Istri Pengganti Tuan Presdir

Istri Pengganti Tuan Presdir
masalah kecil


__ADS_3

Kraaataaak... Kraaataaak...


Mereka berdua baru saja selesai makan. Secara inisiatif Denna langsung merapikan piring-piring kotor, dan menumpuknya menjadi satu.


"Tidak usah di rapikan, biar saya saja." Tolak Tomi yang hendak meraih piring di tangan Denna namun segera di jauhkan oleh gadis itu.


"Tidak apa. Inilah cara keluarga ku berterima kasih pada Tuan rumah, yang sudah berbaik hati membuatkan hidangan lezat untuk kami. Jadi, saya akan membantu membereskannya...." ucapnya sembari balik kanan.


PRAAAAAAAANGGGG!!


Keduanya mematung, saat dua piring porselen yang Tomi beli saat pameran benda mewah di Brazil terjatuh dari tangan Denna dan terbelah menjadi dua.


Piringku... Sepasang mata milik Sekretaris Tomi masih melebar, tertuju pada piring yang sudah tak berbentuk utuh.


"Hehehe, mendadak tanganku licin. Maaf, Tuan. Nanti akan ku ganti." Duh, niat baikku kenapa jadi begini.


Di ganti bagaimana? Satu set piring ini hanya ada sepuluh di dunia, dan sudah sold out semua. (Tomi)


Denna berjongkok, berniat untuk memungut pecahan piring tersebut. Namun, di tahan oleh pria di depannya dengan meraih pergelangan tangan Denna.


"Tidak usah. Sebaiknya Kau duduk saja."


"Tidak bisa begitu. Aku tetap harus bertanggung jawab."


"Nona, tolong duduk saja!" Pintanya yang mengandung permohonan seraya langsung berjongkok. Tomi masih meratapi piringnya. Ia pun mengangkat separuh utuh dari percahan piring porselen tersebut.

__ADS_1


Sulit sekali memenangkan lelangnya. Dan sekarang pecah dua biji... hiks!


"Kalau begitu aku akan mengambil sapu." Gadis itu berlari kecil mencari alat pembersih.


Beberapa saat kemudian... PRAAAAAAAANGGGG!!! Kepala Tomi kontan menoleh kebelakang.


"Ya Tuhan, apa lagi yang dia hancurkan?" Buru-buru bangkit dan memastikan apa yang di buat gadis itu.


Deg!


Serasa nyawanya melayang saat itu juga. Tomi terlihat lemas sebab guci antik seharga milyaran rupiah hancur berkeping-keping.


"Tuan, aku tidak sengaja menyenggol guci Anda saat membawa sapu ini. I–ini Anda beli di pasar Senen, 'kan? Aku janji akan mencarikannya yang baru bahkan lebih bagus dari pada guci ini."


Tomi menepuk keningnya. "Kau! bisakah tidak menghancurkan sesuatu saat di rumah ku?"


"Sudahlah, jangan lakukan apapun. Duduk saja..." Mendadak Tomi ingat kejadian saat gadis itu mencuci bajunya.


"Ma–maaf. Aku bilang aku tidak sengaja dan akan menggantinya."


Benda ini ku beli dengan perjuangan bahkan aku sampai mengocek cukup dalam, isi tabunganku. Tapi bukan itu masalahnya, benda ini peninggalan dinasti Ming dan hanya ada satu di dunia. Lalu sekarang, hancur...


"Akan ku bersihkan dulu." Denna hendak menyapu pecahan guci-nya. Namun buru-buru di tahan oleh sekretaris Tomi.


"Sudahlah, duduk saja sana. Dan jangan melakukan apapun."

__ADS_1


"Tapi aku harus bertanggungjawab." Menjauhkan sapu di tangan dari usaha Tomi yang hendak merebutnya.


"Sinikan...!" Berusaha merebutnya lagi sembari memegangi kedua tangan Denna dari belakang tubuh gadis itu.


Greeeepp... Posisi Tomi seolah tengah mendekapnya dari belakang.


"Apa yang Anda lakukan, lepaskan saya!"


"Saya akan lepaskan asal kau melepaskan sapunya."


"Hei, ini hanya sapu ya? Aku ini sedang berbuat baik."


"Tapi yang kau lakukan bisa menambah kekacauan."


"Kekacauan?" Mendelik. Iapun terus berusaha menggerakkan tubuhnya kasar demi bisa terlepas dari Tomi.


"Kyaaaaaa!" Tubuh mungil Denna terdorong ke sofa sebab tidak kuat menopang tubuh Tomi yang berat.


Sementara keduanya masih bergulat demi memperebutkan satu batang sapu. Sebuah pintu terbuka.


Masuklah seorang pria yang usianya sudah di atas enam puluh tahun itu kedalam. Hingga menyaksikan pemandangan yang membuat keduanya terpaku.


Posisi Denna saat ini di bawah, sementara sebagian tubuh Tomi di atasnya. Kedua tangan mereka masih saling memegang kuat batang sapu tersebut.


"A–ayah!" Terkejut saat melihat sang Ayah tiba-tiba sudah di Jakarta. Padahal beliau sama sekali tidak menelepon.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian lakukan!!!" Bentaknya, hingga membuat ruangan ini menggema. Ayah Sekretaris Tomi langsung berkacak pinggang.


Ayah pasti akan salah paham. Kalau sudah begini, alasan apa yang akan ku pakai... (Tomi)


__ADS_2