
kanaya putri mochtar gadis manis yang modern berusia 27 tahun. lahir dari keluarga berkecukupan dan anak tunggal dari ayah dan bundanya. dia mempunyai usaha event organizer yang dia rintis bersama teman teman dekatnya. kanaya adalah gadis yang ambisius percaya diri dan selalu berusaha keras demi karir dan cita citanya. dia memiliki kekasih bernama arya hutama. mereka bertemu tak sengaja saat kanaya menangani sebuah event produk otomotif di salah satu mall. 2 tahun sudah kanaya dan arya berpacaran namun belum juga mereka memutuskan untuk dibawa kemana arah hubungan mereka.
"kamu kapan mau kerumah?? aku kenalin sama ayah sama bunda." arya hanya terpaku mendapat pertanyaan dari kekasihnya itu. "aku serius beb ngajak kamu ketemu ayah bunda. biar mereka tau kalo aku udah punya pacar." kanaya terus meminta pada arya. sudah sering kanaya melontarkan pertanyaan yang sebenarnya jawabannya sudah dia tahu. "hhmm aku belum siap nay. nanti kalo aku udah siap aku janji kita temuin ayah bunda kamu yaaaa" jawab arya sambil mengusap rambut kanaya. "2 tahun loooh kita pacaran. mau sampe kapan lagi tunggu kamu siap??" balas kanaya heran. "aku ga siap kalo tiba tiba ayah sama bunda kamu minta aku ngelamar kamu. kamu tau sendiri kerjaan aku belom jelas. masih freelance. aku malu nay nanti kamu mau aku kasih kehidupan kaya apa kedepannya. tunggu sampe aku dapet kerjaan yang mapan yaaa." sebenarnya kanaya jenuh dengan sikap arya yang seolah menggantungkan hubungan mereka. namun dia lebih memilih sabar karena rasa cinta yang besar pada laki lakinya itu.
__ADS_1
hari itu kanaya berniat untuk memberi sureprise ulang tahun pada arya. 1 buah cake dengan angka 30 dan 1 kotak hadiah yang isinya barang inceran arya sudah bertengger manis di meja kerjanya. "nay arya jemput lu jam berapa?" tanya gladis teman dekat kanaya yang ikut merintis usaha bersamanya. "jam 7 kayanya. tadi udah gw telfon sih." balas kanaya semangat. "hhmmm okeee kalo gitu."
malam itu kanaya berhasil memberikan kejutan ulang tahun untuk arya.
__ADS_1
arya mengajak kekasihnya untuk makan malam disebuah cafe kecil favoritnya. setelah makan mereka melanjutkan pergi jalan jalan malam menggunakan motor sport kesayangan arya melewati jalanan ibukota.
hari demi hari bulan demi bulan kanaya lalui bersama arya. tapi arya masih belum berusaha membuktikan keseriusannya untuk meminang kanaya menjadi istrinya. kanaya jenuh dengan apa yang sudah mereka lewati tanpa mendapatkan kejelasan. kanaya mencintai arya namun ia juga ragu dengan kekasihnya yang masih belum mau melanjutkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius.
__ADS_1
"nay ayah sama bunda mau tanya sama kamu. kamu udah punya calon suami pilihanmu belom?" tanya ayah disela makan malam keluarga. "kok ayah tiba tiba nanya gitu?" kanaya terbelalak mendapat pertanyaan mendadak dari ayahnya. "kalo kamu udah punya calon kenalin ke ayah sama bunda dong." kanaya yang masih terkejut mencoba tenang dan menjawab pertanyaan ayahnya. "nanti yah kalo waktunya udah tepat naya bawa kerumah kenalin ke ayah sama bunda yaaa" jawab kanaya sambil mengunyah makanannya. "kamu umurnya berapa sekarang? udah 27 kan yaaaa. mau tunggu apa lagi sih nay?" sahut bunda yang tak kalah penasaran. "bund nikah itu kan banyak persiapan. calon udah ada belom tentu biayanya udah cukup. naya masih nunggu semuanya pas dulu baru deh naya bawa calon naya kerumah" balas naya sedikit menggerutu. "kalo untuk biaya kamu ga usah pusing kan ayah sama bunda masih bisa bantuin. kalo emang belom ada calon ayah mau kenalin kamu sama anak temen lama ayah yang baru ketemu lagi kemaren dinikahan anaknya om pras." tiba tiba naya merasa berdebar mendengar ucapan ayahnya barusan. "naya mau dijodohin gitu maksud ayah?" dengan hati hati naya bertanya. "yaaaah bisa dibilang gitu. kamu udah dewasa umur kamu udah cukup buat nikah. kalo emang belom dapet calon suami yang pas biar ayah aja yang cariin buat kamu." seketika naya lemas mendengar pernyataan ayahnya. yang ada dipikirannya saat itu hanya harus bicara sama arya tentang obrolan ayah dan bundanya malam itu. setelah selesai makan naya langsung menuju kamar dan menghubungi arya. arya harus segera melamarnya jangan sampai ia dinikahkan dengan orang lain.
"beb aku belom siap nikah sekarang. aku bingung kalo kamu minta aku untuk cepet cepet nikahin kamu. aduuuh kenapa jadi gini sih" arya emosi mendengar kanaya yang tiba tiba minta dinikahi cepet cepet. "loooh beb aku udah bilang kan kamu ga usah pusing masalah biaya. aku ayah bunda bisa biayain pernikahan kita. untuk setelah nikah kita cari sama sama untuk kebutuhan. kamu mikir apalagi sih" kanaya terpancing emosi mendengar jawaban arya yang tak sesuai dengan harapannya. "maaf nay aku belom siap nikahin kamu. kalo emang ayah bunda kamu punya calon yang lebih baik dari aku aku terima nay. sekali lagi aku minta maaf belom bisa bikin kamu bahagia. dari awal ga seharusnya aku jatuh cinta sama kamu. harusnya aku sadar siapa aku dan gimana kerjaan aku. maafin aku nay" arya menatap tajam mata kekasihnya. sambil menggenggam tangan kanaya, arya meyakinkan kekasihnya untuk mengikuti permintaan orangtuanya. kanaya menangis meninggalkan arya yang masih terpaku di kamar kostnya. kanaya galau kanaya kecewa. hatinya berkecamuk dan meronta. mengapa semua harus terjadi seperti ini. ia seperti tak punya harapan pada kekasihnya itu.
__ADS_1