
Khalid sedang bersiap siap pagi itu, setelah selesai berpakaian dan menyemprot parfum dia kembali duduk diatas tempat tidur, Dia bingung apakah hari ini akan berangkat ke kota C atau ke kantor saja.
Syafina diam saja, malas untuk berbincang dengan suaminya. Tapi dia memperhatikan suaminya.
Khalid akhirnya menelpon Dendi.
"Assalamualaikum Den"
"Wa alaikum salam"
"Den, bisa nggak kamu saja yang ke kota C hari ini ?"
"Hemm, gimana ya Khal, Cintya lagi sakit. Ini saja mungkin nanti aku rencananya pulang cepat kalau nanti selesai presentasi."
"oo ya udah nggak apa"
"Maaf ya Khal, aku nggak bisa. Memang kenapa kamu tiba tiba minta aku gantiin?"
"Nggak apa, istrimu lebih penting. Ini aku malas aja nyetir. Pak Lukman kan izin, dia sakit"
"Oh gitu, tunda saja ke kota C gimana? "
"Nanti aku pikirkan. Ya sudah Assalamualaikum"
Khalid menaruh ponselnya kedalam saku celananya, lalu bergeser duduk mendekati istrinya.
"Fin, boleh abang berangkat ke kota C nggak hari ini ?"
"Tumben minta izin ? "
"Abang rencananya mau lihat restoran disana sekalian ke kota D juga setelah dari sana. "
"Pergilah"
"Tapi Angel wanita yang difoto malam tadi itu juga ke kota C hari ini, dia memang berasal dari sana. Abang rasa dia itu memang sengaja cari perhatian abang."
"Maksud abang apa, apa hubungannya sama Angel. Abang kan mau ke restoran milik abang, bukan menemui Angel kan? "
"Iya, tapi dia tahu kalau abang mau kesana. Abang takutnya dia nyari abang ke restoran".
"Terserah abang, kalau abang menghargai aku sebagai istri jangan meladeni dia. Jika abang memang mau membohongiku aku kan aku nggak tahu juga, aku nggak melihatnya"
"Abang tunda saja kesana"
"Jangan, Fina percaya sama abang kok. pergilah"
"Hemm makasih ya Fin, abang cepat pulang kok"
Syafina mengangguk dan tersenyum kepada suaminya.
"Ayolah aku antar abang keluar"
Mereka berdua berjalan keluar dari kamar, di depan tangga mereka ber pas pasan dengan ibu Fatimah.
"Ibu, aku berangkat ke kota C sekarang ya bu" Khalid menyalami ibunya.
"Iya, hati hati".
Syafina mengantar suaminya sampai teras depan rumah.
"Abang berangkat sekarang ya"
Syafina menyalami suaminya dan mencium punggung tangan suaminya. Setelah itu Khalid Khalid masuk kedalam mobilnya.
"Hati hati ya bang" Syafina melambaikan tangannya.
"Aku tak mau mengganggu pekerjaan kamu bang. kamu suami yang baik, selalu menjaga perasaanku meskipun mungkin kau tak mencintaiku. Aku yakin kau suami yang setia. Aku tahu wanita wanita itu yang cari perhatian kamu"
Syafina masuk kedalam rumah, lalu masuk ke dalam kamarnya.
"Ya Allah lindungilah suamiku, permudahkanlah segala urusannya."
****
Fatimah sedang duduk di sofa ruang keluarga, dia memegang sebuah Alquran, di waktu senggang dia memang sering menghabiskan waktu dengan membaca Alquran. Barusan dia sudah selesai solat Duha.
__ADS_1
"Assalamualaikum" terdengar seseorang mengucapkan salam.
"Bi, coba lihat siapa diluar"
"Baik nyonya"
Bi Lastri yang sedang mengelap perbotan dirumah itu segera melihat siapa yang bertamu. Dia membuka pintu setelah mengintip siapa orang diluar.
"Silahkan masuk nona Sherin"
"Mana Syafina? " tanya Sherin.
"Non Syafina dikamarnya, nyonya Fatimah ada di ruang keluarga"
Tanpa menanggapi Sherin langsung berjalan ke ruang keluarga.
"Ibu,"
"Kenapa kesini Sher, kamu nggak kerja? "
"Aku kangen ibu, kebetulan lewat jadi aku mampir. Rumahku kan dekat sini juga"
"Oh ya, ibu belum pernah kerumahmu" Fatimah menutup Alquran ditangannya, lalu menaruhnya di atas meja.
"Sekitar sepuluh menit dari sini bu"
"Berarti dekat banget ya"
"Fina apa kabarnya bu?"
"Sudah sembuh, kakinya sudah sehat. Tapi tangan kanannya ya masih begitu belum bisa beraktifitas. Makan saja di suapin sama Khalid".
"Kasihan banget ya bang Khalid bu, sudah harus kerja, ngurusin istri juga."
Syafina yang mendengar suara turun ke bawah melihat siapa yang datang, dia mendengar percakapan mertuanya dan Sherin dari ujung tangga. Rumah itu sepi tak ada kebisingan lain, jadi jelas sekali terdengar.
"Sherin benar, aku nyusahin bang Khalid saja"
Fatimah melihat kedatangan Syafina, dia mengajak Syafina bergabung dengan mereka.
Syafina mendekati mertuanya dan Sherin, dia duduk disofa di sebelah mertuanya.
"Bang Khalid kekota C ya Fin "
"Iya, kok tahu? "
"Kan memang dari dulu, tiap awal bulan bang Khalid mengunjungi cabang usahanya di kota lain."
"Oh gitu"
"Maaf ya Fin soal tadi malam, kami cuma makan makan saja kok. Tapi ya itu Angel emang kegenitan sih"
"Nggak apa apa Sher, malam tadi aku memang sempat salah paham tapi bang Khalid sudah jelasin semua. "
"Syukurlah. Aku juga minta maaf karena aku sering ganggu waktu bang Khalid, soalnya kami sudah dekat banget Fin, seperti kakak adik kandung, padahal kami saudara angkat, ya kan bu?"
"Iya Fin, Sherin dan Khalid adalah saudara angkat"
"Bang Khalid pernah cerita bu"
"Hoo, dia sudah cerita ya. Tak banyak yang tahu kalau Sherina adik angkat Khalid. Wajah mereka mirip, mungkin orang mengira Sherin adalah anak ibu yang sudah meninggal waktu masih berusia 10 tahun"
"Bang Khalid, punya adik kandung bu? aku baru tahu. Sia tak pernah menceritakan"
"Iya, Khalid sangat sayang sama adik nya, namanya Aini. tapi dia sakit keras waktu itu, dan ternyata Allah lebih sayang dia. Dia seumuran kamu Fin".
"Kalau boleh aku tahu. Bagaimana ceritanya Sherin bisa menyelamatkan nyawa bang Khalid bu, dia pernah bilang sama aku. Tapi dia belum sempat menceritakan semua. "
"baiklah, ibu ceritakan.."
Fatimah menceritakan semua kepada Syafina, bagaimana Sherina sampai menyelamatkan nyawa Khalid dan akhirnya menjadi adik angkat Khalid.
"Bang Khalid tentu sangat menyayangi kamu Sher "
"Benar fina, aku juga sangat menyayangi bang Khalid, jadi aku nggak akan tinggal diam bila ada orang yang menyakiti hati maupun fisik dia"
__ADS_1
"Sherin dan Khalid sekarang sama sama sudah berkeluarga, ibu harap kalian berdua memberi ibu cucu. istri Khalid sudah hamil, nah kamu bagaimana Sherin? "
"Sabar ya bu, nanti sudah waktunya pasti Allah kasih bu"
"Semoga disegerakan ya Sher" kata Syafina.
"Makasih Fina. O ya Fina kamu jangan menyakiti hati Khalid".
"Tentu sherina dia suamiku, aku sangat mencintainya".
"Aku ke clinic sekarang" pamit Sherina.
Sherina meninggalkan rumah itu lalu pergi ke clinic, sementara Syafina memikirkan kata kata terakhir Sherina.
"Fina, kamu mikirin kata kata Sherina ya, Sherina memang begitu orangnya. Mungkin karena dia sangat menyayangi Khalid. Hanya Khalid lah yang dia punya, dia yatim piatu"
"Iya bu, aku nggak apa apa".
****
Khalid telah selesai dengan urusannya di restorannya di kota C, manager restoran sudah memerintahkan pelayan menyiapkan makan siang untuk bos mereka itu. Khalid berjalan beriringan dengan pak Anton manager hotel, mereka akan makan siang bersama.
Pak Anton telah memilih tempat duduk mereka, disana telah terhidang menu andalan dari restoran itu. Kemudian mereka makan siang hanya berdua saja.
Seorang wanita melambaikan tangannya kearah dimana Khalid dan pak Anton duduk. lalu dia menghampiri meja mereka.
"Hai, boleh kan aku gabung. ternyata kamu benar benar kesini hari ini"
"Angel, mengapa kesini ? "
"Mau ketemu kamu ?" Angel kemudian dudk dikursi disamping Khalid.
"Ada apa lagi angel ? "
"Khalid, apa salahnya jika aku ingin ketemu kamu?"
"Rasanya aku tidak punya urusan dengan mu Angel"
"Memang tidak"
"Kalau tidak ada urusan sama saya, setelah makan ini saya akan melanjutkan perjalanan ke kota D"
"Aku temani kamu ya, sendirian kan ?"
"Nggak perlu Angel"
"Ayolah Khalid" suara angel terdengar manja, dia memegang tangan Khalid.
"Saya bilang tidak perlu, kamu ngerti ! " suara Khalid meninggi.
"Khalid, kamu jangan kasar donk. Apa salah aku mendekati kamu ? "
"Salah karena aku pria beristri"
"Tak masalah bagiku, nanti kalian akan pisah juga"
"Kamu jangan sok tahu dengan hubungan saya dan istri saya, sebaiknya kamu keluar dari sini !". Khalid mengarahkan jari telunjuknya keluar restoran. Tamu yang kebetulan berada disana melihat kearah mereka. Sementara pak Anton diam saja melihat semua itu.
Angel merasa sangat malu diperlakukan seperti itu, namun dia berlagak tenang saja.
"Oke, jika tak di butuhkan aku permisi". Angel berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu.
"Lihat saja nanti Khalid, suatu saat kau akan menghabiskan waktu semalaman denganku". katanya dalam hati.
"Anton kau kenal perempuan itu ? "
"Iya pak, dia anak pengusaha terkaya di kota ini"
"Sayang sekali kelakuannya seperti itu".
"eEhmm, bapak mau melanjutkan perjalanan? "
"Iya, aku berangkat sekarang ya".Khalid berdiri, dan berjalan keluar. Anton mengikutinya. mengantar Khalid sampai ke depan restoran.
****
__ADS_1