
Syafina bersama bi Lastri sedang berada di teras samping sedang merawat tanaman hias koleksi Syafina, Bi Lastri memberi pupuk dan menyirami tanaman hias itu.
"Rupanya kalian disini" Ibu Fatimah tiba tiba muncul.
"Eh ibu, bi Lastri lagi nyiramin tanaman bu"
"Banyak juga koleksi kamu Fina,"
"Iya bu, tapi kok kurang segar ya bu ?"
"Sudah pernah di beri serum? "
"Belum bu, beli dimana? "
"Coba kamu beri serum Fin, biasanya ada di jual di toko Nursery atau bisa di beli online, tanaman hias ibu segar segar loh Fin, daunnya mengkilap".
"Iya bu, nanti Fina coba beli online saja"
"Iya Fin, coba saja"
Mertua dan menantu ini memang sudah sangat cocok karena hobi mereka sama, sama sama pengoleksi tanaman hias.
****
"Dendi, besok jadwalku ke kota C dan kota D, kamu dikantor saja. Lusa nya kamu saja yang berangkat ke kota A."
"Baiklah, aku suruh Yulia menyiapkan bahan yang di butuhkan"
"Oke, sekalian kamu selesaikan bahan presentasi untuk besok pagi, itu kamu yang mempresentasikannya".
"Oke boss"
Tok tok
"Masuk" kata Khalid.
"Maaf pak, diluar ada bu Sherin dan seorang wanita" Yulia sekretaris Khalid memberitahu.
"Sherin, ada apa dia kesini ?, suruh masuk"
"Baik pak"
"Aku keluar ya Khal "
"Iya".
Dendi keluar dan Sherina bersama seorang temannya pun masuk kedalam ruangan Khalid.
"Sherin, Angel ada apa kalian kesini"
"Kok terkejut bang, aku sudah lama nggak mampir kesini. kebetulan lewat jadi kami mampir saja"
"Oo, gitu. Angel ikut juga.. Silvana mana, kok nggak ikut juga? "
"Dia ada acara organisasi dokter katanya" jawab sherin.
"Gimana kerjasama kalian? "
"Nggak ada masalah Khal, semua sudah jalan" jawab Angel.
"Syukurlah, kalian mau minum apa biar Yulia antar kesini"
"Nggak usah, gimana kalau kita rayain kerjasama kita diluar saja. Bentar lagi jam makan siang, kita makan diluar saja gimana?" Angel menawarkan.
"Emm gimana ya, aku sudah janji makan siang dirumah. Kalian saja yang pergi, kan itu kerjasama kalian berdua".
"Tapi nggak seru nggak ada abang, ayolah bang. Sekali ini saja pliss" Sherina merengek.
"Sherin, tapi ibu sama Fina nunggu abang"
"Kan bisa abang telpon kalau abang nggak bisa pulang makan siang, kok abang jadi takut sama istri sih? ".
"Mm, bukan begitu Sher.. "
"Ayolah bang Khalid, aku yang traktir, mau yaa" Sherin memasang wajah manja.
"Oke deh, abang beritahu Fina dulu ya".
Khalid memberitahu kalau dia tak bisa pulang makan siang dirumah, dia hanya mengirim pesan whatsapp saja.
"Ini sudah hampir jam 12 , kita berangkat sekarang saja yuk" ajak Sherin.
****
Di Aula sebuah hotel sedang di adakan acara pertemuan organisasi dokter.
__ADS_1
"Itu, Arsya. Aku samperin saja dia. Aku belum banyak teman di kota ini" kata Silvana.
"Hai Arsya, boleh aku duduk disini"
Arsya mendongakkan wajahnya, melihat siapa yang menyapanya.
"Silvana ya, silahkan duduk"
"Makasih ya" Silvana lalu duduk disebelah Arsya. sementara Arsya diam saja dan melihat lihat ponselnya.
"Ehmm, Sya. Kamu kerja dimana? " Silvana membuka pembicaraan.
"Aku kerja di rumah sakit umum, kamu dimana sekarang? "
"Aku baru selesai Aesthetic , sementara ini aku di Fatimah Glow clinic"
"Oo, rasanya aku pernah dengar. itu kamu yang mendirikan? "
"Bukan, milik Khalid"
"Muhammad Khalid? " tanya Arsya penasaran.
"Iya, kamu kenal? "
"Iya, kenal" Arsya mengangguk.
"Hmm, apa benar kamu selingkuh dengan istrinya? " gumam Silvana dalam hati.
"Maaf, kamu sudah berkeluarga Sya? "
"Belum, belum ada jodoh"
"Kamu pemilih amat, banyak sekali wanita yang mau sama kamu malah kamu cuekin. Mau cari wanita yang seperti apa sih ?"
"Kamu sendiri gimana, apa masih menunggu pacar SMU mu? "
"Hei, dia sudah menikah. Aku nggak mau jadi perusak rumah tangga orang."
Arsya tertegun sesaat mendengar ucapan Silvana.
"Maaf, aku nggak tahu" kata Arsya.
"Nggak apa apa, aku saja baru tahu kemaren, kan sudah ada pepatahnya mana ada pelakor berkah, jadi aku nggak mau hidupku tidak berkah"
"Bagaimana dengan dirimu Sya, apa kamu perebut istri orang? " Silvana bertanya dalam hatinya.
****
Khalid, Sherin dan Angel sedang berada di Restoran Bunda milik Khalid, tempat itu dipilih Angel, dengan alasan dia suka masakan disana.
Mereka memesan beberapa macam menu makan siang, dan minuman dingin.
"Aku ketagihan makan disini" kata Angel
"Tiap hari saja kamu kesini" jawab Sherina.
"Jauh, di kota C juga ada, sore nanti aku pulang ke kota C"
"Besok aku juga kesana, mau lihat restoran yang disana" kata Khalid.
"Oo benarkah, besok aku ajak kamu keliling keliling ya?" Angel tersenyum sumringah.
"Hmm, besok aku pasti sibuk" jawab Khalid.
"Aduh, aku keceplosan bilang mau ke kota C" batin Khalid.
Sherina memanggil pelayan yang lewat di dekat meja mereka.
"Ya, ada apa nona Sherin?"
"Tolong foto kami ya, dari sana pakai ponsel ini"
"Baik nona"
"Kenapa pakai foto segala?" tanya Khalid.
"Sebagai kenangan bang, nggak apa kan?"
"Hmm, " Khalid mengangguk ragu.
"Jangan jangan Sherina posting foto ini nanti di sosmed, Fina jadi ngambek lagi" batin Khalid.
"Jangan di upload ya? "
"Oke bang, jangan khawatir ".
__ADS_1
Pelayan itu mengambil beberapa Foto, Angel sengaja mendekatkan posisi duduknya dekat Khalid. Sementara Khalid merasa kikuk dengan tingkah laku Angel .
****
Syafina dan Khalid sedang menonton televisi di kamar, biasanya mereka menonton di ruang keluarga. Tapi tadi siang Khalid membeli televisi untuk dipasang di kamar mereka.
Syafina sedang menyetel remote televisi mencari acara televisi Favoritenya. sedangkan Khalid ngikut saja apa yang mau di tonton ibu hamil itu
Syafina menonton sinetron indonesia, tak terasa airmatanya menetes menonton sinetron itu.
"Kok nangis Fin? "
"Sedih bang, aku nggak bisa bayangkan kalau aku di posisi perempuan itu, suaminya di goda pelakor"
"Jangan berpikir yang tidak tidak Fina, nanti kamu stress nggak baik buat kehamilan kamu Fin"
"Iya bang" Syafina mengusap air matanya.
Tert ponsel Khalid berbunyi,
"Halo Sher, kenapa? "
"Bang, aku kirim foto tadi ke whats app abang ya? "
"Foto apa sher? "
"Foto yang tadi di restoran"
"Nggak usah dikirim, abang nggak perlu".
"Tapi sudah terkirim ini bang, barusan aku kirim. Coba lihat sudah masuk belum? "
"Oke, abang lihat", Khalid mematikan hubungan teleponnya.
"Apaan sih Sherin kirim kirim foto nggak penting" Khalid menggerutu.
"Kenapa bang, sherin kirim foto apa"
"Ini, foto di restoran tadi siang"
"Mana, kulihat? "
Khalid membuka Whatsapp, dilihatnya pesan masuk dari Sherina. Ada 5 foto yang terkirim dari Sherina.
"Sini" Syafina mengambil ponsel suaminya dan melihat foto itu.
"Siapa ini bang, enak ya tadi abang makan siangnya?, pakai foto foto segala? "
"Hmm, Fin. Abang nggak tahu kenapa tadi Sherin ngajak foto foto. katanya buat kenangan"
"Di foto saja nempel begini, gimana nggak di foto? " Terlihat di foto itu, suaminya sangat dekat dengan seorang wanita, pipi mereka hampir nempel satu sama lain.
"Fin, jangan salah faham"
"Perempuan ini siapa sih, kemaren foto sama dokter apa namanya itu, sekarang lain lagi"
"Fin, dia klient tadi merayakan kerja sama katanya. ngajak makan ya abang ikut saja"
"Abang itu kebiasaan ya, senyam senyum sama perempuan, nggak sadar sudah beristeri"
"Maafin abang Fin, ini kenapa sih Sherin kirim kirim foto"
"Jangan nyalahin Sherin, untung dia kirim. kalau nggak aku nggak bakalan tahu apa kerjaan abang di luar. Besok makan siangnya sama siapa lagi, "
Syafina meneteskan air matanya, dia berbaring membelakangi suaminya.
"Pa karena pernikahan kita di jodoh jadi abang hanya berpura pura mencintai aku, di luar abang masih ketemuan dengan wanita lain"
"Fina, abang nggak begitu Fin, abang mencintai kamu, baru kali ini abang makan siang dengan klient wanita"
"Kalau abang nggak cinta kenapa abang baikin aku. kenapa membuat aku jadi jatuh cinta bang? ." Syafina menangis semakin menjadi.
"Fina, tenangkan pikiranmu. kok kamu jadi begini sih Fin. udah istirahat saja ya. jangan nangis lagi".
"Apa pengaruh hormon kehamilan ya, Fina jadi begini? " tanya Khalid dalam hatinya.
***
Sherina tersenyum puas, dengan apa yang sudah dilakukannya. Tadinya dia menelpon ibu Fatimah menanyakan Khalid dimana, Fatimah mengatakan Kalau Khalid sedang bersama istrinya di kamar. justru itu yang di inginkannya, dia segera mengirim foto tadi siang kepada Khalid.
"Pasti kali ini mereka bertengkar, lagian kenapa sih susah banget bikin mereka bertengkar ?"
"Besok aku akan menjalankan rencana selanjutnya, jika perlu akan ku jalankan rencana terakhir" Sherina tersenyum licik.
****
__ADS_1