Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 75


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Syafina membantu bi Lastri membereskan meja makan, dia ingin menyibukkan dirinya terlebih karena Syafina sekarang tidak kerja lagi. Syafina ingin jadi ibu rumah tangga yang benar benar mengurus keperluan rumah tangganya.


"Non Fina biar bibi saja yang bereskan"


"Nggak apa apa Fina bantuin bi, lagian Fina nggak ada kerjaan juga"


"Fina, biar bibi saja yang cuci piring, mending kamu siap siap hari ini jadwal kontrol tangan kamu "


Syafina menoleh pada suaminya, dia tak menyangka suaminya ingat jadwal kontrolnya. Dia sendiri lupa saking stresnya pikirannya akhir akhir ini. Akhirnya Syafina meninggalkan pekerjaannya.


"Bibi lanjutin ya bi, aku siap siap dulu dikamar"


"Iya nona silahkan"


Syafina dan Khalid lalu menuju kamar mereka.


"Untung abang ngingatin, aku sendiri lupa loh bang"


"Sudah tugasnya abang, abang ingin memastikan kamu cepat sembuh."


Khalid membantu istrinya siap siap, dia membantu istrinya memakai gamisnya.


menyisiri rambutnya dan mengikat rambut istrinya. Syafina nampak sangat cantik dengan gamis hamil gombrong warna pink dan pashmina warna senada.


"Fina, sepertinya susah sekali ya, selama ini gimana kamu ngerjain ini semua kalau abang nggak ada"


"Aku bisa sendiri kok bang, tapi ya lama. Kadang aku minta bantuan bi Lastri juga"


"Abang beruntung sekali dapat istri yang tidak manja, seharusnya abang yang bantuin semua ini"


"Abang lupa istri abang ini perawat, perawat itu nggak bisa manja bang."


"O iya ya, perawatnya abang ini harus cepat sembuh. Abang sudah rindu dirawatnya, dipijitinnya"


"Sabar, nanti giliran abang yang kurawat" Syafina mengusap pipi suaminya dan tersenyum.


"Ayolah ini sudah selesai kita coba mobil barumu". ajak Khalid. Khalid hari ini ingin menemani sendiri istrinya periksa tanpa ada pengawalan dari H dan R. Hari ini dia berencana menghabiskan waktu seharian dengan istrinya.


****


Syafina dan Khalid sudah berada di ruang tunggu poli. Mereka antri, Syafina adalah pasien yang ketiga. Mereka berdua menghabiskan waktu dengan mengobrol ringan, tapi mereka sengaja menghindari topik kejadian beberapa hari ini. Syafina begitupun Khalid ingin melupakannya.


Dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka berdua. Silvana melihat Khalid tetapi dia tidak tahu persis wanita yang ditemani Khalid itu adalah istri Khalid atau bukan. Sebelum ini dia memang belum pernah mengenali Syafina. Akhirnya Silvana yang merasa penasaran dan mendekati mereka.


"Hai bang Khalid? " sapa Silvana ramah.


"Oh hai Silvana , ada apa kesini? "


"Aku ada janji ketemu temanku dokter Thamrin, kebetulan dia piket pagi"


"Dokter Thamrin, sepertinya aku pernah dengar" khalid mencoba mengingat ingat.


"Dia dokter UGD yang menangani ibu sakit kemarin bang" jawab Syafina.


"Oo iya abang ingat, gimana sudah ketemu?"


"Belum, ini baru mau ke UGD, o ya kenal sama dokter Thamrin ya" tanya Silvana penasaran.


"Iya, kebetulan aku pernah jadi perawat di UGD"


"Oo gitu, eh ngomong ngomong ini istri bang Khalid ya?" tanya Silvana masih penasaran.


"Oh hampir lupa, kenalan dulu. Ini istriku Syafina, Fina ini Silvana dokter Estetika di Fatimah Glow clinik"


Syafina dan Silvana menyebut nama masing masing, dan saling tersenyum.


"Ini mau kontrol tangannya ya, kenapa bisa patah?" Silvana melihat ke tangan Syafina yang dibalut gift.

__ADS_1


"Iya, ini jadwal kontrol. kemaren Fina kecelakaan" Khalid yang menjawab.


"Moga cepat sembuh ya"


"Iya makasih mbak", jawab Syafina


"Sama sama. Eh kamu hamil ya, wah udah berapa bulan ini? "


"5 bulan mbak" jawab Syafina tersenyum.


"Selamat ya bang Khalid, Syafina moga kehamilannya sehat"


"Iya makasih Silvana" Khalid yang menjawab.


"Sama sama, oh ya aku ke UGD ya. Moga cepat sembuh tangannya ya Fina. "


"Iya mbak, makasih"


Silvana berlalu menuju UGD, Syafina menatapnya.


"Bang, ini perempuan yang foto sama kamu dan Sherin tempo hari kan? "


"Iya" jawab Khalid singkat.


"Ternyata dia ramah ya"


"Ehmm, iya dia sangat ramah. Makanya pasien dia sangat ramai"


"Boleh aku konsul sama dia bang? lihat wajahku kusam nggak pake skincare lagi, yang dari dr Randa kemaren sudah habis."


"Eh kenapa nggak boleh, biar abang antar. Kapan kamu mau? "


"eEhmm, tapi aku malas ke clinic ketemu sama Sherin"


"Udahlah, kamu kan bisa kesana saat Sherin tidak ada. Nanti abang bisa cek sama karyawan disana"


Dokter memeriksa kondisi tangan Syafina, dan kemudian dia meresepkan obat.


"Sejauh ini bagus, tetap jaga agar posisinya betul. jangan banyak bergerak. Dan susu kalsiumnya jangan lupa ya"


"Iya pak"


"Ini resep obatnya, minum teratur"


"Iya pak, ". Syafina mengangguk


"Jaga tangannya ya. Kalo benar benar dijaga mudah mudahan 6 minggu lagi sudah benar benar bagus"


"Mudah mudahan pak, ini sudah selesai kami permisi. Makasih semuanya pak" Khalid menyalami dokter itu.


"Iya sama sama" Dokter itu tersenyum ramah.


****


Silvana sudah bertemu dengan dokter Thamrin, mereka akhir akhir ini memang lumayan dekat. Silvana masih penasaran dengan istri Khalid apakah benar berselingkuh dengan Arsya.


"Eh mas, Arsya sekarang punya pacar nggak sih? "


"Setahuku sekarang dia dekat sama Viana? "


"Viana apa Syafina? "


"Haha, Syafina itu sudah menikah, dulu mereka memang dekat. Arsya sampai susah move on dari gadis itu."


"Oo gitu, aku dengar kabarnya mereka berdua selingkuh"


"Hei, dapat gosip darimana, udah jangan dengerin. Walaupun Arsya masih mencintai Syafina tapi tidak mungkin dia selingkuh dengan istri orang."

__ADS_1


"Oh ehmm, maafin aku mas, berarti yang kudengar itu salah."


"Ya makanya jangan kemakan gosip, nanti aku digosipin selingkuh kamu percaya juga"


"Apaan sih mas, pacaran juga belum"


"Ya sudah pacaran saja sekarang, susah amat"


Silvana menatap dokter tampan didepannya itu, dia tersenyum tentu saja dia mau jadi pacarnya. Sudah saatnya dia move on dari cinta SMU nya. Dendi Kurnia.


***


Khalid dan Syafina berada dalam mobil, Khalid mengemudi mobilnya dengan pelan.


"Kita belanja yuk, susu hamil kamu habis. Sekalian nanti kita lihat lihat perlengkapan bayi juga"


"Owh, benaran bang. Nggak sabar Fina bang, mau borong perlengkapan bayi"


Khalid tersenyum lihat reaksi istrinya. Ternyata dia sangat bahagia jika itu mengenai kehamilannya dan bayinya.


"Eh kok tahu susu ku habis bang?"


"Kan tadi abang cek sewaktu kamu beres beres meja makan sama bi Lastri. "


"Oo gitu,"


"Perhatian juga bang Khalid rupanya" batin Syafina.


Mobil Khalid sudah diparkir diparkiran, dia turun dari mobil dan segera membuka pintu untuk istrinya. Khalid membimbing istrinya turun dari mobil, lalu mereka berjalan berangkulan.


Khalid mndorong troli belanjaan mereka, Syafina memiklih milih apa yang harus di beli. Mulai dari minyak goreng, tepung, bumbu racikan, kecap dan segala macam perlengkapan dapur. Kemudian mereka berjalan ke arah perlengkapan mandi dan bersih bersih.


Khalid memilih sabun, Shampo, detergen, karbol wangi, pencuci lantai, dan macam macam perlengkapan bersih bersih rumah lainnya.


"Sudah lengkap semua, ini tinggal susu kamu Fin"


Mereka berdua lalu memilih susu hamil, Syafina memilih beberapa macam varian rasa. Khalid memasukkannya ke troli. Lalu Syafina memilih susu untuk suaminya juga.


"Nanti ketemu madu jangan lupa ya bang,"


"Buat apa sih kasih abang minum susu dan madu terus tiap hari?"


"Biar sehat"


"Hhh, yang ada bikin aku tambah kuat. Tapi nggak di salurkan"


"Maksudnya? "


"Hhh susah punya istri nggak peka"


"Oowh, maafin Fina bang pliss maafin ya. Fina ngerti sekarang"


"Ya Syukurlah kalau ngerti"


"Nggak lagi begitu kok, Fina janji" Syafina tersenyum genit.


"Awas ya, jangan godain suamimu. tanggung resikonya"


Syafina berjalan lebih cepat dan menjauh dari suaminya. Dia masih saja tersenyum sambil menoleh ke belakang.


"Abang bayar dulu ya, nanti barangnya dititipin saja" kata Syafina.


Dia menunggu tak jauh dari kasir, sementara Khalid yang antri dikasir. Setelah membayar Khalid menitip belanjaan mereka , kemudian mereka berjalan kelantai dua untuk melihat lihat perlengkapan pakaian bayi.


****


tinggalkan jejak like nya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2