Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 47


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor Dendi pergi kerumah sakit. Ada yang ingin dibicarakannya dengan Khalid.


Khalid sedang duduk diluar kamar Syafina, karena di dalam sudah ada ibu Fatimah, papa dan mama Syafina. ketika itu Dendi datang, langsung duduk dibangku sebelah Khalid.


"Hei Den, ada apa. Ada berkas yang perlu aku tanda tanda tangan?"


"Iya ini" Dendi menyodorkan map berisi berkas berkas. Khalid lalu memeriksanya, lalu menandatanganinya.


"Khal sebenarnya aku mau ngomong sesuatu sama kamu"


"Ngomong saja Den"


"Mengenai kecelakaan Syafina, kamu tahu kan sudah beberapa kali Syafina hampir celaka sebelum ini, mulai saat kalian sebelum menikah"


"Iya ya. Aku hampir lupa sebelum kami menikah Syafina pernah dihadang dua orang laki laki dijalan".


"Kurasa semua yang terjadi sama istrimu ada sangkut pautnya Khal"


"Maksud kamu? " Khalid mengernyitkan alisnya.


"Maaf aku lancang Khal, tanpa izin kamu aku menyelidiki sendiri. Kamu dengerin aku dulu ya".


"Iya silahkan Den"


"Ada beberapa yang ingin kuceritakan, yang pertama mengenai Syafina. Syafina boleh dibilang tidak banyak mempunyai teman, dia selama ini hanya dekat dengan Arsya dan juga Reyhan, sementara teman sesama perempuannya hanya Lorenna teman sebelah kosannya. dulu dia akrab dengan Marsella, tapi renggang semenjak Syafina dekat sama Reyhan. Karena Marsella mencintai Rey. Apa Marsella sampai mencelakai Syafina hanya karena Rey tidak bisa move on dari Syafina?, maaf ya Khal aku menyembunyikan dari kamu kalau selama ini Rey belum bisa move on dari istrimu. Di ponselnya masih banyak foto Syafina."


Khalid menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar mendengar penuturan Dendi.


"Mengenai itu aku pastikan Rey tidak akan berani gangguin Syafina, aku ckek dia"


"Terus apa lagi Den? "


"Yang kedua mengenai kamu Khal, naa kamu ini mah yang ribet. Banyak sekali wanita yang kecewa sama kamu dan banyak juga saingan bisnis yang kalah sama kamu Khal, apa menurutmu saingan bisnismu sampai akan mencederai istrimu? "


"Masa sih Den, perasaan aku bersaing bisnis secara sehat saja, aku nggak pernah menipu orang, apalagi sampai mencederai lawan sampai mereka dendam. Kayaknya nggaklah Den. Memangnya kayak di filem apa? "


"Naa itu dia Khal, bagaimana dengan hati wanita yang pernah kau sakiti? "


"Dendi, hei ngomong apa kamu, aku bukan penjahat wanita Den"


"Iya iya, aku tahu. Tapi wanita wanita itulah yang caper dan baper sama kamu, makanya jadi laki laki jangan terlalu murah senyum, tebar pesona sana sini. Kamu juga yang susah kan?"


"Sudahlah, intinya pembicaraan kamu apa sih Den? "


"Intinya, menurut aku ini ya. Yang nyelakain Syafina itu salah satu wanita yang dekat sama kamu dan kamu kecewain"

__ADS_1


"Kamu curiganya sama siapa Den? "


"Pertama Marsha, tahu sendiri lah bagaimana dia kecewa sama kamu, kamu juga dulu ngapain ngeladeni dia, nemenin dia shoping sampai habis puluhan juta, apa ratusan mungkin ? "


"Kan ceritanya dia lagi dekat sama aku, hampir jadi pacar wajar saja kan?".


"Wajar apanya, sama Viana kami nggak segitunya sampai nurutin semua maunya"


"Viana nggak minta"


"Itu tandanya Viana lebih baik dari Marsha, kamu aja yang buta"


"Sudahlah, kan dua duanya tidak ada yang jadi istriku. Terus siapa lagi? " tanya Khalid.


"Jessica"


"Kok jesica, aku kira viana yang masuk daftar kamu"


"Viana nggak termasuk Khal, karena aku lihat ketulusan dia, walaupun gayanya yang seksi menggoda begitu"


"Bisa saja Den, kan dia lagi dekat sama Arsya, mungkin saja dia cemburu sama Syafina. Lagian Arsya itu ngapain ngurusin istri aku, kalau habis kesabaranku benaran aku patah patahin si Arsya."


"Sabar bro" Dendi menepuk nepuk bahu Khalid.


"Iya aku ingat, Jesica ngambek malah aku putusin, padahal waktu itu dia mau ngenalin aku sama orangtuanya"


"Nah masih bilang kamu bukan penjahat wanita? "


"Aku nggak pernah menodai wanita yang dekat sama aku Den, mantan aku itu masih suci semua"


"Iya iya, aku tahu. Itu salutnya aku sama kamu Khal".


"Masa sampai sekarang dia masih sakit hati, itu kejadian sudah empat tahun lalu. Rasanya bukan dia Den"


"Okelah kalau menurut kamu bukan dia, bagaimana dengan wanita yang ketiga"


"Siapa lagi? "


"Sherina"


"Ahh kau ini ada ada saja"


"Khal, dari dulu kamu pura pura nggak tahu kalau Sherina itu cinta mati sama kamu, kamu itu sudah jahat banget sama Sherina Khal. Dia yang menyelamatkan nyawa kamu, dia mencintai kamu sudah belasan tahun, kamu nggak pernah menanggapi perasaanya Khal."


"Aku sudah anggap dia sebagai adikku Den"

__ADS_1


"Itu kamu tapi dia lain. Dia ingin jadi istri kamu Khalid"


"Sherin sudah bersuami Den"


"Sherin nggak cinta sama Roby Khal, ya bisa saja kan dia benci sama Syafina"


"Entahlah Den"


"Tetap harus kau ungkap siapa dibalik semua ini, kamu sayang istrimu kan?, kamu nggak mau terjadi apa apa sama Syafina dan bayimu kan Khal? "


"Mereka adalah nyawaku Den"


"Makanya lindungi mereka, kamu bisa saja sewa pengawal buat Syafina, sopir pribadi disaat kamu nggak bisa antar jemput dia. Pelakunya ini cerdik, dia tahu saat kamu tidak bersama Syafina."


"Kamu benar Den, aku baru sadar hampir semua kejadian ini saat aku nggak sama Syafina. Tolong aku masalah itu ya, carikan dua orang pengawal dan satu orang sopir"


"Baik boss,"


"Jangan panggil boss, mau aku panggil coro?".


"Jangan boss, kamu tahu nggak aku dapat rekaman cctv saat Syafina ditabrak kemaren"


"Kenapa baru bilang sekarang, malah bahas mantan pacar aku" Wajah Khalid terlihat kesal.


"Di video ini nampak kalau pelakunya memang sengaja mau menabrak Syafina nggak mungkin dia nggak bisa ngelak, karena disana sepi, dan dia nggak terlalu ngebut khal. Tapi di video ini agak anehnya yang nabrak sempat kelihatan ragu dia sepertinya mengerem motornya sebelum menabrak Syafina. Dia menabrak tidak terlalu kencang Khal. Ini salinan rekamannya kalau kamu mau lihat". Khalid Mengambilnya.


"Sudah kamu selidiki siapa pelakunya? "


"Sudah, tapi motor dan helm seperti yang dia pakai banyak Khal, dan nomor polisinya ternyata palsu".


"Okelah, terimakasih semuanya ya Den"


"Sama sama Khal, tapi semua ini nggak sebanding yang telah kau beri sama keluargaku Khal"


"Itu gunanya sahabat Den, kamu bukan saja sahabat tapi adalah keluarga keduaku" Khalid menepuk nepuk bahu sahabatnya itu.


"Ya udah, aku pulang dulu ya Khal, salam sama Syafina"


"Iya, ku sampaikan"


Dendi berlalu pulang kerumahnya. Dia sudah merindukan Cintya nya yang sekarang baru positif hamil.


****


tinggalkan jejak like nya pembacaku.. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2