Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir
Mimpi aneh


__ADS_3

Di tempat lain...


Denna berdiri tepat di depan pintu apartemen seorang pria. Gadis itu mendadak gugup karena satu hal. Tadinya ia sempat termenung, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari alasan agar tidak jadi ke sini. Walau pada kenyataannya, nurani memaksa dia untuk menepati janji.


Klaaak... Suara pintu yang terbuka. Tomi yang masih menggunakan kemeja warna hitam dengan Apron berwana coklat itu turut terkejut.


"Oh, sudah datang?" Bertanya dengan santai walau dadanya saat ini sedang berdebar-debar. Ingin rasanya tersenyum senang, menyambut kedatangan gadis yang sudah memenuhi isi kepalanya. Namun, semua sikap manis itu belum bisa ia tunjukkan.


"Aku baru saja tiba." Menjawab asal, padahal gadis itu sudah berdiri di depan pintu hampir setengah jam.


Fokus Denna saat ini pada dada bidang pria itu yang tertutup kemeja dengan dua kancing yang tak terpasang. Hingga memunculkan visual liar yang di luar kehendaknya sendiri.


Sssssshhhh... Kau menyukainya? –Sebuah ******* lembut di dekat telinga membuat Denna gelagapan sendiri. Ya, itu hanya suara ilusi yang tercipta akibat mimpi anehnya tadi malam.


"Ada apa?"


"Ti–tidak! Tidak apa..." ayolah otak, kembalilah jernih. Ku mohon...


"Kau, yakin?" Tomi melihat gadis di hadapannya seperti gugup sekali tak seperti biasa.


"Ya. Tentu saja." Sudahlah, ayo cepat makan dan pulang.


"Baiklah kalau begitu. Silahkan masuk, aku akan membuang sampah ini dulu."


"Oh, baik." Gadis itu bergeser kaku lalu masuk dengan buru-buru melewati tubuh Tomi. Pria itu pun melangkah dengan tenang hingga ke ujung lorong apartemen yang terdapat sebuah kotakan besar berisi sampah.


"Huuuuffft...!" Pria itu menghela nafas. "Dia datang secepat ini? Aku saja belum selesai menyiapkan semuanya."


Sejenak mengatur nafas berkali-kali sebelum akhirnya kembali masuk ke dalam unit apartemennya.


–––


Di dalam ruangan yang luas, gadis itu terpaku. Mengamati setiap ornamen yang terpasang di rumah tersebut.


"Kenapa masih berdiri?" Tanya Tomi saat melihat Denna masih berdiri di sudut yang membagi dua ruangan.


"Tentunya menunggu Tuan rumah mempersilahkan aku untuk duduk," jawabnya.


"Di sana–" Tomi Menunjuk area dapur. Kening Denna berkerut. Satu jari telunjuknya turut menujukkan yang sama.


"Di–disana?"


"Ya, duduknya di kursi meja makan. Biar sekalian ku hidangankan makanannya." Tomi berjalan lebih dulu. Denna pun mengikuti di belakang.


Gadis dengan rambut se-punggung yang di gerai itu melangkah dengan hati-hati. Apartemen ini amat mewah dan luas. Semua barang-barang yang ada di sini pastinya mahal. Seperti set dapur dengan berbagai fasilitas yang biasa ia lihat di aplikasi video milik orang-orang kaya. Yang hampir delapan puluh persen tidak ada di rumahnya.


"Duduklah, aku hanya tinggal menyelesaikannya sedikit lagi."


"Ya, Tuan," menjawab dengan kaku. Gadis itu menarik kursi meja makannya keluar lalu duduk.

__ADS_1


Bluuup... Bluuup... Suara masakan yang mendidih terdengar. Aroma lezat pun sejatinya sudah menyeruak sejak tadi. Kini tatapan Denna tertuju pada punggung lebar pria yang sedang membelakanginya. Walau beberapa kali, pria itu terlihat mondar-mandir mengambil ini dan itu lalu meletakkannya di atas meja.


Posturnya yang tinggi dan sedikit berotot tak hanya sempurna... Tapi, jago sekali masak sepertinya. Ibu mertuanya kelak pasti bangga punya menantu seperti Dia. – gadis itu melamamun.


Diam-diam mulai terpesona sosoknya yang tampan dan berkarisma hingga membuatnya kembali pada ingatan pada mimpinya.


Flashback on...


Denna yang baru saja terjaga entah mengapa, merasakan sesak di dada tak seperti biasanya. Nafasnya tersengal, akibat benda berat yang menindih tubuhnya.


Denna sempat mengira mengalami Sleep paralysis dalam bahasa medisnya, atau mungkin ketindihan mahluk halus jika orang kita menyebutnya.


Khusus untuk asumsi terakhir, sukses membuatnya panik setengah mati.


Tolong siapapun... kenapa berat sekali? Tapi, tunggu! suara apa ini...?


Erangan halus terdengar di telinganya. "Sayang, bangunlah..."


Denna membuka mata pelan-pelan. Dimana Ia melihat wajah familiar yang akhir-akhir ini sering menjumpainya.


"Tu–Tuan Sekretaris? Bagaimana mungkin." gumamnya lirih. Yang seolah tersihir senyum indah yang belum pernah ia lihat, terpampang di depan matanya. Pria itu sedang berada di atasnya. Melakukan dorongan berulang secara konstan.


Aku,dan dia? Sedang apa?


Dengan wajah bodoh dan polos gadis itu seperti menikmatinya. Matanya terpejam pelan, membiarkan Sekretaris Tomi mendaratkan kecupan di bibirnya dengan lembut.


Biiiippp... Biiiippp... Biiiipp...


Netra kebiruan milik gadis penulis kembali terbuka lebar. Seperti mimpi terbangun. Ia baru menyadari jika terjaganya tadi pun adalah sebuah mimpi. Ya, mimpi berhubungan badan dengan Sekretaris Tomi. Bukankah itu konyol?


Tubuh Denna masih kaku, terbaring dalam posisi terlentang di atas ranjangnya.


"Apa aku sudah gila?" Ia masih tak habis pikir. Kenapa otaknya bisa memunculkan visual jorok dalam mimpinya.


TAAAAAAK!!!


Flashback off...


Gadis itu tersentak saat sebuah mangkuk berisi sup yang masih mengepul terhidang di hadapannya. Lamunannya bercerai berai seketika.


"Apa yang membuatmu melamun?" Tanya sekretaris Tomi. Gadis itu berkedip dua kali.


Gila...! Ini tidak benar.


"Nona, Denna? Kau baik-baik saja?"


"Ti–tidak..." Menggeleng cepat, "ya, aku baik-baik saja."


"Kau banyak melamun, ya? Biasanya banyak bicara seperti kaleng kosong yang di tendang orang," guraunya yang terkesan serius sembari menghempaskan bokong di kursi.

__ADS_1


Apa katanya? Dia menyamakan ku dengan kaleng kosong? Dasar!


"Aku hanya sedang sariawan. Makanya malas berbicara banyak."


"Ohh... makes sense. Tapi masih bisa makan, kan?"


"Ya, masih..." jawabnya sembari mengambil air dan menengguknya.


Apa yang akan dia lakukan jika tahu aku melamun gara-gara mimpi bersenggama dengannya. (Denna)


Tomi manggut-manggut. "Baguslah, kalau begitu silahkan di cicipi. Ini hidangan pembukanya."


Seporsi sup kepiting yang nampak menggugah selera ini membuat gadis itu tercenung sembari meletakkan gelasnya lagi.


"Anda memasak sup kepiting?" Tanya Denna. Pria itu mengangguk.


"Aku tidak tahu rasanya akan enak atau tidak. Seperti di rumahmu," jawabnya kemudian.


Ya, Tomi memang berusaha keras membuat sup kepiting semenjak pulang makan malam di rumah Denna. Membuatnya jadi tahu. Makanan seperti apa yang menjadi kesukaan gadis itu.


Denna menangakap keseriusan pada diri Sekretaris Tomi walau hatinya masih belum berani menafsirkan. Perlahan, tangan kanannya meraih sendok yang tertelungkup di atas serbet makan.


Ku harap kau menyukainya. Batin Sekretaris Tomi saat melihat tangan Denna mulai menyiduk kuah sup dan mencicipinya.


Mata Gadis itu sedikit melebar mengarah pada mangkuk di hadapannya.


"Woaaah, aku tidak percaya ini..."


"Bagaimana?"


"Ini enak! Enak sekali."


"Benarkah?" Tomi mencobanya. Jujur saja ia pun tak menyangka, sup buatannya sukses. Bibir Tomi tersenyum tipis.


"Anda hebat sekali, Tuan Sekretaris. Istri Anda kelak, pasti akan bangga sekali memiliki suami yang pandai memasak seperti ini."


"Kau yakin dia akan bangga?" Tomi tersenyum. Ucapan Denna membuatnya senang.


"Tentu saja. Aku kalau punya suami yang pandai masak akan sangat senang. Jadi tidak perlu repot-repot masak, suruh saja dia untuk menyiapkan hidangan makan malamnya sendiri," ujarnya polos sembari tertawa.


"Ya Tuhan, malang sekali suamimu kelak. Mungkin saat itu stasiun TV akan ramai dengan berita KDRT, di mana seorang Suami kesal karena isterinya tidak mau masak untuknya."


"Hahaha...! Anda seperti para normal saja, bisa memprediksi masa depan." Tertawa. Sama halnya dengan Tomi yang hanya geleng-geleng kepala.


Aku lebih suka mengajarimu dan kita masak sama-sama. Mungkin itu bisa menghindari kasus KDRT kita. –Tomi pun tersenyum, berpikir beberapa waktu lebih jauh kedepan. Setelahnya memasukkan sesuap sup kepiting ke dalam mulutnya.


.


.

__ADS_1


Assalamualaikum Teman-teman. maaf ya udah mulai jarang banget update nih. alasannya, karena sebenarnya novel ini tuh udah tamat. jadi apa yang ku tulis hanya sebatas part tambahan. hehehe... jadi aku mau langsung tempelkan label tamat ya. terima kasih buat yang sudah mengikuti.


besok inshaAllah masih update kok. karena aku juga lagi mulai menulis yang lanjutan si Pijo... tau lah hehehe.


__ADS_2