Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 119


__ADS_3

Jody telah kembali kedalam mobil, Syafina telah menungguinya dengan harap harap cemas.


"Bagaimana Jo, apa Kau berhasil? " Syafina langsung bertanya Karena tak sabar.


"Ini, dengerin sendiri" Lalu Jody memutar rekaman suara Roby dan Sherin. Syafina dan Jody mendengarnya dengan seksama.


"Jadi Roby curiga anak yang dikandung Sherin adalah anaknya, bagaimana cara membuktikannya kalau ini anak Roby atau anak suamimu ? "


"Tes DNA, siapa tahu Sherin mau janinnya di tes DNA, aku harus menemuinya, tunggu Roby pulang dulu". Kemudian Syafina menemui Sherin, Roby telah pulang setengah jam yang lalu.


Syafina dan Sherin duduk berhadapan, mereka sejenak saling menatap tajam. Kemudian Sherin membuka pembicaraan.


"Ada apa kau menemuiku, apa ingin menertawakanku. Tertawalah kau sepuasnya !"


"Tidak Sherin, tadinya aku hanya ingin menjengukmu. Bagaimanapun kamu hamil anak dari suamiku, aku harus memastikan kondisimu baik baik saja. Bang Khalid sudah berjanji akan bertanggung jawab atas kesehatanmu dan janinmu"


"Aku tak butuh belas kasihanmu Syafina, kenapa tidak Khalid saja yang mengunjungiku jika memang dia bertanggung jawab."


"Bang Khalid lupa ingatan, dia lupa siapa aku begitu juga dengan dirimu. Dan dia tak melihat sama sekali foto yang kau sebar kemaren, jadi usahamu gagal jika foto itu untuk mengancamnya."


"Hahaha tapi sayangnya orang orang telah terlanjur berpikiran negatif tentang Khalid, haha. Bagaimanapun dia sudah di cap jelek dimata orang orang". Sherina tertawa menyeringai.


"Aku akan mengembalikan kepercayaan orang orang pada suamiku. Aku janji Sherin"


"Hh, sekali orang memberi cap buruk, cap buruk itu akan selalu menempel padanya. Salah sendiri dia tak mau membalas cintaku, padahal aku sudah belasan tahun berkorban dan tulus mencintainya"


"Cinta seperti apa Sherin, apa ada orang mencintai dengan cara jahat sepertimu. Bahkan kau rela menjebaknya, membunuhnya, memfitnahnya. Itu bukan cinta. Tapi nafsu yang dikuasai iblis !"


"Itulah caraku mencintai, kau tak akan paham"


"Oke, aku tak paham dengan caramu mencintai. Aku kesini hanya ingin menawarkan tes DNA pada janinmu, apa benar dia anak suamiku"


"Syafina, kau kan seorang ibu. Apa kau tega menyakiti janinku yang baru berusia 5 bulan dalam rahimku, bukti apa lagi yang kau butuhkan ? "


"Sherin, tadi aku sudah mendengar pembicaraanmu sama Roby, dia curiga anakmu itu adalah anaknya"


"Sudah ku bilang, Khalid lah yang pertama. Jadi anak ini pasti anak Khalid"

__ADS_1


"Belum tentu Sherin, aku ini perawat aku mengerti bagaimana pembuahan bisa terjadi. Pembuahan hanya bisa terjadi disaat wanita subur. Bukan soal yang pertama melakukannya"


"Hh, terlalu banyak teori. Yang jelas aku tak mau janinku yang masih lemah ini menjalani tes DNA, kau keluarlah."


"Baiklah Sherin aku permisi. Aku janji akan mengembalikan nama baik suamiku." Syafina berdiri lalu keluar dari ruangan itu, seperti dugaannya Sherin pasti tidak akan mau menjalani tes DNA.


"Aku harus bagaimana, kalaupun terbukti anak itu anak Roby, tapi orang orang telah melihat foto itu. Orang orang sudah terlanjur jijik dengan kelakuan suamiku" Syafina menangis, dia berjalan menuju mobil Jody.


"Hei Fin, kenapa malah nangis? "


"Jo, bagaimana caranya agar orang tak mempercayai berita tentang suamiku"


"Bukannya berita itu sudah dihapus? "


"Iya, tapi setelah 24 jam, Sudah banyak orang yang melihatnya Jo, orang sudah terlanjur jijik pada bang Khalid"


"Kau tenang Syafina, Tuhan pasti akan memberi jalan. Bukankah Reyhan dan Ridho, juga Heru sekarang sedang berusaha. Badan segede gede itu masak kalah sama Sherin. "


Syafina mengangguk, sekarang dia harus optimis dan yakin Allah akan membantunya.


***


"Apa maksud kamu menghancurkan MK Group yang telah dirintis suamiku dengan susah payah. Tak kusangka kau menyimpan dendam pada suamiku hanya karena kau tak berhasil merebutku darinya !" Syafina menatap Arsya dengan mata berapi api.


"Fina, tidak seperti itu Fin" Arsya berusaha menjelaskan.


"Ini sudah jelas Arsya !, Kau merebut investor dan telah merebut saham MK Group, tak cukup kekayaan pak Andri wijaya pengusaha terkaya dikota ini buatmu, sehingga harus merebut usaha suamiku yang hanya sebagian kecil dari kekayaanmu !"


"Fina, kau telah salah faham. Lagipula mengapa kau begitu peduli, bukankah semuanya sudah jadi milik Sherina. Aku merebut milik Sherina bukan milik suamimu"


"Memang benar, tetapi kau ikut andil membuat orang orang kehilangan kepercayaan pada suamiku, Lagipula kenapa kau harus menghancurkan MK Group kalau bukan karena dendam sama suamiku"


"Aku tidak dendam Fina, aku melakukan ini bukan untuk diriku melainkan untuk Syakha"


"Hhh apa kaitannya dengan Syakha ?"


"Fin, tolong dengarkan aku" Suara Arsya terdengar seperti memohon, dia tak mau Syafina salah paham padanya.

__ADS_1


"Aku sudah lulus tes program dokter spesialis bagian perinatologi, dua bulan lagi aku akan mulai melanjutkan pendidikanku. Aku tak akan mengganggumu lagi."


"Baguslah" jawab Syafina sinis.


"Dan aku akan memberikan kembali milik Khalid pada Syakha. Aku merebut semuanya dari Sherina, aku melakukannya hanya demi Syakha".


"Hhm, tanpa itu semua Syakha tak akan kekurangan." Syafina masih tak dapat mengerti mengapa Arsya jadikan Syakha sebagai alasan.


"Fina, hanya itu yang bisa mas berikan pada Syakha. Semua itu adalah haknya Syakha, izinkan mas mengembalikannya pada Syakha. Sebenarnya mas ingin memberi kasih sayang mas pada Syakha, tapi pasti dia lebih butuh kasih sayang ayahnya daripada mas yang hanya seorang dokter yang merawatnya" Arsya menuturkan kali ini dengan menyebut dirinya mas, Syafina menjadi terharu mendengarnya, dia mulai paham sekarang. Ternyata dia telah salah menilai Arsya.


Pandangan mata Syafina kini melembut, dia mulai faham maksud Arsya.


"Jika itu memang demi Syakha, lakukanlah. Terimakasih untuk cinta dan kasih sayang mas pada Syakha" Syafina menatap Arsya kali ini dengan tetapan lembut.


"Oh ya, bagaimana keadaan Syakha sekarang ?"


"Pagi tadi beratnya sudah 2300 gram, dia sudah tak di inkubator lagi"


"Alhamdulillah, nanti Syakha akan tumbuh jadi laki laki yang sehat dan kuat"


"Aamiin, ehm mas maaf aku sudah salah paham padamu"


"Iya, tidak apa apa" Arsya tersenyum tipis.


"Aku pamit ya mas" kata Syafina seraya berdiri.


"Iya hati hati".


Syafina keluar dari rumah megah itu, Arsya sudah beberapa kali mengajaknya kerumah itu untuk menemui papanya, tapi Syafina tak punya keberanian menemui pemilik rumah itu, Andri Wijaya. Seorang pengusaha terkaya dikota B, bahkan terkaya di propinsi A.


Semua telah diatur Allah, Syafina berjodoh dengan Khalid yang tak dikenalinya, tetapi namanya selalu ada dalam doa Khalid. Ternyata Allah lebih memilih mengabulkan doa Khalid dari pada doanya yang ketika itu ragu memilih antara Arsya ataupun Reyhan.


"Aku sangat bersyukur dikelilingi orang orang yang mencintaiku, mas Arsya cintanya begitu besar dan tulus padaku, dia juga mencintai anakku. Bahkan dia selalu hadir bagaikan malaikat penyelamatku. Dan kak Rey, dia selalu melindungiku, dia bahkan membantu aku dan suamiku agar terlepas dari masalah. Dia juga sangat menyayangi anakku. Tapi Hatiku telah memilih bang Khalid, hatiku hanya untuk suamiku" Syafina bermonolog panjang lebar dalam hatinya.


Jody melirik Syafina yang sedang melamun, seharian ini dia menemani Syafina. Dia kagum pada cinta pertamanya ini yang sudah dianggapnya saudara. Syafina gadis ceria, sederhana, gadis yang kuat. Dia telah mampu membuat para pria tampan dan baik hati mencintainya, entah magnet apa yang dimiliki gadis ini pikir Jody.


****

__ADS_1


__ADS_2