Jati Diri Kesatrian

Jati Diri Kesatrian
Chapter 122


__ADS_3

Ketika Put dan Satria saling berbincang, tiba-tiba saja mereka dikagetkan oleh kedatangan Victoria yang marah-marah.


"Sat! Kamu harus melakukan sesuatu! Apapun itu, Ibu gak ingin masalah ini berlarut lebih lama lagi!"


Satria menatap Victoria dengan sendu, ia bingung harus memberikan jawaban apa. Sebab, dirinya benar-benar sedang berputus asa.


Seandainya Satria bisa mengambil hati serta perhatian dari anak-anaknya, mungkin ia tidak akan merasa sesulit ini.


Namun, hal itu seakan mustahil untuk saat ini. Satria sangat yakin, bahwa Lubis akan di rakuni oleh H yang pasti akan meneyrnagnya.


Entah karena dendam atau demi tujuannya, H akan melakukan apapun yang bisa menjatuhkan Satria. Bahkan, rencana yang telah dibuat oleh Satria tidak akan memiliki kemungkinan bisa menghentikan H.


"Apa yang bisa aku lakukan, Bu? Semuanya ... sudah berakhir," kata Satria pelan.


Victoria semakin kesal dengan apa yang diucapkan oleh Satria dan memukuli putranya sebagai peluapan, walaupun Vittoria tahu kalau Satria tidak akan pernah merasa terganggu akan apa yang dilakukannya.

__ADS_1


Hingga, Victoria menghentikan aksinya dan menatap tajam ke arah Satria yang nampak lesu. Victoria teingat dengan kemampuan Heypersex Satria dan hal itu pasti sangat membantu.


"Sat! bersiap-siaplah!" perintah Victoria dan membuat Satria terkejut.


"Apa yang Ibu ingin lakukan?" tanya Satria penasaran.


Namun, Victoria hanya tersenyum seraya menggosok-gosok telapa tangannya. Kemudian meminta Satria mengangkat tubuhnya agar berada di bahu Satria.


Victoria meminta Satria untuk kembali kediaman keluarga Cooper dan melakukan sesuatu, Satria yang merasakan sebuah firasat buruk meminta Put untuk tidak ikut dan tetap berdiam diri di danau.


Selama menunggu kedatangan sang ibu, Satria semakin gusar. Ia merasa bahwa ibunya memiliki rencana yang tidak baik, sampai Victoria kembali dengan beberapa pelayan wanita.


"Apa yang ingin Ibu lakukan?" tanya Satria dengan penasaran seraya melihat ibunya tengah menyuruh para pelayan wanita itu untuk berbaris.


Perasaan Satria semakin tidak enak, ketika melihat Alice juga datang bersama dengan Jennifer. Bahkan raut wajah wanita itu tidak bersahabat ketika tatapan mereka saling bertemu.

__ADS_1


"V, ada apa ini?" tanya Jennifer penasaran. Dirinya yang tengah mengobati para prajurit yang sedang terluka di tarik begitu saja oleh Victoria.


Victoria masih belum mau mengatakan rencananya dan meminta Jennifer untuk membantunya mengatur para pelayan, kemudian menghampiri Satria yang duduk dengan tenang.


"Sat, kamu tahu, bukan? Kalau keluarga Lubis memiliki kemampuan yang luar biasa," terang Victoria dan mendapatkan anggukan dari Satria


"Maka, gunakan kekuatan itu untuk membuat pasukan baru," tambah Victoria dengan senyum yang mengembang.


Satria amat syok dengan apa yang diminta oleh Victoria, sampai mulutnya terbuka lebar dan menatap nanar ke arah sang ibu.


"Gila!" pekik Alice geram dan ingin menyerang Victoria. Namun, tindakan Alice dihadang oleh Jennifer dan menjelaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Victoria ada benarnya.


Alice tidak tahan dengan keadaan tersebut memilih pergi begitu saja, sedangkan Jennifer memohon kepada Satria agar mau menggunakan kekuatannya demi membantu recana mereka yang tinggal sedikit lagi.


"Sat, Ibu mohon. Kita banyak kekurangan prajurid, jika seperti ini terus? Maka, kita akan kalah," jelas Jennifer.

__ADS_1


Satria hanya diam, ia bingung harus memberikan jawaban apa. Sebab, tidak ingin mengorbankan keturunannya lagi.


__ADS_2