Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir
tertangkapnya Veronica


__ADS_3

Veronica terdiam dengan ekspresi santainya. Wanita itu belum keluar dari kantor resort kepolisian setelah berjam-jam di periksa.


Walaupun statusnya masih terduga. Nyatanya semua bukti-bukti telah sampai pada pihak berwenang untuk menangani kasusnya.


"Apa sudah bisa aku pergi? Semua pertanyaan telah ku jawab," tandasnya merasa bosan.


Polisi menghentikan gerakan mengetiknya lalu merubah posisinya dengan sikap sempurna.


"Saya ingin bertanya sekali lagi. Ini adalah pertanyaan terakhir. Tolong jangan jawab tidak tahu, atau tidak kenal. Anda sudah di sumpah, ya! Semakin Anda berkelit maka hukumnya semakin berat."


Vero tersenyum sinis. "Bapak mengancam, bapak pikir saya takut?"


"Anda kenal Febriana? Seorang cleaning servis di rumah sakit X?"


"Tidak!"


"Anda kenal Febriana, kan?"


"Tidak kenal!" Menjawab dengan ekspresi santainya.


"Sekali lagi, saya tanya. Tolong jawab dengan jujur apa anda tahu siapa Febriana?!"


"Tidak tahu, tidak tahu, tidak tahu! Mau berapa kali pun Anda bertanya. Saya tetap akan menjawab itu. Dan lagi, saya akan memakai pengacara untuk mengurus kasus ini."


Sang penyidik menghela nafas. Beliau pun memutar laptop ke arah Veronika sebelum menekan tombol play-nya.

__ADS_1


"Lihat dalam rekaman CCTV ini. Anda ada di sana, tengah berbicara dengannya..."


Vero terdiam. Memandangi rekaman video tersebut. Bibirnya pun tersenyum tipis, bertopang dagu kemudian.


"Dari mana Anda yakin itu saya?" Menunjuk dengan gerakan mata genitnya.


"Dari ciri-ciri terlihat itu Anda. Sekarang apa Anda masih mau membantah kalau Anda sejatinya mengenal Febriana. Wanita itu adalah seorang janda yang memiliki tiga orang anak. Satu anaknya sedang sakit ginjal dan harus cuci darah. Anda membiayai cuci darahnya, 'kan? Dan menggunakan wanita itu sebagai alat untuk memata-matai kegiatan Almarhumah dengan pasiennya Nona Arumi."


"Saya tidak mengerti dengan apa yang Anda katakan?" Membantah dengan santai.


"Ini pengakuan dari Ibu Febriana sendiri."


"Dia mungkin mengaku seperti itu. Tapi saya tidak merasa tuh. Adakah buktinya? Apa dia mengatakan itu dengan bukti?"


"Tentu dengan beberapa bukti transfer yang sudah saya simpan juga."


"Tentu kami yakin, karena hanya Anda satu-satunya yang berkemungkinan menurut pelapor."


"Apa pelapor punya bukti kalau pengiriman dana itu dari rekening saya?"


"Baiklah, dengan ini saya tutup sementara. Besok Anda harus kembali memenuhi panggilan. Silahkan datang saja dengan pengacara Anda." Tenangnya ekspresi wajah Veronica membuat penyidik akhirnya menutup perkara ini sementara dan melanjutkannya besok pagi.


"Baiklah, Pak. Terima kasih." Wanita itu membungkuk sopan setelah beranjak dari duduknya. Iapun berpamitan, dan berjanji akan selalu siap untuk mendatangi kantor polisi jika di perlukan pemeriksaan lagi.


Kalian pikir bisa dengan mudah menangkap ku? Cih, aku bukan tikus got yang mudah masuk dalam perangkap manapun.

__ADS_1


Saat kakinya hampir tiba di depan pintu Polresta kota X. Ia melihat Sekretaris Tomi dan juga Arga Sanjaya tengah melangkah kearahnya.


Pria itu pun menghentikan langkahnya di hadapan Veronica.


"Kakak, lama tidak bertemu."


Arga tersenyum tipis. Satu tangannya terangkat, Tomi pun menyerahkan berkas kepadanya.


"Veronica... awalanya aku tidak percaya kau telah melakukan ini. Dengan tega menyuruh montir merusak mobil dokter Kasih yang merupakan saksi kunci dari kebohonganmu untuk memfitnah Arumi. Namun, di samping itu. Ada hal yang lebih membuatku tercengang." Arga geleng-geleng kepala pada wanita di hadapannya. "Kau bahkan menyuruh montir berinisial H untuk menyabotase truk makanannya yang telah menabrak Alicia."


Deg!


"Apa maksud, Kakak? Aku tidak mengerti."


"Jangan mengelak. Karena Montir H sudah mengakui semuanya. Kau membayar sebesar satu milyar untuk kecelakaan Alicia. Dan kau membayar sebesar lima ratus juta untuk membunuh Dokter Kasih."


Sialan! Kenapa montir bodoh itu bisa tertangkap. Dia bilang akan keluar negeri lagi. Dan kenapa malah membeberkan semuanya pada orang-orang suruhan Sekretaris Tomi Brengsek!


"Anda pasti bingung. Kenapa pria yang sudah menetap di LN bisa ku temukan?" Seperti bisa membaca pikiran Veronica. Tomi bersuara, menjawab tanda tanya di kepala gadis itu. Mendadak wajah tenangnya berubah pucat.


"Kau pasti baru saja berkhayal untuk pulang, dan berendam di bak mandimu?" Arga meraih lengan Vero, mencengkeramnya kuat.


"Kyaaaaa, sakit! Lepaskan, kenapa kakak sekasar ini?" gadis itu meronta-ronta.


"Kau harus mengubur keinginanmu untuk merebahkan tubuh di kasur yang empuk. Karena lantai yang dingin beralaskan tikar di hotel prodeo ini adalah wadah yang cocok untuk iblis wanita sepertimu." Arga menyeret masuk wanita itu kembali.

__ADS_1


"Kyaaaa... lepas, lepaskan! Aku punya hak memakai pengacara! Kau tidak bisa memenjarakanku begitu saja. Aku bisa menuntutmu yang telah mengasariku seperti ini...!"


Veronica meronta-ronta. Sementara Arga tidak peduli, langkahnya terus maju memasuki ruangan itu. Ia harus memastikan, wanita ini mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya, untuk semua penderitaan dua wanita yang ia cintai.


__ADS_2