
Reyhan mengantar Syafina sampai kerumahnya, di depan gerbang pagar satpam menahan mobilnya karena belum pernah melihat mobil itu.
"Pak saya ngantar Syafina"
"Mana nona, bukannya tadi dia pakai motor"
"Dia di bangku belakang pak, sedang tidur" kata Reyhan. Satpam itu melongok ke bangku belakang.
"Silahkan masuk"
Reyhan lalu membawa mobilnya ke dalam berhenti pas didepan rumah. Reyhan turun lalu memencet bel dua kali. Lalu dia kembali ke mobil menggendong Syafina yang masih tertidur.
"Non Syafina?" Bu Lastri terkejut melihat nonanya digendong oleh pria asing.
"Boleh saya masuk, Syafina tertidur. Kamarnya dimana? "
Bi lastri nampak ragu menunjukkan kamar tuannya.
"Ayolah, berat ini bi" kata Reyhan.
"Sini ikut bibi, non Syafina kenapa sih. Kamu siapanya ? "
"Aku temannya, ada orang memberi Syafina obat tidur atau obat bius aku kurang tahu".
Reyhan lalu membaringkan Syafina di tempat tidurnya, lalu ia mengambil jas putih Arsya yang menyelimuti Syafina. Betapa terkejut Reyhan, dua kancing bagian atas baju Syafina terlepas. Seperti dibuka paksa.
"Kurang ajar Arsya" lalu Reyhan menyelimuti Syafina.
"Bi ganti baju Syafina, jika dia terbangun bilang saya Reyhan yang mengantarnya pulang".
"Iya mas"
"Saya pamit pulang". Reyhan lalu keluar masuk kedalam mobil. Tujuannya adalah ingin menanyakan kejelasan kepada Arsya apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa kuberi tahu mas Dendi saja ya soal Syafina?" Reyhan lalu menelpon Dendi.
"Hallo mas lagi dimana ? "
"Di kamar Hotel, kenapa Rey? "
"Apa ada Bang Khalid disana? "
"Nggak, dia tadi keluar sebentar"
"Gini mas, aku minta maaf. Sepulang dari kerja tadi ada yang mencelakai Syafina, dia diberi obat tidur, sekarang dia sudah aku antar kerumahnya".
"Syafina nggak kenapa kenapa kan Rey ? "
"Dia nggak apa apa, tadi aku tinggal dia masih tidur".
"Kamu gimana sih Rey, tadi kan sudah kusuruh kamu memantaunya selamat sampai rumah sakit, dan selamat sampai kerumahnya".
"Iya aku minta maaf, tadi banyak pasien jadi aku nggak sempat ngikutin dia pulang"
"Terus tahu darimana kamu ada yang nyelakai dia? "
"Arsya yang memberi tahu, dia menelponku katanya Syafina tertidur dimobilnya".
"Siapa yang melakukannya, apa Arsya? "
"Aku kurang tahu, ini aku mau ke rumah Arsya mau menanyakan kejelasan ceritanya, sudah ya mas" Reyhan lalu memutuskan sambungan. Dia menuju rumah Arsya.
Sampai dirumah Arsya, Reyhan menelpon Arsya.
"Arsya aku diluar ! "
Tak lama Arsya keluar rumahnya.
"Arsya jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi, siapa yang memberi Syafina obat tidur?"
"Aku nggak tahu Rey"
"Jangan pura pura nggak tahu, bagaimana bisa Syafina tertidur didalam mobilmu? "
"Aku benar benar nggak tahu Rey, aku yakin ada yang mau menjebak kami. Aku juga diberi obat perangsang dalam air minumku "
__ADS_1
"Sudah kau apakan Syafina? "
"Tidak aku apa apakan Rey"
"Baju Syafina dibuka secara paksa, dua kancing bajunya terlepas. Pasti kau yang melakukannya. Mana mungkin kau bisa mengendalikan dirimu".
"Reyhan, aku memang menginginkan Syafina sama sepertimu. Tapi aku tak akan menyakiti wanita yang aku cintai"
"Aku nggak tahu yang sebenarnya terjadi, yang jelas Syafina sudah kuantar kerumahnya. Kalau ada apa apa dengan Syafina kau berurusan dengan Khalid."
"Makasih sudah mengantar Syafina, percayalah padaku aku tidak menyentuh Syafina sedikitpun. Aku tidak segila itu".
"Oke aku kembali kerumah Sakit, mana kunci motorku? " Arsya lalu memberi kunci motor Reyhan dan mengambil kunci mobilnya dari Reyhan.
"Aku nggak tahu bagaimana reaksi suaminya nanti begitu tahu apa yang terjadi dengan istrinya. Kau siap siap saja Arsya". Reyhan tersenyum pada Arsya.
****
Khalid sangat panik mendapat berita tentang istrinya.
"Kita pulang sekarang Den, aku mau menanyakan sama Arsya apa yang sebenarnya terjadi".
"Kau tahu siapa Arsya?" tanya Dendi.
"Arsya dokter di rumah sakit, dia mantan Syafina"
"Oo begitu? "
"Ada apa ini, Reyhan kan juga mantan Syafina. terus kenapa Syafina tertidur di mobil Arsya. kalau memang Arsya yang memberikan Syafina obat tidur kenapa dia minta bantuan Reyhan mengantar Syafina kerumahnya.?". batin Dendi dalam hati.
Khalid dan Dendi pun berangkat malam itu juga. Dendi yang menyetir mobil, dia tak mengizinkan temannya menyetir sendiri.
Didalam perjalanan berbagai pertanyaan muncul di benak Khalid.
"Kenapa Syafina sampai ada di mobil Arsya? "
"Siapa yang memberikan Syafina obat tidur?, apa Arsya sendiri atau ada orang lain?
****
"Sangat mudah untuk mengetahui tentang Syafina, siapa mantannya. Ha ha.. pesuruhku sudah melakukan tugasnya dengan lancar."
Sherina memandang bayangannya di cermin. Baginya dirinya teramatlah cantik dan sempurna.
"Bodoh sekali kau Khalid selama dua belas tahun ini kau mengabaikan perhatianku"
Sherina memang mengetahui Jika Khalid sering membuntuti Syafina selama ini, Khalid memang beberapa kali mempunyai pacar. Tapi Sherina tahu persis hanya wanita wanita itulah yang mengejar Khalid. Beda dengan Syafina. Memang Khalid lah yang mencintai gadis itu. Jadi dia merasa Syafina saingan Terberatnya. Satu tahun ini dia merasa aman karena Khalid tak lagi mengikuti Syafina dari jauh. Sherina tak menyangka malah Fatimah menjodohkan Khalid dengan Syafina.
"Untung tadi siang aku mendengar nenek tua itu menelpon Khalid, jadi aku tahu kalau Khalid tak dirumah".
Sherina memainkan ujung rambutnya dengan jemarinya.
"Tinggal memikirkan langkah selanjutnya, akan kubuat rumah tanggamu hancur Syafina, ha ha ha". Sherina tertawa menyeramkan.
****
Jam tiga dini hari Khalid sampai dirumahnya, Dendi lalu pulang langsung kerumahnya.
"Mobilmu aku bawa ya Khal, besok ku antar"
"Iya" Khalid lalu menelpon bi Lastri menyuruhnya membuka pintu. Tak lama bi Lastri terbangun dan membukakan pintu. Dia tak menanyakan apapun kepada tuannya.
Khalid langsung menuju kamarnya, didapatinya Sherina sedang tertidur pulas. Ingin ia memeluk Syafina karena dia merindukan istrinya itu. Tapi di urungkannya ketika Teringat Dendi mengatakan Syafina tertidur di mobil Arsya, "apa yang dilakukan Arsya kepada Syafina ketika dia tertidur? ".
Ingin Khalid menanyakan langsung kepada Syafina tapi dia tak tega membangunkan istrinya itu.
"Besok pagi akan ku tanyakan pada Syafina, pada Reyhan dan Arsya juga".
Khalid berbaring disebelah Syafina tapi dia tak dapat memejamkan matanya. bayangan istrinya di apa apakan oleh Arsya muncul dipelupuk matanya. Akhirnya Khalid tidak tidur sampai adzan subuh berkumandang. Dia segera membersihkan diri dan melakukan solat subuh, setelah itu dia membangunkan Syafina.
Syafina terbangun setelah beberapa kali Khalid mengguncang bahunya.
"Abang sudah pulang?" Syafina mengucek ucek matanya. Kepalanya terasa sedikit pusing.
"Iya, jam tiga tadi sampai"
__ADS_1
Syafina baru menyadari dia berada di tempat tidurnya setelah kesadarannya penuh.
"Bang, tadi ada yang membekapku sewaktu mau keparkiran, setelah itu aku tak ingat apa apa lagi"
"Iya, ada yang memberimu obat tidur atau bius mungkin, kau tadi tertidur"
"Dari mana abang tahu, siapa yang ngantar aku pulang? "
"Reyhan yang memberi tahu, dia juga yang ngantar kamu pulang"
"Kak Rey, abang kenal dia ? "
"Iya dia, Reyhan adik Dendi. Apa kau benar benar tidak ingat apa apa?"
Syafina menggeleng, "Pakaianku juga sudah diganti, apa bi Lastri yang menggantikan ?"
"Ya mungkin bi Lastri, sekarang solatlah" kata Khalid. Syafina lalu bergegas membersihkan diri, berwudhu kemudian melaksanakan solat subuh.
Setelah solat subuh Syafina menghampiri suaminya, karena dia memang sudah sangat rindu dengan suaminya itu.
"Untung abang cepat pulang, sepi banget nggak ada abang dirumah" Syafina memegang lengan Khalid. Khalid diam tak menanggapi. Syafina heran tak biasanya suaminya seperti itu.
"Abang capek ya, aku pijitin ya"
"Nggak usah, aku cuma ingin istirahat semalam nggak tidur".
"Abang kenapa sih? "
"Nggak apa apa Fin"
"Abang cemburu sama Reyhan ya? "
"Kenapa aku harus cemburu, dia kan menolongmu. Apa dia juga mantanmu? "
Syafina mengangguk karena ia tak ingin ada rahasia antara dia dan suaminya.
"Oh ya begitu ya, kamu tertidur di mobil Arsya mantanmu dan diantar pulang oleh Reyhan mantanmu juga?"
"Aku tidur di mobil Arsya? aku nggak tahu bang"
"Entah apa yang telah mereka perbuat padamu sementara kau tertidur".
"Abang,, nggak mungkin mereka ngapa ngapain aku"
"Nggak mungkin katamu, kamu sendiri tertidur dari mana kau tahu mereka nggak ngapa ngapain kamu?"
"Abang tanyakan saja nanti sama mereka".
"Iya itu yang akan aku tanyakan". kemudian Khalid mencoba memejamkan matanya tapi tetap tak bisa walaupun dia sangat lelah.
Beberapa saat setelah itu pintu kamar mereka diketuk, ternyata bi lastri. Syafina membukakan pintu.
"Sarapan sudah siap non"
"Iya bi, sebentar lagi kami turun kebawah".
"Bang sarapan yuk, dari tadi kamu juga nggak tidur tidur"
Khalid mengikuti ajakan Syafina karena memang dia sudah lapar. Mereka pun makan tanpa ada percakapan. setelah selesai sarapan Syafina hendak menanyakan sesuatu pada bi Lastri yang sedang mengelap meja dapur.
"Bi, apa orang yang ngantar aku malam tadi ada bilang sesuatu?" tanya Syafina.
"Dia cuma bilang kalau nona sudah bangun bilang yang mengantar nona adalah Reyhan, dia menggendong Nona sampai ke kamar."
"Mendengar itu Syafina Dan Khalid berpandangan. Dada Khalid Terasa panas mendengar istrinya di gendong orang lain, orang itu adalah mantan pacarnya.
"Apa yang dilakukan Reyhan? " batin Khalid.
"Astagfirullah, Reyhan orang baik baik aku sudah lama mengenalnya. Tak mungkin dia apa apakan Syafina.
"Terus yang ganti bajuku bibi kan?"
"Iya non, bibi yang gantikan baju nona. Seragam nona rusak kancingnya terlepas dua"
Khalid menarik nafas dalam dan membuangnya kasar lalu dia meninggalkan meja makan. Lagi lagi dia berpikir Arsya telah melakukan hal buruk kepada istrinya..
__ADS_1
****