Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
bagian 2


__ADS_3

Kanaya menuju kamarnya yang berada di lantai 2. meninggalkan hardian yang sibuk menyeret 2 buah koper miliknya. sebagai bentuk tanggung jawabnya hardian berusaha membuat kanaya nyaman menjadi istrinya. karena dia sadar perjodohan ini terjadi karena hardian belum juga menikah disaat usianya sudah menginjak angka 33 tahun, yang membuat orangtua hardian meminta kepada pak arifin mochtar (ayah kanaya) sahabat lamanya untuk merelakan putrinya dijodohkan dengan anak laki lakinya itu.

__ADS_1


"ini kunci apartemen. ayah sama bunda beli ini setelah hardian melamar naya. ayah mau kalian tinggal di apartemen ini." ayah kania menyerahkan sebuah kunci kepada kanaya dan hardian. "yah naya mau tinggal disini aja." jawab kanaya merajuk. "naya kamu udah berumah tangga. ayah sama bunda mau kalian hidup mandiri. nanti disaat kalian sudah punya rumah sendiri kalian sudah terbiasa." kanaya menoleh hardian yang sedari tadi masih belum mengeluarkan pendapat. "kanaya masih belum mampu untuk hidup berdua sama mas hardian" kanaya masih memohon untuk tetap tinggal dirumahnya. hardian yang dari tadi hanya diam memberikan jawaban yang membuat kanaya kecewa. "hardian setuju aja yah. asal naya nyaman dan senang" hardian menyetujui keputusan mertuanya itu. pak mochtar dan istrinya terlihat bahagia dengan jawaban hardian. sementara kanaya masih sedih karena harus pisah dengan orangtuanya.

__ADS_1


"maaf aku harus kasih keputusan kita pindah." hardian menghampiri kanaya yang sedang duduk santai di balkon apartemen baru mereka. "aku ga bisa masak. aku ga bisa beres beres rumah. aku terbiasa manja sama ayah sm bunda." jawab kanaya cuek. "aku heran kenapa ayah sama bunda harus nikahin kita berdua." sambung kanaya dengan senyum getirnya. "aku pernah jatuh cinta sama perempuan temen kuliahku dulu. kita pacaran lama hampir 5 tahun. kita udah rencanain buat tunangan. sampe akhirnya ditahun ke 4 kita pacaran dia harus lanjutin kuliah di luar negri. kita LDR kurang lebih 1 tahun. sampe akhirnya aku tau kalo dia punya cowo lain disana. kecewa marah aku rasain. dan sejak itu aku ga bisa membuka hati sama perempuan lain. sekarang umurku 33 tahun dan papah mamah udah takut aku telat nikah. sampe suatu hari papah minta aku nikah sama anak temen lamanya, yaitu kamu. yaaah karena aku pikir ga mau kecewain papah mamah makanya aku setuju untuk nikah." jawab hardian panjang lebar sambil memandang langit. "gampang yaaaa jadi kamu tinggal bilang setuju. sementara aku harus kecewain laki laki yang cinta sama aku tapi ga bisa nikahin aku. kamu sadar ga udah bikin 2 hati jadi hancur dengan adanya pernikahan ini???" balas kanaya sinis. hardian menatap lekat wajah kanaya. dia mencoba untuk tidak membuat suasana malam itu panas. karena dia sadar mereka hanya berdua sekarang. hardian takut kanaya emosi dan membuat keadaan pernikahan mereka berantakan. "maaf" hardian meminta maaf dan meninggalkan kanaya yang masih duduk di lantai balkon. sementara hardian lebih memilih tidur di sofabed.

__ADS_1


__ADS_2