Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 40


__ADS_3

Sudah satu jam berlalu, Khalid belum juga kembali kerumah. Syafina penasaran apa yang dilakukan suaminya dirumah Sherin, bantuan apa yang dibutuhkan Sherin dari Khalid. Syafina yang sudah lama duduk diteras samping rumahnya kembali masuk kedalam rumah. Dia segera mandi karena sebentar lagi magrib.


Selesai mandi Syafina berbaring di tempat tidurnya menunggu adzan magrib sambil memainkan ponselnya melihat lihat story, tak sengaja melihat story Sherina "terimakasih abang yang selalu ada untukku" dengan Foto Khalid sebagai latarnya, dan satunya lagi video story disana Khalid menemani Sherina sepertinya di tempat praktek dokter.


"Abang nemanin Sherin ke praktek dokter?, kenapa nggak suaminya saja yang nemanin dia" ujar Syafina


Adzan magrib berkumandang, Syafina meletakkan ponselnya dan segera berwudhu, selesai berwudhu ternyata Khalid sudah sampai. Syafina solat terlebih dahulu, sementara Khalid mandi.


Setelah Selesai solat Khalid menghampiri istrinya, memeluk pundaknya. karena dia memang sudah rindu dengan istrinya, walaupun hanya pergi dua jam saja. Tapi Syafina menepisnya.


"Eh kenapa, nggak kangen apa sama suami?" Khalid bertanya heran. Khalid lalu duduk disebelah Syafina.


Syafina diam saja tak menanggapi.


"Kok diam, napa sayang? "


"Abang perginya kelamaan, kemana saja sih? " Syafina merengut.


"Ngantar Sherin ke klinik Medica"


"Kenapa nggak suaminya saja yang ngantar kan udah punya suami?" tanya Syafina.


"Suaminya nggak dirumah, jadi dia minta bantuan abang" Khalid menjelaskan.


"Kan dia bisa sendiri bang" tukas Syafina


"Fina kok gitu sih, Sherin minta bantuan ya abang bantu"


"Tambah manja saja ya Sherin sama abang"


"Fina jangan gitu dong sayang, sebenarnya abang tadi ragu juga mau ngantar Sherin. Tapi dia tadi sangat cemas, dia habis bertengkar dengan suaminya mungkin suaminya mendorongnya atau gimana dia terjatuh lututnya memar, kakinya yang terkilir kemaren kayaknya kambuh lagi. Jadi abang antar dia ke klinik" Khalid menjelaskan panjang lebar.


"Emang kenapa mereka bertengkar? "


"Abang kurang tahu, malas ikut campur terlalu jauh, kemaren juga waktu kamu terjatuh sebenarnya abang juga lagi nenangin dia yang lagi nangis, syok banget karena habis bertengkar dengan Roby, pipinya memar di pukul Roby.


"Ho gitu, rupanya itu penyebab hape kamu mati kemaren, lagi nenangin Sherin" Syafina berbicara dalam hati.


"Nggak kesal lagi sama abang?" Tanya Khalid


"Tentu saja !, aku mau makan.", Syafina melangkah keluar kamar duluan. Khalid menyusulnya dari belakang.


"Kenapa Fina akhir akhir ini sering ngambek, apa karena kehamilannya ? " tanya Khalid dalam hati.


****


Setelah makan malam Syafina bergegas solat isya dan tidur, dia belum mengantuk tapi dia berusaha memejamkan matanya. Sebenarnya karena ia menghindari suaminya. Khalid yang bingung akhirnya ikut ikutan berbaring disamping Syafina. Dia memeluk Syafina dari belakang, dan akhirnya dia tertidur sambil memeluk istrinya.


Sampai keesokan harinya Syafina tetap pelit untuk bicara dengan Khalid. Khalid menjadi heran dengan tingkah Syafina.


"Sudah dua hari ini Syafina libur, aturannya sangat menyenangkan kami bisa berduaan dirumah" batin Khalid.


Dua hari ini khalid sengaja pulang kerumah lebih awal untuk bisa bertemu dengan istrinya. Biasanya Syafina menunggunya di teras tapi hari ini tidak. Dikamar tidak ada, setelah ganti pakaian Khalid mencari Syafina.

__ADS_1


Syafina duduk di sofa ruang keluarga, dia sangat merindukan mamanya, sudah lama dia tak curhat sama mamanya. Lalu Syafina memutuskan untuk menelpon Saja.


Lama Syafina dan mamanya mengobrol, mereka curhat seputar perkembangan kehamilan Syafina.


"Jaga kesehatan ya Fin, mama doain cucu mama sehat, nggak sabaran mama gendongnya" suara mama zaenab terdengar girang.


"Ya ma, makasih doanya ma. Assalamualaikum" Syafina menaruh ponselnya di atas meja.


"Mama ya Fin" Khalid tiba tiba datang dan duduk disebelah Fina.


"Iya" jawab Syafina singkat.


"Ngobrol apaan tadi sama mama sampai senyum senyum ketawa "


"Cuma nanya kabar" Syafina malas untuk mengobrol dengan suaminya.


Khalid heran dengan tingkah syafina yang jadi nggak banyak bicara, dia ingin Syafina yang selalu banyak tanya, Syafina yang manja. Biasanya kalau duduk di sofa ini Syafina pasti senderan di bahunya atau tidur di pangkuannya. Belum juga satu hari Syafina bertingkah seperti ini, khalid sudah tidak tahan.


Khalid memutar otaknya bagaimana caranya agar Syafina kembali bermanja dengannya, agar Syafina kembali merengek minta sesuatu padanya.


"Fina keluar yuk, kemana gitu? "


"Nggaklah, lagi malas !"


"Bosan abang dirumah, atau kita masak masak saja yuk. Abang bantu" Khalid pikir ini ide yang bagus, pasti seru masak bersama istrinya.


"Nggak, capek".


"Mau makan apa, abang pesan". Khalid mengusap usap rambut Syafina.


"Kenyang, sudah makan".


"Syafina kenapa sayang, ada masalah ?" tanya Khalid lembut. Syafina menggeleng.


"Lah terus kenapa kok merengut saja dari malam tadi"


Syafina diam saja, "Urus saja Sherin tuh, antar ke klinik, temanin , Nina boboin sekalian. Aku nggak usah di ajak periksa hamilnya." Syafina berbicara dalam hati.


"Kamu masih kesal sama Sherin ? atau marah sama abang ?, kalau ada salah abang yang bikin kamu kesal, bilang sama abang jangan diam begini".


Syafina diam saja, entah kenapa dia jadi susah untuk mengatakan isi hatinya, dia ingin suaminya menebak apa yang dia mau, dia ingin suaminya peka dengan keinginannya.


"Ya sudah kalau nggak mau ngomong sama abang, abang mau keluar saja ke cafe Bella sudah lama nggak ketemu Arga", Khalid mengangkat kepala Syafina yang berbantal di pangkuannya perlahan, lalu menaruh bantal Sofa dibawah kepala Syafina".


Khalid berjalan mengarah ke pintu keluar, kemudian dia menoleh ke belakang, dilihatnya Syafina masih berbaring di posisi semula.


"Benaran nih dia nggak nahan aku main keluar?" batin Khalid.


"Fina, abang boleh kan keluar? "


"Pergi saja, cerewet amat. Nggak di bolehin pasti kamu bakalan pergi juga" Syafina akhirnya buka mulut.


"Kalau gitu abang nggak jadi pergi" Khalid mendekati istrinya kembali.

__ADS_1


"Pergi sana, aku nggak ngelarang kok. Aku mau istirahat !".


Khalid berpikir sejenak "Mungkin saja Fina memang lagi mau istirahat, nggak mau di ganggu" batinnya.


"Abang pergi sekarang, nggak lama kok"


****


Di cafe Bella Khalid mengobrol dengan Arga, dia menceritakan Syafina yang nyuekin dia.


"Jadi Fina sekarang nyuekin kamu? "


"Benar Ga, vivian pernah gitu nggak ? "


"Sekarang sih nggak lagi, dulu waktu hamil Vian sering juga nyuekin aku. Dia juga jadi lebih manja".


"Aku nggak masalah kalau Fina jadi lebih manja Ga, ini aku nggak ngerti maunya dia apa. Tapi iya sih dia lagi hamil"


"Ho Fina hamil, nah itu dia Khal wanita hamil itu memang susah di tebak keinginannya"


"Begitu ya," Khalid manggut manggut.


"Sudah berapa minggu hamilnya Fina? "


"Belum tau, awalnya kemaren setelah tespek aku ajak periksa katanya tunggu dua minggu lagi".


"Sekarang sudah berapa minggu sejak itu? "


"Sudah lebih dua minggu, kemaren waktu dia jatuh seminggu yang lalu kebetulan dia langsung usg, jadi kupikir nggak usahlah di periksa lagi lagian dia sehat sehat saja, nggak ada muntah"


"Kamu nggak nanya berapa minggu usia hamilnya?, dia kan perawat pasti ngerti cara menghitung usia hamil"


"Aku belum nanya"


"Nah salah besar kamu Khal, wanita hamil itu butuh perhatian. Dia suka kita tanya2 tentang kehamilannya. Beruntung istri kamu nggak muntah muntah, kalau Vivian sampai keluar semua isi perutnya dimuntahkan, dirawat juga dia".


"Aku lihat dia sering curhat seputar kehamilannya sama mamanya, jadi ya aku malas aja nanya, kan aku juga nggak ngerti".


"Nah ini nih salah kamu Khalid, nggak peka. Buruan pulang ajak istrimu periksa hamil".


"Apa iya dia pengen ditemani periksa hamil? "


"Iya, kalau awal hamil pasti itu yang diinginkannya, pengen suaminya nganterin dia kontrol, nemanin dia ngantri di ruang tunggu. aku sudah ngerasainnya Khal".


"Iya deh, aku pulang ya Ga, makasih ya" khalid buru buru pulang kerumahnya.


"Sekalian ajak belanja susu hamil, sama cemilan "


"Oke Ga, makasih!"


*****


Yang utang jempol 😁

__ADS_1


__ADS_2