
tak terasa sudah 1 minggu lamanya kanaya dan hardian menikah. komunikasi mereka cukup baik selama menikah. mereka masih dalam waktu cuti pernikahan yang membuat mereka jadi lebih sering ngobrol walaupun masih belum intens. rasa canggung sudah tak terasa lagi diantara mereka karena memang mereka tak saling menuntut sebagai suami istri.
"mas weekend ini aku ada event di lombok. kemungkinan 3 hari." kata kanaya sambil mengunyah roti dimulutnya. "okeeee. nay sebenernya aku punya tiket PP untuk kita honeymoon. cuma aku ga tau ini bakal kepake apa ga." balas hardian menyodorkan amplop coklat pada istrinya. kanaya membuka isi amplop tersebut dan membacanya. "ini ga bisa ditunda mas perginya. keberangkatan hari kamis pulangnya hari minggu. kamu mau pake ini??" kanaya sibuk membaca tiket yang ada ditangannya. kanaya melirik kearah suaminya yang sedang menikmati kopi buatannya. "kamu mau kesana sama aku??? kerjaan kamu gimana??" hardian mengerutkan kening. "kerjaan ku hari sabtu doang. kamis jumat bisa buat dipake jalan jalan. lagian aku cuma mantau karyawan ku aja. lumayan mas tiketnya daripada mubazir hehehe." kanaya meyakinkan hardian yang masih berpikir. "okeeee nanti sore kita packing yaaa." hardian tetlihat antusias untuk perjalanannya kali ini. hardian berpikir mungkin ini waktu yang tepat untuk mereka bisa mengenal satu sama lain. karena hardian sadar pernikahan adalah ibadah terlama yang akan mereka jalani. tak ada niat untuk hardian menceraikan wanita yang sudah dipilihkan orangtuanya itu. walaupun hardian belum bisa membuka hatinya untuk kanaya. "eehh nay hotel gimana??? aku belum booking??" hardian menatap wajah istrinya yang seperti teringat sesuatu. "oooo iya yaaa. yaudah aku book di aplikasi online aja deh. 2 kamar yaaa??" hardian terkejut mendengar ucapan kanaya. "nay 1 kamar aja. apa kata orang nanti temen temen kamu karyawan kamu kalo liat kita pengantin baru pisah kamar?" kanaya melirik kearah hardian dan mengangguk menyetujui perkataan suaminya itu. "okeeee kalo gitu." hardian mengangguk dan menuju kamar mandi sementara kanaya sedang asyiiik berselancar di androidnya untuk mencari hotel yang sesuai kebutuhan mereka.
ddddrrrrttttt....... dddrrrrrrtttttt
__ADS_1
kanaya: hallo mah
mamah: hallo nay kamu lagi ngapain???? mamah telpon hardian ga diangkat???
kanaya: iya mah mas hardian lagi mandi. ada perlu mah???
__ADS_1
kanaya: alhamdulillah betah mah. sejauh ini masih aman. mah besok aku sama mas hardian mau berangkat ke lombok. ada kerjaan trus sekalian honeymoon.
mamah: okeeee nay kalian hati hati yaaaa. cepet cepet kasih mamah cucu yaaaa nak hehehehe
kanaya: heee iya mah
__ADS_1
"nay 1 koper cukup ga untuk baju kita berdua??" suara hardian memecah lamunan kanaya yang sedang sibuk memikirkan perkataan mertuanya ditelpon tadi. "hhhmmm eehh iya mas. 1 koper aja biar ga ribet. nanti tinggal beli tas buat simpen ole olenya." kanaya menghampiri hardian yang sedang memasukan baju bajunya ke dalam koper. "baju kamu ini kan biar skalian aku masukin" hardian mengambil setumpuk baju baju kanaya yang sudah ia siapkan di sisi ranjang. hardian tersenyum geli melihat pemandangan yang tak pernah ia liat sebelumnya yaitu pakaian dalam milik kanaya. "eehhh jangan aku aja nanti yang masukin. maluuu kan ada pakaian dalemnya" muka kanaya memerah. ia segera merebut pakaian dalamnya dan tanpa sengaja mata mereka saling bertemu. "nay nay udah suami istri masih aja malu" kata hardian menggoda istrinya. "iihh yaaa malu laaah" kanaya merungut manja. kanaya memutar channel tv sambil memainkan ponselnya "mas udah dapet nih di pinggir pantai. kebetulan ga jauh dari lokasi event aku." kata kanaya semangat sambil mengarahkan ponsel ke arah hardian. hardian mengangguk tanda setuju.