Hati Yang Memilih

Hati Yang Memilih
Bab 57


__ADS_3

Di dalam perjalanan Syafina tak habis pikir dengan sikap Arsya, mengapa Arsya tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah bersuami.


"Apa Arsya pikir aku akan luluh dengan perhatiannya dan meninggalkan suamiku ?"


"Benar benar hilang akal dia, sebanyak ini wanita kenapa di pikirannya cuma ada aku ?".


Syafina mendesah kesal, Linda melihat majikannya itu dari spion.


"Maaf, non Syafina langsung pulang atau mau kemana? "


"Ke supermarket saja dulu kak"


Linda mengarahkan mobilnya ke jalan dimana supermarket itu. Dia memarkirkan mobil, sementara H dan R mengikuti mereka dengan mobil berbeda.


"Kak Linda temani aku ke dalam ya?"


"Iya non"


Mereka berdua masuk kedalam supermarket, Syafina membeli bahan bahan makanan, perlengkapan mandi dan cuci. Linda membantu Syafina mendorong troli belanjaannya.


"Kurasa sudah cukup kak"


"Nggak ada yang lain lagi non, buah atau cemilan? "


"Oh iya ya kak, ayo kita kesana"


Syafina memilih beberapa buah buahan segar, Linda memasukannya ke troli.


"Aku mau bikin salad buah kak, suamiku juga pasti suka. Makasih tadi sudah di ingati beli buah"


"Iya nona, sudah selesai kita pulang? "


"Ayolah kita pulang" Syafina membayar di kasir, Linda lebih dulu membawa belanjaan ke dalam mobil.


Setelah dari kasir Syafina berjalan keluar dari supermarket itu. di parkiran dia berpas pasan dengan Reyhan. Langkah Reyhan terhenti begitu juga Syafina, H Dan R yang melihatnya segera mendekat.


"Nggak apa apa pak, dia temanku"


Syafina melempar senyum kepada Reyhan. Reyhan membalasnya.


"Apa kabar mama kak? "


"Mama sudah sembuh Fin, sudah seminggu kami kembali ke kota ini. Semua berkat bang Khalid. Bilang aku sangat berterimakasih padanya"


"Alhamdulillah kalau ibu sudah sehat, nanti aku sampaikan terimakasih kakak"


"Makasih ya Fin, "


"Iya kak, kakak mau belanja? "


"Iya, belanja bahan makanan"


"O ya sudah, aku duluan ya kak"


Reyhan mengangguk lalu dia berjalan ke arah supermarket, dan Syafina masuk kedalam mobil hendak pulang Kerumahnya.


*****


Khalid sangat sibuk di Kantornya dibantu oleh sekretarisnya Yulia. Hari ini Dendi tidak masuk kerja Karena Cintya mengalami mual muntah yang berlebihan, pagi ini setelah subuh Cintya terpaksa harus dilarikan kerumah sakit. Jadi jadwal Dendi ke kota A hari ini terpaksa di batalkan akan diganti oleh Khalid sendiri besok pagi.


"Yulia tolong persiapkan apa apa yang harus saya bawakan besok pagi, nanti sebelum pulang serahkan sama saya"


"Baik pak, boleh saya kembali ke ruangan saya pak? "


"Silahkan, oh ya besok kalau Dendi tidak masuk kerja tolong kamu handel urusan di kantor"


"Baik pak". Lalu Yulia kembali ke ruangannya. Yulia adalah sekretaris yang dapat di andalkan, dia sangat cerdas dan dia selalu punya ide ide cemerlang untuk kemajuan perusahaan mereka. Yulia adalah adik dari Arga.


Tak lama setelah Yulia ke ruangannya seseorang membuka pintu ruangan Khalid, Khalid sedang menghadap ke laptop di depannya.

__ADS_1


"Ada apa lagi yulia? "


"Khalid, ini aku.. "


Khalid mendongakkan wajahnya, suara itu sepertinya dia kenal. suara wanita.


"Angel"


"Iya aku" Angel duduk dikursi didepan meja kerja Khalid.


"Ada apa Angel, ada yang bisa saya bantu"


"Aku cuma mampir, kangen"


Khalid menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan kasar mendengar kata kata Angel.


"Rayuan yang basi" gumam Khalid dalam hati.


"Khal, maafin aku kemaren ya"


"Ya" Khalid mengangguk.


"Kita makan siang ya, sebagai permohonan maaf saya"


"Maaf saya tidak bisa. Saya makan siang dirumah"


"Kamu laki laki setia Khalid, aku suka menggoda laki laki setia, penuh tantangan" Angel berkata dalam hatinya.


"kenapa harus makan siang dirumah, istrimu belum tentu menungguimu, jangan jangan dia bertemu laki laki lain".


"Angel, kamu tidak kenal istriku. jangan sok tahu kamu".


"Khal, kamu masih saja setia sementara istrimu bermain dengan laki laki lain"


"Angel apa maksudmu, kamu nggak tahu apa apa. Kenal saya juga baru kemaren. Sebaiknya kamu keluar"


"Saya ketemu kamu memang baru kemaren, tapi aku sudah lama cari tahu tentang kamu. jujur aku menyukaimu Khalid. Apa salah? " Angel menyentuh tangan Khalid.


"Keluar Angel, saya laki laki beristri. Saya tidak mau ada yang salah paham dengan kedatanganmu kesini"


Angel berdiri, lalu dia menyentuh pipi Khalid.


"Ku tunggu kau resmi bercerai"


Khalid menepis tangan Angel, lalu membuka pintu.


"keluar Angel !"


Angel pun keluar dia merasa kesal dengan sambutan Khalid padanya.


"Lain kali kalau ada wanita itu kesini, kamu usir saja "


"Baik pak, tadi dia memaksa untuk masuk, katanya dia sudah janji sama bapak"


"Lain kali kamu jangan mau di bodohinya"


"Iya pak"


"dasar wanita gila" umpat Khalid. Dia kembali ke ruangannya, dan menutup pintu dengan keras.


****


Syafina sudah sampai dirumahnya, Linda membantu mengangkat barang barang belanjaan Syafina masuk ke dalam rumah. Bi lastri menyimpan barang belanjaan itu.


Syafina mendengar ada suara seseorang wanita menangis, dia mencarinya. Ternyata suara itu dari kamar mertuanya.


"Astagfirullah, apa ibu yang menangis ?" Syafina mendekatkan telinganya ke pintu kamar.


"Bukan, ini bukan ibu. Apa mungkin Sherin? apa aku masuk ke dalam saja ?" Akhirnya Syafina memutuskan untuk pergi saja, dia tidak mau di bilang ikut campur urusan orang lain.

__ADS_1


Akhirnya Syafina masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, jam masih menunjukkan pukul 12.00 , Syafina ingin tidur siang menjelang suaminya pulang makan siang. Syafina membuka jilbabnya, dan menukar pakaiannya dengan daster. Hanya itulah pakaian yang nyaman baginya sekarang, karena berat badannya mulai bertambah, perutnya mulai membesar. Syafina berbaring akhirnya Syafina pun terlelap.


Jam 13.05 Khalid telah sampai kerumahnya, dia berjumpa dengan ibunya yang duduk di ruang keluarga.


"Ibu, Syafina sudah sampai dari rumah sakit ? "


"Sudah, kata bi Lastri Syafina dikamarnya"


"Aku ke kamar bu"


"Tunggu sebentar Khal, tadi Sherin kerumah. Dia menangis katanya dia sering bertengkar dengan suaminya, dan suaminya memukulnya. Ibu lihat tadi memar di tangannya"


"Terus Sherin bilang apa bu"


"Katanya ini sudah sering terjadi, dia sudah sering melaporkannya sama kamu tapi kamu nggak menanggapinya"


"Bukan aku tak menanggapi bu, tapi aku ingin dia menyelesaikan masalahnya sendiri"


"Khalid, Sherina tak punya siapa siapa dia hanya punya kamu"


"Sherina terlalu manja bu, dia inginnya hidup mewah. Suaminya belum mampu biarlah mereka mulai hidup dari bawah".


"Khal, kamu lupa jasa Sherina sama kamu, kamu tahu sendiri kan Sherina mencintai kamu bukan sebagai kakak ?"


"Justru itu masalahnya bu, aku tak mau nanti Robi salah paham dan Syafina juga salah paham jika aku terlalu dekat dengan Sherina. kami sama sama sudah berkeluarga"


"Setidaknya kau peringati Roby untuk tidak menyakiti Sherina lagi"


"Baiklah bu, nanti aku temui Roby".


Khalid lalu naik ke lantai dua untuk menjumpai istrinya. Dilihatnya Syafina masih tidur. Khalid membangunkan Syafina.


"Fina bangun sayang" Khalid menyentuh tangan Syafina. Syafina belum terbangun, dia menggoyang goyang bahu Syafina. Syafina membuka matanya.


"Abang sudah pulang ? "


"Iya, ayo makan siang"


Syafina malah menutup matanya kembali.


"Aku masih ngantuk bang"


"Fina ayolah", Khalid mengangkat tubuh Syafina menggendongnya turun dari tempat tidur.


"Turunin"


"Abang gendong sampai ke dapur ya"


"Ishh abang, malu"


"Sudah diam saja" Khalid benar benar menggendong istrinya, sampai dekat meja makan baru dituruninya.


"Hhh berat juga ya ibu hamil" nafas Khalid ngos ngosan.


"Siapa suruh gendong" Syafina cemberut


"Ayolah siapin untuk suami makan siang nya". Khalid menurunkan Syafina.


Syafina memasukkan nasi ke dalam piring dengan tangan kirinya, kelihatan agak kesusahan. Khalid membiarkannya saja. Dia tahu istrinya ingin melakukan sesuatu untuk dirinya, Syafina pasti tak mau di larang.


Setelah selesai makan Khalid hendak kembali ke kantornya.


"Abang nggak istirahat dulu, solat zuhurnya sudah belum? "


"Abang tadi sudah solat zuhur di mesjid, o ya Fina abang besok ke kota A"


"Berapa lama? "


"Hanya sehari, abang banyak sekali kerjaan. Dendi berhalangan istrinya sakit"

__ADS_1


"Iya bang, tadi Cintya sudah mengabari kalau dia dirawat"


****


__ADS_2