Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
jatuh cinta


__ADS_3

hari demi hari dilalui kanaya dan hardian sebagai pasangan pengantin. namun untuk malam pertama saja mereka belum pernah melakukannya. bukan tak mau tapi mereka masih mengenali karakter masing masing. karena buat mereka pernikahan bukan hanya untuk mengejar nafsu semata. kanaya dan hardian masih memantapkan hati untuk saling menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain. hakikat cinta adalah untuk melengkapi ketidaksempurnaan menjadi sempurna.


"mas kamu hari ini pulang jam berapa?" tanya kanaya disela sarapan. "jam 5 keluar kantor. kenapa nay?" jawab hardian. "temenin aku nonton. mauuu yaaaa pliiis" kanaya memohon dengan wajah memelas. hardian tersenyum dan mencubit pipi istrinya gemas. "nonton apa???" kanaya mengarahkan ponsel kehadapan hardian. hardian mengangguk menyetujui permintaan istrinya itu. dengan riang kanaya mengecup pipi hardian sambil mengucapkan terimakasih. mereka lalu bergegas untuk berangkat kerja.


kanaya mengerutkan kening mendapati proposal event yang akan diadakan akhir pekan. "kok mendadak gini sih???" kanaya menyodorkan map yang berisi proposal kepada rani rekan kerja nya. "gw yang ngajuin. mereka ga peduli soal biaya nay yang penting acara mereka lancar." kanaya kembali ke meja nya dan memanggil semua tim untuk mengadakan meeting. rani menjelaskan setiap detail permintaan klien yang membuat kanaya pontang panting mencari vendor sesuai kemauan sang mpunya hajat. semua tim bergerak mulai dari mencari lokasi, menghitung budget sampai mencari crew yang akan membantu mereka pada acara itu.


tenaga dan pikiran tercurah hari itu demi acara yang akan berlangsung 4 hari lagi.

__ADS_1


dddrrrttt ......... dddrrrttt .......


kanaya membaca pesan di ponselnya dan segera keluar dari kantor.


hardian yang sudah menunggunya sejak setengah jam itu terlihat cemas melihat kanaya yang memasang wajah lelah.


kanaya menyandarkan kepalanya di bahu hardian. sesekali hardian mengusap tangan kanaya yang melingkar di perutnya. "maaf yaaa mas ga jadi nonton" kata kanaya sedikit berteriak agar suaranya terdengar oleh hardian. "gapapa nay. kamu butuh istirahat sekarang. next time kita bisa nonton" jawab hardian sedikit menolehkan kepalanya kebelakang. sepanjang jalan mereka bercerita sambil tertawa untuk menghilangkan kepenatan hari itu.

__ADS_1


"mas ini siapa yang masak??" kanaya menunjuk 2 mangkuk mie instan lengkap dengan telur dan sayuran hijau di meja makan. "aku yang buat. kenapa??" kanaya menarik kursi dan mencicipi masakan suaminya itu. hardian menuangkan susu untuk kanaya dan melanjutkan kegiatan makan malam mereka.


jam sudah menunjukan pukul 9 malam. tapi kanaya dan hardian masih asyiik ngobrol di sofa sambil menonton acara televisi. kanaya menyandarkan kepalanya di bahu hardian untuk sekedar melepas penatnya. hardian yang sesekali mengusap rambut kanaya merasa jantungnya berdebar kencang setiap kali berada di dekat kanaya.


"nay hhmm kamu cape ga??" hardian bertanya lirih. seketika kanaya menoleh kearah hardian dan menatapnya lembut. "hhmm.... aku.... " belum sempat kanaya melanjutkan kata katanya hardian dengan cepat mencium bibir merah istrinya dengan lembut. kanaya sedikit terkejut namun menikmati setiap sentuhan hardian padanya. hardian menarik tangan kanaya menuju ranjang untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya dimana malam pertama mereka akan dimulai. hardian dan kanaya larut akan hasrat mereka dan membuat ikatan pernikahan mereka menjadi sempurna.


"makasih nay kamu udah menyempurnakan pernikahan kita" kata hardian sambil membelai kepala kanaya. "iya mas makasih juga kamu mau menerima ku apa adanya" kanaya tersenyum menatap wajah suaminya. kanaya merasakan jatuh cinta kepada lelaki yang baru 1 bulan dia kenal itu. saat mengucap ijab kabul tak pernah tersirat dalam benak kanaya untuk bisa membuka hati untuk hardian. namun ia percaya allah mampu membolak balikkan hati hambanya.

__ADS_1


kanaya dan hardian menyerahkan segalanya kepada sang maha pemilik hidup. biarlah saat itu mereka menjalani apa yang sudah terjadi. menyemaikan sedikit demi sedikit benih cinta demi masa depan hubungan pernikahan mereka.


__ADS_2