
"nay bangun solat subuh dulu." hardian membangunkan kanaya yang masih terlelap tidur di ranjang. hardian menepuk lembut pipi istrinya itu agar segera membuka matanya.
kanaya yang tersadar segera bangun dan terkejut karena hardian sedang menatapnya tersenyum. dengan malu kanaya bergegas menuju kamar mandi mengambil wudhu dan melaksanakan sholat.
__ADS_1
"aku bikinin kamu teh anget di meja." hardian menikmati udara pagi kota lombok. kanaya sambil membawa cangkir tehnya menghampiri hardian di balkon. "hari ini kita jalan jalan yuuu. soalnya ntar malem aku udah harus di lokasi event." hardian menoleh ke arah kanaya. "mau kemana??" hardian mengamati kanaya yang sedang menyeruput teh hangatnya. begitu natural wanita itu dimatanya. dengan memakai piyama dengan rambut hitam panjangnya yang dibiarkan tergerai. "kayanya kita ke pulau gili seru deh mas. mau gaaa??" tanya kanaya semangat. hardian mengangguk tanda setuju yang disambut tawa bahagia dari bibir kanaya.
hari itu mereka lewati dengan tawa suka cita. tak terlihat sebagaimana orang yang belum lama kenal. bertukar cerita berbagi tawa canda. bahkan sering kali hardian memberikan perhatiannya pada kanaya. hardian sudah merasa nyaman dengan istrinya itu. dia merasa kania juga merasakan hal yang sama padanya.
__ADS_1
"kamu beneran ga mau aku temenin kerja??" hardian mengamati lokasi kerja kanaya dengan ragu. "gpp aku udah biasa kaya gini. kamu balik ke hotel aja. besok aku baru bisa balik ke hotel malem yaaa. kamu kalo jenuh jalan jalan sendiri aja mas." kata kanaya meyakinkan hardian. "okeeeee." hardian mengecup kilas kening kanaya yang membuat kanaya terkejut. hardian berlalu menyembunyikan wajah merahnya karena berani untuk pertama kalinya bersikap intim pada kanaya. kanaya menuju lokasi acara dengan wajah merah dan hati yang tak karuan. ada rasa berdebar yang tiba tiba hinggap di hatinya.
"kopi" arya menyodorkan segelas kopi dihadapan kanaya yang membuatnya kaget. "iya makasih" kanaya menerima gelas sambil mencari tempat untuk duduk. "aku seneng nay ketemu kamu lagi. banyak hal yang mau aku ceritain ke kamu. kamu harus tau sekarang aku udah jadi karyawan tetap di vendor yang lama." cerita arya antusias. "oooo bagus doong." balas kanaya datar. masih terngiang dengan jelas di ingatan kanaya, dimana hari itu disaat kanaya memohon pada arya untuk memperjuangkan cintanya tapi arya lebih memilih melepaskannya hanya karena alasan yang tidak masuk akal. tak bisa dibohongi hati kanaya masih menyimpan sedikit cinta untuk mantan kekasihnya itu. tapi dia terus ingat akan status nya saat itu sudah menjadi istri dari laki laki yang baik yang pantas untuk dihormati. "nay kalo aku balik sama kamu dan mau nikahin kamu, kamu mau ga pisah sama suami kamu ??" tanya arya hati hati sambil menatap wajah kanaya. "hah kamu ga salah ngomong gini ke aku??? kamu yang dulu relain aku nikah sama laki laki pilihan orangtua ku dan sekarang kamu mau aku pisah sama dia??" balas kanaya sinis tak percaya apa yang barusan diucapkan arya. "aku pernah rapuh saat kita pisah. aku pernah takut saat aku tau harus nikah sama orang asing. tapi aku sadar aku bisa dan mampu menjalani hidup tanpa kamu walaupun sulit. ga segampang itu arya kamu minta balik sama aku. aku harus menjaga perasaan suami aku orang tua aku mertua aku. aku ga bisa nyakitin perasaan mereka demi egoku sendiri. arya, mungkin sekarang aku emang belom bisa mencintai suamiku dengan baik tapi paling tidak aku harus menghormati mas hardian. dia udah baik banget, berusaha membuatku nyaman walaupun pernikahan ini juga bukan yang dia inginkan." lanjut kanaya emosi dan meninggalkan arya yang masih terdiam menyesali perbuatannya dulu pada kanaya.
__ADS_1
kanaya menangis sejadi jadinya. rasanya ingin pulang saja ia menghindari arya.
dikamar hotel hardian duduk sendiri di balkon. pikirannya masih diisi oleh kanaya. wanita yang sudah menjadi istrinya itu mampu meluluhkan hatinya perlahan lahan. kenapa begitu cepat ia merasa nyaman pada wanita yang baru ia kenal itu. bahkan tawa dan senyumnya mampu membuat hidup hardian lebih berwarna. hardian membuka galeri di ponselnya. ia memandangi foto foto kebersamaan mereka saat mengelilingi indahnya kota lombok. dia memilih 1 foto untuk dijadikan wallpaper pada ponselnya. dia buka aplikasi whatsapp dan mengganti foto profilnya dengan foto mereka berdua.
__ADS_1