
Hari ini adalah hari pernikahan Sherin, Sherin menikah di KUA seperti permintaannya dan dinikahkan oleh wali hakim. Tak ada resepsi, tamu yang datang pun dari pihak Robi hanya kedua orang tua dan kakak Robi, dari keluarga Sherin hanya Fatimah, Khalid dan Syafina.
Sherin menginginkan pernikahan yang sederhana, dengan alasan dia tak ingin ada resepsi karena orang tua kandungnya sudah tidak ada lagi, itu akan membuatnya bersedih.
Setelah dari pernikahan Sherin Khalid mengajak Syafina berkunjung kerumah orang tua Syafina. karena sudah lebih sebulan Syafina tak pulang kerumah orang tuanya.
"Mama aku kangen banget sama mama" Syafina menciumi pipi ibunya. Zaenab juga balas menciumi pipi Syafina. Kemudian Syafina menyalami papanya, Khalid pun mengikutinya.
"Gimana sudah ada calon cucu mama belum? " Zaenab memegang perut syafina.
"Hmm, kayaknya belum ma"jawab Syafina malu malu.
Khalid hanya senyum senyum saja mendengar pertanyaan mertuanya.
"Oh, usaha terus ya.. mama tunggu kabar baiknya"
"Iya ma, insha Allah" jawab Syafina.
Setelah mengobrol sebentar di ruang keluarga lalu Salman pamit ke kebun jahe dan sayur di belakang rumahnya. Zaenab juga pergi membantu suaminya.
"Bang kita ke kamar yuk, aku sudah kangen sama kamarku".
mereka berdua masuk ke dalam kamar berbaring beristirahat di tempat tidur.
"Ibu pengen banget aku cepat cepat hamil, bang kira kira kapan ya aku hamil?"
"Emang kamu mau hamil? "
"Ya maulah bang, semua wanita itu pengen punya anak. Abang pengen nggak punya anak?"
Khalid tersenyum dia menangkupkan tangannya pada wajah istrinya.
"Tentu saja, aku ingin punya anak darimu. Makasih sudah bersedia mengandung anakku"
"Anak Abang, anakku juga. Kapan ya aku hamil bang? " tanya Syafina lagi.
"Mana abang tahu, coba aja dari dulu kamu mau abang sentuh"
"Ihh abang, waktu itu kan aku masih takut. Lihat abang saja aku sudah ngeri" Bibir Syafina jadi mengerucut.
"Sekarang nggak lagi kan? " tanya Khalid.
"Nggak lagi, malah aku tu sudah sayang banget sama abang", Syafina tersenyum malu.
"Sini, mana tanda sayangnya" Khalid menarik istrinya kedalam pangkuannya.
"Ini" Syafina mencium dahi suaminya.
"Cuma itu saja? katanya mau cepat cepat hamil"
Syafina tersenyum malu wajahnya sudah merona.
"Disini juga sayang" Khalid menunjuk bibirnya. Syafina terdiam, dia belum pernah lebih dulu mencium suaminya.
"Ayolah" pinta Khalid, dia menatap istrinya lembut penuh cinta.
Syafina dengan malu malu akhirnya melakukan permintaan suaminya. lalu mereka melakukannya sangat lama dan berakhir dengan percintaan yang hangat.
__ADS_1
****
Reyhan sedang menyiapkan barang barang mamanya, karena kondisi Sefni yang sangat lemah Reyhan memutuskan mamanya harus dirawat. Setelah semua barang yang hendak dibawa siap, Reyhan menggendong ibunya kedalam mobil milik Dendi, kebetulan Dendi menitipkan mobilnya dirumah. Dendi akan pulang sore ini, nanti Reyhan harus menjemputnya.
Reyhan menyetel tempat duduk agar mamanya bisa berbaring. Lalu dia melajukan mobilnya kerumah sakit.
Di UGD, mama Sefni langsung mendapat penanganan. Reyhan sendiri yang memasang infus kepada mamanya. setelah tindakan dan anamnesa di UGD selesai mama Sefni di antar ke ruang rawat inap.
Sekarang sudah jam tiga siang, satu jam lagi dia harus sampai di bandara untuk menjemput Dendi.
"Siapa yang menjaga ibu ya? " Reyhan memikirkan siapa yang akan dimintanya menemani mamanya.
"Apa aku coba minta bantuan sella saja ya". lalu Reyhan menelpon Marsella.
"Hallo Sella"
"Iya kak, ada apa? "
"Bisa kakak minta bantuan kamu Sel? "
"Insha Allah bisa kak, bantuan apa itu kak?"
"Bisa nggak kerumah sakit sekarang, tolong jagain mama ku, aku mau jemput mas Dendi ke bandara"
Oh bisa kak, diruang mana dirawatnya kak?
"Vip Ar Rahman"
"Oke aku kesana sekarang"
"Makasih Sel"
****
Jam empat sore setelah solat Ashar Khalid mengajak Syafina pulang kerumahnya. mereka sampai dirumah setelah jam lima lewat lima belas menit, karena Khalid membawa mobilnya cukup kencang.
Sesampainya dirumah mereka langsung menuju kamar karena cukup lelah setelah perjalanan tadi. Syafina segera mandi karena dia sudah gerah, setelah mandi dia mengganti pakaiannya.
"Kenapa nggak ganti baju di kamar mandi Fin, kamu itu godain abang saja tau nggak"
"Aku nggak godain, abang saja yang mudah sekali tergoda makanya tutup mata".
Syafina tetap melanjutkan aktifitasnya mengganti pakaiannya. Khalid tersenyum nakal melihat istrinya, lalu dia mendekati Syafina.
"Abang jangan macam macam" dia menjauh dari tempat suaminya berdiri, akhirnya Syafina selesai ganti bajunya.
Khalid tertawa melihat istrinya.
"Ha ha, takut amat sama abang, katanya tadi nggak takut lagi" Khalid meledek. Lalu dia membuka kemejanya.
"Mau ngapain? " tanya syafina sambil menjauh. Khalid malah melempar kemeja yang basah karena keringat itu kearah istrinya, sebenarnya kemeja itu masih wangi.
"Mau mandi" Khalid mengambil handuk lalu ngeloyor kedalam kamar mandi.
"Hufh, kirain tadi mau apa dia" Syafina jadi senyum senyum sendiri dengan pikirannya yang kotor.
****
__ADS_1
Dendi meminta Reyhan membawanya langsung kerumah sakit, karena dia sangat khawatir dengan mamanya. sampai diruangan tempat mamanya dirawat Dendi langsung memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.
"Ma, maafin aku ya. Mama sakit aku nggak ada dirumah"
"Tidak apa apa Den, ada Rey yang jaga mama, kamu berhak menikmati bulan madu bersama Cintya"
"Malam ini aku yang jagain mama Rey, kamu pulang saja, kamu pasti lelah"
"Iya Rey, mbak disini juga, kamu pulang saja istirahat"
"Iya mbak, oh ya kenalin ini Marsella temanku" Cintya dan Dendi berkenalan dengan Marsella.
"Makasih sudah jagain mama ya" kata Dendi.
"Iya mas" Marsella tersenyum.
"Kamu perawat juga?" tanya Dendi lagi
"Iya, di UGD sama dengan kak Rey"
"Aku pulang saja ya, sekalian ngantar Sella kerumahnya"
"Iya, hati hati" jawab Dendi.
"Makasih ya Sella " mama Sefni tersenyum.
"Iya ma, sella pamit ma"
Mama Sefni mengangguk. Kemudian Reyhan dan Marsella keluar.
"Apa dia pacarnya Rey ma? "
"Tadi mama sudah nanya sama dia, katanya bukan, hanya teman"
"Kurasa teman spesial" kata Cintya.
"Moga saja Tya, mama harap Rey bisa melupakan Syafina, apalagi Syafina adalah istri Khalid.
"Jadi Rey pernah pacaran sama Syafina istri bang Khalid?" tanya Cintya.
Mama Sefni mengangguk
"Iya, dia sudah janji sama mama mau mengenalkan Syafina sama mama seminggu sebelum Syafina menikah, tapi waktu itu mama sakit dan dirawat."
"Nggak ada jodoh ma" kata Cintya
"Iya Tya, mama harap Sella bisa membuka hati Rey, mama lihat Sella juga gadis yang baik sama seperti Syafina"
"Moga saja ma" Cintya tersenyum.
"Mama pengen sekali melihat cucu, kalian cepat kasih cucu sama mama ya, mama ini nggak panjang lagi umurnya"
"Ma, jangan bilang begitu ma, mama pasti sembuh. Yakin saja ma" kata Dendi.
"Mama juga ingin sembuh Den, mama ingin lihat kalian bahagia, bersama anak anak kalian"
"Insha Allah ma" kata Dendi dan Cintya.
__ADS_1
*****
like dari pembaca sudah sangat menyenangkan hati author. Bikin semangat up nya. love you all.. 😍