
Khalid sedang memeriksa laporan keuangan di restorannya, semua tidak ada masalah. Sakir sahabatnya telah mengelola restoran itu dengan baik, restoran itu sudah sangat maju di banding satu tahun lalu. Sakir dan istrinya Mirna memang berbakat dalam bidang bisnis kuliner. Tak salah Khalid mempercayakan sahabatnya itu mengelola restorannya.
"Setelah ini kamu ke bengkel, kita makan siang dulu ya Khal ?".
"Tentu, aku sudah kangen dengan masakan mbak Mirna. Mbak Mirna yang masak kan"
"Tentu Khal, dia tetap turun tangan di dapur"
"Makanya restoran yang disini makanannya lebih cocok di lidah saya di banding cabang dikota lain"
"Tuh, dengar Mir.. Pak boss saja memuji masakanmu."
"Alah Pak boss mah, aku masakin apa saja doyan mah dia"
"Haha, bisa saja mbak Mirna. Bilang saja saya tukang makan"
"Maaf pak boss, eh ngomong ngomong istri pak boss apa kabarnya? " tanya Mirna.
"Syafina sedang hamil, sekitar 4 bulan lebih."
"Alhamdulillah. Salam ya sama istrinya, wah pasti nanti anaknya lahirnya cakep seperti mak bapaknya"
"Insha Allah, doain saja kehamilannya selamat ya mbak"
"Iya , kapan kapan bawa donk istrinya kesini. saya cuma pernah lihat istrinya pak boss saat resepsi kemaren. "
"Insha Allah, bulan depan saya ajak Syafina kesini. Sekarang dia lagi sakit"
"Sakit apa? " tanya Mirna terkejut.
"Habis kecelakaan, tangannya patah"
"Astagfirulllah, semoga lekas sembuh ya"
"Iya mbak Mirna"
Tert tert ponsel Khalid berbunyi.
"Assalamualaikum Fina"
"Wa alaikumsalam abang, bang aku boleh keluar nggak? "
"Kemana Fin, kalau ada yang mau dibeli bisa suruh Linda saja"
"Bang, aku mau jenguk Cintya. Boleh ya bang kan sama Linda, H dan R juga ikut "
"Boleh, jangan lama lama ya"
"Iya makasih ya bang, mmuah"
"Iya, hati hati"
"Kok nggak di balas sih? "
"Balas apaan ?
"Mmuaahh"
"Banyak orang disini, sudah ya Assalamualaikum" Khalid memutuskan sambungan teleponnya.
"Apaan sih abang, cuma bilang mmmuah saja nggak mau, apa malu kali ya ?". Syafina tersenyum senyum membayangkan wajah suaminya yang malu malu di depan teman temannya.
"Itu istrinya baru ditinggal beberapa jam saja sudah kangen".
"Iya nih mbak Mir, semenjak hamil dia pengennya deket saya terus, sudah itu mudah ngambek"
__ADS_1
"So sweet ya pak. Turutin saja apa maunya pak"
"Iya mbak, banyak orang bilang begitu"
"O iya, yuk kita makan. Tadi saya sudah suruh pelayan menyiapkannya" ajak Sakir. Mereka bertiga pun pergi menuju ruangan yang sudah disiapkan Sakir, disana telah tersedia menu kesukaan Khalid.
****
Syafina sudah sampai di rumah sakit, sekarang dia berada di kamar tempat Cintya di rawat, sementara Linda, H dan R menunggu di luar.
"Makasih ya Fin, sudah repot repot jenguk. padahal kamu sendiri belum sehat"
"Nggak apa, aku kesepian dirumah. Bang Khalid nggak ada dirumah"
"Memangnya kemana bang Khalid ?" tanya Cintya.
"Ke kota A, pagi tadi jam enam berangkatnya"
"Maaf Ya Fin, saya yang seharusnya berangkat kesana. Tapi saya nggak bisa karena Cintya semakin lemah saja"
"Kenapa mas nggak pergi saja, mas nggak bilang sama aku. Nggak enak nih sama Syafina"
"Eh, nggak apa kok Tya, kamu itu sakit mas Dendi pasti mengkhawatirkanmu"
"Tapi kamu juga lagi sakit Fin"
"Aku nggak apa apa, lagian tahu nggak sih. aku di jaga dua orang pengawal, dikasih sopir juga"
"Ah masa, segitunya bang Khalid ya Fin, dia pasti sayang banget sama kamu"
"Iya, banget pastinya, menurutku lebay sih, tapi nggak apa apalah. Mungkin gitu cara dia nunjukin sayangnya"
"Mas, bukannya kemaren mas bilang cari sopir dan dua orang bodyguard buat Bang khalid, berarti untuk Fina donk"
"Ehmm" Dendi mengangguk.
"Sudah tugasnya saya Fin sebagai asisten Khalid, semoga saja mereka menjalankan tugas mereka dengan baik"
"Iya mas, aku sebenarnya akhir akhir ini sering ketakutan mau keluar rumah. Tapi aku tutupin saja takut bang Khalid khawatir. lagian dia awalnya berpikir semua kejadian yang menimpaku karena kelalaian ku sendiri"
"Sebenarnya Khalid khawatir sekali sama kamu Fin, tapi dia nggak ingin sembarang menuduh saja"
"Iya mas, mungkin bang Khalid memang caranya begitu"
"Moga saja saya dan Khalid berhasil menyelidiki siapa pelaku dibalik beberapakali penyerangan padamu"
"Begitu ya mas, tapi dia nggak pernah bilang sama aku sedang menyelidikinya"
"Mungkin dia nggak mau menambah pikiranmu Fin, maaf ya. Aku kira kamu sudah tahu"
"Mas ada curiga sama seseorang? "
"Ehmm, belum bisa disebut namanya Fin, "
"Kenapa nggak lapor polisi saja mas? "
"Khalid belum boleh Fin"
"Oo gitu. Ehh kok jadi membahas masalah aku ya, padahal aku kesini mau jenguk Cintya"
"Nggak apa apa Fin, aku senang sekali kamu bisa jenguk aku. "
"Bagaimana rasanya sudah dapat therapy dari dokternya, sudah berkurang muntahnya? "
"Alhamdulillah sudah berkurang Fin"
__ADS_1
"Syukurlah, sudah jam dua lewat nih, aku pulang ya."
"Iya Fin, makasih ya"
"Iya, sama sama" Syafina mengusap ngusap tangan Cintya dengan tangan kirinya.
"Oermisi ya mas, Tya" Syafina pamit.
"Iya" jawab dendi dan Cintya, lalu Dendi membuka pintu, mengantar istri sahabatnya itu keluar. Diluar sudah menunggu Linda, H dan R.
****
Sherina dan Angel telah selesai makan siang di restoran Bunda, mereka sedang menunggu seseorang.
"Angel itu dia datang, yuk kita keluar" mereka berdua pun berjalan keluar, sebelumnya membayar dahulu.
Khalid yang baru muncul dari pintu melihat dua orang perempuan itu.
"Ada apa mereka kesini, apa sengaja mengikutiku? "
"Klian kok disini? " Khalid menghampiri dua wanita itu.
"Angel minta ditemani belanja pernak pernik buat decor clinicnya, didepan ini ada toko langgananku".
"Oh gitu, saya duluan ya ke bengkel"
"Kami juga mau pergi, ayo Angel kita nyebrang. Mobil di parkir sini saja"
Dua wanita itu berjalan beriringan hendak menyebrang jalan. Sebuah sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi menyerempet tubuh Angel, sehingga dia terhempas. Terdengar suara teriakannya.
"Angel" Sherina berteriak.
"Astagfirullah Angel" Khalid berlari mendekati Angel.
Orang orang yang kebetulan berada disana berkerumun melihat kejadian itu
"Kau tak apa apa Angel? " tanya Khalid.
"Kakiku sakit sekali, aku nggak bisa berdiri" Angel mencoba untuk berdiri, tapi tidak kuat.
"Ku antar kerumah sakit ya" Khalid lalu menggendong Angel dan membawanya masuk kedalam mobil miliknya.
"Sherin, kau menyusul kerumah sakit ya"
"Iya bang"
Angel berada dalam mobil Khalid di bangku penumpang, Khalid sendiri yang menemaninya.
"Aghh kakiku sakit sekali" Angel mengerang saat dia bergerak.
"Kakimu terkilir, memang sangat sakit tapi itu tak lama., ini tidak parah kok"
Mereka sampai dirumah sakit yang di tuju, Khalid menggendong Angel ke UGD. Sherina juga sudah sampai disana.
"Sher, kamu tungguin Angel ya. aku sudah di tunggui di bengkel"
Sherina mengangguk,.
"Bang Khalid, makasih ya sudah bawa aku ke rumah sakit".
"Iya sama sama, saya duluan. Sherina akan menemani kamu disini"
"Iya" Angel mengangguk.
Khalid berlalu meninggalkan rumah sakit itu menuju bengkel mobil miliknya.
__ADS_1
****
Jangan lupa jempol nya ya.. 😍