
Khalid mengedarkan pemandangannya ke sekeliling, pemandangan yang terhampar di depannya sangat menyejukkan mata.
"Fina, ayolah kita jalan jalan. Apa kamu akan menghabiskan waktumu hanya di homestay saja seharian?"
"Kemana bang ? " Syafina bingung mau kemana.
"Mungkin kamu mau ke taman bunga,?"
"Aku sebenarnya ingin ke tempat outbond saja, ingin ikutan permainan rope course"
"Memangnya kamu sudah pernah ikut permainan rope course?" Khalid mengernyitkan keningnya.
"Pernah, aku suka flying Fox, climbing, rappeling" Syafina menyebut jenis jenis permainan outbond yang menggunakan tali yang cukup memacu adrenalin.
"Kalau kamu nggak hamil akan abang ajak kamu ikut semua permainan rope course, kamu pernah ikut sewaktu kuliah ? "
"Bukan, sewaktu masih kerja dirumah sakit saat jadwal libur aku sering pergi outbond"
"Sama Reyhan? "Khalid menebak, karena dia tahu adik sahabatnya Dendi mempunyai hobi seperti itu, Traveling, Trekking, bersepeda, climbing persis seperti Syafina.
Syafina mengangguk pelan, dia takut suaminya akan cemburu mendengar nama Reyhan.
"Maaf ya Fin, setelah jadi istri abang kamu nggak bisa lagi menjalani hobimu, tapi setelah kamu lahiran abang izinin kamu menjalani hobimu tapi ya sama suami kamu ini"
"Makasih bang, ayolah bang kita lihat lihat saja. Aku bosan di homestay"
Dua pasang suami isteri yang sedang bulan madu itupun berkeliling melihat lihat resort wisata baru yang luas itu, Syanaya resort baru satu bulan di resmikan. Di Syanaya Resort ada taman bunga Syanaya, ada resort outbond, ada komplek Syanaya Homestay, Hotel Syanaya, Restoran Syanaya , Syanaya waterboom, disebelah barat ada Syanaya Waterfall yang adalah air terjun alam yang sangat indah, dan yang paling menarik adalah Syanaya Lake yang adalah danau alam yang di percantik tanpa mengurangi kesan nature nya. Di sebelah selatan Danau terdapat kebun teh yang kabarnya juga milik orang yang sama. Syanaya resort juga dilengkapi dengan mesjid untuk wisatawan yang ingin beribadah.
"Siapa pemilik Syanaya Resort ini ?"
"Katanya milik pengusaha muda dari kota B, tapi dia enggan namanya diketahui."
"Aku sepertinya pernah dengar nama Syanaya" Syafina berusaha mengingat ingat.
"Iya, sepertinya nama itu Familiar."
Khalid melanjutkan perjalanan mereka berkeliling dengan menggunakan mobil taman. Setelah sampai sore hari Syafina meminta untuk pulang ke homestay. Dia sungguh lelah setelah lama berkeliling.
Malam harinya setelah solat Isya dua pasutri itu tak butuh waktu lama untuk menjalajahi dunia mimpi setelah seharian menjelajahi Syanaya resort.
****
Dendi Agak kesusahan mengerjakan pekerjaan dikantor, apalagi Khalid tak ada. Biasanya jika ada hal yng tidak dipahaminya dia akan bertanya kepada Khalid, sahabat sekaligus bossnya.
"Mas, ada yang bisa saya bantu? " sapa yulia sekretaris Khalid.
__ADS_1
"iya ini aki tidak paham beberapa hal. Sementara besok harus di presentasikan"
"Pak Khalid kapan pulangnya ? "
"Katanya liburan seminggu, ini baru saja tiga hari"
"Masih lama ya mas, biar saya saja yang kerjakan".
"Oke, makasih Yulia, mas memang lagi butuh bantuan."
Bagi Yulia yang cerdas seorang sekretaris yang cekatan tak sulit baginya mengerjakan tugas tugas Dari Dendi maupun Khalid. Itulah sebabnya Khalid dan Dendi sangat menyayangi Yulia dan menganggapnya adik. Karena Yulia juga adalah adik sahabat mereka sendiri, Arga. Yulia diberikan Khalid Fasilitas mobil dan sebuah apartemen.
****
Hari ketiga Khalid dan Syafina berlibur, mereka hari ini pergi ke tempat warga di sekitar resort menjual kerajinan tangannya.
Syafina memasuki beberapa toko souvenir untuk membeli oleh oleh, tapi tak ada yang dia suka.
Syafina mengajak suaminya ke toko lainnya lagi, Khalid mengikuti saja keinginan istrinya.
Syafina masuk ke sebuah toko yang menjual tas dan dompet rajutan. Syafina terkagum kagum dengan tas dan dompet rajut yang dijual disana. Semuanya homemade, dengan brand D, Favin crochet. Brand yang sudah lama di inginkan Syafina. Syafina membeli satu Sling bag untuk Linda, tiga cluth untuk Reyna, Melli dan Rita, empat tas tangan untuk mertuanya, Viana, Cintya dan Vivian, tiga dompet untuk bi Lastri, Marsella dan Helen dan satu tas kerja untuk Yulia, serta satu tas ransel untuk dirinya sendiri.
"Mbak, siapa owner brand d, Favin crochet?" tanya Syafina kepada karyawan toko.
"Ummi Syahna, dulu semua barang disini adalah karya tangannya sendiri. Sekarang dia sudah mempunyai karyawan yang handal. Saya hanya penjaga tokonya.
penjaga toko itu lalu mentotal harga belanjaan Syafina, lalu mengemas belanjaan syafina kedalam beberapa kantong belanjaan.
Syafina keluar dari toko itu dengan senangnya, Khalid menjinjing belanjaannya. mereka berjalan beriringan.
"Fin, malam nanti kita makan di restoran Syanaya saja ya, katanya ada pertunjukan music disana"
"Boleh, tapi sekarang kita beli keripik ubi khas daerah sini ya"
"Ayo" Khalid mengikuti saja semua keinginan istrinya. Setelah membeli lima kilogram keripik ubi, barulah Syafina dan Khalid pulang ke homestay mereka.
***
Malam harinya Syafina memakai gaun muslimah dari bahan sutera berwarna merah, ia ingin tampil cantik dinner bersama suaminya.
Sementara tanpa sepengetahuan Syafina Khalid telah menyiapkan makan malam romantis mereka.
Mereka berdua menikmati hidangan makan malam di iringi lagu dari pertunjukan band lokal yang membawakan lagu "cinta luar biasa" dari Andmesh request dari Khalid untuk Syafina.
Karena lagu ini mengingatkan dia pada waktu pertama kali bertemu Syafina, waktu itu dia hanya seorang laki laki biasa. Tiba tiba seorang pelayan memberi sebuah buket bunga mawar merah kepada Syafina. Syafina sangat terkejut lalu membaca note pada buket itu.
__ADS_1
"Untuk istri cantikku, i love you" Syafina menatap suaminya, matanya berbinar bahagia.
"Makasih sayang.." ucap Syafina tersipu sipu.
"Ehm Syafina. Malam ini aku ingin melamarmu"
"Melamar, kita sudah menikah pak suami" Syafina menghirup wangi mawar itu.
"Tapi aku belum melamarmu, malam ini mau kah kamu menerima lamaranku?"
Khalid berjongkok, tangannya memegang sebuah cincin berlian yang berkilau.
"Izinkan aku melamarmu, aku ingin hidup bersamamu, menua bersamamu, mengurus anak anak kita, dan aku ingin kesurga bersamamu juga"
Syafina menitikkan air mata mendengar kata kata suaminya, sungguh dia juga ingin menua bersama Suaminya, melihat anak anak mereka tumbuh dewasa. Dan kesurga pun bersama.
"Lamaran saya diterima apa tidak? " tanya Khalid.
Syafina mengangguk, lalu dia meminta Khalid berdiri. Syafina pun berdiri lalu dia memeluk suaminya itu. Setelah berpelukan beberapa saat mereka berdua duduk kembali. Orang orang disana melihat kearah mereka, namun Syafina dan Khalid tak peduli.
Khalid dan Syafina melanjutkan makan malam mereka yang tertunda beberapa saat. Mereka makan sambil berpandangan mesra, kali ini Khalid sengaja tak menyuapi Syafina karena Syafina yang meminta sebelum berangkat tadi, katanya dia malu jika disuapi.
Setelah mereka selesai makan malam mereka berdua masih duduk di tempat duduk Mereka, menikmati music dari band yang perfomance pada malam itu.
Setelah lagu berjudul "Sempurna" habis, host yang memandu acara pada malam itu mengumumkan sesuatu.
"Malam ini kita kedatangan tamu istimewa yaitu pemilik dari Syanaya Resort, beliau ingin membawakan sebuah lagu untuk menghibur kita semua".
Para tamu pada malam itu saling berbisik, karena rata rata mereka belum mengetahui siapa pemilik Syanaya resort. Termasuk Khalid dan Syafina juga belum mengenal siapa pemilik dari Syanaya.
"Beliau akan membawakan lagu yang berjudul "Surat cinta untuk Starla" yang dipersembahkannya untuk wanita yang dicintainya... Syafina Almaira"
Syafina dan Khalid saling berpandangan.
"Apa Syanaya resort ini juga milik abang?"
Khalid menggeleng, dia saja bertanya tanya dalam hatinya siapa pemilik Syanaya yang ternyata mencintai istrinya.
"Hadirin sekalian sambutlah" Host acara sengaja menghentikan kata katanya.
"Pemilik Syanaya Resort Arsya Wijaya"
Seketika Khalid dan syafina saling membelalakkan mata, karena terkejut.
"Apa apaan sih Arsya, pakai nyanyikan lagu segala buatku" gerutu Syafina dalam hati. Wajahnya seketika terlihat cemberut.
__ADS_1
"Dasar laki laki tak tahu malu mencintai istri orang" umpat Khalid dalam hati.
****