
Khalid sudah selesai dengan urusannya di bengkel. Sekarang dia ingin pulang secepatnya menjumpai istrinya. Khalid mengambil ponselnya lalu menelpon Syafina.
"Assalamualaikum Fina"
"Wa alaikum salam bang, sudah selesai kerjanya?"
"Sudah, ini abang mau pulang nanti sudah magrib"
"Apa nggak lelah bang, istirahat saja dulu"
"Biar cepat sampai rumah Fina, biar ketemu obat lelah abang"
"Kenapa nggak dibawa saja obat lelahnya ?"
"Obat lelah abang lagi nggak bisa dibawa bawa, tangannya masih sakit"
"Hhh abang, kirain tadi vitamin atau suplemen"
"Haha, iya suplemen cantik yang ngangenin"
"Udah ah, ini bentar lagi magrib. Nanti makan malam dulu ya bang, setelah itu baru berangkat"
"Iya, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
****
Malam ini di UGD Angel ditemani Sherina. beruntung dia hanya cedera ringan, dia diperbolehkan pulang setelah diperiksa dokter dan diresepkan obat.
"Kamu kenapa nggak nahan Khalid biar tetap disini? " tanya Sherina.
"Sudah dibawanya kesini saja aku sudah terimakasih, kasihan dia masih ada urusan"
"Aku sudah susah payah agar kalian bisa dekat, kamu malah ngelepasi dia"
"Ooo jadi ini bagian rencanamu menyuruh orang nyerempet aku, gila kamu Sher ? "
"Ya habis kamu selalu mendesakku, mau nggak mau aku bikin rencana begini"
"Kalau aku cacat gimana, kamu bisa saya tuntut. Terus gimana kalau aku mati"
"Sudah aku perhitung kan Angel, ini buktinya kamu baik baik saja. Kamu cuma terkilir"
"Dasar gila, apa nggak ada cara lain. Apa kamu sudah sering berbuat begini? "
"Maksud kamu apa , aku hanya bantu kamu Angel. Kamu tenang saja foto Khalid menggendongmu sudah beredar di sosial media, istrinya pasti akan melihatnya."
"Kamu jamin ini akan mempercepat perceraian mereka"
"Iya aku yakin, kamu tenang saja. beberapa hari lagi aku akan melancarkan rencana keduaku"
"Oke, aku tunggu rencanamu selanjutnya"
Dua wanita itu tersenyum saling berpandangan. Angel merasa sebentar lagi dia akan mendapatkan Khalid. Sementara Sherina merasa akan segera menang dengan memperalat Angel yang menggilai Khalid.
__ADS_1
****
Jam dua dini hari Khalid sudah sampai di depan pintu gerbang rumahnya, pak Udin membuka gerbang. Setelah Khalid turun dari mobil Lukman kembali melajukan mobilnya pulang kerumahnya, karena mereka menggunakan mobil perusahaan.
Bi Lastri membuka pintu setelah Khalid dua kali memencet bel. Khalid langsung saja kekamarnya dilantai dua. Melihat istrinya yang sedang tertidur membuat rasa lelahnya berkurang, dia dekati Syafina lalu menyibak anak rambut di dahinya. Sebuah kecupan kecil didahi diberinya untuk Syafina. Syafina yang lelap tak menyadarinya.
Khalid membersihkan diri sebelum dia merebahkan tubuhnya di samping istrinya, dan akhirnya diapun tertidur juga karena kelelahan.
****
"Siapa wanita ini yang digendong oleh bg Khalid ?" Reyhan terkejut melihat foto yang beredar di sosial media dengan judul "Khalid menyelamatkan seorang wanita". Reyhan membaca lebih lanjut berita yang dilihatnya.
"Oo wanita ini putri seorang pengusaha, dia bernama Angel. Mungkin dia Teman bang Khalid, tapi aneh wanita ini memegang bahu Bang Khalid terlalu erat, kelihatan seperti memeluk" Reyhan merasa ada yang aneh dengan sikap wanita di foto itu.
"Ah hanya pikiranku saja mungkin" Reyhan berusaha menepis pikirannya.
"Rey, saya kerumah sakit. hari ini Cintya boleh pulang". Dendi pamit kembali kerumah sakit kepada Reyhan. Tadi dia pulang kerumahnya untuk menjemput beberapa dokumen yang tertinggal dirumah.
"Syukurlah kak cintya sudah bisa pulang hari ini, sekarang siapa yang menemani kak cintya?"
"Dia sendirian, ya udah aku berangkat ya"
"Tunggu bentar mas, apa mas kenal wanita ini?" Reyhan memperlihatkan smartphone miliknya.
"Ehmm ini foto Khalid, kalau nggak salah wanita ini Angel, kenapa Khalid bisa menggendong dia ya? "
"Iya di sini juga disebut namanya Angel, katanya dia diselamatkan oleh bang Khalid siang kemaren"
"Oo, Khalid kan berada dikota A kemaren, kenapa dia bisa kesana juga ya? "
"Mungkin kebetulan saja, aku berangkat sekarang ya"
"Iya mas", Reyhan masih penasaran dengan Angel wanita yang diselamatkan oleh Khalid.
"Aku ada janjian dengan Saiful, aku harus pamit dulu sama mama". Pagi ini jam 8 Reyhan memang sudah berjanji dengan Saiful untuk bersepeda ke daerah pedesaan. Suatu hal yang dulu sering dilakukannya bersama Syafina.
****
Seperti biasanya pagi ini Syafina mengantar suaminya sampai keteras.
"Fina abang bawa mobil hari ini ya, kamu kalau abang beliin mobil mau nggak fin? "
"Ya elah pakai nanya, beli aja kali bang.. udah pasti istrimu mau"
"Kenapa nggak bilang dari dulu dulu kalau mau"
"Nggak segitu pengennya kali aku bang, aku sih motor matic aja sudah cukup bang, kan ada tuh keluaran terbaru. " Syafina tersenyum senyum menggoda suaminya, siapa tahu di beliin sepeda motor matic model terbaru.
"Nggaklah kalau motor nanti kamu kehujanan. Kan musim penghujan lagian buat apa abang bayar Linda. Kamu sukanya mobil apa ?".
"Yang bisa offroad"
"Hahh nggak salah Fina? "
"Nggak bang, pasti seru banget ya bang sekali sekali kita offroad"
__ADS_1
"Kamu hamil Syafina, nanti abang belikan kamu mobil matic yang cocok sama kamu, badan kecil gitu kok sukanya offroad? "
"Terserah abang lah, " Syafina masih pamer senyumnya.
"Abang pergi sekarang ya? "
Syafina mengangguk, lalu dia melambaikan tangannya kepada suaminya. Setelah suaminya pergi Syafina masuk kedalam kamarnya.
Di dalam kamarnya Syafina mengambil ponselnya.
"Oh low bat, aku kelamaan maen game malam tadi" Syafina lalu mengambil Charger dan mengisi bateray ponselnya.
"Apa bener abang mau belikan aku mobil, tapi buat apa. Aku jarang keluar, kerja nggak dibolehin. Mubazir beli mobil"
Syafina berbaring di atas sofa, dia bingung mau melakukan apa. Mau merawat bunganya dia belum bisa karena tangan kanannya belum sembuh. ngobrol sama ibu, tapi ibu belum keluar dari kamarnya, karena jam segini ibu Fatimah memang sedang baca Alquran dan solat duha.
"Aku telpon mama saja, kemaren dia janji empat atau lima hari lagi menjengukku, ini malah sudah hari ke enam semenjak hari itu. " Syafina sudah sangat kangen dengan mamanya, ingin cerita tentang kehamilannya juga.
"Ehmm, nanti saja tunggu batere ponselku penuh" Syafina akhirnya mengurung niatnya untuk menelpon mamanya.
"Aku baca Alqur'an saja. bang Khalid nyuruh aku sering sering baca Alquran." Syafina beranjak dari tempat duduknya untuk berwudhu dan kemudian membaca Alquran.
****
Reyhan dan Saiful beserta rombongannya sesama perawat sedang melakukan perjalanan gowes ke pedesaan. Saiful tiba tiba menghentikan sepedanya, Reyhan yang berada di belakangnya juga menghentikan sepedanya karena melihat temannya itu berhenti.
"Kenapa Ful ?"
"Aku mau ke toilet umum, di sebelah sana ada, tunggu aku ya Rey"
"Oke, jangan lama lama ya"
"Iya ya" Saiful lalu mampir di warung makan kecil pinggir jalan, karena di belakang warung makan itu ada toilet umum.
Reyhan mampir di warung itu dan duduk di bangku sebelah luar. tak sengaja dia mendengar nama Khalid disebut sebut, Reyhan memasangkan telinganya.
"Kamu sekarang benar benar ninggalin kerjaan kamu yang lama ya son, udah tobat ya ?"
"Iya itu tadi aku udah bilang nggak mau balik lagi pekerjaan itu, aku nggak bisa menyakiti keluarga Khalid"
"Kamu ketahuan? "
"Nggak, mana mungkin ketahuan. aku melakukannya dengan rapi"
Reyhan terkejut mendengar percakapan orang itu.
"Apa Khalid yang dimaksud orang itu adalah bang Khalid?" Reyhan menerka nerka.
"Rey, yok cepat. aku sudah selesai"
"Iya ya, tunggu bentar" Reyhan masih ingin mendengar pembicaraan orang itu.
"Khalid itu orang baik baik yok, aku rasa orang yang menyuruhku itu ada dendam sama dia. Cinta tak terbalas. Makanya aku disuruh nyelakain istrinya"
"Rey hayoo, kita ketinggalan" Saiful tiba tiba menepuk bahu Reyhan. Reyhan terkejut lalu berdiri, dia mengikuti Saiful yang lebih duluan naik keatas sepedanya.
__ADS_1
****