalid yang sudah setengah tertidur.
Dalam kondisi setengah tertidur Khalid masih mampu berpikir.
"Obat apa yang dicampur Angel kedalam minumanku, ya Allah lindunguilah hambamu"
"Kenapa pak Khalid ? "
"Dia sepertinya mabuk berat, tolong angkat dia ke Kamar istirahatnya"
Dua orang pelayan itu mengangkat tubuh Khalid, sementara Khalid sudah tertidur. Sebenarnya dia mendengar suara pelayan itu tapi dia membiarkan saja pelayan itu mengangkatnya. sementara Sherina menyusul dari belakang.
****
Syafina berada dalam kamarnya sendirian, duduk diatas sofa. Dia memikirkan beberapakali pertengkaran antara dia dan suaminya akhir akhir ini. Semua terjadi karena kesalah pahaman.
Tadi Syafina sudah ketemuan dengan Viana. Dia berharap Viana bisa membuat Arsya jatuh hati dan melupakan dirinya. Dengan begitu akan berkurang kesalah pahaman antara dia dan suaminya.
Syafina menatap Foto pernikahannya dengan Khalid yang terpampang di dinding diatas tempat tidur mereka. Terlihat di foto itu Syafina seperti memaksakan senyuman sementara Khalid terlihat tersenyum sangat manis.
"Maafin Fina bang, sebulan lamanya aku tak memberikan hak mu, dan sampai saat ini pun aku masih saja jadi istri yang bawel buat kamu".
Syafina merasa bersalah sudah dua minggu ini Khalid tak mendapatkan haknya sebagai suami, awalnya memang karena Syafina sakit tapi setelahnya syafina merasa sangat kesal karena ada saja wanita yang cari perhatian suaminya itu. Angel. Sekarang Suaminya pun pasti sedang bersama Angel pikir Syafina.
"Moga saja ibu bisa menghalangi Angel yang mendekati Suamiku" gumam Syafina. Lalu dia kekamar mandi untuk berwudhu karena waktu sholat Isya sudah tiba.
pukul 20.00 Setelah selesai solat Isya Syafina berdoa "Ya Allah Lindungilah suamiku, permudahkan urusannya, kuatkanlah imannya dan jagalah dia untukku dan anakku ya Allah. Peliharalah rumah tangga kami. Aamiin"
****
Fatimah yang sudah lama berbincang bincang mengenai banyak hal dengan Wilona merasa sudah waktunya untuk kembali kekota B pulang kerumah mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam Khalid dan Sherina belum mengabarinya.
"Ada apa Fat, gelisah aja? " tanya bu Wilona.
"Anakku belum ngabarin Wil"
"Paling juga tengah asik pesta, pestanya kan sampai tengah malam. Mulainya juga habis magrib tadi."
__ADS_1
"Tapi kami kan dari jauh Wil, kurasa sudah waktunya kami pulang. Aku telpon saja Khalid"
Fatimah mengambil ponsel dari dalam tas tangannya, lalu mencari kontak Khalid.
Lama nada sambung terdengar tapi tak di angkat oleh Khalid.
"Pasti lagi asyik nih pestanya. Wajar kalau istrinya cemburuan dia nya suka lupa diri kalau sama teman temannya"
Lalu Fatimah mencoba menelpon nomor Sherina.
"Nggak aktif" gumam Fatimah.
"Wil, bisa aku minta nomor ponsel Angel, nomor Sherina tidak aktif dan Khalid tak mengangkat telpon dariku"
"Iya, ini Fat" Wilona memperlihatkan nomor ponsel Angel.
Fatimah menelpon Angel, tak lama terdengar suara Angel di seberang sana
"Hallo dengan siapa ini? "
"Maaf Angel, ini tante ibunya Khalid, Khalid dimana ya? "
"Oh tante, Khalid tadi pergi sama Sherina tan, mereka nggak ngabari ya? "
"Nggak, jam berapa mereka pergi? "
"Sudah lama tan, sekitar jam 7.30"
"Oo, udah lama ya. Kemana mereka ada ngasih tahu nggak? "
"Hemm, sepertinya ke restoran milik bang Khalid tan."
"Makasih ya Angel, udah dulu ya"
"Iya tante, sama sama"
Fatimah merasa heran, kenapa Khalid dan sherina tak memberitahu kemana mereka pergi.
"Aneh, kenapa mereka nggak ngasih tau kalau ke restoran?" batin Fatimah dalam hati. Sebenarnya Fatimah juga ingin berkunjung ke restoran milik anaknya itu.
****
Syafina turun ke dapur untuk membuat susu hamil, biasanya Khalid yang membuatkannya. Tapi malam ini Suaminya belum pulang.
"Tumben abang nggak ngabari, biasanya di kantor atau kemanapun dia pergi pasti ngabari," ucap Syafina dalam hati.
Syafina duduk di kursi meja makan Fina meminum habis susu rasa vanilla yang di buatnya, lalu dia mengambil ponsel dari saku piyamanya dan menelpon suaminya.
"Kok nggak diangkat, apa dalam perjalanan ya?, tapi kan bisa menggunakan headset"
"Ya Allah moga saja tidak terjadi apa apa dengan suamiku" perasaan Syafina tidak enak.
Syafina kembali ke kamarnya, di dekat tangga dia berpas pasan dengan bi Lastri.
"Bi nanti kalau bang Khalid dan ibu sampai bukain pintu ya, mungkin bentar lagi mereka sampai."
"Baik nona" bi Lastri mengangguk.
__ADS_1
****