
"Satria!"
Teriakan Key yang memanggil namanya membuat Satria terlonjak kaget, pemuda itu kini telah berdiri di hadapannya dengan nafas yang tersengal-sengal.
Satria menunggu dengan sabar, apa yang akan Key katakan. Sepertinya pemuda itu baru saja menemukan sesuatu yang begitu mengerikan.
"Satria! Lilly!" ucap Key dengan susah payah.
Mendengar nama Lilly membuat Satria melangkah cepat dan mencari keberadaan gadis itu, diiringi oleh Key yang berjalan dibelakangnya seraya memberikan arahan.
Ketika mereka berdua telah di depan pintu yang masih terbuka begitu saja, tanpa ada keraguan sama sekali Satria masuk dan melihat sebuah pemandangan yang menguras perasaannya.
Lilly yang manis dan polos tengah menggendong sesuatu yang begitu mencolok, Satria menatap kearah Key untuk meminta penjelasan.
Namun pemuda itu hanya diam mematung membuat Satria harus bertanya langsung kepada Lilly, dengan langkah perlahan Satria mendekati Lilly yang berada di dalam sebuah tempat penampungan air yang lumayan besar.
"Lilly," panggil Satria dan membuat gadis itu menoleh seraya tersenyum kepadanya.
Ingin sekali Satria menanyakan tentang sesuatu yang digendong oleh gadis itu secara langsung, tapi ia urungkan dan memilih untuk duduk di samping Lilly.
Satria mengamati perubahan wajah Lilly yang terlihat begitu pucat dengan bibir yang mulai membiru, Satria pun berinisiatif mengabil selembar kain yang berada tidak jauh dari tempatnya.
"Ayo kita kembali ke kamar, sepertinya kamu mulai kedinginan," jelas Satria.
Lilly begitu patuhnya dengan Satria dan mengikuti semua yang diperintahkan, disaat Lilly menyerahkan sesuatu yang berada digendongnya itu. Disaat itulah mata Satria ingin lepas dari tempatnya.
Seorang bayi yang berbentuk aneh tepatnya, kepalannya seperti Manusia. Tapi bagian bawahnya berupa ular, sama persis dengan perubahan bentuk Lilly.
Satria tidak menyangka kalau Lilly akan mengeluarkan benih yang ia tanam sebelumnya, semua ini begitu mengejutkan.
Biasanya benih yang Satria titipkan kepada seorang wanita akan berada di dalam telur dan membutuhkan proses yang terbilang cukup memakan waktu.
Namun berbeda dengan Lilly, di mana gadis itu baru saja keluar dari kamarnya dan dibawa oleh Key. Bahkan tidak memakan berjam-jam, Lilly telah melahirkan seorang anak.
"Key, ajak Lilly ke kamar dan pakaian baju baru!" perintah Satria.
__ADS_1
Tanpa penolakan sama sekali, Key langsung menjalankan perintah Satria dan membawa Lilly yang benar-benar sudah kedinginan.
Sedangkan Satria menatap anaknya yang begitu aneh, sampai perubahan demi perubahan terhadap bayi itu terjadi.
Satria yang terlonjak kaget tidak sengaja menjatuhkan bayi tersebut, diluar nalar bayi itu menggeliat seperti ular.
Satria bergidik ngeri, selang beberapa menit kemudian bayi itu berubah menjadi seorang anak manusia. Tapi, keanehan masih saja terjadi.
"Hey! Mau ke mana kamu!" teriak Satria panik ketika bayi itu bisa berjalan seperti Manusia setelah bentuk ularnya berubah menjadi kaki.
Sontak saja Satria berlari mengejar anaknya itu, ya. Anaknya dengan Lilly, sungguh luar biasa. Satria agak kesulitan untuk menangkap anaknya yang ternyata berkelamin laki-laki.
Satria terus mengejar anaknya itu sampai berasil ia tangkap, betapa gemasnya Satria pada sang putra yang tiba-tiba saja membuat dirinya menjadi kerepotan seperti ini.
"Kamu benar-benar nakal, ya." Satria menghujani putranya dengan ciuman yang bertubi-tubi dan membuat sang anak tertawa.
Hal itu membuat Satria menjadi takut sendiri, bayi yang awalnya aneh dengan bentuk tubuh yang tidak biasa. Kini menjelma menjadi seroang anak manusia yang bisa berjalan dan tertawa.
Belum hilang perasaan terkejut yang Satria rasanya, tiba-tiba putranya berbicara dan menanyakan sesuatu yang membuatnya menjadi membatu seketika.
Hanya pertanyaan polos yang dilontarkan oleh seorang anak yang pertama kalinya berada di dunia, sungguh hal yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar dan ilmu oengetahuan manapun.
"Satria aku sudah—" Key yang baru saja datang tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat seorang bocah laki-laki berada digendong Satria.
Ingin sekali pemuda itu berteriak histeris, tapi melihat kode yang diberikan Satria dengan lirikan mata membuatnya mengaggukan kepala pelan dan memilih untuk kembali ke kamar Lilly.
Satria mengikuti langkah Key, mereka harus segera menemui Lilly dan menjelaskan prihal anak laki-laki yang harus segera menemui ibunya itu.
Bukan hanya itu saja, Lilly harus memberi sebuah nama untuk putra mereka. Satria masih belum bisa menerima kenyataan yang begitu cepat ini.
Hingga muncul sebuah harapan dan ide yang melintas di dalam benaknya untuk memanfaatkan situasi.
Demi mencapai tujuan dan sebuah ambisi yang ia inginkan dengan menggunakan Lilly serta putra mereka.
Key membukakan pintu dengan perlahan, Satria bisa melihat Lilly yang terbaring di atas ranjang dan perlahan bagun di saat mereka masuk.
__ADS_1
"Hey Lilly, bagaimana dengan keadaanmu saat ini?" tanya Satria menunjukkan sedikit perhatiannya kepada Lilly dan meletakan sang putra di atas pangkuannya.
Lilly hanya diam tidak menanggapi apa yang baru saja Satria ucapkan, tatapan matanya tertuju kepada bocah laki-laki yang berada di pangkuan Satria.
"Apakah dia anakku?" tanyanya dengan polos.
Satria tersenyum lebar dan menganggukan kepala, ia juga menjelaskan kemampuan Heypersexnya kepada Lilly yang membuat putra mereka mengalami pertumbuhan dengan begitu pesat.
"Heypersex?" pekik Key yang juga mendengarkan cerita Satria.
"Berarti kamu ... keturunan keluarga Lubis?" tambahnya dengan raut wajah yang tidak percaya.
"Ayah Lubis?" panggil sang putra dan membuat Satria tersenyum karena di panggil dengan nama belakang.
"Ayah Lubis, berarti ayah milik Lubis. Mulai hari ini, kamu akan Ayah panggil Lubis. Kamu mau?"
Tiba-tiba saja Satria berubah haluan, niat ingin meminta pendapat dari Lilly untuk memberi nama putra mereka.
Malahan ia yang memberikan bocah laki-laki itu nama belakangnya, tentu saja dengan polosnya Lubis kecil mengangguk setuju dan kegirangan.
"Lubis, lubis, Lubis." Berkali-kali dia menyebut nama barunya.
Lilly melihat kebahagiaan yang terpancar dari Lubis ikut merasakannya, ia meraih tangan Satria dan menggenggam erat.
Awalnya Satria terkejut, tapi melihat dan merasakan energi positif yang dipancarkan oleh Lilly membuat Satria membiarkannya.
Akankah mereka menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia, di mana ada Satria yang menjadi seorang Ayah dan Lilly menjadi Ibu. Serta ada Key yang menjadi paman untuk Lubis.
Di saat perasan yang haru–biru, Key meminta izin untuk keluar. Pemuda itu beralasan ingin berburu dan menyiapkan hidangan untuk makan siang serta malam mereka.
Key juga menambahkan bahwa harus ada sebuah pesta kecil untuk menyambut Lubis kecil, setidaknya mereka tidak akan kesepian seperti biasannya.
Tentu saja Satria dan Lilly mengizinkan Key untuk keluar, mereka merasa senang atas perhatian yang Paman Lubis itu berikan.
Namun, tanpa mereka sadari sama sekali. Bahwa Key memiliki maksud dan tujuan lain, terlebih mendengar asal–usul Satria yang berasal dari keturunan keluarga Lubis.
__ADS_1
"Aku harus menemuinya dan memberitahukan hal ini," batin Key seraya berjalan menuju ke bawah.