
Satria berjalan menyelusuri hutan dan menggunakan pendengaran serta penciumannya untuk mencari air, cukup lama Satria berjalan sampai akhirnya bisa menemukan sungai.
Satria meneguk air sungai yang mengalir dengan begitu jernihnya, setelah puas dan dahaganya pun hilang. Satria mulai membuat wadah penampung air menggunakan daun yang panjang dan lebar yang terdapat di tepi sungai.
Untung Satria banyak belajar kepada Put waktu masih menjadi Manusia biasa, dulu mereka begitu dekat. Sampai akhirnya Satria meninggalkan Put dan memilih bersama dengan Haruna.
Namun, pada akhirnya hanya Put yang menolong Satria kembali. Padahal mereka pernah bertarung, katika Put berada dipihak Dewa Ketua dan membuat Satria tidak memiliki pilihan lain. Kecuali menyerang Put.
Sejenak Satrai berfikir seraya duduk di atas batu besar yang terdapat di tepi sungai, keadaannya saat ini begitu kontras dengan yang dulu. Bagaimana dirinya mengembalikan keadaan?
"Aku harus sgera kembali," gumam Satria teringat telah terlalu lama meninggalkan Put, selama jalan pulang Satria mengambil beberapa buah Tetum yang masih banyak.
Buah Tentum seakan tidak memiliki musim, pohonnya selalu berbuah dengan lebat dan tidak pernah habis. Walaupun kini pohon buah Tentum tinggal sedikit, semua itu disebabkan oleh serangan yang terjadi akibat Lilly.
Teringat kepada Lilly membuat Satria harus menjelaksan semuanya kepada wanita itu, terlebih Lubis yang berada di dunia nyata.
Namun, ketika Satria baru saja sampai di tempat terakhir kalinya ia meningglakan Put. Sayangnya Put tidak ada di sana dan membuat Satria kebingungan.
"Tidak mungkin dia bisa pergi?" gumam Satria merasa tidak masuk akal.
Satria ingat betul, bahwa Put tidak bisa berjalan dengan keadaan kakinya yang masih terluka. Namun, ke mana Put? Hal itu membuat Satria kebingungan dan berusaha mencari Put.
Satria berusaha melacak Put dengan menggunakan indra penciumannya yang semakin lama semakin tajam saja dan sangat membantu.
Namun, tanpa sengaja Satria mencium aroma tubuh lain selain Put dan hal itu tidak baik. Satria mengepalkan tangannya erat dan melacak keberadaan seseorang yang telah membawa Put pergi.
Satria tidak akan membiarkan orang itu meracuni Put dengan kalimat hasutannya dan mengakibatkan hubungan antara dirinya dengan Put menjadi berantakan.
Padahal, Satria sudah berusaha keras untuk menarik perhatian Put dan ia tidak ingin ada yang mengaggalkan hal itu.
__ADS_1
Satria yang mengedus aroma tubuh Put dan orang itu kini telah berada di sebuah goa yang sebelumnya pernah di masuki.
Teringat akan pertemuan mereka sebelumnya, membuat Satria semakin yakin. Bahwa Ruu akan melakukan hal yang tidak baik, orang itu harus di hapuskan.
"Dasar! Ruu!" geram Satria seraya masuk kembali ke goa yang sama.
Ketika Satria telah berada di ruang yang cukup luas, dirinya bisa melihat Ruu dengan tubuh silumannya tengah melilit Put.
"Hey! Apa yang kau lakukan?" teriak Satria dan segera manarik ekor Ruu menjauh dari tubuh Put yang telah tidak sadarkan diri.
Peterungan pun tidak bisa dihindari lagi lagi, keduanya saling melakukan serangan dan terus-menerus.
Sampai Satria terpojokkan ke dinding dengan Ruu yang berhasil membelit tubuhnya, untung saja Ruu berkepala Manusia. Satria tidak bisa membayangkan kalau Ruu berkepala ular dan membuka mulutnya untuk meenrkam.
"A–ap ya–ang ka–au!" Satria kesulitan untuk berbicara karena belitan Ruu yang mencekik lehernya dan membuat Satria kesulitan untuk bernafas.
"Hahaha ... entah apa yang Haruna lihat darimu, Sat? Bagiku, kamu hanya seorang yang terlalu naif!" kata Ruu yang muak ke pada Satria.
Dulu, Ruu berfikir bisa memanfatkan Satria yang menurutnya polos dan belum terkontaminasi. Terlebih Victoria juga ikut membantunya, tapi semuanya tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Kini Satria merupakan orang yang harus ia hapuskan, apapun caranya agar tidak ada lagi yang menghalangi rencananya untuk menguasai seluruh alam.
Dengan hentakan yang kuat, akhirnya Satria bisa melepaskan tubuhnya dari Ruu. Satria mengatur pernafasannya terlebih dulu dan memulihkan energi yang telah banyak keluar.
Satria melihat Ruu yang juga seperti kelelahan dan diam membiarkan Satria sedikit jeda sebelum melakukan serangan kembali.
"Apa yang kau lakukan kepada, Put?" tanya Satria dengan sorot mata tajam.
Melihat keadaan Put yang tidak sadarkan diri telah meyakinkan, bahwa Ruu telah melakukan sesuatu kepada Put.
__ADS_1
Ruu mendekati Satria dengan perlahan, dengan tatapan sinis ia mencemooh Satria. "Aku hanya melakukan hal yang sama seperti yang sering kau lakukan kepada wanita."
Satria tidak menyangka dengan jawaban yang baru saja dikatakan oleh Ruu, ia merasa bahwa tengah di jebak oleh Ruu.
"Bagaimana bisa kau melakukannya? Sedangkan ... tubuhmu penuh akan lendir." Seakan sengaja memancing kemarahan Ruu, Satria mengucapkan kata-kata yang amat menyakitkan.
Walaupun sesungguhnya Satria hanya tidak bisa membayangkan cara Ruu bercinta dengan Put dengan tubuh seperti itu, entah seperti apa dan menggunakan gaya yang bagaimana? Satria tidak bisa menerka semua itu, padahal dirinya pernah bercinta dengan Lilly dalam keadaan wanita itu menjadi seiluman ular.
Sat
Set
Ruu melakukan serang tanpa henti dengan kibasan ekornya yang begitu kuat dan tajam, sebab memiliki bagian yang runcing di ujungnya.
Namun, Satria dengan mudahnya menghindari semua serangan Ruu yang sudah bisa dibaca oleh Satria. Serangan Ruu hanya seperti itu saja, membuat Satria yang mempelajari setiap gerakan Ruu berhasil menemukan kelemahannya.
Satria menangkap ujung ekor Ruu ketika mengarah ke tubunya dan secepat kilat, Satria menarik tubuh Ruu dengan memutarnya dengan begitu cepat.
Seperti seorang koboi, Satria menjadikan Ruu layaknya tali **** yang terus berputar dan membuat Ruu berteriak-teriak.
Sampai Satria melemparkan tubuh Ruu yang terhempas dengan begitu kerasnya dan mengani dinding goa.
"Aw!" pekik Ruu yang telah kalah telak dari Satria. Seluruh tubuh Ruu di penuhi oleh luka dan kulit ularnya banyak yang mengelupas, belum lagi darah yang mengalir segar.
Kalau Ruu tidak melarikan diri, maka ia akan tewas. Melihat keadaan keadaan sekitar dan mengukur segala kemungkinan yang akan terjadi, membuat Ruu merubah kembali menjadi Manusia.
"Hey! Mau ke mana kau?" teriak Satria yang melihat Ruu ingin melarikan diri melewati cela lorong, tapi ia tidak sempat untuk menarik tubuh Ruu yang sudah masuk ke dalam lubang tersebut.
Satria berteriak dengan begitu kesalnya, melihat Ruu bisa lolos darinya. Padahal, Satria ingin melenyapkan Ruu agar tidak menimbulkan masalah lagi untuknya.
__ADS_1
Tujuan Satria dan Ruu sama, yaitu saling ingin melenyapkan satu dengan yang lainnya. Namun, diantara mereka masih belum bisa melakukan hal tersebut.
"Uuuggg ... apa yang terjadi?" gumam Put seraya memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.