
selepas sholat subuh hardian bersiap siap sarapan di resto hotel. dia hanya mengambil 2 buah roti diisi selai coklat dan segelas kopi panas. hardian senyum senyum sendiri teringat hari pertama setelah dia menikah kanaya membuatkannya segelas kopi yang rasanya pahit sekali karena lupa di beri gula, dan kanaya membuatkannya roti panggang yang gosong dan akhirnya mereka makan mie instan untuk sarapan karena mereka belum belanja. kanaya begitu susah payah belajar melayani hardian dengan tulus walaupun masih sangat sulit untuk dilakukan. hari demi hari mereka lewati tanpa masalah.
dddrrrttt......... dddrrrttt...........
hardian: aku bawain kamu sarapan
__ADS_1
kanaya: kamu dimana???
hardian: di deket booth selamat datang.
kanaya bergegas mencari hardian yang sedang menunggunya. tak sengaja kanaya menabrak arya yang sedang membawa soft drink dan tumpah di bajunya. "maaf nay aku ga sengaja" arya sibuk mengelap baju naya yang basah. kanaya juga sibuk membersihkan bajunya dan tak sempat menepis tangan arya yang membantunya. hardian memandang dari kejauhan dan merasa emosi melihat apa yang terjadi antara kanaya dan mantan kekasihnya. dengan kesal hardian menghampiri kanaya. kanaya terkejut melihat hardian menyingkirkan tangan arya dari bajunya, dan segera menarik tangan istrinya untuk menjauh.
__ADS_1
"harusnya kamu ga izinin laki laki itu nyentuh kamu" hardian memberikan tisu pada kanaya dan menyuruhnya membersihkan pakaiannya dari noda. "aku ga ngeh waktu dia ikut lap in baju aku" kanaya menuang air mineral pada tisu lalu diusapkan pada baju nya yang terkena noda. "mungkin aku ga seharusnya dateng dan ganggu kalian. ini sarapan buat kamu. klo ga suka kamu kasih orang lain aja." hardian meninggalkan kanaya yang terlihat kesal dengan kata kata suaminya itu. kanaya mengejar langkah hardian dan menarik tangan suaminya. "maksud kamu ngomong gitu apa?" hardian berbalik menjauh yang kemudian ditarik lagi oleh kanaya. "kamu salah paham". kanaya berlari meninggalkan hardian yang masih diam tak berkutik.
hardian merutuk dirinya sendiri. mungkin tak seharusnya ia dengan cepat mencintai kanaya. hardian cemburu melihat mantan kekasih kanaya hadir lagi dalam hidup istrinya. dia hanya sedang menunggu kanaya pulang dan meminta penjelasan tentang perasaan istrinya itu.
tok tok tok
__ADS_1
hardian segera berlari menuju pintu dan membukanya. kanaya masuk kamar dengan wajah lelah dan mata yang terlihat sembap. mungkin ia harus membiarkan istrinya untuk istirahat dulu dan menunda membahas tentang kejadian pagi itu.
"aku buatin teh ya" hardian menuju meja kamar hotel yang dilengkapi kopi instan dan teh celup. dengan cepat hardian membuatkan minum untuk istrinya. kanaya yang baru saja selesai mandi langsung menyeruput teh hangat buatan suaminya. "maafin aku mas" kata kanaya menatap hardian. hardian menoleh menatap balik istrinya. "kamu cape istirahat aja nay. aku udah gpp" hardian mengusap.punggung tangan kanaya. "mas aku janji ga akan berhubungan lagi dengan dia" kanaya menggenggam tangan suaminya. dia menarik tangan hardian dan menuntunnya ke balkon. kanaya ingin menikmati malam terakhirnya di kota lombok bersama suaminya. kanaya masih menggenggam tangan hardian sambil duduk di sisi suaminya. mereka menatap langit menikmati udara pantai dan mengusir rasa lelah hati yang mereka rasakan hari itu. "mas aku janji akan setia dengan pernikahan ini. menjaga nama baik kamu, mamah, papah, ayah dan bunda. bimbing aku jadi istri yang baik untuk kamu yaaa" kanaya menyandarkan kepalanya di bahu hardian. dengan lembut hardian mengusap rambut kanaya dan mengecup pucuk kepala istrinya. "mulai hari ini kamu boleh tidur diranjang bareng aku" kanaya tersenyum menatap mata suaminya. hardian mengangkat kepala kanaya dan mencium bibir istrinya dengan lembut dan disambut oleh kanaya. hardian menarik tangan kanaya mengikutinya ke ranjang untuk istirahat.