
laki laki tampan berkarisma dan dingin.
hardian wicaksana, usianya sudah 33 tahun. hidupnya hanya tertuju pada kerjaan yang sudah ia geluti selama 5 tahun.
dia pernah dikecewakan oleh cinta sampai akhirnya dia tak pernah membuka hatinya lagi untuk perempuan.
__ADS_1
pagi itu hardian pergi ke kantor dengan suasana hati yang tak menentu. masih terngiang kata kata mamahnya saat mereka sarapan. "ian mamah udah punya calon istri untuk kamu. kamu setuju yaaaa untuk nikah secepatnya sesuai janji kamu sama mamah tempo hari. kamu janji untuk nurut sama mamah klo mamah carikan calon istri untuk kamu"
hardian dilema pada janjinya.
haruskah ia ingkar janji pada mamahnya nanti dan menolak perjodohan yang sudah orangtua nya tetapkan untuknya. penghianatan di masa lalu membuat ian masih belum bisa membuka hati untuk perempuan manapun. ia sudah merasakan kecewa yang sangat dalam sampai tidak siap untuk jatuh cinta lagi. pernikahan hubungan yang sakral. tak mungkin ia menikah hanya untuk waktu yang sebentar. ia ingin melihat orangtuanya bahagia.
__ADS_1
pernikahan akan diadakan 2 bulan setelah acara pertunangan. selama itu mereka tidak pernah komunikasi. tak ada kesan mendalam bagi keduanya dengan pernikahan yang akan terjadi pada mereka. mereka hanya pasrah pada waktu akan seperti apa nantinya hubungan mereka dimasa depan.
tak terasa hari pernikahan tinggal menghitung hari. ian masih disibukkan dengan tugas tugas kantornya. dia membuka laci kerjanya dan membuka sebuah amplop coklat pemberian rekan rekan kerjanya.
2 buah tiket pesawat PP jakarta-lombok lombok-jakarta. ian tertawa getir memandangi hadiah dari teman kerjanya. bagaimana ia bisa pergi dengan orang asing yang dia tak tau akan seperti apa sikapnya nanti.
__ADS_1
""kapan mulai cuti bro?" suara dimas membuyarkan pikiran hardian. "insyaa allah besok dim" jawab hardian sambil menoleh ke meja kerja dimas yang berada di sebelahnya. "jangan lupa minum jamu yaaaa biar kuat hahahaha" ledek dimas sambil tertawa geli. hardian hanya membalas dengan tawa seadanya karena dia tau tak akan bisa menyentuk perempuan yang tidak ia cintai.
"ian mamah papah pesan sama kamu. saat kamu berumah tangga nanti bimbing istri kamu menjadi istri yang bisa menjadi syurga untukmu. ibu yang baik dalam merawat anak anak mu. bahagiakan dia ya nak." mamah memeluk hardian sebelum akad nikah dilaksanakan. "insyaa allah mah. ian mau bikin mamah papah bahagia. semoga ian bisa mencintai istri ian dengan sempurna" mamah menangis haru sambil membelai pipi anak laki lakinya itu.