
Sherina sedang bersantai di depan televisi menonton infotainment, menayangkan tentang Artis yang berselingkuh.
"Nonton apa Sher?" ibu Fatimah membawa piring berisi potongan buah dan menaruhnya diatas meja
"Ini bu, ada saja yang selingkuh, suami sudah kaya masih saja selingkuh"
"Siapa sih? " tanya ibu Fatimah.
"Artis bu, mungkin suaminya sibuk kerja jarang dirumah jadi istrinya selingkuh deh"
"Bukan salah suaminya Sher, wajar saja suami sibuk kan cari uang buat anak istrinya juga, dasar istrinya saja kurang iman".
"Iya bu, tapi selingkuh selingkuh begini bukan di kalangan artis saja bu, disekitaran kita juga banyak"
"masa sih? "
"Iya bu, jangan salah istri istri pengusaha banyak yang selingkuh nyari kepuasan diluar bu".
"Oh ya, kamu kenal orangnya Sher?"
"Nggak sih bu, dengar dengar gitu. hati hati saja bang Khalid, sibuk terus kerja nggak tahu istri main dibelakang"
"Huss, jangan ngomong gitu kamu"
"Eh maaf bu, siapa tahu aja bu. Bang Khalid harus hati hati".
"Ada ada saja Sherin ini, mana mungkin Syafina berselingkuh", batin Fatimah.
****
Sudah satu jam Syafina berkutat di dapur, dia tak mengizinkan bi Lastri membantunya. Akhirnya cemilan buatannya selesai.
Rempeyek kacang, Syafina hanya membuat sedikit saja, takut nanti Khalid kurang menyukainya. setelah memasukan rempeyek itu kedalam toples Syafina bergegas ke dalam kamar mencari suaminya.
Ternyata Khalid tertidur, Syafina urung membangunkan suaminya.
"Kasihan Bang khalid, dia pasti lelah semalaman nggak tidur." Syafina lalu menghampiri suaminya Dan duduk disebelah suaminya yang berbaring.
Syafina membelai rambut suaminya dan mengelus pipinya pelan. Syafina menatap wajah suaminya. Dia sangat menyukai hidung mancung milik suaminya itu, alisnya yang hitam tebal.
"Kamu sangat tampan bang, semua di wajahmu ini sangat indah".
Syafina mendekatkan wajahnya ke wajah Khalid, lalu dia mencium pipi suaminya itu.
"Kurasa aku sudah jatuh cinta padamu bang". Lalu dia menatap kembali wajah suaminya seakan tak ada puasnya memandang wajah tampan itu.
"Maafkan Fina bang, Fina janji setelah ini akan jadi istri yang sesungguhnya buat abang". Syafina membiarkan suaminya beristirahat. Lalu Fina kembali pergi keluar melihat lihat tanaman hias yang ditanamnya bersama bi Lastri kemaren.
****
Sudah sekitar satu jam Syafina duduk diteras samping rumahnya menatap tanaman hiasnya, disana juga ada tanaman buah yang sudah di tanam Khalid sebelum pindah kerumahnya itu. Ada mangga, jambu kristal dan buah naga.
Syafina lalu masuk kembali kedalam rumahnya, di dapatinya suaminya sedang menonton televisi di ruang keluargoga.
"Tumben bang Khalid bangun tidur nggak nyari aku".
Syafina lalu mengambil toples berisi rempeyek di dapur, ia juga mengambil air putih lalu meletakkannya diatas meja di depan Khalid.
"Kamu yang bikin? " Khalid mengambil satu dan mencobanya. lalu dia mengangguk angguk, tanda dia suka.
"Iya aku yang bikin, pas nggak adonannya?"
"Pas, enak kok"
Syafina lalu menyenderkan kepalanya di bahu Khalid, Khalid hanya diam dan membiarkan istrinya seperti itu. Padahal Syafina berharap suaminya akan balas memeluknya, atau menciumi rambutnya atau mengecup bibirnya seperti kemaren sebelum suaminya berangkat ke kota A. Syafina sangat menginginkan itu.
"Biasanya dia yang duluan peluk peluk, ini giliran aku nyosor dia cuek saja" Syafina membatin.
__ADS_1
"Abang kenapa sih cuek sama Fina, apa masih kepikiran kejadian malam tadi? "
"Perasaan kamu saja Fina, nggak kok abang nggak kepikiran"
"Abang nggak seperti biasanya, maafin aku kalau ada salah"
"Kamu nggak ada salah Fin, kamu hari ini nggak boleh kerja."
"Tapi bang... "
"Kamu harus nurut". Khalid menunjuk Syafina.
"Iya deh" Syafina nurut saja, percuma membantah.
****
Malam harinya setelah solat isya, Syafina mengekori kemana suaminya berjalan. Khalid ke garasi mengunci pintu diikutinya, Khalid mengunci pintu samping di ikutinya, khalid ambil minum didapur di ikutinya. Lalu Khalid duduk di sofa ruang keluarga, dia pun ikut duduk.
"Kenapa sih Fin nguntit abang terus? "
"Kenapa?, Seharusnya abang tahu lah"
"Dalam hati Khalid tertawa, ha ha karena aku juga nguntit kamu selama dua belas tahun ya Fin"
"Abang nggak boleh aku kerja, tapi dirumah aku dicuekin. Lebih baik aku kerja saja tadi"
"Ya biar ketemu Arsya, kamu satu ruangan sama dia kan? "
"Abang masih saja mikirin Arsya, Arsya sialan"
"Ya emang sialan, gangguin istri orang"
"Abang... dia nggak ganggu Fina" Syafina mulai kesal.
"Aku nggak percaya dia nggak gangguin kamu, kamu tertidur di mobilnya sementara dia sudah minum obat perangsang. Ya abang tahu kalian memang dijebak. Mana ada laki laki yang bisa menahan hasratnya kalau sudah minum obat itu".
"Abang kok ngomong gitu sih, kalau abang nggak percaya ayo kita visum saja". Syafina menantang.
"Ya biar tahu kebenarannya"
"Oke" jawab Khalid.
"Jelas saja aku masih perawan bang, kamu kan belum ngapa ngapain aku" batin Syafina dalam hati.
"Kapan ?" tanya Khalid.
"Aku maunya sekarang" jawab Syafina.
"Besok sajalah, ini sudah jam sepuluh malam"
****
Pagi pagi sekali Fatimah menelpon Khalid.
"Assalamualaikum bu, kok pagi pagi nelpon"
"Ibu mau ngasih tau, nanti ibu mau kerumahmu. Nginap"
"Jam berapa ibu mau kesini? "
"Sekitaran jam sepuluh, berarti jam sebelas sampai disana, ada orang nggak dirumah jam segitu ? "
"Ada bu, Fina nggak kerja kok. Aku juga pulangnya jam dua belas nanti, makan siang dirumah"
"Oke, nanti ibu di antar Sherin, assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
__ADS_1
Syafina sudah selesai mandi dan ganti pakaian, kali ini dia tidak ganti pakaian di kamar mandi. Sengaja dia ganti pakaian di depan Khalid.
"Siapa bang? "
"Ibu katanya dia mau nginap disini, jam sebelas sampai disini".
"Baguslah, aku juga kangen sama ibu"
"Ayo cepat siap siap katanya mau ke dokter" kata Khalid.
Setelah selesai sarapan KhaLid dan Syafina berangkat.
"Ini kemana tujuannya ? "
"Ke praktek dokter Diandra saja, di jalan jendral Soedirman".
"Diandra tu laki laki apa perempuan?
"Perempuan abang... ! aku tahu suamiku nggak boleh aku dilihat laki laki lain, apalagi pada bagian intim". Syafina mendelik kesal.
Sesampainya di praktek dokter Diandra SpOG, mereka nggak menunggu lama karena mereka adalah pasien pertama. Kemudian mereka menyampaikan maksud.
"Bapak dan ibu ini suami istri kan, terus kejadiannya malam kemarin ? "
"Benar bu, kami menikah baru tiga hari. Kejadiannya malam kemarin"
Khalid terkejut mendengar jawaban Syafina, tapi dia diam saja.
Kemudian Dokter Diandra melakukan tindakan sesuai Standar operasional prosedur. Setelah selesai, dokter Diandra mempersilahkan Khalid dan Syafina duduk di kursi didepan mejanya.
"Dari pemeriksaan yang saya lakukan menunjukkan tidak terjadi apa apa dengan ibu Syafina, apalagi tanda tanda kekerasan tidak ada sama sekali, ibu Syafina masih perawan". Dokter Diandra kemudian tersenyum.
Mendengar penjelasan Dokter Diandra Syafina merasa senang dia melirik suaminya dilihatnya wajah Khalid terlihat lega.
Keluar dari praktek dokter Diandra SpOG Khalid mengajak Syafina ke toko miliknya, di perjalanan mereka mengobrol.
"Terbukti kecurigaan abang salah kan, makanya jangan sudzon sama orang kalau belum tahu kejelasannya".
"Maafin abang Fina, tadi kenapa sih bilang kita nikah baru tiga hari? "
"Biar abang nggak malu nikah sudah hampir sebulan tapi istri masih perawan"
"Itu kan maunya kamu Fina, abang cuma menghargai keinginan kamu".
"Itu dulu, sekarang nggak lagi"
"Maksud kamu Fin, jadi sekarang...? "
"Iya gitu maksudnya"
Khalid bahagia mendengar jawaban Syafina walaupun nggak jelas tapi Khalid tahu maksudnya.
"Eh bang sepertinya itu Arsya didepan Coffee Shop". Syafina menunjuk ke arah depan.
"Arsya lagi, kamu masih saja mikirin dia"
"Bukan gitu bang, dia sama perempuan mungkin pacarnya" Syafina masih saja melihat keluar dari kaca mobil.
"Kamu cemburu?" tanya Khalid
"Nggak, ini berarti abang nggak perlu khawatir Arsya gangguin aku. Kan dia sudah punya pacar".
Khalid penasaran juga akhirnya, dia melihat kearah yang ditunjuk Syafina. Dia mengemudi lebih pelan.
"Itu kan Viana"
"Abang kenal ? " tanya Syafina
__ADS_1
Khalid mengangguk "teman".
****