Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 96


__ADS_3

Pencarian Put dan Satria tidak 'lah mudah, banyak sekali lorong yang seperti libirin yang harus membuat mereka menentukan sebuah pilihan yang berat.


Disela istirahat, Satria yang duduk-duduk menanyakan sesuatu yang sedari menanggungnya kepada Put.


"Put, di mana kamu mendapatkan buah ini?"


Put hanya menatap sekilas ke arah Satria dan menjelaskan, bahwa ia menemukan buah itu di sebuah pohon yang begitu besar. Hanya itu saja yang Put katakan dan meminta Satria untuk kembali berjalan.


Karena keadaan di dalam goa terlalu kedap oleh cahaya dan udara untuk masuk begitu menyulitkan mereka untuk mengetahui sekarang masih siang atau malam.


"kalau kamu tidak mau mati di sini? Maka berjalanlah dengan cepat! Aku lelah menunggumu, Dewa S!" keluh Put yang melihat tingkah Satria. Walaupun tubuh Satria telah berubah menjadi Blogger, tapi tidak merubah kepribadiannya sama sekali.


Dengan langkah gontai Satria terus berjalan mengikuti Put, sampai samar-samar mereka berdua mendengar suara desisan yang cukup menggangu.


"Apa kau mendengar suara itu?" tanya Satria kepada Put dan mendapatkan anggukan kecil.


Put meminta Satria untuk tetap berdiam diri, sedangkan ia mencari tahu dari mana asal suara itu. Tentu saja dengan senang hati Satria menerima perintah Put.


Setelah kepergian Put, Satria memilih untuk merebahkan tubuhnya dan memejamkan mata. Dirinya benar-benar lelah dan mengantuk, terlebih setelah memakan buah yang belum ia ketahui namanya itu.


Sedangkan Put yang menyelusuri setiap lorong dengan mengikuti suara desisan yang didengar tadi sampai pada sebuah ruang yang lumayan besar.


Put melihat seekor ular besar yang sedang melingkar dan seperti terlelap, karena kedua matanya yang tertutup. Put meninggalkan ular itu, sebab sudah bukan rahasia lagi kalau ada binatang atau makluk yang tinggal di goa.


Dengan tubuhnya sekarang, Put dengan mudah menyelusuri tempat-tempat yang sempit dan pengab demi mencari tubuh Bloggernya.


Put sangat yakin, setelah rekarnasi dan meninggalkan tubuh Bloggernya ayah atau ibunya menyimpan tubuh itu di goa ini.


"Kenapa aku tidak menggunakan penciuman Satria?" pekik Put kesal akan diirnya sendiri, kini Satria telah menjadi seorang Blogger. Tentu saja memiliki kemampuan sama seperti Blogger, membuat Put segera kembali ke tempat Satria berada.

__ADS_1


Untungknya Put telah menandai tempat-tempat yang ia lewati sebelumnya dengan begitu Put bisa kembali dengan mudah.


Namun, ketika Put telah sampai di tempat Satria dengan pemandangan yang membuatnya semakin geram.


"Bisa-bisanya dia tertidur seperti ini? Aku berharap dia dimakan ular penghuni goa sekalian!" geram Put dan segera membanggunkan Satria dengan cara yang begitu kasar.


Put mengecit hidung Satria dengan begitu kuat dan membuat Satria kesulitan untuk bernafas, kemudian terbangun dengan berteriak.


"Aw! Kamu kenapa sih, Put?" tanya Satria dengan geram seraya menatap tajam ke arah Put yang nampak santai saja.


"Ayo bangun dan bantu aku," jelas Put seraya meminta Satria untuk bangun dan memintanya untuk mengendus bau tubuh Blogger Put.


Awalnya Satria bingung untuk melakukan apa yang diminta oleh Put, tapi setelah mendapatkan arahan. Satria mencoba mengingat kembali seperti apa aroma tubuh Put ketika menjadi Blogger.


Namun, Satria agak kesulitan. Sebab, banyak sekali bau yang aneh ikut tercium oleh indra perasaannya. Setelah sekian menit kemudian, Satria bisa menemukannya.


"Aku sudah menemukannya," terang Satria dan mulai bergerak mengikuti jejak bau tubuh Blogger Put.


Cukup lama mereka mengitari lorong demi lorong dan sampai pada sebuah ruang yang cukup luas, Satrai begitu terkejut dengan adanya ular yang ia yakini merupakan Ruu. Namun, Satria hanya diam dan meneruskan perjalanannya yang tinggal sedikit lagi. Sebab, jejak bau tubuh Put semakin tajam yang berarti bahwa mereka semakin dekat.


"Aku belum pernah melihat ular seperti tadi selama di dunia Albiru," celetuk Put seraya terus mengikuti Satria dari belakang.


Seakan enggan untuk memabhas hal itu, Satria hanya diam dan tiba disebuah cabang yang rumit. Dia meminta kepada Put untuk memeriksa satu demi satu lorong.


Dengan malasnya Put mengikut perintah Satria dan terbang memasuk setiap lorong yang berjumlah 3, sampai dilorong terakhir Put menemukan banyak sekali peti mati.


"Aku sudah menemukannya!" pekik Put dengan raut wajah gembira dan menghampiri tempat Satria. Namun, wajahnya menjadi pias seketika di saat melihat Satria yang terbelit oleh ular yang sebelumya mereka lihat.


Tubuh Satria kesulitan untuk bernafas karena di belit oleh Ruu yang berhasil mengendus keberadaan Satria dan membuat keduanya bertarung.

__ADS_1


"Menemukan apa cantik? Aku tidak menyangka, kalau kau ... Satria. Berteman dengan mahkluk hina," ejek Ruu dan semakin mempererat belitannya dan berharap Satria mati.


Walaupun tubuh Satria telah menjadi Blogger, tapi wajahnya masih smaa dan membuat Ruu tidak terkesoh sama sekali dengan perubahan tubuh Satria.


"Mahkluk hina!" pekik Put tidak terima dan menyerang ular yang baginya menjijikkan, terlebih berani sekali menghina wujudnya yang begitu menakjubkan ini.


Put memperberat asab tubuhnya agar menjadi semakin padat dan mampu menghajar Ruu dengan sekali serangan, sampai melepaskan belitannya dari satria.


"Uhuk ... ." Satria terbatuk-batuk, setelah terlepas dari belitan Ruu. Kemudian ia berjalan perlahan menghampiri Put yang dalam mode garang.


Satria amat menegnal Put, jangankan Ruu. Bob yang merupakan ayahanya sekalipun akan Put serang, apalagi dalam keadaan seperti sekarang. Put tidak aka pernah main-main.


Sat


Set


Serangan put bertubi-tubi membuat Ruu kualahan dan memilih untuk mundur, daripada menjadi sate hidup Put yang berubah mengerikan.


Dengan keadaan dipernuhi luka Ruu merubah tubuhnya menjadi Manusia biasa, agar bisa melarikan diri.


"Aku akan membalas kalian!" teriak Ruu, kemudian menghilang dibalik bayang-bayang.


"Dasar pecundang!" teriak Put dengan keras dan ingin mencari Ruu, dirinya belum puas sebelum melenyapkan mahkluk menjijikkan itu. Namun, Satria menghalangi niatnya dan mempertanyakan informasi yang telah ia bawa.


Dengan berat hati, Put membuang nafas berat dan akan menghutagi mahkluk ular tadi ketika mereka sampai bertemu dikemudian hari.


"Aku telah menemukan makan kaum Blogger, diantara sana pasti ada tubuhku," jelas Put setelah bisa menguasai emosinya dan mereka mulai bergerak mengikuti pertunju dari Put.


Satria bisa bernafas lega, setidaknya untuk sekarang sampai Put berhasil masuk ketubuh Bloggernya. Saat ini Satria harus semakin waspada, apalagi mereka akan senangtiasa bertemu dengan Ruu. Selama masih didalam goa.

__ADS_1


"Sepertinya ini," kata Satria yang menujuk sebuah peti mati yang berada paling bawah diantara susunan peti yang lain. Entah apa maksudnya, tapi Satria yakin akan bau yang sudah berulang kali ia endus.


"Buka!" perintah Put tidak sabaran.


__ADS_2