Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 124


__ADS_3

Sebenarnya Satria tidak tega melihat para pelayan yang nampak rapuh itu menyandang kekuatan Heypersexnya yang amat luar biasa, tapi Satria tidak ingin para manusia akan musnah. Seandainya mereka melangami kekalahan.


Satria meletakan tubuh para pelayan wanita yang masih menutup mata karena kelelahan itu dengan perlahan di atas rerumputan halus yang berada di halaman rumah keluarga Cooper.


Tidak berapa lama Victoria datang dan menanyakan tugas Satria, "Bagiamana? Apakah semuanya sudah beres?"


Satria hanya mengangguk kecil dan meminta Victoria untuk menjaga para pelayan itu, sedangkan Satria kembali ke danau untuk melihat perkembangan telur-telurnya.


Ternyata perubahan Satria yang menjadi Blogger masih bisa membuat anak-anak, entah seperti apa nanyinya. Hal itu membuat Satria menjadi penasaran dan seegra menemui Put yang menjaga semua telur itu.


"Cepat sekali kamu kembali," celetuk Put seakan tidak suka.


Satria hanya diam seraya mendekati Put yang tengah membersihkan tubuh anak-anak kecil dengan gustur seperti Blogger.


"Apa yang terjadi?" tanya Satria yang membuat Put tersenyum kecut dan menjelaskan bahwa telur-telur tadi sudah menentas satu–persatu.

__ADS_1


Satria tersenyum melihat keadaan para prajuritnya yang tumbuh dengan signifikan, ternyata kekuatan Heypersex sangat membantu keadaan mereka.


Kini Satria telah memiliki sebuah pasukan yang sekitar ratusan Blogger yang semakin tubuh seperti anak remaja, Put mulai mengajari mereka semua tentang cara makan dan minum.


Hingga kedatangan Victoria yang nampak senang dengan apa yang terjadi, menghampiri Put yang tengah sibuk dan memerintahkan untuk mengirim pasukan baru mereka menuju ke rumah keluarga Cooper.


"Kenapa aku harus melakukan hal itu?" tanya Put tidak mau menerima perintah dari Victoria.


"Kenapa? Kamu menanyakan hal itu saat ini? Mereka semua harus mendapatkan pakaian baru dan senjata," jelas Victoria yang tidak suka dengan pertanyaan Put yang menurutnya amat mengganggu.


Mau tidak mau Put menggiring pasukan baru mereka, sebuah pasukan Blogger yang masih harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum berperang.


Setelah kepergian Put bersama rombongan pasukan, Victoria mendekati Satria dan menanyakan sesuatu yang membuat Satria marah.


"Sat, jadikan Ibu seperti Blogger," pinta Victoria dengan raut wajah serius.

__ADS_1


"Aku tidak bisa, Bu! Kenapa Ibu meminta sesuatu yang aneh?" pekik Satria.


Victoria pun mengutarakan keinginannya yang ingin ikut bertarung, tapi tidak bisa dengan keadaan seperti ini. Victoria ingin menjadi seorang Blogger dan mengarahkan pasukan baru mereka untuk berperang.


Satria amat jengah dengan apa yang diminta oleh sang ibu, tapi ia tidak bisa memberikan apa yang Victoria inginkan. Sebab, Satria yakin bahwa Put tidak akan mau membantu ibunya.


Satria mengutarakan pendapatnya, bahwa Victoria lebih baik membantu Jennifer dan menyiapkan para pasukan untuk berperang. Tanpa ikut bertarung, tapi apa yang Satria sampaikan membuat ibunya menjadi marah.


"Kamu pikir bisa memenangkan perang ini? Asalkan kamu tahu, kalau Dewi Haruna dan para Hunter bukan musuh yang mudah," jelas Victoria dengan nafas yang memburu. Ia tidak menyangka kalau permintaannya yang sederhana ditolak oleh Satria.


Victoria yang marah kepada Satria memilih untuk pergi, sebelum berlalu Victoria meningkatkan satu hal kepada putranya itu.


"Kamu belum pernah mati, bukan? Maka, siap-siap menyemput kematianmu dimedan peperangan."


Satria terlonjak kaget dengan apa yang dikatakan oleh Victoria yang nampak begitu serius mengucapkan kata-kata itu.

__ADS_1


__ADS_2