
Pagi pagi Syafina sedang siap siap mau berangkat kerja. Dia memakai body lotion yang diberikan dokter Randa kemaren, kemudian memakai pelembab dan krim siang juga dari dokter Randa.
"Kelihatannya krim ini cocok denganku, kulitku terasa lebih kenyal". Kemudian Syafina memakai liptin. agar penampilannya lebih segar.
Ting, tanda ada pesan masuk. Syafina membuka pesan itu.
"Fina maaf ya, aku nggak bisa gantiin kamu sore nanti. Sore nanti ibuku datang, dia minta dikawani ke praktek dokter spesialis penyakit dalam. Maaf ya Fin".
"Aduh gimana ini" gumam Syafina. Syafina lalu membalas pesan itu.
"Ya Ren, nggak apa apa. Biar aku saja yang masuk kerja sore"
"Makasih ya Fina" balasan dari Renna.
Syafina lalu menelpon suaminya memberitahu bahwa ia hari ini piket sore, karena malam tadi dia sudah memberitahu suaminya kalau hari ini dia kerja pagi.
"Assalamualaikum abang"
"Waalaikumsalam Fina, kenapa nelpon.. masih kangen ya.?"
"Eh anu bang, Fina.. "
"Tutup dulu telponnya, abang video call saja ya".
Syafina lalu mematikan sambungan telponnya.
Kemudian Suaminya melakukan video call.
"Istriku sudah cantik saja pagi pagi, mau berangkat kerja ya ?"
"Tadinya iya bang, tapi barusan Renna bilang nggak bisa gantiin aku piket sore, jadi aku hari ini tetap piket sore."
"Teman yang lain sudah dihubungi ? "
"Sudah bang, malam tadi kan sudah Fina hubungi, cuma Renna yang bisa gantiin. Eh barusan bilang nggak bisa"
"Ya udah, kamu hati hati saja ya sayang, nanti kalau mau berangkat kabari abang, sudah sampai kabari lagi"
"Oke bang, acara disana kapan mulai ? "
"Jam sembilan, sudah ya mmuah"
Khalid lalu mematikan sambungan video callnya.
"Gini ya kalau sudah punya istri, malam tadi telponan sampai tengkurep telentang, berjam jam. Pagi pagi sudah video call lagi". Dendi tiba tiba nongol dari belakang.
"Kamu nggak tahu rasanya Den, sekarang saja rasanya aku sudah pengen pulang kerumah"
"Segitunya ya,,? "
"Iya, malam tadi Fina bilang piket pagi. Barusan bilang kawannya yang gantiin dia piket sore berhalangan jadi dia tetap piket sore. Aku cemas saja Den semenjak beberapakali kejadian sama Fina".
"Oh gitu, yakin saja Khal, doain saja Tuhan melindungi istrimu".
"Iya Den,"
Diam diam Dendi mengirim pesan kepada Reyhan.
"Rey hari ini kamu piket apa? "
"Malam, ada apa mas? "
"Syafina piket sore, Khalid dan aku kan lagi di kota A, jadi dia nggak bisa ngantar. Dia Khawatir banget sama istrinya"
"Jadi aku disuruh antar, nggak cemburu nanti bang Khalid? "
__ADS_1
"Bukan ngantar lihatin saja, pantau dia selamat sampai kerumah sakit dan pulangnya selamat sampai dirumah".
"Iya nanti kalau aku bisa"
"Jangan kau apa apakan Syafina, ini aku yang suruh bukan Khalid. Mati nanti kamu dibunuh Khalid".
"Jangan kuatir, aku nggak akan ganggu istri orang, alamatnya dimana. Biar nanti aku lihatin".
"Jalan Merdeka. no 25
****
Piket sore ini sangat mengesalkan bagi Syafina, karena Arsya juga piket sore. Walaupun Arsya tidak full di ruangan, tapi hari ini cukup membuat Syafina salah tingkah.
Bagaimana tidak salah tingkah, Arsya yang selalu curi curi pandang, membuatnya gerah. Sementara Syafina takut ketahuan sama teman satu shif nya jika Arsya memperhatikannya. Akhirnya Syafina menyibukkan diri dengan bayi bayi mungil dalam inkubator.
Arsya senyum senyum sendiri melihat Syafina yang salah tingkah dan menjauhinya.
"Rasain kamu jadi salah tingkah, itu berarti kamu masih mencintaiku" gumam Arsya.
"Seandainya hanya aku dan kamu diruangan ini sudah dari tadi aku usir kamu Arsya, ini ada mbak Melli dan Santi juga. Apa kata mereka nanti kalau aku ngusir kamu" batin Syafina dalam hati.
"Kasihan juga Fina lama lama berdiri dekat inkubator, dia nggak berani duduk disini. Sebaiknya aku keluar saja" gumam Arsya.
"Saya keluar ya, nanti kalau ada apa apa hubungi saja. Saya masih di rumah sakit ini menjelang shif malam"
"Baik pak" jawab Melli dan Santi berbarengan.
Lalu Arsya keluar menuju ruangan dokter jaga dia mengambil tas dan botol minumnya yang ditaruhnya disana. Seperti biasa Arsya selalu bawa minum dari rumah, dia memang jarang sekali beli minuman dan makanan di luar.
Setelah Arsya keluar Syafina pun duduk dekat teman temannya.
"Pak Arsya ganteng banget, dari tadi dia kok senyum senyum ya?" kata Melli.
"Udah gitu senyumnya manis banget, katanya galak tapi tadi itu nggak kelihatan galaknya" timpal Santi.
"Nggak tahu" Syafina mengedikkan bahunya.
Lama Melli dan Santi menggosipkan Dokter Arsya, akhirnya sampailah jam pulang.
"Abang, aku pulang sekarang ya" Syafina mengirim pesan kepada suaminya.
"Iya sayang, hati hati. Kabari kalau sampai dirumah".
"Oke". Syafina melangkah keluar berjalan menyusuri pelataran rumah sakit.
ketika melewati UGD dia ber pas pasan dengan Reyhan yang baru datang. Reyhan melempar senyum kepadanya. Syafina membalas senyumnya, lalu Syafina terus berjalan menuju parkiran. Sementara Reyhan langsung disambut pasien baru di UGD.
Ketika melewati tempat yang agak gelap tiba tiba Syafina dibekap oleh seseorang, Syafina langsung tak sadarkan diri.
****
"Arsya mengobrol dengan dokter Thamrin di UGD. Tiba tiba saja dia merasa ada yang aneh pada tubuhnya.
"Tham aku pulang ya"
"Oke, aku juga ada pasien nih"
Arsya lalu berjalan hendak ke mobilnya.
"Aneh, aku kok gerah ya, panas sekali" lalu dia membuka jas dokternya dan meminum air dari botolnya sampai habis. Akhirnya Arsya sampai di mobilnya.
"Ini kok seperti efek obat perangsang?" batinnya. Arsya mulai merasa sesuatu yang harus di tuntaskan. Pikirannya sekarang kemana mana.
"Aku harus cepat pulang, mandi air dingin. kurang ajar siapa yang berani ngerjain aku" Arsya mengemudi mobilnya. Tiba tiba dia melihat bayangan Syafina di spion mobilnya.
__ADS_1
"Astagfirullah, aku jadi membayangkan Syafina" Arsya mengerjap ngerjapkan matanya. tapi Bayangan Syafina masih ada.
"Nggak mungkin ada Syafina di belakang" Arsya terus mengemudikan mobilnya.
Karena penasaran Arsya menoleh ke bangku belakang.
"Syafinaa... Dia benar benar ada !"
Arsya melihat Syafina tertidur di bangku belakang, seragam kerjanya terbuka di bagian atasnya memperlihatkan dadanya.
Arsya susah payah mengendalikan diri melihat Syafina seperti itu. Nafasnya pun terengah engah.
"Aku nggak boleh nyakiti Syafina, pasti ada yang mau menjebak kami".
Arsya menatap Syafina, begitu ingin dia melepaskan hasratnya dengan Syafina.
"Apa yang harus aku lakukan, aku nggak tahu dimana rumahnya yang sekarang. Lagi pula berbahaya jika aku mengantarnya, bisa bisa aku melakukan hal yang tidak baik."
Akhirnya Arsya menepikan mobilnya. Arsya lalu menyelimuti tubuh Syafina dengan jas putihnya. Kemudian ia menelpon Reyhan.
"Ada apa Arsya ? "
"Kamu tahu dimana rumah Syafina? "
"Mau ngapain kamu kesana, jangan macam macam !". Reyhan teringat malam ini Khalid tidak dirumahnya.
"Syafina sekarang sama aku, aku nggak bisa ngantar dia pulang"
"Ngapain kamu sama dia, kalau pengen ngantarnya ya antar saja tanya sama dia alamatnya"
"Rey, aku nggak punya banyak waktu pokoknya kamu cepat kesini, didepan Minimarket Azalia. Sesuatu terjadi sama Syafina"
Mendengar itu Reyhan langsung keluar pergi menuju tempat yang dikatakan oleh Arsya, dari jauh nampak olehnya mobil Arsya.
"Mana Syafina ?"
"Bangku belakang sedang tidur"
Reyhan melihat Syafina di bangku belakang, rambutnya acak acakan. Dilihatnya Arsya yang juga tak karuan nafasnya terengah engah.
"Kurang ajar kau apakan dia" Reyhan menarik kerah kemeja Arsya.
"Aku nggak ngapa ngapain dia, seseorang ingin menjebak kami"
"Apa aku harus percaya ? " Reyhan terus memegang kerah kemeja Arsya. Arsya melepaskannya.
"Sudahlah lebih baik kau antar dia, pakai mobilku, aku pinjam motormu".
Arsya menyodorkan kunci mobilnya.
"Berbahaya jika aku yang mengantarnya, ada yang masukkan obat perangsang dalam air minumku"
Reyhan lalu mengambil kunci mobil Arsya dan menyerahkan kunci motornya.
"Ya aku antar, ingat kalau terjadi apa apa sama Syafina kau harus tanggung jawab".
Arsya mengangguk, "maaf ya Rey, kamu yang harus mengantarnya dan berhadapan dengan suaminya"
"Suaminya tak dirumah" jawab Reyhan, Reyhan lalu melajukan mobil milik Arsya.
"Hei darimana dia tahu suami Syafina tak dirumahnya, awas saja kau apa apakan Syafina dirumahnya, kau kubunuh !" teriak Arsya.
"Rey orang baik baik, tak mungkin dia ngapa ngapain Syafina" batin Arsya. Lalu Arsya pulang kerumahnya dengan motor Reyhan, sesampainya dirumah dia segera mengguyurkan tubuhnya dengan air dingin.
****
__ADS_1
mohon like nya ya pembaca yang baik hati.😘