
Pagi pagi Khalid menjemput Syafina di rumah sakit, seperti biasa dia menjemput sampai ke ruangan Syafina.
"Mamanya Reyhan sakit, kamu mau menjenguknya tidak? "
"Oh aku baru tahu, gimana ya ?" Syafina memandang suaminya dia nampak ragu.
"Kalau mau menjenguknya ayolah abang antar kesana"
Syafina mengangguk sebenarnya dia agak kikuk malu atau takut, entahlah perasaan apa yang dirasakannya jika harus berhadapan dengan ibunya Reyhan.
"Assalamualaikum" ucap Khalid
"Waalaikumsalam, masuk nggak dikunci" sahutan dari dalam.
Khalid membuka pintu lalu masuk diikuti oleh Syafina dari belakangnya.
"Jadi mama dirujuk ke Singapura Rey" Khalid mendekat ketempat tidur mama Sefni. Syafina berdiri di belakang mereka.
"Jadi bang, insha Allah besok berangkatnya. makasih ya bang atas bantuannya."
"Syukurlah, mama harus sembuh ya ma" kata Khalid menguatkan mama Sefni.
"Iya nak Khal, makasih sudah membiayai pengobatan mama. Entah dengan cara apa kami bisa membalasnya"
"Nggak usah dipikirkan ma, yang penting mama sehat" kata Khalid pelan.
"Oo bang Khalid yang membiayai pengobatan mama Sefni? " batin Syafina dalam hati.
"Bawa istrimu kesini Khal" pinta mama sefni, Khalid lalu menggamit tangan Syafina mengajaknya mendekat dengan mama Sefni. melihat itu Reyhan keluar dari ruangan. Dia duduk di bangku diluar kamar .
"Kamu Syafina nak, kamu cantik sekali"
"Makasih buk" Syafina mendekat lalu menyalami mama Sefni.
"Panggil mama saja, Khalid juga memanggilku mama"
"Iya ma" kata Syafina.
"Kamu beruntung banget Khal dapat istri secantik Syafina"
"Iya ma" Khalid tersenyum.
"Jaga istrimu baik baik ya Khal"
"Tentu ma" jawab Khalid.
"Apa Reyhan ada mengganggu kalian, kalau ada biar mama marahi dia"
"Nggak ma, Reyhan nggak pernah begitu" jawab Khalid cepat.
"Syukurlah" Sefni kelihatan lega.
****
Syafina dan bi Lastri memasak bersama untuk makan siang, hari ini mereka memasak Semur daging. Seperti biasa Khalid akan pulang kerumah untuk makan siang.
Setelah selesai memasak Syafina beranjak kekamarnya, matanya sudah mengantuk berat. karena malam tadi piket malam. Syafina lalu tertidur. Setelah berlalu sekitar satu jam Syafina tertidur ponselnya berbunyi, ada panggilan dari suaminya.
"Assalamualaikum bang"
"Waalaikumsalam, Fina abang nggak bisa pulang makan siang, ada meeting diluar sekalian abang makan siang disana" Khalid langsung menjelaskan panjang lebar. Mendengar itu ada rasa kecewa dihati Syafina.
"Nggak apa apa, jam berapa abang pulang? "
"Jam tiga siang sudah pulang kok, dah ya sayang". khalid memutuskan sambungan teleponnya.
Syafina melirik jam di ponselnya, sudah jam 12.15, pantasan perutnya sangat lapar. Syafina turun ke bawah untuk makan siang.
"Bi temani aku makan siang"
__ADS_1
"Pak Khalid nggak pulang non?"
"Nggak, dia makan siang di luar, ayolah bi makan di sini saja"
Bi lastri menuruti perintah Syafina karena tidak hanya kali ini dia makan siang di meja makan bareng Syafina.
Syafina makan dengan semangat, dia sampai nambah satu porsi lagi.
"Lahap benar non, baru kali ini bibi lihat nona makan sebanyak ini"
"Iya bi, habisnya enak. Coba kalau abang makan siang sama kita dia pasti juga nambah". Syafina mengelap mulutnya dengan tisu.
"Iya non"
"Bi bisa bikinkan yang manis manis nggak tapi berkuah ? "
"Apa itu non? "
"terserah, es kacang merah atau bubur jagung manis misalnya"
"Bisa non, tapi bahannya tidak ada non"
"Ini uangnya bibi belanja dulu bi" Syafina menyerahkan dua lembar uang ratusan kepada bi Lastri.
"Baik non" dalam hati bi Lastri heran melihat Syafina kok tiba tiba menyukai yang manis manis.
"Jangan jangan nona hamil" gumam bi Lastri, tapi dia diam saja. Dalam hatinya dia berharap nona nya itu benaran hamil.
Sementara Syafina kembali kekamarnya, sejujurnya matanya masih terasa mengantuk apa karena makannya terlalu kenyang atau karena memang tidurnya yang belum cukup.
****
Khalid telah selesai meeting, jam sudah menunjukkan pukul 14.50, dia bergegas menuju mobilnya. Khalid ingin segera pulang menjumpai wanita kesayangannya.
Ting pesan masuk di ponsel Khalid
"Bantuan apa ? " tanya Khalid.
"Nanti saja dijelaskan disini" Sherin membalas.
"Apa sih, tumben minta bantuan kan urusan clinic aku serahkan sama dia" Khalid menggerutu, tapi dia tetap melajukan mobilnya ke Coffe Shop dekat Fatimah Glow clinic. Sampai disana dia langsung masuk kedalam.
"Ada apa Sher? " Khalid duduk di kursi didepan meja Sherina, disebelahnya ada seorang wanita muda seumuran Sherina.
"Bang, dokter Randa sudah berhenti, ini ada dokter baru, dokter Silvana" Sherina memperkenalkan dokter Silvana dengan Khalid.
"Silvana" Silvana memamerkan senyum manisnya.
"Khalid"
"Kenapa dokter Randa berhenti?"
"Kurang tahu juga, itu nggak masalah dokter Silvana juga banyak klientnya, jika kita kerja sama dengan dia tentu clinic ini akan lebih maju.
"Terserah kamu saja Sher, kan kamu yang mengelola clinic ini aku percaya sama kamu"
"Tapi aku kan tetap minta persetujuan abang"
"Aku setuju setuju saja"
"Oke, gimana kalau kita minum minum dulu, awal dari kerja sama kita"
"Aku mau pulang Sher"
"Ayolah bang, nggak enak sama Silvana ini."
"Oke sebentar saja ya"
Mereka pun minum kopi yang sudah dipesan oleh Sherina. Silvana beberapa kali menarik perhatian Khalid. Khalid tidak menanggapinya. Mereka berbincang mengenai kerjasama mereka.
__ADS_1
Ditengah tengah mereka sedang minum Sherina beberapa kali mengambil Foto Selfie mereka bertiga, Khalid tidak menyadari itu.
Sherina lalu mengupload foto kebersaman mereka di instagram miliknya dan menandai Khalid dan Silvana.
****
Syafina terbangun jam sudah menunjukkan pukul 15.40. dilihatnya sekeliling kamarnya, Khalid tidak ada .
"Kupikir abang sudah pulang, biasanya jam tiga sudah sampai dirumah, paling macet Sepuluh menitlah" batin Syafina.
Syafina mencuci mukanya, lalu turun kebawah, dia menunggu suaminya di teras depan rumah. Sambil melihat lihat ponselnya.
Sekitar dua puluh menit duduk disana barulah Khalid sampai. Khalid turun dari mobilnya dan bergegas menghampiri istrinya, dia sangat rindu. Ya siapa lagi yang dirindukannya kalau bukan istrinya.
Melihat suaminya sampai Syafina berdiri menyongsong suaminya, lalu dia mengembang tangannya isyarat ingin dipeluk. Khalid memeluk istrinya dan mengecup seluruh wajah istrinya. Pak Udin yang melihatnya jadi senyum senyum sendiri.
"Seperti nggak ketemu sebulan saja" kata pak Udin.
Mereka masuk kedalam rumah bersama, berpas pasan dengan bi Lastri yang memang mencari Syafina.
"Non bubur kacang merahnya sudah siap, mau langsung di coba ? "
"Iya boleh bi, tolong siapin dua mangkok ya buat abang juga'
"Oh, maaf abang sudah minum di cofee shop tadi masih full banget perut ini"
Wajah Syafina kelihatan kecewa
"Abang temani saja ya ?, mungkin nanti malam abang cobain buburnya"
"Oke, abang ganti baju dulu yuk" Syafina mengantar suaminya kekamar untuk ganti baju. Setelah selesai ganti baju Mereka turun kebawah, Syafina tak sabar mencicip bubur manis permintaannya.
"Enak banget loh bang, sayangnya abang masih kekenyangan"
"Nanti Malam abang cobain, masih ada kan? "
"Masih" jawab syafina. Setelah selesai makan bubur Syafina dan Khalid duduk di ruang keluarga. Seperti biasa Syafina menyender di bahunya Khalid, Khalid menonton siaran televisi yang memuat berita dalam negeri. Sementara Syafina melihat lihat ponselnya.
Syafina membuka instagram, dia melihat foto Khalid bersama Sherin dan seorang perempuan lainnya.
"Bang, tadi meetingnya sama siapa sih? "
"Pak Andri papanya Arsya"
"Ada perempuannya nggak ? "
"Nggak ada, sekretaris dia laki laki emang kenapa?"
"Ini kok foto abang sama Sherin sih, ini yang satunya lagi siapa?'
"Tadi pulang dari meeting sama pak Andri, Sherin nelpon ada urusan clinic katanya. Dia ngajak ketemuan di coffe shop, ya gitu deh abang nggak tahu dia ngambil foto itu"
"Oo gitu, siapa perempuan ini? "
"Dokter Silvana pengganti dokter Randa"
"Di foto saja sudah nampak dia lihatin kamu terus bang, lihat tuh matanya" Syafina menyodorkan ponselnya kepada Khalid.
"Biarin saja, mungkin dia nggak tahu aku sudah punya istri cantik"
"Jadi abang nggak bilang? "
"Kami kan nggak ngobrol kemana mana topiknya, cuma membahas kerjasama di clinic saja".
"Lain kali bilang kalau sudah beristri ya bang"
"Iya, ihh cemburuan banget istriku" Khalid mencubit pipi Syafina gemas.
****
__ADS_1